28/04/2026
Untuk para wanita hebat,
yang pagi tadi berangkat dengan doa sederhana,
“semoga pulang bisa memeluk anak, menyapa orang tua, berkumpul dengan keluarga…”
Namun tak semua perjalanan kembali berakhir di pintu rumah.
Di antara rel dan waktu yang terhenti,
ada cinta yang tetap hidup, meski raganya telah pergi.
Kami peluk erat, lewat doa…
untuk setiap hati yang kehilangan.
Untuk setiap keluarga yang menunggu, namun tak lagi bertemu.
Semoga Allah lapangkan jalannya,
mengangkat derajatnya,
dan menguatkan hati yang ditinggalkan.
Dan untuk kita yang masih diberi kesempatan pulang hari ini…
jangan tunda pelukan, jangan tunda kata sayang.
Karena kita tak pernah tahu,
perjalanan mana yang menjadi terakhir.