18/12/2017
Siapa yang tak kenal madu. Cairan manis dari lebah ini memang sejak zaman nenek moyang kita telah terkenal sebagai bahan makanan yang sekaligus berfungsi sebagai obat.
Kini semakin banyak yang membutuhkan madu, mulai dari konsumsi sehari-hari, suplemen gizi, sampai bahan baku industri.
Tetapi tahukah Anda, bahwa sesungguhnya untuk mendapatkan madu berkualitas, paling dasar yang dibutuhkan adalah sumber pakan yang cukup untuk para lebah penghasilnya?
Saat ini Indonesia dan beberapa belahan dunia lain mengalami kerusakan alam. Banyak tanaman sumber pakan dan tempat tinggal lebah yang ditebang atau lahan hutan yang dialihfungsikan menjadi tempat tinggal atau lokasi industri.
Akibatnya lebah kekurangan pakan dan tempat tinggal. Ini secara tidak langsung berpengaruh pada peningkatan kasus pemalsuan madu. Dengan banyaknya permintaan madu dari masyarakat, maka para pedagang madu yang nakal dan tidak sabaran akan dengan tega mencampurkan atau memalsukan madu supaya bisa memenuhi kuota yang diminta oleh pasar.
Untuk mencegah kepunahan lebah dan madu dari bumi ini, maka perlu dilakukan aksi nyata. Seperti kegiatan menanam kembali tanaman penghasil pakan lebah, yang dilakukan oleh Perkumpulan Peternak Lebah Jawa Tengah pada 14 Desember 2017 silam.
Bina Apiari yang juga tergabung dalam perkumpulan tersebut, ikut berpartisipasi bersama sekitar 100 orang peternak lebah lain pada acara itu.
Sebanyak 3000 batang pohon kapuk randu ditanam pada lahan antara hutan jati milik Perhutani KPH Mantingan dengan lahan perkebunan milik rakyat. Pohon-pohon tersebut ditanam berjarak 2-3 meter satu sama lain.
Kegiatan tersebut dikawal oleh team dari KPH Mantingan dan Koramil 03 Sulang. Tanaman kapuk randu yang ditanam tersebut akan dipelihara dan dijaga oleh Koramil.
Kapuk randu adalah salah satu tanaman sumber pakan yang penting bagi lebah, khususnya jenis Apis mellifera atau lebah eropa yang banyak dibudidayakan di Pulau Jawa.
Kapuk randu bisa menghasilkan nektar sebagai bahan baku madu dan serbuk sari sebagai bahan baku bee pollen. Keduanya penting untuk pertumbuhan koloni lebah dan kelangsungan hidup peternak lebah.
Selain itu, serat kapuk bermanfaat sebagai bahan baku isian bantal atau kasur dan bahan baku tekstil. Biji kapuk randu bisa dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak.
Semoga kegiatan penanaman ini bisa dilanjutkan dan diikuti oleh daerah-daerah lain, sehingga selain alam kita kembali hijau, lebah Indonesia akan terus lestari.