Klinik Bina Medika Karawang

Klinik Bina Medika Karawang Klinik: poli umum, poli gigi, poli bidan

24/08/2024
Save and Lets join. Salam sehat 😊
20/11/2022

Save and Lets join. Salam sehat 😊

Jadwal dokter gigi Klinik Bina Medika
28/09/2022

Jadwal dokter gigi Klinik Bina Medika

Jadwal terbaru klinik Bina Medika, per 1 agustus 2020. Terimakasih
30/07/2020

Jadwal terbaru klinik Bina Medika, per 1 agustus 2020. Terimakasih

22/08/2019

🌿.🌿.🌿.🌿.🌿
MEMBASMI GENERASI “HOME SERVICE” ::

Apa itu generasi “HOME SERVICE?” Generasi “HOME SERVICE” adalah generasi yang selalu minta dilayani. Ini terjadi pada anak-anak yang hidupnya selalu dilayani oleh orangtuanya atau orang yang membantunya. Mulai dari lahir mereka sudah diurus oleh pembantu, atau yang punya kekayaan berlebih diasuh oleh Babysitter yang setiap 24 jam siap di samping sang anak. Kemana-mana anak diikuti oleh babysitter. Bahkan sampai umur 9 tahun saja ada Babysitter yang masih mengurus keperluan si anak karena orangtuanya sibuk bekerja. Anak tidak dibiarkan mencari solusi sendiri. Contoh kecil saja, membuka bungus permen yang akan dimakan anak. Karena terbiasa ada babysitter atau ART, anak dengan mudahnya menyuruh mereka membukakan bungkusnya. Tidak mau bersusah payah berusaha lebih dulu atau mencari gunting misalnya.

Contoh lain memakai kaus kaki dan sepatu. Karena tak sabar melihat anak mencoba memakai sepatunya sendiri maka orang dewasa yang di sekitarnya buru-buku memakaikan kepada anak. Saat anak sudah bisa makan sendiri, orangtua juga seringkali masih menyuapi karena berpikir jika tidak disuapi makannya akan lama dan malah tidak dimakan. Padahal jika anak dibiarkan tidak makan, maka anak tidak akan pernah merasa apa namanya lapar. Dan saat lapar datang seorang anak secara otomatis akan memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Bagaimana dia akan belajar makan sendiri jika dia tidak pernah merasakan apa itu namanya lapar? Bagaimana dia akan belajar membuat minuman sendiri jika dengan hanya memanggil ART atau babysitter atau orangtuanya saja minuman itu akan datang sendiri kepadanya.

Saya mengutip perkataan seorang Psikolog dari Stanford University, Carol Dweck, beliau menulis temuan dari eksperimennya dalam buku The New Psychology of Success, , “Hadiah terpenting dan terindah dari orangtua pada anak-anaknya adalah tantangan”. Tapi beranikah semua orangtua memberikan hadiah itu pada anak? Faktanya saat ini banyak orangtua yang ingin segera menyelesaikan dan mengambil alih masalah anak, bukan memberikan tantangan. Saat anak bertengkar dengan temannya karena berebut mainan, orangtua malah memarahi teman anaknya itu dan membela sang anak. Ada p**a yang langsung membawanya p**ang dan bilang, ”udah nanti Ibu belikan mainan seperti itu yang lebih bagus dari yang punya temanmu..gak usah nangis”.

Padahal Ibu tersebut bisa mengatakan, “Oh kamu ingin mainan seperti yang punya temanmu ya? Gak usah merebutnya sayang… kita nabung dulu ya nanti kalau uangnya sudah cukup kita akan sama-sama ke toko mainan membeli mainan yang seperti itu”. Kira-kira bagaimana jika Ibu mengatakan demikian? Ada tantangan yang diberikan pada anak bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang dia ianginkan maka dia harus berusaha untuk menabung dulu. Tidak lantas mengambil alih bahwa everything oke…ada Ibu dan ayah disini yang akan mengatasi segala masalahmu nak.

Dalam keseharian Generasi “HOME SERVICE “ semua pekerjaan rumah tangga tak pernah melibatkan anak. Saat anak membuat kamarnya berantakan langsung memanggil asisten untuk segera merapihkan kembali. Anak menumpahkan air di lantai, di lap sendiri oleh Ibunya. Anak membuang sampah sembarangan, dibiarkan saja menunggu ART menyapu nanti. Dalam hal belajar saat anak sulit belajar, orangtua telpon guru les untuk privat di rumah. Dalam hal bersosialisasi saat anaknya nabrak orang sampai mati di jalan karena harusnya belum punya SIM malah sudah bawa kendaraan sendiri. Orangtuanya langsung menyuap polisi agar anaknya tidak diperkarakan dan dipenjarakan. Beres kan…hidup ini tidak susah nak…selama orangtuamu ada di sampingmu. Iya kalau orangtuanya kaya terus…iya kalau orangtuanya hidup terus…semua kan tak pernah bisa kita duga. Generasi inilah yang nantinya akan melahirkan orang dewasa yang tidak bertanggungjawab. Badannya dewasa tapi pikirannya selalu anak-anak, karena tak pernah bisa memutuskan sesuatu yang terbaik buat dirinya. Mau gimana lagi? Memang dididiknya begitu…Sekolah yang carikan orangtua. Jodoh yang carikan orangtua. Rumah yang belikan orangtua, Kendaraan yang belikan juga orangtua. Giliran punya cucu yang mengasuh dan jadi pembantu di rumahnya juga ya si orangtuanya. Kasian banget ya…sudah modalin banyak ternyata orangtua tipe begini hanya akan berakhir jadi kacung di rumah anaknya sendiri. Maaf kalau saya menggunakan istilah ‘kacung” karena saya betul-betul prihatin kepada orangtua yang terlalu menjadi pelindung bagi anaknya, bahkan nanti buat cucunya juga. Kapan bisa mandirinya tuh anak.

“Ajaklah anak bermain pada tujuh tahun pertama, disiplinkanlah anak pada tujuh tahun kedua dan bersahabatlah pada anak usia tujuh tahun ketiga.” Jadi anak umur 7 tahun ke bawah memang dididik sambil bermain. Berikan tanggungjawab pada mereka meski masih harus didampingi seperti misalnya mandi sendiri, membereskan mainan, makan sendiri, membuang sampah dll. Untuk anak usia 7 sd 14 tahun mulailah mendisiplinkannya. Misalnya menyuruhnya shalat tepat waktu, belajar berpuasa, mengerjakan PR sep**ang sekolah, menyiapkan buku untuk esok pagi, membantu mencuci piring yang kotor, menyapu halaman rumah dll. Apabila anak umur 7 sd 14 tahun itu tidak melakukan kewajibannya maka perlu diingatkan agar dia menjadi terbiasa dan disiplin.

Untuk anak usia 14 sd 21 tahun maka orangtua harusnya bisa bersikap sebagai sahabat atau teman akrab. Orang tua perlu menolong anak untuk belajar bagaimana menggunakan waktunya, dan mengajari anak tentang skala prioritas. Dalam hal ini terkadang orangtua sering merasa kasihan. Karena semakin besar usia anak, maka semakin sibuk dia dengan kegiatan akademiknya. Anak ikut les ini dan itu, kegiatan ekstrakulikuler yang menyita waktu, kerja kelompok dll. Merasa anaknya tidak punya waktu, lalu orang tua, membebaskan anak dari pekerjaan rumah tangga. Padahal skill yang terpenting dalam kehidupan itu bukan hanya dari sisi akademik saja tapi bagaimana dia menghadapi rutinitas yang ada dengan segala keterbatasan waktunya.

Anda yang sudah menjadi orangtua pasti merasakan bagaimana seorang Ibu harus membagi waktunya yang hanya 24 jam itu untuk bisa mengelola sebuah rumah tangga. Pekerjaan yang tiada habisnya. Pekerjaan mencuci baju, menyetrika, membereskan rumah mungkin bisa minta orang lain melakukannya. Memasak juga bisa membeli yang sudah jadi, tapi jam mengasuh anak tidak ada habisnya bukan? Apalagi jika di rumah tidak ada asisten karena sekarang ART semakin langka, jika pun ada gajinya minta selangit. Belum lagi banyak ketidakcocokkan. Udah bayar mahal, ngeyel, minta banyak libur, gak rapih juga kerjanya. Bikin emosi jiwa saja ya ? He..he…he…

Karena itu sebelum anda menjadi depresi sendirian, maka libatkanlah anak anak dalam pekerjaan rumah tangga. Saya pernah membaca sebuah artikel yang meliput tentang sebuah keluarga di Indonesia yang punya 11 anak tanpa ART dan sering traveling ke luar negeri. Manajemen keluarganya TOP banget deh, dan kuncinya mereka melibatkan semua anaknya untuk ambil bagian dalam berbagai pekerjaan rumah tangga. Ada yang bertugas sebagai koki, menyetrika, mencuci, mengepel dll. Kompak banget deh. Asyik kan bisa memberdayakan sebuah keluarga seperti itu. Tidak ada yang meminta dilayani. Semua punya tugas dan tanggungjawab sendiri-sendiri. Saya yakin ke 11 anak mereka kelak akan menjadi orang dewasa yang bertanggungjawab, sukses dan mandiri.

Oh ya selain melibatkan anak-anak , faktor terpenting dalam meniadakan GENERASI “HOME SERVICE “ adalah peran "AYAH" dalam mengerjakan perkerjaan rumah tangga. Di Indonesia masih banyak suami yang tidak mau terlibat dalam pekerjaan rumah tangga. Seakan-akan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci, menyetrika, mengepel dll itu adalah aib buat seorang suami. Padahal menurut hasil penelitian, keikutsertaan para suami atau ayah dalam pekerjaan rumah tangga, berpengaruh positif terhadap keutuhan dan keharmonisan keluarga loh.

Berbagi pekerjaan dalam rumah tangga antara suami dan istri tidaklah perlu dibuat jobdesknya secara tertulis, tetapi buatlah semuanya sesuai dengan kesempatan yang mereka punya. Karena jika dibuat jobdesk bisa membuat pertengkaran apabila salah satu ada yang abai menyelesaikan pekerjaannya dan yang lain tidak mau mengerjakan karena merasa itu bukan tugasnya. Ayah yang menjadi contoh mengerjakan pekerjaan rumah tangga juga akan menjadi teladan langsung bagi anak laki-lakinya bahwa pekerjaan rumah tangga itu tak mengapa dilakukan seorang laki-laki.

Peran serta AYAH dalam membantu pekerjaan rumah tangga ternyata berdampak positif pada hubungan antara anak dengan ayahnya. Rata-rata ayah yang terbiasa melakukan perkerjaan rumah tangga terbukti sangat dekat dengan anaknya. Jika antara ayah dan anak sudah dekat maka hubungan suami dan istri pun akan semakin harmonis. Pengalaman pribadi nih, suami saya s**a sekali membacakan buku buat anak kami sebelum tidur. Itu membuat kedekatan emosi diantara keduanya terjalin sangat dalam. Anak saya tak pernah berhenti memuja ayahnya.

Ternyata hal itu membuat saya makin mencintai suami karena dia memang sosok yang baik, apalagi dia juga memang tidak segan membantu pekerjaan rumah tanpa saya memintanya. Buat saya, suami yang mau melakukan pekerjaan rumah tangga itu lebih macho dan ganteng dari actor sekaliber Brad Pitt atau Jason Stanham dari Holywood. Betul gak??

Jadi sudah siapkah keluarga anda meniadakan GENERASI “HOME SERVICE?” Yuk kita sama sama mulai dari sekarang demi kebaikan dan masa depan anak-anak kelak..

Kondisi yang Harus DiperhatikanJika si kecil masih dalam fase ASIX (atau bahkan setelahnya) dan ibu ingin berpuasa, ada ...
16/05/2019

Kondisi yang Harus Diperhatikan

Jika si kecil masih dalam fase ASIX (atau bahkan setelahnya) dan ibu ingin berpuasa, ada hal penting yang tidak boleh diabaikan: perhatikan sinyal sinyal yang dikirimkan tubuh Anda dan tubuh bayi.

Apa yang harus diperhatikan dari kondisi ibu?

-Merasa sangat haus (terutama pasca menyusui/memerah).
- Urine/ air seni berwarna pekat (kuning tua/cokelat) serta bau yangtajam.
- Merasa sangat pusing dan berkunang-kunang, apalagi jika pusing tidak hilang setelah ibu beristirahat

Adalah wajar jika ibu merasa lemas. Oleh karena itu usahakanlah untuk beristirahat paling tidak satu kali di siang hari. Atau bila tidak memungkinkan untuk tidur siang, upayakan untuk sekadar duduk,
berbaring dengan rileks. Istirahat akan sangat membantu agar hormon Oksitosin yang berfungsi untuk mengeluarkan ASI bekerja secara optimal. Jika Anda mulai pusing atau air seni Anda mulai pekat, sebaiknya hentikan dulu puasanya.

Apa yang harus diperhatikan dari kondisi bayi?

- Frekuensi BAK bayi sudah kurang dari 6 kali per 24 jam, warna urine bayi juga mulai pekat
- Ada gejala2 dehidrasi lain pada bayi, seperti mulut yag kering, bayi terlihat sangat lemas, kulit tidak lentur, dsb.
- Bayi kelihatan gelisah seharian, rewel atau berperilaku di luar kebiasaan normalnya.
- Bayi mengalami diare atau demam yang mana membutuhkan extra asupan ASI agar tidak dehidrasi, terutama di masa ASIX.

Selamat menunaikan ibadah puasa dan salam ASI :)

Lebih lengkap di: https://www.facebook.com/notes/asi-for-baby-kalsel/new-asi-lancar-puasapun-tak-terhambat/1256226881066711/

Rokok itu sudah tidak manis lagi dimulut..🍃Pagi itu seorang laki laki nampak termenung disudut ruang RS. Tampak guratan ...
05/03/2019

Rokok itu sudah tidak manis lagi dimulut..🍃

Pagi itu seorang laki laki nampak termenung disudut ruang RS. Tampak guratan lelah pada wajahnya, matanya cekung petanda kurang tidurnya ia semalaman. Dilihatnya istrinya tertidur dilantai ruang tunggu RS, tampak air mata yang mengalir sedari malam belum tampak kering betul pada wajahnya.

Ia pun melangkahkan kaki kembali kekaca kecil yang ada pada pintu pemisah antara dia dan anaknya. Tampak anaknya yang masih balita masih tak sadarkan diri,terpasang selang bantu nafas yang terhubung pada sebuah alat yg ia tau itu adalah ventilator atau alat bantu nafas yg dijelaskan dokter anak td malam.

Dengan gontai iapun keluar RS dan menuju pojokan halaman yang tak tampak oleh siapa siapa, perlahan diambilnya sebatang rokok dari sakunya,dibakar dan dihisapnya dalam dalam.. tak terhitung sudah berapa batang rokok ia hisap sedari malam,sejak anaknya yg masih balita ia larikan ke IGD RS karena batuk dan sesak sudah beberapa hari ini, dan puncaknya td malam ketika anak perempuan tercintanya tersebut tampak membiru karena henti nafas.

Rokok itu semakin tidak terasa enak lagi dimulut ketika ia ingat anak laki lakinya usia 11 tahun yang juga sakit sakitan dirumah, karena asthma yang sering kumat kumatan. Tak terhitung sudah berapa kali dibawa ke IGD RS dan kontrol kedokter anak..

Rokok yg ada dimulutnya perlahan diambilnya dan dimatikan dan diinjaknya ketanah, ditutupnya kedua matanya dan tangis yg sudah ditahan sedari malam pecah tumpah ruah..

Laki laki yg sudah lama tak menangis itu,sekarang bagai pohon tua nan rapuh dan usang..

Ia menyesali dirinya yang menyebabkan anak anaknya jatuh sakit, anak anak yg ia cintai, dan ia jaga dan ia nafkahi dengan hasil kerja kerasnya, pelipur rasa lelah dan harapan masa depannya. Saat ini terbaring sakit berat karena kebiasaan yg sudah bertahun tahun ia lakukan ,kebiasaan yang sudah diingatkan istrinya untuk dihentikan, kebiasaan yg ia lakukan diam diam bersama teman temannya..yang dulupun ia tidak percaya bahayanya sampai ia merasakannya sendiri saat ini..

Tangisnya mulai reda, dihapusnya air matanya tadi agar tidak terlihat oleh istrinya. Perlahan ia kembali menuju ruang intensif rawat anak tempat anaknya berada..

ketika melewati sebuah tong sampah dilemparnya sebuah bungkusan yang sudah hancur karena diremasnya sekuat tenaga.
Tampak disana sebuah bungkusan kotak kecil dengan peringatan yang disertai gambar seorang pria yg merokok dengan anak kecil digendongannya.

Masih terngiang pertanyaan singkat dokter jaga semalam ditelinganya

"Bapak merokok?"

------------------------

Diatas adalah sebuah kasus yang sering kami temukan di RS. Kasus anak anak yg sakit akibat terpapar asap rokok sang ayah,kakek atau pamannya.

Didunia kedokteran selain perokok pasif saat ini juga dikenal perokok tangan ketiga (thirdhand smoker). Ia merupakan kelompok perokok pasif yang sangat beresiko , dimana paparan racun asap rokok terjadi akibat kontak dengan benda benda yang terpapar asap rokok, seperti:
-pakaian
-Boneka
-Tempat tidur
-Meja
-sofa dan tempat duduklainnya
-karpet (tempat bayi merangkak)
Bahkan kulit dari perokok

Karena zat kimia dari rokok menempel dan mengendap dipermukaan benda benda tersebut.

Untuk anda yg merokok dan merasa tidak merokok didalam rumah, pakaian dan kulitmu bisa menyebabkan anak anakmu terpapar racun asap rokok meski mereka tidak pernah merokok.

Jadi anda sayang anak atau rokok?

Semoga diberikan hidayah oleh Allah Subhanawataala

Allahua'lam

Fp Dokter Indonesia Bertauhid

-----
Tak hanya perokok pasif,bahaya rokok hingga tangan ketiga

Sejak lama, para ahli kesehatan sepakat bahwa asap rokok berbahaya bagi kesehatan manusia. Namun, sampai mana asap itu berpotensi merugikan manusia masih terus dikaji.

Dalam sebuah studi terbaru, efek buruk ternyata tak hanya sampai di lapisan perokok pasif alias tangan kedua saja.

Melansir Gulf News, Rabu (30/5/2018), riset mulai menemukan berbagai bahaya pada derajat ketiga, atau tangan ketiga. Walau studi yang dilakukan masih terbatas, namun para peneliti sudah bisa memastikan, zat kimia rokok bisa tertinggal di berbagai permukaan, pakaian, dan kulit.

Satu studi yang dilakukan tahun ini menemukan, partikel berbahaya dari rokok bisa terserap oleh kulit, tercerna atau bahkan terisap sampai berbulan-bulan setelahnya.

Mereka yang terpapar bahaya rokok pada tahapan ketiga ini kemudian akan memiliki risiko lebih besar terkena kanker paru-paru.

Studi baru, diterbitkan dalam jurnal Science Advances, menunjukkan bagaimana asap rokok dari luar ruangan meresap masuk ke dalam ruang-ruang bebas rokok, dan menyelimuti berbagai permukaan dalam ruangan tersebut.

Partikel berbahaya tadi akan mengudara, dan tersirkulasi ke seluruh bagian gedung melalui sistem pendingin ruangan sentral.

"Hal ini menunjukkan, hanya karena Anda berada di lingkungan bebas rokok, bukan berarti Anda aman dari bahayanya," ujar Peter DeCarlo, pakar kimia atmosfer dari Drexel University di Philadelphia.

Menyerang mereka yang paling rentan

Para pakar kesehatan khawatir, bahaya rokok tangan ketiga ini akan menyerang mereka yang paling rentan. Seperti misalnya, bayi yang merangkak di lantai akan berkontak lebih banyak dengan karpet yang menyimpan bekas residu rokok.

Belum lagi, karena semakin besarnya perbedaan sosioekonomi dari rokok, keluarga-keluarga dari kalangan menengah ke bawah memiliki kemungkinan besar tinggal di lingkungan yang sudah menjadi wadah bahaya rokok tangan ketiga.

"Saya rasa kita tidak benar-benar sadar seberapa besar permasalahan ini," ujar Matthew L. Myers, presiden dari Campaign for Tobacco-Free Kids. "Mustahil untuk ditentukan dari data ilmiah saat ini, seberapa luas dan serius risikonya. Tapi apa yang sudah berhasil kamu temukan semakin menambah alasan, kenapa rokok harus dilarang di tempat umum."

Sumber: Liputan6.com

INFO KESEHATANPENYEBAB MEMAR TANPA SEBAB PADA TUBUHMemar adalah bercak merah kebiruan pada kulit disebabkan oleh keluarn...
07/02/2019

INFO KESEHATAN

PENYEBAB MEMAR TANPA SEBAB PADA TUBUH

Memar adalah bercak merah kebiruan pada kulit disebabkan oleh keluarnya darah dari pembuluh darah ke jaringan kulit. Penyebab tersering adalah cedera, misal akibat terpukul atau terjatuh.

Memar pada kulit tanpa sebab yang jelas kemungkinan disebabkan oleh purpura simplex. Penyebabnya adalah kerapuhan dinding pembuluh darah sehingga darah dapat merembes keluar jaringan bawah kulit.

Biasanya lebih sering terjadi pada wanita akibat pengaruh hormonal terutama pada saat sekitar siklus menstruasi. Beberapa faktor pemicu dari purpura simplex antara lain:

Kelelahan fisik.
Stres psikologis.
Usia.
Alergi.

Pada purpura simplex, memar tidak disertai gejala lain seperti nyeri, bengkak, demam, atau gejala perdarahan pada bagian tubuh lain misal mimisan.

Purpura simplex tidaklah berbahaya, tidak memerlukan penanganan apapun dan memar akan hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari.

Namun jika memar disertai gejala nyeri,bengkak, demam, mimisan maka ini wajib diperhatikan, karena kemungkinan ini adalah gejala dari :

● ITP (idiopatik trombositopenia purpura), yaitu penurunan kadar trombosit darah. Trombosit berfungsi untuk mekanisme pembekuan darah, oleh sebab itu bila menurun akan menyebabkan mudah terjadi perdarahan, salah satunya perdarahan dibawah kulit yang menjadi memar. Penyebab pasti dari ITP tidak diketahui, diduga karena autoimun.

● Demam berdarah dengue (DBD). Disertai gejala demam tinggi, nyeri ulu hati, mual dan pegal pada sendi.

● Hemofilia. Gangguan faktor pembekuan darah. Penyakit ini jarang terjadi. Biasanya juga disertai adanya riwayat luka yang sulit kering, mimisan, dsb.

● Gangguan dinding pembuluh darah yang dapat disebabkan oleh berbagai macam sebab seperti autoimun, obat-obatan, dan sebagainya.

26/12/2018

KB (Kontrasepsi Berencana) part 1

Kontrasepsi (harusnya) adalah bagian dari rencana saat anda menikah... mau punya anak berapa... kapan punya anak... jadi bukan akan kita pikirkan nanti aja setelah lahiran... apalagi kita pikirkan nanti setelah mules mules mau lahiran anak kesepuluh..

Kali ini saya akan membahas tentang beberapa kontrasepsi yg bisa anda pilih...
1. Metode Amenorrhea Laksatif (MAL)
Metode ini adalah jika anda habis melahirkan... trus anda menyusui dengan ASI eksklusif, maka metode ini memberikan 80% perlindungan kehamilan selama 6bulan... tanpa pil, suntik, IUD, atau steril...
Syaratnya... anda menyusui ASI eksklusif 6bulan... bayi sama sekali tidak mendapat makanan/minuman selain ASI, anda sama sekali tidak menstruasi selama 6bulan... gampang dan enak... tapi ingaaaatttt..... hanya selama 6bulan

2. Pil KB
Pil KB ada 2 macam... pil KB kombinasi dan pil KB dengan 1 macam hormon....
Pil KB kombinasi akan membuat anda menstruasi dengan teratur... karena mengandung estrogen dan pregesteron yg bisa mengatur siklus haid anda... beberapa kasus dengan siklus menstruasi tidak teratur memakai pil KB kombinasi ini sebagai pengobatan... jadi jangan suudzon kalo ada gadis gadis manis belum menikah tapi sudah konsumsi pil KB kombinasi... mungkin dia sedang diatur siklus menstruasi nya oleh dokter obsgin...
Pil KB dengan 1 macam hormon... isinya adalah progesterone.... makanya disebut juga progesterone only pill... pil KB ini ditujukan utk ibu ibu yg sedang menyusui... karena gak ada estrogennya.... maka tidak mengurangi produktivitas ASI...
Apapun jenis pil KB nya.... pil ini harus dikonsumsi tiap hari.... 😪... jadiii.... harus disiplin...

3. Suntik KB
Suntik KB ada yang sebulan.... ada yang tiga bulan.... yang tidak mengurangi produksi ASI yang 3bulan.... karena memakai sistem menyimpan hormon progesterone yg disuntikkan ke dalam otot, tubuh harus mengalami proses adaptasi jangka menengah.... proses adaptasi bisa berupa flek flek atau perdarahan makanya.... ada yg cocok dan tidak cocok... yg cocok akan tidak menstruasi kalo pake suntik 3bulan... yg gak cocok akan perdarahan terus menerus....
Beberapa kasus endometriosis juga memakai suntik KB 3bulan sebagai bagian dari pengobatan....

Address

Jln. Raya Telukjambe No. 8 Karawang/
Karawang
41331

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Klinik Bina Medika Karawang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram