25/01/2026
*Pendidikan Anak Dalam Kandungan*
Oleh : Dra. (PSi) Zulia Ilmawati
- Assalaamu'alaikum Wr Wb.
Ibu Pengasuh Rubrik Konsultasi Keluarga, ada yang ingin saya tanyakan terkait dengan pendidikan anak da-lam kandungan. Saya sering mendengar bahwa mendidik anak itu tidak hanya dimulai saat anak sudah dilahirkan. Seperti apa gambarannya, mohon penjelasan. Jazakillah. Wassalaamu'alaikum Wr Wb.
IW
Wa'alaikumussalam Wr Wb.
Ibu IW yang baik,
Memiliki anak shalih shalihah adalah harapan se-mua orang tua. Anak yang shalih shalihah tentu tidak didapatkan begitu saja. Orang tua berkewajiban untuk mengarahkan, membimbing, mengembangkan potensi dan fitrah anak yang sudah dibawa sejak lahir.
"Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (Islam), maka kedua orangtuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nashrani atau Majusi" (HR al-Bukhari dan Muslim).
Banyak orang tua berpikir pendidikan anak dimulai saat ia lahir. Atau mungkin saat ia masuk sekolah perta-ma kali.. Islam memberikan pandangan yang jauh lebih mendalam. Proses mendidik sejatinya bermula jauh lebih awal. Yakni, sejak anak masih berada dalam kandungan, bahkan sejak seseorang memilih pasangan. Ini menun-jukkan begitu pentingnya menyiapkan keturunan yang shalih dan shalihah sebagai generasi penerus masa de-pan.
Ibu IW yang baik,
Setelah Allah meniupkan ruh, janin bukan lagi se-kadar gumpalan daging. la telah menjadi makhluk hidup yang memiliki pendengaran dan perasaan, sudah bisa merasakan dan merespons. Janin pun mulai merekam semua suara, emosi, dan apa yang sedang dirasakan ibu-nya. Ibu adalah sekolah pertama bagi anak. Peran ini tidak dimulai setelah anak lahir, tapi sejak anak berada di dalam rahim. Semua yang dilakukan, dirasakan, dan dikonsum-si oleh ibu akan berpengaruh langsung pada janin. Saat ibu merasa bahagia dan tenang, tubuhnya melepaskan hormon endorfin. Hormon ini akan mengalir ke janin dan memberinya rasa nyaman. Sebaliknya, stres dan amarah melepaskan hormon kortisol. Hormon ini dapat memberi dampak negatif pada perkembangan janin. Ibadah yang dilakukan ibu menjadi stimulasi rohani pertama bagi anak. Bacaan Al-Qur'an, dzikir, dan doa adalah suara-sua-ra indah bagi janin. Oleh karena itu, menjaga kesehatan fi-sik, mental dan spiritual ibu hamil adalah sangat penting.
Ibu IW yang baik,
Ada beberapa tahapan kehidupan saat anak masih dalam kandungan. Seperti yang telah Allah SWT gambar-kan di dalam Al-Qur'an. Bermula dari saripati yang bera-sal dari tanah, Allah ciptakan kehidupan. Terbentuknya segumpal daging, kemudian Allah SWT tiupkan ruh ke-padanya. "Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami menjadi-kannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kukuh (rahim). Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segum-pal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik (TQS Al-Mukminun: 12-14).
Ibu IW yang baik,
Beberapa aktivitas yang bisa dilakukan ibu dalam mendidik anak saat masih dalam kandungan diantara-nya, selalu berdoa memohon kepada Allah agar diberi keturunan yang shalih dan shalihah, membiasakan diri dengan melakukan amalan baik. Membiasakan membaca Al-Qur'an, dan menghafalnya. Ingatlah Allah selalu dalam segala keadaan. Sering-seringlah mengajak janin dalam kandungan berkomunikasi secara intensif. Libatkan se-luruh anggota keluarga. Anak yang menerima stimulasi baik sejak dalam kandungan, insyaallah kelak akan me-miliki kemampuan visual, pendengaran dan ketrampi-lan berbahasa serta motorik yang lebih baik. Para pakar pendidikan anak menyarankan, ibu hamil bercakap-ca-kap dengan janin sesering mungkin sambil memberi ran-gsang sentuhan.
Ibu IW yang baik,
Mendidik anak sejak dalam kandungan adalah se-buah bentuk ikhtiar dan investasi jangka panjang. Proses ini memang membutuhkan kesabaran dan komitmen penuh dari orang tua, terutama sang ibu. Dengan mem-berikan stimulasi positif, nutrisi halalan thoyiban, dan lingkungan spiritual yang baik, kita sedang membentuk fondasi yang kokoh bagi anak. Insya Allah, ikhtiar ini akan menghasilkan generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan keimanan yang kuat. Semoga anak-anak ibu menjadi anak yang shalih dan shalihah.
(Sumber : MediaUmat)
-------------
___
https://bit.ly/DuniaParenting_FACEBOOK
https://bit.ly/DuniaParenting_INSTAGRAM
https://bit.ly/DuniaParenting_TWITTER
https://bit.ly/DuniaParenting_TELEGRAM