04/01/2026
*KEBANYAKAN UMAT YANG MATI KARENA 'AIN*
Hadits yang menyatakan bahwa "kebanyakan umatku meninggal disebabkan 'ain (mata jahat)" adalah shahih dan memiliki penjelasan mendalam yang relevan dengan kondisi zaman sekarang, terutama di era media sosial.
*Penjelasan Hadits*
Hadits tersebut, diriwayatkan oleh Imam Muslim dan lainnya, berbunyi:
*_"Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda: 'Ain itu benar-benar ada (nyata). Seandainya ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, maka ‘ainlah yang bisa mendahuluinya'." (HR. Muslim no. 2188)_*
Hadits lain yang relevan (meskipun redaksi pastinya sedikit bervariasi) menyampaikan makna serupa bahwa banyak kematian terjadi akibat 'ain. Makna dari hadits-hadits ini adalah:
*'Ain adalah nyata:* Islam mengakui adanya 'ain, yaitu penyakit hati atau gangguan fisik/mental yang disebabkan oleh pandangan mata seseorang yang disertai rasa iri, dengki, atau bahkan kekaguman berlebihan terhadap nikmat orang lain, tanpa menyebut nama Allah.
*Melalui Takdir Allah:* 'Ain dapat menyebabkan sakit, celaka, hingga kematian, namun semua itu terjadi atas izin dan takdir Allah SWT. 'Ain menjadi salah satu sebab yang kasat mata (atau non-medis) dari suatu kejadian.
*Relevansi dengan Kondisi Zaman Sekarang:*
Di zaman sekarang, penyakit 'ain menjadi sangat relevan, terutama dengan merebaknya penggunaan media sosial.
*Era Pamer Nikmat:* Media sosial seringkali menjadi tempat orang-orang memamerkan kenikmatan hidup mereka, seperti kesuksesan, harta benda, penampilan, atau kebahagiaan keluarga. Hal ini secara tidak langsung membuka "pintu" bagi pandangan hasad (iri dan dengki) dari orang lain, bahkan dari orang yang tidak dikenal.
*Kekaguman Berlebihan Tanpa Zikir:* Banyak orang melihat konten yang mengagumkan di media sosial dan mungkin tanpa sadar memendam rasa iri atau sekadar kagum tanpa mengucap "Masya Allah" atau "Allahumma Baarik" (Ya Allah, berkahilah). Pandangan inilah yang berpotensi menjadi 'ain.
*Gejala Sulit Dideteksi Medis:* Dampak 'ain seringkali sulit dijelaskan secara medis, seperti sakit tanpa sebab yang jelas, kemunduran bisnis mendadak, atau masalah dalam rumah tangga, yang dalam pandangan Islam dapat dikaitkan dengan 'ain.
*Pencegahan dan Solusi:*
Untuk menghindarinya di zaman sekarang, beberapa langkah yang dianjurkan dalam Islam meliputi:
*Menjaga Privasi:* Tidak berlebihan dalam mengekspos seluruh aspek kehidupan dan kenikmatan di ruang publik atau media sosial.
*Berzikir:* Mengucapkan "Masya Allah" atau "Allahumma Baarik" saat melihat sesuatu yang mengagumkan, baik milik sendiri maupun orang lain.
*Membaca Doa Perlindungan:* Memohon perlindungan kepada Allah dari 'ain dengan membaca doa-doa ma'tsur (dari Nabi SAW), seperti Al-Falaq, An-Nas, dan doa khusus perlindungan dari 'ain.
*Ruqyah Syar'iyyah:* Jika terindikasi terkena 'ain, pengobatan yang diajarkan adalah dengan ruqyah syar'iyyah, dan jika diketahui pelakunya, ia diminta untuk berwudhu dan air bekas wudhunya digunakan untuk mandi orang yang terkena 'ain.
*_Berhati-hatilah, karena 'Ain itu nyata adanya, dan dampak terburuknya ..._*