06/01/2026
Darah yang keluar saat bekam berbeda dengan darah yang mengalir di pembuluh darah.
Banyak penelitian kesehatan menjelaskan bahwa darah bekam cenderung mengandung
zat sisa dan komponen yang sudah tidak optimal.
🔬 Kandungan yang Sering Ditemukan dalam Darah Bekam
1️⃣ Darah Statis (Darah yang Alirannya Lambat)
Darah bekam umumnya berasal dari lapisan kulit dan jaringan yang peredarannya kurang lancar,
sehingga tampak lebih gelap dan kental.
2️⃣ Zat Sisa Metabolisme
Yaitu sisa hasil kerja tubuh, seperti racun alami dan limbah sel, yang menumpuk
ketika peredaran darah kurang optimal.
3️⃣ Sel Darah yang Sudah Rusak atau Tua
Beberapa jurnal menyebutkan darah bekam mengandung lebih banyak sel darah
yang bentuk dan fungsinya sudah tidak sebaik darah segar.
4️⃣ Kadar Zat Pemicu Peradangan Lokal
Di area yang dibekam sering ditemukan zat-zat yang berhubungan dengan nyeri,
pegal, dan peradangan ringan.
5️⃣ Lebih Sedikit Oksigen
Dibanding darah segar, darah bekam biasanya membawa oksigen lebih rendah, sehingga warnanya lebih gelap.
🤔 Kenapa Setelah Bekam Badan Terasa Lebih Ringan?
Karena:
🍁Sirkulasi darah menjadi lebih lancar
🍁Tekanan pada jaringan berkurang
🍁Tubuh merespons dengan proses pemulihan alami
Itulah sebabnya sebagian orang merasa lebih ringan, hangat, dan rileks setelah bekam.
⚠️ Catatan Penting (Agar Tidak Salah Paham)
Bekam bukan membuang semua racun tubuh
Bekam tidak menggantikan fungsi ginjal atau hati
Bekam bekerja sebagai stimulus pemulihan, bukan pembersihan total
Bekam bukan sekadar mengeluarkan darah,
tetapi membantu tubuh memperbaiki sirkulasi dan keseimbangan.