31/10/2018
Sejarah Massage
Masase merupakan salah satu manip**asi sederhana yang pertama
kali dilakukan manusia untuk mengusap bagian tubuh yang sakit, meletakkan
tangan dengan halus pada bagian tubuh yang sakit atau mengusap dahi
yang panas, dan ternyata menimbulkan efek yang menyenangkan. Praktek
masase pertama kali berkembang di Cina, Mesir, dan India. Di negara-negara
tersebut masase digunakan sebagai salah satu cara pemeliharaan kesehatan
dan pengobatan. Istilah massage berasal dari bahasa Arab, yaitu dari kata
mass atau mash yang berarti menekan perlahan-lahan. Sedangkan dalam
bahasa Yahudi istilah massage adalah maschesch yang berarti meraba.
Sedangkan dalam bahasa Indonesia, istilah massage biasa diterjemahkan
dengan pijat atau urut (Rachim ,1988; Salvano, 1999).
Praktek masase yang diterapkan di bidang olahraga, petama kali
dilakukan di Yunani. Saat itu masase digunakan sebagai metode yang
penting dalam pemeliharaan olahragawan. Di Cina tercatat bahwa masase
telah berkembang sejak 3000 tahun SM. Penganut kepercayaan saat itu
mempercayai bahwa masase dapat meningkatkan sirkulasi darah,
memperbaiki kondisi hormonal, sebagai penenang atau perangsang saraf,
dan sebagai pengobatan bermacam-macam penyakit. Masase adalah
manip**asi fisik yang terdiri dari gerakan mengosok tubuh ( effleurage),
perasan (petrissage), gerusan (friction) pada jaringan lunak diseluruh tubuh,
yang dilakukan pada bagian muka, tubuh, anggota tubuh bagian atas danbawah (Goats, 1994; Rachim, 1988; Salvano, 1999). Di negara-negara Eropa
, Perancis, Swedia, Inggris, Belanda, Jerman, dan Uni Soviet, masase
digunakan oleh masyarakat sebagai wahana untuk pemeliharaan orang sakit,
cedera dan olahragawan terutama untuk mengembalikan kebugaran dan
menghilangkan kelelahan akibat latihan fisik yang berat. Seorang dokter
Swedia, Gustaf Zander menciptakan suatu seri masase, yang kemudian
dikenal sebagai Swedish massage, yang sampai sekarang terus berkembang
dan banyak dipakai di seluruh dunia ( Rachim, 1988; Salvano,1999). Telah
tercatat dalam sejarah kedokteran moderen, Hipocrates menyatakan bahwa
masase dapat menambah kekuatan persendian, dan dapat melemaskan
persedian yang kaku. Dokter-dokter Yunani pada masa itu mempraktekkan
masase untuk persiapan fisik olahragawan serta untuk melawan kelelahan
setelah melakukan latihan fisik yang berat. Celcius seorang dokter ternama
pada masa itu juga menganjurkan manip**asi gerusan (friksi) untuk
menenangkan. Hasil analisis yang dilakukan Celcius menunjukkan bahwa;
gerakan effleurage, petrissage,dan friksi pada bagian tubuh, dengan
mempertimbangkan intensitas gerakan dan lamanya masase berhubungan
dengan kapasitas olahragawan terutama organ pernafasan. Sehinga
dianjurkan penggunaan masase pada olahragawan (sport massage) sebelum
latihan, saat berlatih dan sesudah latihan olahraga yang berat
(Johnson,1995; Rachim, 1988; Salvano, 1999). Akhir akhir ini masase yang
berkembang diseluruh dunia dan dipakai oleh kalangan olahragawan adalah
sport massage.
Sport Massage
Sport massage adalah teknik masase yang sering dipakai oleh atlet
sebelum, selama, dan sesudah pertandingan atau latihan. Setelah
melaksanakan latihan atau setelah pertandingan atlet sangat merasakanmanfaat masase ini untuk mengatasi kelelahan dan mengembalikan
kebugaran ( Johnson, 1995; Salvano, 1999).
Teknik dasar sport massage terdiri dari :
1) Effleurage (menggosok)
Adalah gerakan urut mengusap secara ritmis atau berirama dan berturutturut
dari arah bawah ke atas. Effleurage dilakukan dengan telapak tangan dan jari
merapat. Pada saat tangan bergerak meluncur di atas permukaan tubuh,
tangan harus mengikuti kontur tubuh, gerakan ini harus mengalir tanpa
terputus. Gerakan effleurage dilakukan dengan tekanan ringan, dan dapat
dilakukan tekanan yang lebih kuat saat mengarah ke jantung. Saat tangan
kembali ke posisi awal, gerakan harus dilakukan dengan usapan yang lebih
ringan dan menenangkan. Tujuan dari effleurage adalah meratakan minyak
pada permukaan yang tubuh, membantu memperlancar aliran darah dan
meningkatkan suhu kulit. Gerakan effleurage biasanya dilakukan untuk
mengawali dan mengakhiri masase, serta sebagai gerakan transisi antara
gerakan yang satu ke gerakan berikutnya.
2) Petrissage (memijat-mijat)
Adalah gerakan memijat masa otot yang dilakukan dengan satu tangan atau
kedua tangan. Petrissage dapat melemaskan kekakuan di dalam jaringan.
Pelaksanaan petrissage untuk tempat-tempat yang lebar dapat dilakukan
dengan kedua tangan memijat bersama-sama atau kedua tangan bergantian
secara berurutan. Untuk daerah yang sempit cukup memijat dengan ujungujung
jari, arah gerakannya naik turun bebas. Tujuan dari petrissage adalah
memperlancar penyaluran zat-zat di dalam jaringan ke dalam pembuluhpembuluh
darah dan getah bening, seakan-akan diremas dan didorong
kedalam sistem pembuluh tersebut. Sehingga dengan petrissage
memberikan keuntungan berupa peningkatan aliran darah, membantu
membuang produk hasil metabolik, meredakan pembengakakkan lokal,dan
meningkatkan nutrisi seluler. Disamping itu petrisage memberikan efekmekanis sehingga menyebabkan relaksasi otot serta merangsang sistem
saraf ( Goats 1994; Rachim A. 1988; Salvano, 1999).
3) Vibrasi
Vibrasi adalah gerakan menggetarkan masa otot secara berirama dengan
tekanan ringan. Gerakan ini dilakukan dengan cara membengkokkan siku
jarijari yang ditekankan pada tempat yang dikehendaki, kemudian kejangkaan
seluruh lengan tersebut dan getarkan masa otot secara ritmis. Vibrasi dapat
memberikan rangsangan pada ujung-ujung saraf.
4) Tapotement (Memukul-mukul)
Tapotement adalah gerakan memukul masa otot yang dapat mempengaruhi
tonus syaraf otonom jaringan perifer sehingga mengalami relaksasi. Pada
umumnya tapotement dilakukan dengan kedua tangan bergantian. Sikap
tangan dapat berupa setengah mengepal, jari-jari terbuka atau rapat, dapat
p**a dengan punggung jari-jari atau dengan mencekungkan telapak tangan
dengan jari-jari merapat. Biasanya tapotement diberikan di daerah pinggang,
punggung atau daerah otot-otot tebal dengan arah gerakan naik turun
bebas. Tujuannya mengurangi tonus otot dan memperlancar peredaran
darah.
5) Friksi (Menggerus)
Friksi adalah menghancurkan bekuan dan pengerasan di dalam jaringan ikat
dan otot. Friksi dapat dikerjakan dengan ujung-ujung jari, atau pangkal
telapak tangan, disesuaikan dengan keadaan. Caranya dengan menekankan
ujung-ujung jari tersebut dan putar-putarkan berurutan sambil berpindah
tempat atau menetap. Tujuannya yaitu memperlancar aliran darah sehingga
sirkulasi darah kembali normal dan meningkatkan pertukaran zat di dalam
masa otot. Pada kondisi tertentu masase tidak diperkenankan. Kondisi yang
menjadi kontraindikasi masase adalah luka terbuka, fraktur tulang/ sendi,
pembengkakkan, peradangan akut pada lokasi yang akan dimasase (Goats,
1994; Salvano, 1999).