24/12/2025
"Sekarang baru paham kan, apa maksud leluhur mentradisikan pohon-pohon diselimut kain."
Ada ironi yang tak pernah selesai di negeri ini.
Ketika seseorang berusaha merawat alam dengan cara yang dia pahami menyematkan kain pada batang pohon tua sebagai tanda hormat, sebagai simbol agar manusia tidak semena-mena ia justru dituduh musyrik. Kisah seperti yang dialami KDM adalah satu dari ratusan contoh bagaimana niat baik sering kali disalahartikan oleh kacamata yang sempit.
Padahal, kain itu bukan
Untuk memuliakan pohon sebagai sesembahan.
Bukan p**a ritual untuk meminta berkah.
Ia hanyalah pengingat… bahwa pohon itu hidup, berusia puluhan bahkan ratusan tahun, dan layak dihargai.
Tragisnya, yang tanpa kain… justru hilang lenyap.
Dibabat habis.
Dijadikan komoditas.
Dikasih label “pembangunan.”
Hutan yang dulu jadi penyangga bumi, kini tinggal nama di peta. Dari Sumatera, Kalimantan sampai Papua batang-batang raksasa itu tumbang satu per satu, seakan tidak ada nilai selain harga kayunya.
Dan hari ini kita memanen akibatnya.
Banjir bandang.
Tanah longsor.
Ribuan rumah hancur.
Ratusan ribu hektar hutan hilang, dan ketika bumi yang sudah lama menahan luka akhirnya meledak, manusia baru sadar : yang mereka tuduh musyrik justru yang berusaha menyelamatkan.
Konsultasi atau pesan banten klik
>> https://wa.me/628976687246
Buku wajib buat yang mau belajar mebanten
https://s.shopee.co.id/9f9k5nJqxN
Buku Wariga Praktis
https://s.shopee.co.id/5AhYwhbFAK
model Kebaya Jadi
https://s.shopee.co.id/1qR70IBBBb