Bekam Ruqyah Purworejo

Bekam Ruqyah Purworejo Ruqyah adalah pengobatan rekomendasi langit dengan membacakan ayat - ayat Al Qur'an maupun hadist yang shoheh.

*Innalillahi wa Inna Ilayhi Raji'un.*Keluarga Besar Quranic Healing International menyampaikan duka cita yang sedalam-da...
12/01/2026

*Innalillahi wa Inna Ilayhi Raji'un.*

Keluarga Besar Quranic Healing International menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya :

*Ibu Hj. Ely Pujowati*
Ibunda tercinta dari
_Ustadz Muh Faizar Hidayatullah_
Founder Arsyada Yadaka.

Semoga Allah SWT memberikan ketabahan dan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan.

اللهم اغفرلها وَارْحَمْهَا وَآمِنْهَا وَعَافِهَا وَأَعْفُ عَنْهَا وَاسْأَلْ لَهَا سَكَنًا وَمَفْرَجًا وَفَتْحًا رَحِيمًا
Keluarga Besar
*Quranic Healing International*

Ahad, 22 Rajab 1447H11 Januari 2026⭐*Kolom Berbagi Cerita IIMF* ⭐  #7*Daunnya kecil namun manfaat dan potensinya sangat ...
10/01/2026

Ahad, 22 Rajab 1447H
11 Januari 2026

⭐*Kolom Berbagi Cerita IIMF* ⭐ #7

*Daunnya kecil namun manfaat dan potensinya sangat besar*
_Avip Vivarullah W_

Sering kali kita mencari yang besar untuk kesembuhan,
mencari yang mahal untuk meyakinkan,
mencari yang terkenal untuk percaya.
Padahal, Allah menyimpan dan menyembunyikan kesembuhan
pada sesuatu yang bisa saja kecil, sederhana,
tipis, dan sering terabaikan.

Daun saga (Abrus precatorius L.), ia tidak terkenal seperti ginseng atau herbal terkenal lainnya namun manfaat dan potensinya untuk kesehatan manusia sangat besar terutama untuk kesehatan mulut dan tenggorokan.

Tanaman ini termasuk famili Fabaceae dan tumbuh merambat di daerah tropis.
Daun saga memiliki rasa agak manis dan sejuk.
Secara empiris, daun saga dikenal sebagai obat sariawan, radang tenggorokan, batuk, panas dalam dan gangguan mulut.

Ternyata dari berbagai penelitian fitokimia menunjukkan bahwa daun saga mengandung senyawa bioaktif, antara lain:
• Flavonoid (antioksidan dan antiinflamasi)
• Saponin (antimikroba dan imunomodulator)
• Tanin (astringen dan antibakteri)
• Alkaloid
• Polifenol

Kandungan flavonoid dan tanin berperan penting dalam aktivitas antiinflamasi dan antiseptik pada jaringan mukosa
sehingga membantu mengurangi nyeri, panas, mempercepat penyembuhan luka kecil di mulut dan. mengurangi rasa tidak nyaman pada mulut atau tenggorokan.
Membantu menekan pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut.

Aktivitas Farmakologis

a. Antiinflamasi
Ekstrak daun saga terbukti mampu menurunkan respon inflamasi dengan menghambat mediator peradangan seperti prostaglandin. Hal ini menjelaskan penggunaannya pada radang tenggorokan dan sariawan.

b. Antimikroba
Beberapa studi menunjukkan ekstrak daun saga memiliki aktivitas terhadap bakteri patogen mulut seperti Streptococcus mutans dan Staphylococcus aureus, sehingga efektif digunakan sebagai obat kumur tradisional.

c. Antioksidan
Kandungan flavonoid dan polifenol memberikan efek antioksidan yang membantu melindungi sel dari stres oksidatif dan mempercepat proses penyembuhan jaringan.

Bagian daun saga aman digunakan dalam dosis yang tepat. Namun, biji saga mengandung toksin abrin yang berbahaya dan tidak boleh digunakan sebagai obat. Oleh karena itu, pemanfaatan harus terbatas pada daun dan dengan pengolahan yang tepat.

Wallahualam_

Copypaste Bekam Ruqyah Purworejo 081314970376




*Keajaiban Bekam di tanggal Sunnah*Aris SetyawanMajelis Pakar PTNIDirektur RSH IN CARERasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiap...
09/01/2026

*Keajaiban Bekam di tanggal Sunnah*

Aris Setyawan
Majelis Pakar PTNI
Direktur RSH IN CARE

Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa yang berbekam pada tanggal 17, 19, atau 21, maka ia menjadi obat bagi segala macam penyakit” [Diriwayatkan oleh Abu Daawud no. 3861; dihasankan oleh Al-Albaaniy dalam Shahiih Sunan Abi Daawud, 2/463].

Rasulullah ﷺ memilih hari-hari setelah pertengahan bulan, yaitu hari ke 17, ke 19 atau ke 21, sebab dalam hari tersebut terdapat hikmah.

Imam As-Sindi berkata, bahwa darah itu merekah banyak di awal bulan dan menjadi sedikit di akhir bulan, maka berbekam di pertengahannya adalah lebih utama. _“Dan janganlah darah mengalahkanmu“_, menurut Ibnul Qoyyim maksudnya adalah kadar darah jangan sampai meluap, sehingga berdampak buruk bagi kesehatan.

Penulis buku berjudul Al-Qanoon, Sina (980–1037 SM) mengatakan: _“Bekam tidak disukai di awal atau akhir bulan. Lebih disukai di tengah bulan saat zat beracun dalam tubuh terkumpul”_.

Hal ini terjadi karena adanya hubungan antara fase fase bulan dengan kondisi tubuh manusia. Fase bulan dapat mempengaruhi kinerja jantung, aliran darah serta system hormonal manusia . Selain itu, pada saat bulan purnama terdapat peningkatan kematian mendadak pada epilepsi, gangguan perilaku akut, gangguan psikotik non-afektif, depresi, perdarahan gastrointestinal, dan infark miokard akut. Terjadinya aborsi spontan dan serangan fibrilasi atrium juga mungkin terkait dengan fase bulan.

Bekam lebih efektif dalam mengobati migraine saat dilakukan setelah tanggal 14 (kalender islam) atau setelah bulan purnama dari pada dilakukan di hari sebelumnya.

Hal ini terjadi karena efek medan magnet dan intensitas cahaya bulan saat purnama memiliki pengaruh langsung pada tingkat melatonin yang diproduksi oleh kelenjar pineal.

Hormon melatonin berpengaruh terhadap kejadiaan migraine.
Melatonin adalah hormon neurotropik yang diproduksi oleh kelenjar pineal didalam otak. Senyawa ini sangat berperan dalam ritme biologis, regulasi tekanan darah, sistem imunitas dan sebagai anti oksidan yang penting.

Produksinya dikendalikan oleh reseptor pada retina mata yang peka terhadap cahaya. Pada keadaan lingkungan yang gelap, sekresinya akan meningkat. Sebaliknya, sintesisnya akan terhambat bila terpapar oleh cahaya.

Cahaya bulan purnama mungkin menjadi salah satu faktor terhambatnya sintesis melatonin.

Saat kadar melatonin menurun akan beresiko terjadinya masalah pada sirkulasi darah. Maka perlu sebuah treatmen yang mampu menjaga sirkulasi darah, insyaAllah bekam menjadi solusinya, karena tusukan saat bekam mampu menstimulus arginin yang sebagai prekusor Nitric Oxide (NO), sehingga akan memberikan efek vasodilatasi pembuluh darah.

Copypaste Bekam Ruqyah Purworejo 081314970376




Goresan pena # 100*Rajab sebagai ketukan pintu sebelum Ramadhan*( Mengingatkan diri akan pentingnya kalender Hijriyah) R...
01/01/2026

Goresan pena # 100

*Rajab sebagai ketukan pintu sebelum Ramadhan*

( Mengingatkan diri akan pentingnya kalender Hijriyah)

Rajab adalah satu dari empat bulan haram,
bulan yang dimuliakan sejak langit dan bumi diciptakan.
Keempat bulan itu yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.

Disebut bulan haram karena:
Sejak zaman sebelum kedatangan Islam bulan bulan ini sudah dihormati dan dihindari dari peperangan atau pertumpahan darah.

Rajab bermakna “bulan yang diagungkan ”.

Karena arti Rajab adalah pengagungan, maka Rajab mengandung pesan batin:
Mengagungkan segala perintah Allah.

Para ulama sering menyebut:
Rajab adalah bulan menanam,
Sya’ban bulan menyiram,
Ramadhan bulan memanen.

Di bulan Rajab, Rasulullah ﷺ memperbanyak doa :
: "اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ"

Seakan Rasul mengajarkan:
jangan menunggu Ramadhan untuk berubah,
karena perubahan sejati dimulai sebelum Ramadhan datang.

Jika Rajab adalah ketukan pintu,
maka Ramadhan adalah rumah yang akan terbuka lebar.
Siapa yang mengabaikan Rajab,
sering masuk Ramadhan dengan hati yang terburu-buru.
Namun siapa yang menyiapkan diri sejak Rajab,
akan menikmati Ramadhan dengan hati gembira dan jiwa yang tenang.

Wallahualam




Goresan pena # 99*Ketika Umat Melupakan Kalender Hijriyah* Ada satu hal yang perlahan hilang dari kehidupan umat Islam,b...
31/12/2025

Goresan pena # 99

*Ketika Umat Melupakan Kalender Hijriyah*

Ada satu hal yang perlahan hilang dari kehidupan umat Islam,
bukan karena dicabut,
tetapi karena dilupakan yaitu
kesadaran akan waktu ibadahnya sendiri.

Kita hafal tanggal Masehi dengan rapi.
Tahu awal bulan gajian, tagihan akhir bulan, tanggal lahir dll.
Tapi ketika ditanya, “Sekarang tanggal berapa Hijriyah?”
banyak dari kita terdiam.
Padahal, Islam tidak hanya mengatur apa yang kita lakukan,
tetapi juga kapan kita melakukannya.

Ramadhan datang tanpa persiapan,
puasa Arafah terlewat,
bulan-bulan mulia berlalu tanpa makna.
Bukan karena kita menolak ibadah,
tetapi karena kita tidak lagi hidup di dalam waktunya.

Kalender Hijriyah bukan sekadar penanggalan.
Ia adalah denyut nadi ibadah umat.
Setiap pergantian bulan mengajak jiwa bertanya:
Apa yang sudah aku perbaiki?
Apa yang harus aku siapkan?

Ketika kalender Hijriyah tidak hadir dalam keseharian,
iman kehilangan ritmenya.
Ibadah menjadi spontan,
bukan kesadaran yang terjaga.

Lebih dari itu, kalender Hijriyah adalah identitas peradaban.
Ia lahir dari peristiwa hijrah sebuah
perjalanan meninggalkan gelap menuju cahaya.
Saat umat meninggalkannya,
bukan hanya tanggal yang hilang,
tetapi arah sejarah.

Anak-anak tumbuh tanpa mengenal bulan-bulan Allah.
Muharram, Rajab, Dzulhijjah hanya terdengar asing.
Padahal dari sanalah seharusnya iman ditanamkan,
pelan-pelan, dari waktu ke waktu.

Ketika hidup hanya diukur dengan kalender dunia,
kita menjadi sibuk tapi kehilangan makna.
Produktif, namun kering ruhani.
Tahun berganti, usia bertambah,
namun jiwa tidak beranjak mendekat kepada-Nya.

Hijriyah mengingatkan kita:
hidup ini bergerak menuju akhir,
bukan berputar tanpa tujuan.
Maka menggunakan kalender Hijriyah
bukan soal menolak Masehi,
tetapi soal mengembalikan kompas hidup.

Kita perlu bijak dalam menggunakan kalender waktu.
Agar kita tidak hanya pandai mengatur waktu,
tetapi juga selamat hingga ujung perjalanan.

Supaya ibadah yang mengatur hidup, bukan hidup yang mengatur ibadah.

Wallahualam

Copypaste Bekam Ruqyah Purworejo




Tidak ada sesuatu yang kebetulan di dunia ini, semuanya sudah menjadi suratan takdir yang harus di jalani dengan penuh r...
28/12/2025

Tidak ada sesuatu yang kebetulan di dunia ini, semuanya sudah menjadi suratan takdir yang harus di jalani dengan penuh rasa syukur.

ALLOH berjanji dalam surat Ibrahim ayat 7

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ ذْ تَاَ ذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَاَ زِيْدَنَّـكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَا بِيْ لَشَدِيْدٌ
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.""
(QS. Ibrahim 14: Ayat 7)

Jika kita bersyukur atas nikmat ALLOH karuniakan niscaya ALLOH akan menambahkan dengan nikmat - nikmat yang lain.

Bersyukur berjamaah dengan orang - orang sholeh dalam holaqoh "PTNI"
Wahai dzat yang Maha membolak - balikkan hati satukan hati - hati kami untuk terus berjuang bersama menjaga marwah thibb nabawi di bumi pertiwi.

Goresan pena  # 94*Jiwa yang Hidup*Dalam Al Qur'an, Allah menggambarkan orang-orang beriman bukan hanya sebagai mereka y...
26/12/2025

Goresan pena # 94

*Jiwa yang Hidup*

Dalam Al Qur'an, Allah menggambarkan orang-orang beriman bukan hanya sebagai mereka yang rajin beribadah, tetapi sebagai jiwa-jiwa yang hidup bersama Allah dalam setiap keadaan.
“(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, dan berbaring…”
(Al Imran: 191)

Zikir dalam ayat ini bukan sekadar lantunan lisan, tetapi kesadaran yang menetap. Allah hadir dalam berdiri saat kita kuat, dalam duduk saat kita lelah, dan dalam berbaring saat kita tak berdaya. Iman tidak hanya hidup di sajadah, tetapi di seluruh denyut kehidupan.

Lalu di ayat itu Allah menyandingkan zikir dengan pikir.
“…dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi.”

Inilah sintesis yang agung antara iman dan intelektualitas. Al-Qur’an tidak meniadakan nalar, tetapi mengarahkannya. Alam dijadikan laboratorium keimanan, langit sebagai ruang refleksi, bumi sebagai medan observasi.

Iman tidak mematikan akal, justru menyalakannya. Orang beriman tidak memandang alam sebagai kebetulan, tetapi sebagai pesan Ilahi. Langit yang luas, bumi yang terhampar, pergantian siang dan malam, semuanya adalah ayat yang berbicara kepada hati yang mau merenung.

Dan dari perenungan itu lahirlah doa :
“Ya Rabb kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia.”

Tidak ada air mata yang jatuh tanpa nilai. Tidak ada ujian yang hadir tanpa maksud.
Ayat ini mengajarkan keseimbangan yang indah antara
hati yang senantiasa mengingat Allah,
akal yang terus merenungi tanda-tanda-Nya,
dan jiwa yang tunduk, berharap keselamatan akhir.

Ali ‘Imran ayat 191 bukan hanya tentang ibadah, tetapi tentang cara hidup. Tentang menjadikan setiap posisi tubuh sebagai zikir, setiap kejadian sebagai pelajaran dan hikmah.

Karena pada akhirnya, orang yang paling dekat dengan Allah adalah yang paling sering mengingat-Nya dalam segala keadaan dan memahami ayat ayatNya dalam kehidupan.

Wallahualam

Copypaste Bekam Ruqyah Purworejo 081314970376




Goresan Pena  # 92*Menjaga Iman Tanpa Melukai Hati* Bagi seorang Muslim, iman adalah amanah yang harus dijaga . Dalam ke...
24/12/2025

Goresan Pena # 92

*Menjaga Iman Tanpa Melukai Hati*

Bagi seorang Muslim, iman adalah amanah yang harus dijaga . Dalam keyakinan Islam, setiap ibadah, doa, dan perayaan memiliki makna teologis yang sakral. Karena itulah, umat Islam memilih untuk tidak mengucapkan “Selamat Natal atau Selamat Merayakan Natal”, bukan karena kebencian, melainkan semata-mata karena ingin menjaga kemurnian akidah yang mereka yakini.

Sikap ini tidak lahir dari permusuhan, tetapi dari kejujuran iman. Seperti halnya umat Kristiani yang setia pada keyakinan mereka, umat Islam pun diajarkan untuk setia pada ajaran agamanya.
Kesetiaan ini tidak boleh berubah menjadi sikap kasar, apalagi melukai perasaan sesama manusia.

Islam mengajarkan adab. Al-Qur’an tidak pernah memerintahkan umat Islam untuk mencela keyakinan orang lain. Justru Allah menegaskan agar manusia saling mengenal, saling menghormati, dan berlomba dalam kebaikan.

Menjaga batas keyakinan bukan berarti menutup pintu silaturahmi.
Seorang Muslim tetap diwajibkan berlaku adil, ramah, dan penuh empati kepada siapa pun. Menghormati tetangga, menjaga persaudaraan kemanusiaan, membantu saat kesulitan adalah bentuk kasih sayang yang diajarkan Islam tanpa harus meleburkan keyakinan.

Perbedaan iman adalah kenyataan hidup yang tidak perlu dipertajam. Ia cukup disikapi dengan kedewasaan. Ketika seorang Muslim tidak mengucapkan Natal, hendaknya itu disertai sikap santun , bukan dengan nada menghakimi.

Karena sejatinya, iman yang kuat tidak layak melukai hati. Dan akhlak yang mulia adalah jembatan terbaik di tengah perbedaan.

Wallahualam.

Copypaste Bekam Ruqyah Purworejo
081314970376




Goresan Pena  # 90*Anak adalah Amanah* Allah berfirman:“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargam...
21/12/2025

Goresan Pena # 90

*Anak adalah Amanah*

Allah berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…”
(QS. At-Tahrim: 6).

Ayat ini adalah bentuk cinta sekaligus tanggung jawab: bahwa pendidikan anak bukan hanya soal kecerdasan, kesuksesan tetapi tentang keselamatan akhirat.

Ketika seorang anak lahir ke dunia, ia datang tanpa membawa apa-apa, kecuali fitrah yang suci.
Di situlah Allah menitipkan sebuah amanah besar kepada orang tua: bukan hanya menjaga hidupnya, tetapi membentuk jiwanya.
Islam tidak memandang anak sebagai beban, melainkan sebagai amanah atau titipan langit.

Anak beljar bukan pertama kali dari sekolah, melainkan dari rumah. Mereka meniru sebelum mengerti, mencontoh sebelum memahami.
Ketika orang tua menjaga shalatnya, anak belajar tentang disiplin dan ketundukan. Ketika orang tua menjaga lisannya, anak belajar tentang adab. Ketika orang tua bersabar dalam ujian, anak belajar tentang iman.

Arah hidup seorang anak, sering kali dimulai dari sikap orang tuanya.
Mendidik anak bukan hanya dengan perintah, tetapi perlu dgn keteladanan. Bukan hanya dengan nasihat, tetapi dengan doa yang tak henti-henti dipanjatkan.

Mari ajarkan anak mengenal Allah sebelum mengenalkannya pada gemerlap dunia.
Tanamkan tauhid sebelum ambisi. Tanamankan adab sebelum prestasi. Karena anak yang cerdas tanpa iman bisa tersesat, tetapi anak yang beriman akan dapat menemukan jalan pulang.

Orang tua mungkin tak selalu mampu memberikan harta berlimpah, tetapi jika iman dan akhlak telah diwariskan, itulah warisan paling mahal.
Sebab kelak, ketika kaki orang tua telah lemah dan usia menua, doa anak saleh itulah yang akan menjadi cahaya di alam kubur dan penolong di hadapan Allah.

Mendidik anak adalah perjalanan panjang penuh lelah, penuh cinta. Dan bagi orang tua yang bersungguh-sungguh, Allah telah menjanjikan: tidak ada kebaikan yang terbuang, dan tidak ada amanah yang luput dari balasan.

Wallahualam




Berjamaah dalam holaqoh Ruqyah Syar'iyah ( Quranic Healing Internasional  ) rasa syukur dan terus belajar untuk memberik...
20/12/2025

Berjamaah dalam holaqoh Ruqyah Syar'iyah ( Quranic Healing Internasional ) rasa syukur dan terus belajar untuk memberikan manfaat kepada ummat.

Semua atas pertolongan ALLOH SWT semoga ALLOH kukuhkan hati untuk tangguh dalam dakwah tauhid.
Aamiin. Semoga Qhi semakin jaya.

Goresan pena # 88*Ketika akal tunduk* Allah berfirman:“…Setiap kali Zakariya masuk menemuinya di mihrab, ia mendapati ma...
20/12/2025

Goresan pena # 88

*Ketika akal tunduk*

Allah berfirman:
“…Setiap kali Zakariya masuk menemuinya di mihrab, ia mendapati makanan di sisinya. Zakariya berkata, ‘Wahai Maryam, dari mana ini engkau peroleh?’ Maryam menjawab, ‘Ini dari Allah. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.’”
(QS. Ali ‘Imran: 37)

Saat membaca ayat ini mungkin akal kita bertanya bagaimana cara Allah memberikan rizki berupa makanan kepada Maryam?

Akal manusia memang sudah terbiasa memahami rezeki melalui sebab misal melalui bekerja, menanam atau membeli.
Namun akal yang sehat juga mengakui bahwa sebab bukan pencipta hasil, sebab hanyalah jalan.
Hasil tetap bergantung pada siapa yang mengatur sebab tersebut.
Allah biasanya memberi melalui sebab,
tetapi tidak pernah terikat oleh sebab.

Ayat ini mengajarkan, Allah tidak terikat oleh sebab yang biasa dipahami manusia.

Dalam ayat ini Maryam juga tidak menjelaskan bagaimana makanan itu datang. Ia hanya berkata:
“Ini dari Allah.”

Akal yang matang menerima bahwa:tidak semua realitas harus dipahami detail mekanismenya. Cukup diketahui siapa sumbernya .
Seperti kita menikmati listrik tanpa harus lebih dulu memahami seluruh sistem pembangkitnya. Kita hidup tanpa harus mengetahui detail sistim kerja setiap sel.
Artinya ketidaktahuan manusia tidak membatalkan kebenaran peristiwa yang dialaminya.

Akal sering keliru membsdakan , tidak biasa dengan di luar kebiasaan.
Padahal tdak biasa = tidak rasional.
Di luar kebiasaan = di luar akal
Makanan Maryam tidak datang melalui jalur umum tetapi diluar jalur kebiasaan.
Maka ketika Allah memberi makanan kepada Maryam itu bukan melawan akal atau kekacauan logika , tetapi itu peristiwa melampaui kebiasaan.

Ayat ini juga bukan sekadar membicarakan makanan Maryam, tetapi mengajarkan bahwa kedekatan dengan Allah membuka pintu yang tak terduga. Dan supaya meluruskan hati agar tidak menyandarkan rezeki pada makhluk.
Dan di situlah akal tunduk,
sementara iman bertumbuh dengan kuat.

Wallahualam




Address

Jln. Kutoarjo/Bruno Km. 5 Desa Wirun Kec. Kutoarjo Kab. Purworejo
Kutoarjo
54153

Opening Hours

Monday 08:00 - 17:00
Tuesday 08:00 - 17:00
Wednesday 08:00 - 17:00
Thursday 08:00 - 17:00
Friday 08:00 - 17:00
Saturday 08:00 - 17:00
Sunday 08:00 - 17:00

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bekam Ruqyah Purworejo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram