28/04/2026
DISLEKSIA
Disleksia adalah gangguan belajar yang ditandai dengan kesulitan membaca, menulis, atau mengeja. Penderita disleksia kesulitan dalam mengenali kata-kata yang didengar dan mengubahnya menjadi tulisan atau kalimat.
Disleksia tergolong sebagai gangguan saraf pada bagian otak yang memproses bahasa. Kondisi ini dapat dialami oleh anak-anak atau orang dewasa. Meskipun disleksia menyebabkan kesulitan dalam belajar, penyakit ini tidak memengaruhi tingkat kecerdasan penderitanya.
Meskipun mirip, disleksia berbeda dengan auditory processing disorder (APD). APD adalah kondisi otak yang tidak dapat mengolah suara yang didengar dengan baik, sehingga penderitanya mendengar informasi yang salah, misalnya “kotak” menjadi “katak”. Sedangkan disleksia terjadi pada bagian otak yang mengolah bahasa.
Penyebab dan Faktor Risiko Disleksia
Belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan disleksia, tetapi kondisi ini diduga terkait dengan kelainan genetik yang memengaruhi kinerja otak dalam membaca dan berbahasa. Sejumlah faktor yang diduga memicu kelainan genetik tersebut adalah:
• Riwayat disleksia gangguan belajar lain pada keluarga
• Kelahiran prematur atau terlahir dengan berat badan rendah
• Paparan nikotin, alkohol, NAPZA, atau infeksi pada masa kehamilan
Gejala Disleksia
Disleksia dapat menimbulkan gejala yang bervariasi, tergantung pada usia dan tingkat keparahannya. Pada balita, gejala dapat sulit dikenali, tetapi setelah anak mencapai usia sekolah, gejalanya akan mulai terlihat, terutama saat anak belajar membaca.
Gejala yang muncul dapat terbagi dua berdasarkan waktu kemunculannya, yakni:
1. Gejala disleksia pada anak
~ Lamban dalam mempelajari nama dan bunyi abjad
~ Perkembangan bicara yang lebih lamban dibandingkan anak seusianya
~ Sering menulis terbalik, misalnya menulis ‘pit’ saat diminta menulis ‘tip’
~ Sulit dalam membedakan huruf tertentu saat menulis, misalnya ‘d’ dengan ‘b’ atau ‘p’ dengan ‘q’
Selain keluhan di atas, anak dengan disleksia dapat mengalami kesulitan dalam sejumlah aktivitas berikut:
~ Memproses dan memahami apa yang didengar
~ Menemukan kata yang tepat untuk menjawab suatu pertanyaan
~ Mengeja, membaca, menulis, dan berhitung
~ Mengingat huruf, angka, dan warna
~ Mengucapkan kata yang tidak umum
~ Memahami tata bahasa dan memberi imbuhan pada kata
2. Disleksia pada remaja dan orang dewasa
Pada remaja dan orang dewasa, disleksia dapat menyebabkan penderitanya sering salah mengucapkan nama atau kata, dan kesulitan dalam membaca atau menulis. Oleh sebab itu, penderita cenderung menghindari aktivitas membaca dan menulis.
Disleksia juga dapat menyebabkan penderita kesulitan dalam:
~ Mengeja
~ Memahami lelucon atau ungkapan kata yang memiliki makna lain (idiom), seperti “kambing hitam”
~ Menyimpulkan suatu cerita
~ Mempelajari bahasa asing
~ Mengingat sesuatu
~ Menghitung
Sumber : Alodokter
wa.me/6285648857106