17/04/2026
Endoskopi adalah istilah umum untuk prosedur pemeriksaan organ dalam menggunakan kamera fleksibel. Kolonoskopi adalah jenis endoskopi khusus untuk saluran cerna bawah (usus besar), sedangkan endoskopi atas (gastroskopi) memeriksa lambung/kerongkongan. Kolonoskopi bertujuan mendeteksi polip, kanker usus, dan radang, seringkali memerlukan puasa dan pencahar.
Secara umum, dokter KGEH akan menyarankan endoskopi (EGD) dan kolonoskopi kalau ada indikasi ini:
Endoskopi / EGD (teropong saluran cerna atas)
- Gejala alarm: Muntah darah/hitam seperti kopi, BAB hitam lengket, penurunan BB drastis tanpa sebab, nyeri ulu hati menetap >40 tahun, sulit/menyakitkan saat menelan
- Anemia defisiensi besi tanpa sebab jelas, terutama usia >40-50 tahun
- GERD kronis >5 tahun untuk skrining Barrettโs esophagus
- Dispepsia yang tidak membaik setelah 4-8 minggu terapi standar atau kambuh terus
- Curiga perdarahan saluran cerna atas
- Pantau kondisi : tukak lambung, varises esofagus pada sirosis, polip
Kolonoskopi (teropong usus besar)
- Gejala alarm : BAB berdarah, perubahan pola BAB >2 minggu, nyeri perut kronis, BB turun, anemia defisiensi besi
- Skrining kanker usus : mulai usia 45-50 tahun, atau 10 tahun lebih awal dari usia keluarga termuda yang kena kanker usus
- Riwayat polip usus besar sebelumnya, kontrol 3-5 tahun sekali tergantung jenis polip
- IBD : diagnosis & evaluasi Crohnโs/Colitis Ulcerativa
- Diare kronis >4 minggu yang tidak jelas penyebabnya
- Temuan tes positif : FOBT/FIT positif, CT scan curiga massa
Catatan penting : Keputusan endoskopi/kolonoskopi tetap tergantung kondisi klinis pasien. Tidak semua sakit maag atau diare perlu langsung diteropong. Dokter KGEH akan menimbang risiko-manfaat, usia, gejala, hasil lab, dan respons terhadap obat dulu.
Untuk kepastian apakah kamu perlu tindakan ini, sebaiknya konsultasikan langsung dengan dokter KGEH di