12/05/2021
Ketika bayi adopsi berhasil menemukan puting ibu adopsinya.
Sekilas tak ada yang istimewa dengan persalinan bayi ini. Datang tanggal 4 mei 2021 pukul 05.45 wib, dengan pembukaan 2-3 cm. Satu setengah jam kemudian, pukul 07.20 wib, lahirlah bayi ini.
Kenapa secepat itu prosesnya? Karena ini adalah kelahiran kelima buat ibu kandungnya. Atas izin Alloh, semua proses persalinan lancar.
Yang istimewa adalah si ibu adopsi. Sekitar dua bulan sebelum HPL bayi ini, beliau konsultasi ke saya, ingin menyusui bayi adopsinya. Lalu saya jelaskan prosedurnya dari awal sampai akhir, kemungkinan berhasil dan gagalnya.
Sempat terapi hormonal juga ke dr rony, satu satunya konsultan asi di madiun dan mendapat terapi hormonal. Tapi sampai HPL datang, asi belum keluar.
Sempat down, lalu saya bilang ke ibu adopsi, "kita hanya berusaha mbak, hasil akhir, serahkan padaNya. Bismillah. . ."
Hingga bayi lahir, ibu adopsi menemani di ruang bersalin. Begitu bayi lahir, setelah menunggu DCC, dipotong tali pusat, saya bilang ke ibu kandung, "Ibu, ini bayinya mau dilihat dulu atau mau dicium dulu, karena sebentar lagi mau saya IMD di ibu adopsi".
Si ibu menjawab, "Hmmm. . .rambutnya tebal ya mba, kakak kakaknya nggak ada yang rambutnya tebal. Sudah mba. . ."
Di ruang sebelah, ibu adopsi sudah menunggu. Saya letakkan bayi itu di dadanya. Lalu saya kembali ke ibu kandung, mengambil sisa sisa air ketuban yang masih ada, saya oleskan di dada dan puting ibu adopsi.
Saya biarkan proses IMD hampir dua jam. Saya minta suaminya untuk mendampingi ibu adopsi. Dan saat saya mondar mandir, si ibu adopsi bilang, "mba, sudah nemu puting yang kanan. Si bayi mau ngenyot PD saya". Di situ rasanya mak nyess. . .
Tapi perjuangan belum berakhir. Si ibu adopsi masih harus mengupayakan bayi mau menghisap PD nya secara terus menerus agar asinya keluar.
Di penghujung ramadhan ini, bantu doakan si ibu ya, agar kuat menghadapi proses induksi laktasi ini. . .