01/10/2022
*...SISTEM USUS...*
Bagi pemula, mulailah melakukan proses detoksifikasi dgn lebih banyak mengonsumsi sayur & buah segar.
Jenis makanan ini memiliki kandungan air & serat yg tinggi sehingga membantu melancarkan pembuangan racun dari usus. Di samping itu juga sarat dgn vitamin, mineral, & antioksidan yg sangat diperlukan organ-organ pendetoks tadi.
Selanjutnya lakukanlah puasa & jika membutuhkan, asuplah Herba khusus detoks. Dalam memilih Herba, sebaiknya yg mengandung bahan makanan organik. Kurangi semua makanan pembentuk asam selama 3 - 7 hari sebelum melakukan detoks.
Begitu juga selama menjalani puasa, tahan dulu keinginan utk mengonsumsi makanan pembentuk asam tadi. Makanan pembentuk asam adalah makanan yg mengandung protein (hewani), pati, & lemak. Efek bagi tubuh adalah munculnya asidosis, yakni penurunan keasaman darah (di bawah 7,35).
Proses pengeluaran racun pada awalnya terasa lamban. Terlebih bila racun sudah terbentuk lama. Proses pengeluarannya juga butuh waktu lama. Proses detoksifikasi yg baik memang butuh waktu, tapi hasilnya lebih tahan lama. Jangan terkejut dgn perubahan di dalam tubuh saat menjalani detoksifikasi. Dalam terapi pengobatan alami, reaksi tubuh seperti ini disebut sebagai *healing crisis*, kita kenal dgn DOC.
Bentuk & manifestasinya berbeda-beda tiap orang. Beberapa contoh misalnya warna urine berubah mjd lebih keruh dan berbau menyengat; sering kentut dgn bau sangat menusuk; pusing, mual, nyeri sendi/otot, batuk atau flu; & kotoran banyak disertai dgn mukus atau lendir yg cukup pekat.
PUASA 30 hari
Reaksi tadi biasanya muncul pada hari ketiga & tdk berlangsung lama. Paling beberapa hari saja. Saat healing crisis muncul, jangan mengonsumsi obat-obatan apa pun. Jika tdk yakin dgn apa yg Anda rasakan, lebih baik berkonsultasi dgn ahli terapi nutrisi atau dokter yg mengerti soal terapi nutrisi.
Utk mengatasi reaksi detoks, lakukanlah hal-hal berikut :
(a) Istirahat di tempat sejuk & memiliki sirkulasi udara yg baik.
(b) Tidak berpanas-panas di bawah terik matahari.
(c) Tidak melakukan aktivitas yg menghabiskan energi seperti berjalan jauh, olahraga berat, atau berhubungan seksual.
(d) Sering minum, tetapi hanya boleh minum air putih & jus buah segar. Warna urin yg keruh boleh jadi krn tubuh kekurangan cairan.
Selama krisis penyembuhan tadi, hindari makanan berat seperti daging, nasi, & makanan berlemak. Begitu juga dgn paparan pestisida. Yg terpenting, bersabarlah. Apalagi bagi mereka yg racunnya sudah terbentuk sejak lama tentu butuh waktu lama juga utk membersihkannya. Bayangkan saja ketika Anda harus membersihkan kerak kotoran yg sudah lama menempel di lantai kamar mandi.
Proses detoksifikasi sendiri memang berliku. Ada lima tahapan yg berlangsung dalam 30 hari :
Tahap pertama,
berlangsung selama dua hari. Pada tahap ini kadar gula darah turun sampai di bawah 70 mg/dl. Untuk kembali normal, glikogen dari lever diubah mjd glukosa & dilepaskan ke darah. Glikogen juga bisa diambil dari otot, yg berakibat tubuh menjadi lemas.
Untuk menghemat energi maka Basal Metabolic Rate (BMR) turun sehingga denyut jantung melambat & tekanan darah pun turun. Healing crisis muncul pada tahap ini: sakit kepala, pusing, mual, nafas bau, mata berkabut, & lidah terasa tebal. Tahap ini mungkin ditandai dgn rasa lapar yg sangat kuat.
Tahap kedua,
yg berlangsung pada hari ketiga sampai hari ketujuh, tubuh sudah mulai menyesuaikan diri dgn kondisi puasa. Sistem pencernaan istirahat & memusatkan energinya pada pembersihan & penyembuhan. Lemak diurai utk melepas gliserol yg akan diubah mjd gliserol. Oskidasi lemak menghasilkan keton-keton yg menekan selera makan.
Kulit pun lebih berminyak (bahkan bisa muncul jerawat atau bisul) krn lemak-lemak rusak mulai dikeluarkan dari dalam tubuh. Organ-organ pembersihnya pun mulai diperbaiki, termasuk paru-paru. Jadi, kalau paru-paru terasa nyeri jangan takut. Perbaikan juga menyentuh usus besar sehingga plak pada dindingnya mulai lunak & lepas.