26/12/2017
JADILAH MADINAH YANG TERUS MERASA YASTRIB
By. ReZha Rendy
Sungguh tugas utama kita adalah menemukan jalan pulang kembali pada-Nya..
Di hari ini banyak sekali orang yang tak merasa sedang berjalan, sekedar tahu namun tak menyadari.. Sehingga jadilah kita hanyalah seorang yang tertipu dengan diri sendiri, pejalan yang terhenti namun tak sadar terhenti, orang sesat yang tak merasa sesat..
Kita hanya bisa melihat yang terlihat namun tak mampu melihat yang tak terlihat.. Maka lihatlah dengan hatimu.. Berpikirlah mendalam dengannya..
وَلَـقَدْ ذَرَأْنَا لِجَـهَنَّمَ كَثِيْرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَا ۖ وَلَهُمْ اَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُوْنَ بِهَا ۖ وَلَهُمْ اٰذَانٌ لَّا يَسْمَعُوْنَ بِهَا ۗ اُولٰۤئِكَ كَالْاَنْعَامِ بَلْ هُمْ اَضَلُّ ۗ اُولٰۤئِكَ هُمُ الْغٰفِلُوْنَ
"Dan sungguh, akan Kami isi Neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka MEMILIKI HATI, tetapi tidak dipergunakannya untuk MEMAHAMI (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah." (QS. Al-A'raf 7: Ayat 179)
Mari bersama merenungi Madinah..
Sebelum Rasul hijrah dahulu Madinah adalah Yastrib. Sebuah kota yang bisa dibilang kacau balau dimana perjudian, khamar, hukum berantakan, dll terjadi disana.
Pertanyaannya adalah kenapa yang dipilih Nabi Muhammad SAW adalah kota yang hancur tsb? Kenapa bukan kota yang sudah baik saja.. Bukankah di Mekkah Rasul sedang mengalami kondisi tidak enak? Kenapa malah memilih kota yang kacau ini?
Ternyata..
Hanya yang merasa belum benarlah yang siap dengan masukan dan perubahan malah seringkali yang sudah merasa baik tak mau mendengar masukan dan berubah.
اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ يُزَكُّوْنَ اَنْفُسَهُمْ ۗ بَلِ اللّٰهُ يُزَكِّيْ مَنْ يَّشَآءُ وَلَا يُظْلَمُوْنَ فَتِيْلًا
"Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang menganggap dirinya suci? Sebenarnya Allah menyucikan siapa yang Dia kehendaki dan mereka tidak dizalimi sedikit pun."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 49)
Maka jika ingin menemukan jalan pulang teruslah merasa belum baik, belum sholeh, belum benar.. Baik dalam sholat, interaksi, usaha, berkeluarga, beribadah, dll. Dan tidak usah jadi "jualan"... merendah untuk meninggi..
"Saya mah bukan siapa-siapa.. (padahal minta dipuji)."
"Kamu masyaallah yah hebat.. (padahal minta dipuji balik)."
Dll
Sudahlah.. Ndak cape ya kita akting terus?
Allah yang Maha Mengetahui segala isi hati..
Parameter kita terjebak di "merasa sudah baik" diantaranya..
1. Dikritik orang langsung marah
2. Dipuji orang bangga
3. Merasa sudah tahu, dll
Tulisan ini untuk saya.. Kalau memang ada manfaatnya monggo bareng-bareng bercermin..
Maka mari jadilah orang baik yang terus merasa belum baik..
Jadilah orang taat yang merasa belum taat..
Jadilah orang beriman sempurna yang merasa masih kosong..
Jadilah MADINAH yang terus merasa YASTRIB..
And let see how Allah will guide your life..
Kalau ada manfaatnya silahkan share..