Griya Hipnoterapi Malang

Griya Hipnoterapi Malang Griya Hipnoterapi Malang siap membantu Anda, mengatasi masalah terkait aspek emosi, pikiran, perilaku

Kami, hipnoterapis di Griya Hipnoterapi Malang adalah member dari Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology (AWGI) dan...
01/04/2026

Kami, hipnoterapis di Griya Hipnoterapi Malang adalah member dari Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology (AWGI) dan member dari Asosiasi Hipnoterapi Klinis Indonesia (AHKI) yang melakukan praktik hipnoterapi dengan mengacu pada standar pelayanan yang telah ditetapkan oleh AWGI.

๐’๐ญ๐š๐ง๐๐š๐ซ ๐๐ž๐ฅ๐š๐ฒ๐š๐ง๐š๐ง ๐‡๐ข๐ฉ๐ง๐จ๐ญ๐ž๐ซ๐š๐ฉ๐ข ๐€๐–๐†๐ˆ

Pelayanan hipnoterapi di lingkungan AWGI (Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology) dilaksanakan secara sistematis, terstruktur, dan berlandaskan prinsip keselamatan, etika profesi, serta kepentingan terbaik klien.

Setiap proses terapeutik dirancang untuk memastikan bahwa penanganan dilakukan secara profesional, terukur, dan bertanggung jawab, mulai dari tahap asesmen awal hingga evaluasi dan tindak lanjut.

Standar ini menjadi pedoman bagi hipnoterapis AWGI dalam memberikan layanan yang konsisten, aman, dan efektif, sekaligus memastikan bahwa setiap intervensi dilakukan sesuai dengan kompetensi profesional, kebutuhan dan kebaikan klien.

Pelayanan hipnoterapi yang dilaksanakan oleh hipnoterapis AWGI dilakukan melalui tahapan berikut:

1. Asesmen Awal Kelayakan Terapi
2. Pendaftaran dan Pengisian Intake Form
3. Wawancara (In-depth Interview)
4. Penetapan Baseline
5. Induksi, Pendalaman, dan Uji Kedalaman
6. Intervensi Terapeutik
7. Pengujian Hasil Terapi
8. Pengakhiran
9. Tindak Lanjut (Follow-up)
10. Sesi Lanjutan atau Terminasi

1. Asesmen Awal Kelayakan Terapi

Asesmen awal, yang dapat dilakukan secara daring maupun tatap muka, bertujuan untuk mengidentifikasi masalah utama calon klien, memahami dinamika psikologis yang mendasarinya, serta menilai kelayakan penanganan melalui pendekatan hipnoterapi.

Pada tahap ini, terapis melakukan eksplorasi terstruktur untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai kondisi klien. Terapis wajib memastikan bahwa permasalahan yang disampaikan berada dalam ruang lingkup kompetensi profesionalnya, serta memastikan bahwa calon klien bersedia menjalani proses hipnoterapi secara s**arela, sadar, dan tanpa paksaan.

Selain itu, calon klien perlu memiliki komitmen untuk mengikuti keseluruhan proses terapi, termasuk kemungkinan menjalani hingga empat sesi terapi apabila diperlukan demi mencapai hasil yang optimal dan berkelanjutan.

Apabila dalam proses asesmen ditemukan indikasi kondisi medis, gangguan psikiatris, atau permasalahan lain yang berada di luar batas kompetensi terapis, maka terapis berkewajiban untuk menolak penanganan secara profesional, etis, dan bertanggung jawab. Selanjutnya, terapis perlu memberikan rujukan kepada tenaga kesehatan atau profesional yang berwenang, sesuai dengan prinsip keselamatan, etika praktik, dan kepentingan terbaik bagi klien.

2. Pendaftaran dan Pengisian Intake Form

Apabila calon klien dinyatakan memenuhi kriteria pada tahap Asesmen Awal Kelayakan Terapi, maka calon klien melanjutkan ke tahap pendaftaran dan pengisian Intake Form. Formulir ini memuat data identitas, riwayat masalah, kondisi kesehatan yang relevan, riwayat penanganan sebelumnya, serta informasi penting lain yang diperlukan untuk memperoleh pemahaman awal yang komprehensif mengenai kondisi klien.

Seluruh data dan informasi yang diberikan oleh klien wajib dijaga kerahasiaannya oleh terapis sesuai dengan prinsip kerahasiaan profesional, etika praktik, serta ketentuan perlindungan data yang berlaku. Penggunaan informasi klien dibatasi semata-mata untuk kepentingan terapeutik dan tidak dapat diungkapkan kepada pihak lain tanpa persetujuan klien.

3. Wawancara Mendalam (In-depth Interview)

Wawancara mendalam dilaksanakan ketika klien bertemu dengan terapis di ruang praktik sebagai bagian dari proses asesmen lanjutan. Tahap ini bertujuan memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai kondisi serta permasalahan klien, meliputi keluhan utama, riwayat muncul dan perkembangan masalah, kondisi emosional dan psikologis, faktor pemicu, pola respons klien, serta dampak permasalahan terhadap fungsi kehidupan sehari-hari.

Dalam pelaksanaannya, terapis wajib melakukan wawancara secara objektif, sistematis, empatik, dan tanpa menghakimi, dengan tetap menjaga batas profesional serta menjunjung tinggi prinsip etika praktik dan kerahasiaan.

Terapis membantu klien mengidentifikasi dan menetapkan masalah spesifik yang akan menjadi fokus penanganan, serta memastikan adanya kesepahaman mengenai tujuan terapi, proses yang akan dijalani, batasan pelayanan, serta peran dan tanggung jawab masing-masing pihak dalam proses terapeutik.

Pada tahap ini, terapis membangun aliansi terapeutik dengan klien, hubungan kerja sama yang dilandasi rasa aman, kepercayaan, dan rasa hormat, serta memberikan edukasi mengenai mekanisme hipnoterapi dan prinsip kerja pikiran bawah sadar, serta menjelaskan alur proses perubahan yang diharapkan.

Terapis juga menjawab pertanyaan klien, mengklarifikasi harapan dan ekspektasi, serta menilai kesiapan psikologis dan kesediaan klien untuk mengikuti proses terapi secara optimal. Hasil wawancara mendalam ini menjadi dasar dalam menetapkan strategi intervensi terapeutik yang akan diterapkan dalam proses terapi.

Dalam praktiknya, wawancara mendalam kerap kali tidak hanya menghasilkan perubahan signifikan, tetapi juga membawa klien pada pemulihan yang nyata. Melalui proses refleksi terarah, klarifikasi makna, serta edukasi yang bersifat terapeutik, klien dapat mengalami pergeseran perspektif yang mendasar dan peningkatan kesadaran yang berdampak langsung pada terselesaikannya permasalahan yang selama ini membebani.

Pada banyak kasus, perubahan kognitif dan emosional yang terjadi pada tahap ini sudah cukup untuk memulihkan kondisi psikologis klien tanpa memerlukan intervensi lanjutan. Dengan demikian, wawancara mendalam tidak semata-mata berfungsi sebagai tahap asesmen, tetapi juga sebagai intervensi terapeutik yang efektif dan berdampak langsung.

4. Penetapan Baseline

Penetapan baseline dilakukan untuk memperoleh ukuran awal atau kondisi dasar terkait permasalahan yang dialami klien sebelum intervensi terapi dilaksanakan. Baseline berfungsi sebagai titik acuan awal yang memungkinkan terapis dan klien memantau perubahan yang terjadi sepanjang proses terapi secara lebih terstruktur dan objektif.

Pada permasalahan yang berkaitan dengan aspek emosional atau pengalaman subjektif, terapis dapat meminta klien menilai intensitas kondisi yang dialami menggunakan skala numerik, misalnya skala 1 sampai 10, pada indikator yang relevan seperti tingkat kecemasan, dorongan menunda, ketidakpercayaan diri, atau indikator lain yang sesuai dengan karakteristik masalah klien.

Namun, tidak semua jenis permasalahan dapat ditetapkan baseline secara langsung dalam bentuk ukuran yang dapat segera dievaluasi dalam sesi terapi. Pada permasalahan yang berkaitan dengan pola perilaku, kualitas tidur, kebiasaan, kinerja, relasi interpersonal, atau capaian finansial, baseline umumnya berupa data awal atau gambaran kondisi sebelum terapi, yang validasinya memerlukan observasi dan pengalaman klien dalam kehidupan nyata selama periode waktu tertentu.

Oleh karena itu, perubahan pada jenis permasalahan ini tidak selalu dapat diuji atau diverifikasi secara langsung dalam satu sesi terapi, melainkan memerlukan tindak lanjut dan pemantauan berkelanjutan.

Nilai baseline yang diperoleh didokumentasikan sebagai titik acuan untuk membandingkan kondisi sebelum dan sesudah intervensi. Pendekatan ini membantu terapis dan klien menilai arah dan kualitas perubahan yang terjadi, serta mengevaluasi efektivitas proses terapi secara lebih terukur, sistematis, dan berbasis data pengalaman klien.

5. Induksi, Pendalaman, dan Uji Kedalaman

Terapis memandu klien memasuki kondisi hipnosis melalui tahapan induksi, pendalaman, dan uji kedalaman, dengan tujuan mencapai tingkat kedalaman hipnosis yang optimal dan sesuai dengan kebutuhan serta teknik intervensi yang akan digunakan. Proses ini dilakukan secara bertahap, terstruktur, dan responsif terhadap kondisi subjektif klien.

Sebelum dan selama proses berlangsung, terapis wajib memastikan kesiapan psikologis klien, serta menjaga kenyamanan, rasa aman, dan stabilitas psikologis klien. Dalam setiap tahap, terapis menghormati martabat, hak, dan otonomi klien, serta memastikan bahwa klien tetap berada dalam kondisi yang terkendali dan kooperatif.

Terapis berkewajiban mengantisipasi, mencegah, dan menghindari setiap tindakan yang berpotensi menimbulkan risiko fisik maupun psikologis. Seluruh proses dilakukan dalam batas kompetensi profesional terapis, dengan tetap memantau respons klien secara berkelanjutan.

Apabila ditemukan indikasi ketidakamanan, ketidakstabilan, atau ketidaksiapan klien, terapis wajib segera menyesuaikan, memperlambat, atau menghentikan proses secara tepat dan bertanggung jawab demi menjaga keselamatan serta kesejahteraan klien.

6. Intervensi Terapeutik

Terapis melaksanakan intervensi terapeutik berdasarkan formulasi profesional, kondisi, dan kebutuhan klien, dengan menggunakan strategi dan teknik yang sesuai dalam kerangka pendekatan Dual Layer Therapy.

Pendekatan ini menekankan penerapan dua strategi terapeutik yang saling terkait, yaitu strategi yang berfokus pada penelusuran dan penyelesaian akar masalah emosional yang mendasari, serta strategi yang bertujuan memperkuat struktur psikologis dan kapasitas adaptif klien dalam menghadapi situasi kehidupan secara lebih sehat dan konstruktif. Melalui integrasi kedua strategi ini, proses terapi diarahkan untuk menghasilkan perubahan yang mendalam, terarah, dan berkelanjutan.

Dalam setiap tindakan, terapis wajib mengutamakan keselamatan, martabat, dan kepentingan terbaik klien, menjaga integritas proses terapeutik, serta tidak melakukan intervensi di luar batas kompetensinya.

Apabila diperlukan, terapis berkewajiban menunda, menyesuaikan, atau menghentikan intervensi, serta melakukan rujukan kepada tenaga kesehatan atau profesional yang berwenang demi keselamatan dan kepentingan terbaik klien.

7. Pengujian Hasil Terapi

Pengujian hasil terapi merupakan hak klien dan wajib dilakukan untuk mengevaluasi perubahan kondisi klien setelah pelaksanaan intervensi terapeutik. Pada tahap ini, melalui pemanfaatan daya imajinasi dan mekanisme trance logic pikiran bawah sadar, klien dipandu untuk membayangkan dan mengalami kembali situasi atau kondisi yang sebelumnya memicu respons emosi yang tidak adaptif, dalam kerangka yang aman dan terkendali.

Selanjutnya, terapis meminta klien menilai kembali intensitas masalah menggunakan skala yang sama sebagaimana digunakan pada tahap baseline, kemudian membandingkannya dengan kondisi awal untuk mengidentifikasi arah, derajat, dan kualitas perubahan yang terjadi.

Perlu dipahami bahwa tidak semua jenis permasalahan dapat menunjukkan perubahan yang dapat diverifikasi secara langsung dalam satu sesi terapi. Pada permasalahan yang bersifat emosional atau pengalaman subjektif, perubahan intensitas umumnya dapat diamati secara segera. Namun, pada permasalahan yang berkaitan dengan pola perilaku, kebiasaan, kualitas tidur, relasi interpersonal, kinerja, atau capaian fungsional lainnya, evaluasi hasil sering kali memerlukan observasi lanjutan dalam konteks kehidupan nyata klien selama periode waktu tertentu.

Proses pengujian ini bertujuan memperoleh indikasi perubahan yang terukur dan sistematis, sekaligus membantu menilai efektivitas intervensi yang telah dilakukan. Hasil evaluasi menjadi dasar pertimbangan profesional dalam menentukan langkah selanjutnya, termasuk kebutuhan penguatan (reinforcement), penjadwalan sesi lanjutan, penyesuaian strategi intervensi, atau terminasi terapi apabila tujuan terapeutik telah tercapai sesuai indikator keberhasilan terapi.

8. Pengakhiran

Terapis mengakhiri proses hipnoterapi dengan memandu klien kembali ke kondisi sadar penuh melalui prosedur reorientasi yang bertahap, aman, dan terkendali. Terapis wajib memastikan klien berada dalam kondisi stabil secara psikologis, memiliki orientasi yang baik terhadap diri, waktu, dan lingkungan, serta siap melanjutkan aktivitas sehari-hari sebelum sesi dinyatakan selesai.

Sebelum mengakhiri sesi, terapis melakukan pengecekan kondisi akhir klien, termasuk respons emosional, tingkat kenyamanan, dan stabilitas umum. Terapis juga memberikan peneguhan, klarifikasi, atau arahan yang diperlukan, termasuk anjuran tindak lanjut yang relevan dengan proses terapi.

9. Tindak Lanjut (Follow-up)

Terapis melakukan tindak lanjut untuk memantau perkembangan kondisi klien serta memastikan keberlanjutan manfaat terapeutik yang telah dicapai. Tindak lanjut bertujuan mengevaluasi stabilitas perubahan, mengidentifikasi kebutuhan lanjutan, serta mendukung proses integrasi hasil terapi dalam kehidupan sehari-hari klien.

Bentuk tindak lanjut dapat berupa pemantauan berkala, penguatan hasil terapi, klarifikasi, atau pemberian arahan profesional sesuai dengan kebutuhan dan kondisi klien. Seluruh proses dilakukan dengan tetap menjaga batas profesional, menjunjung tinggi prinsip etika praktik, serta melindungi kerahasiaan informasi klien.

Apabila diperlukan, terapis dapat merekomendasikan sesi lanjutan, strategi pendukung, atau rujukan profesional lain secara tepat dan bertanggung jawab, demi menjaga keberlangsungan perubahan yang adaptif dan kesejahteraan klien.

10. Sesi Lanjutan atau Terminasi

Berdasarkan hasil evaluasi profesional, terapis menentukan kebutuhan untuk melanjutkan sesi terapi atau mengakhiri layanan (terminasi). Keputusan ini didasarkan pada penilaian menyeluruh terhadap perkembangan kondisi klien, tingkat pencapaian tujuan terapi, serta kesiapan klien dalam mempertahankan perubahan secara mandiri.

Terminasi dilakukan apabila tujuan terapeutik telah tercapai secara optimal, klien menunjukkan tingkat kemandirian dan stabilitas yang baik, atau terdapat pertimbangan profesional lain yang sah, termasuk batas kompetensi, indikasi rujukan, atau kebutuhan pendekatan lain yang lebih sesuai.

Setiap keputusan mengenai sesi lanjutan maupun terminasi dilakukan secara objektif, bertanggung jawab, dan berlandaskan kepentingan terbaik klien, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip etika profesi, keselamatan, serta kesejahteraan klien.

GriyaHipnoterapiMalang.com

20/03/2026
๐Œ๐š๐ฌ๐š๐ฅ๐š๐ก ๐Š๐ž๐ฅ๐ฎ๐š๐ซ๐ ๐š ๐Œ๐ž๐ฆ๐ž๐ง๐ ๐š๐ซ๐ฎ๐ก๐ข ๐๐ž๐ซ๐ค๐ž๐ฆ๐›๐š๐ง๐ ๐š๐ง ๐Ž๐ญ๐š๐ค ๐€๐ง๐š๐ค"Proses terapi di ruang praktik kami menemukan bahwa klien yang berma...
10/03/2026

๐Œ๐š๐ฌ๐š๐ฅ๐š๐ก ๐Š๐ž๐ฅ๐ฎ๐š๐ซ๐ ๐š ๐Œ๐ž๐ฆ๐ž๐ง๐ ๐š๐ซ๐ฎ๐ก๐ข ๐๐ž๐ซ๐ค๐ž๐ฆ๐›๐š๐ง๐ ๐š๐ง ๐Ž๐ญ๐š๐ค ๐€๐ง๐š๐ค

"Proses terapi di ruang praktik kami menemukan bahwa klien yang bermasalah secara mental, emosi, atau perilaku, akar masalahnya, lebih dari 95%, berasal dari pengalaman yang dialami individu saat dalam kandungan dan sepuluh tahun pertama hidupnya. Berikut ini adalah hasil penelitian yang memvalidasi temuan kami. Silakan dibagikan agar lebih banyak orangtua mengetahui hal ini. (Adi W Gunawan)

Kekerasan yang anak alami pada rentang usia 0 โ€“ 11 tahun mengakibatkan cerebellum (otak kecil) berukuran lebih kecil dari normal. Studi menemukan bahwa mereka yang di masa kecilnya mengalami masalah dalam keluarga ternyata mengalami peningkatan risiko masalah mental di kemudian hari.

Ini adalah salah satu studi pertama melihat hubungan antara masalah keluarga, mulai yang ringan hingga moderat, dan perkembangan otak (Walsh, dkk., 2014).

Dalam studi ini, para orangtua dari 58 anak remaja ditanya mengenai pengalaman hidup negatif yang anak-anak mereka alami sejak lahir hingga usia 11 tahun. Dan para remaja ini juga diminta melaporkan setiap pengalaman negatif yang mereka alami dalam kurun waktu 12 bulan terakhir pada usia antara 14 dan 17 tahun.

Data yang diperoleh melalui pemindaian otak pada anak remaja dengan rentang usia antara 17 dan 19 tahun menemukan bahwa mereka yang mengalami masalah-masalah di tahun-tahun awal kehidupannya, seperti orangtua yang sering bertengkar, atau kurang mendapat perhatian dan kasih sayang, memiliki cerebellum berukuran lebih kecil dari orang pada umumnya.

Cerebellum adalah wilayah otak yang antara lain berperan dalam memelajari keterampilan baru dan mengendalikan stres. Ini dapat menjadi penanda bagi masalah psikologis pada kehidupan mereka kelak karena cerebellum yang kecil secara konsisten berkaitan dengan gangguan mental serius.

Pimpinan studi ini, Nicholas Walsh, menjelaskan, โ€œKita menemukan bahwa apa yang anak alami pada masa kecil dan awal remaja, bahkan dalam bentuk masalah keluarga yang sifatnya moderat, tidak hanya bentuk kekerasan parah, pengabaian dan perlakuan salah, dapat memengaruhi perkembangan otak remaja. Kami juga berpendapat bahwa cerebellum yang lebih kecil dapat menjadi indikator masalah kesehatan mental di kemudian hari. Mengurangi paparan anak kepada lingkungan sosial yang kasar selama masa awal kehidupan dapat meningkatkan pertumbuhan otak dan mengurangi risiko kesehatan mental saat dewasa.โ€

Salah satu temuan menarik, di luar dugaan, yaitu anak-anak yang mengalami masalah saat mereka berusia sekitar 14 tahun ternyata menunjukkan peningkatan volume otak saat berusia 17-19 tahun. Temuan ini mengindikasikan bahwa stres ringan di awal masa remaja dapat membantu mengingkatkan data tahan mental.

Stres yang terjadi di masa kecil memengaruhi kondisi otak. Seperti kita ketahui, dari penelitian, otak memiliki periode sensitif di tahun-tahun awal kehidupan. Selama masa awal kehidupan anak, otak sangat rentan terhadap stres dan situasi lain yang berpengaruh negatif pada pertumbuhannya.

Ditulis oleh guru saya DR. DR. Adi W. Gunawan, CCH
Sumber: PsyBlog (https://goo.gl/rHCwXg)

๐’๐ญ๐š๐ง๐๐š๐ซ ๐๐ž๐ฅ๐š๐ฒ๐š๐ง๐š๐ง ๐‡๐ข๐ฉ๐ง๐จ๐ญ๐ž๐ซ๐š๐ฉ๐ข ๐€๐–๐†๐ˆPelayanan hipnoterapi di lingkungan AWGI (Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology)...
03/03/2026

๐’๐ญ๐š๐ง๐๐š๐ซ ๐๐ž๐ฅ๐š๐ฒ๐š๐ง๐š๐ง ๐‡๐ข๐ฉ๐ง๐จ๐ญ๐ž๐ซ๐š๐ฉ๐ข ๐€๐–๐†๐ˆ

Pelayanan hipnoterapi di lingkungan AWGI (Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology) dilaksanakan secara sistematis, terstruktur, dan berlandaskan prinsip keselamatan, etika profesi, serta kepentingan terbaik klien.

Setiap proses terapeutik dirancang untuk memastikan bahwa penanganan dilakukan secara profesional, terukur, dan bertanggung jawab, mulai dari tahap asesmen awal hingga evaluasi dan tindak lanjut.

Standar ini menjadi pedoman bagi hipnoterapis AWGI dalam memberikan layanan yang konsisten, aman, dan efektif, sekaligus memastikan bahwa setiap intervensi dilakukan sesuai dengan kompetensi profesional, kebutuhan dan kebaikan klien.

Pelayanan hipnoterapi yang dilaksanakan oleh hipnoterapis AWGI dilakukan melalui tahapan berikut....

Selengkapnya di https://adiwgunawan.com/standar_pelayanan

๐€๐ฉ๐š ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐๐ข๐๐š๐ฉ๐š๐ญ๐ค๐š๐ง ๐๐š๐ฅ๐š๐ฆ ๐ฐ๐จ๐ซ๐ค๐ฌ๐ก๐จ๐ฉ ๐“๐‡๐“?Sebuah teknik swaterapi untuk menetralisir emosi negatif yang mengganggu dan meng...
27/01/2026

๐€๐ฉ๐š ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐๐ข๐๐š๐ฉ๐š๐ญ๐ค๐š๐ง ๐๐š๐ฅ๐š๐ฆ ๐ฐ๐จ๐ซ๐ค๐ฌ๐ก๐จ๐ฉ ๐“๐‡๐“?

Sebuah teknik swaterapi untuk menetralisir emosi negatif yang mengganggu dan menghambat hidup.

Emosi sejatinya harus diekspresikan, baik keluar maupun ke dalam diri. Jika diekspresikan keluar maka berupa ucapan dan perilaku.

Jika diekspresikan ke dalam maka jika ini berupa emosi negatif akan diekspresikan ke organ tubuh fisik yang biasa dikenal dengan sakit psikosomatis sepeti sakit maag, GERD, leher pundak punggung kaku, tangan kaki dingin, dll

๐’๐ž๐›๐ž๐ซ๐š๐ฉ๐š ๐ฉ๐ž๐ง๐ญ๐ข๐ง๐ ๐ง๐ฒ๐š ๐ค๐ž๐ฌ๐ž๐ก๐š๐ญ๐š๐ง ๐ฆ๐ž๐ง๐ญ๐š๐ฅ?

Sehat secara tubuh fisik artinya tidak sakit akibat adanya virus atau bakteri.

Sedangkan sehat secara mental artinya tidak sakit akibat emosi negatif dalam diri seperti sakit hati, terluka, kemarahan, kesedihan mendalam, kecewa, putus asa, merasa tidak dihargai, merasa tidak mampu, dll.

Agar mengalami sehat secara mental harus dimulai dengan membereskan berbagai emosi negatif dalam diri yang masih melekat pada pengalaman di masa lalu yang belum terselesaikan.

Salah satu cara yang telah terbukti efektif agar sehat secara mental dengan membereskan emosi negatif dalam diri adalah dengan melakukan swaterapi The Heart Technique (THT)

๐„๐ฆ๐ฉ๐š๐ญ ๐œ๐š๐ซ๐š ๐จ๐ซ๐š๐ง๐  ๐๐š๐ฅ๐š๐ฆ ๐ฆ๐ž๐ฆ๐ฉ๐ž๐ซ๐ฅ๐š๐ค๐ฎ๐ค๐š๐ง ๐ž๐ฆ๐จ๐ฌ๐ข, ๐ค๐ก๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ฌ๐ง๐ฒ๐š ๐ž๐ฆ๐จ๐ฌ๐ข ๐ง๐ž๐ ๐š๐ญ๐ข๐Ÿ:

1. Menekan ke dalam diri, ini berbahaya karena artinya diekspresikan ke dalam diri dan mempengaruhi kesehatan organ tubuh.

2. Menyangkal, ini juga tidak baik karena emosi menuntut untuk diakui keberadaannya.

3. Mengalihkan, kelihatannya baik tapi sebenarnya emosi tetap ada dan akan terus menuntut untuk diekspresikan.

4. Mengakui dan melepaskannya, ini yang benar dan tepat yaitu melepaskan keluar dari sistem psikis dan tubuh fisik. Salah satu cara yang terbukti efektif adalah dengan swaterapi The Heart Technique (THT)

๐—œ๐—ป๐—ณ๐—ผ๐—ฟ๐—บ๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—ฑ๐—ฒ๐˜๐—ฎ๐—ถ๐—น ๐˜๐—ฒ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ง๐—ต๐—ฒ ๐—›๐—ฒ๐—ฎ๐—ฟ๐˜ ๐—ง๐—ฒ๐—ฐ๐—ต๐—ป๐—ถ๐—พ๐˜‚๐—ฒ (๐—ง๐—›๐—ง), ๐˜€๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ท๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—บ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—น๐˜‚๐—ถ ๐—น๐—ถ๐—ป๐—ธ ๐—ฑ๐—ถ ๐—ฏ๐—ฎ๐˜„๐—ฎ๐—ต ๐—ถ๐—ป๐—ถ ๐Ÿ‘‡

GriyaHipnoterapiMalang.com

Adi W. Gunawan Institute adalah pusat pelatihan, pendidikan, dan sertifikasi hipnoterapi di Indonesia, klinik hipnoterapi klinis, konsultasi, mengatasi masalah psikologis, mental, emosi, dan perilaku.

[๐Œ๐€๐‹๐€๐๐†]๐—ช๐Ž๐‘๐Š๐’๐‡๐Ž๐ ๐“๐‡๐„ ๐‡๐„๐€๐‘๐“ ๐“๐„๐‚๐‡๐๐ˆ๐๐”๐„ยฎ๏ธ๐“๐‡๐„ ๐‡๐„๐€๐‘๐“ ๐“๐„๐‚๐‡๐๐ˆ๐๐”๐„ยฎ๏ธ adalah teknik swaterapi yang diciptakan oleh ๐ƒ๐ซ. ๐ƒ๐ซ. ๐€๐๐ข ๐–. ...
15/01/2026

[๐Œ๐€๐‹๐€๐๐†]

๐—ช๐Ž๐‘๐Š๐’๐‡๐Ž๐ ๐“๐‡๐„ ๐‡๐„๐€๐‘๐“ ๐“๐„๐‚๐‡๐๐ˆ๐๐”๐„ยฎ๏ธ

๐“๐‡๐„ ๐‡๐„๐€๐‘๐“ ๐“๐„๐‚๐‡๐๐ˆ๐๐”๐„ยฎ๏ธ adalah teknik swaterapi yang diciptakan oleh ๐ƒ๐ซ. ๐ƒ๐ซ. ๐€๐๐ข ๐–. ๐†๐ฎ๐ง๐š๐ฐ๐š๐ง, ๐’๐“., ๐Œ๐๐. ๐‚๐‚๐‡ยฎ๏ธ., telah diajarkan kepada lebih dari ๐Ÿ‘๐ŸŽ.๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ peserta dari dalam dan luar negeri.

๐“๐‡๐„ ๐‡๐„๐€๐‘๐“ ๐“๐„๐‚๐‡๐๐ˆ๐๐”๐„ยฎ๏ธ telah teruji dan terbukti sangat efektif mengatasi beragam masalah emosi dan perilaku seperti luka batin, ketakutan, kecemasan, kesedihan mendalam, fobia, perasaan diri tidak berharga, tidak percaya diri, perasaan bersalah, adiksi, s**a menunda, dan beragam kondisi tidak kondusif lainnya.

Pastikan Anda menjadi bagian dari mereka yang bertumbuh dengan mengikuti workshop ๐“๐‡๐„ ๐‡๐„๐€๐‘๐“ ๐“๐„๐‚๐‡๐๐ˆ๐๐”๐„ยฎ๏ธ.

๐Ÿ“† ๐Œ๐ข๐ง๐ ๐ ๐ฎ, ๐Ÿ๐Ÿ“ ๐…๐ž๐›๐ซ๐ฎ๐š๐ซ๐ข ๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ๐Ÿ”
โฐ ๐๐ฎ๐ค๐ฎ๐ฅ ๐ŸŽ๐Ÿ—.๐ŸŽ๐ŸŽ - ๐Ÿ๐Ÿ.๐ŸŽ๐ŸŽ ๐—ช๐ˆ๐

๐Ÿ ๐Ÿ“
๐‡๐จ๐ญ๐ž๐ฅ ๐’๐จ๐ฅ๐š๐ซ๐ข๐ฌ
๐‰๐ฅ. ๐‘๐š๐ฒ๐š ๐Š๐š๐ซ๐š๐ง๐ ๐ฅ๐จ ๐๐จ. ๐Ÿ”๐Ÿ—
๐Œ๐š๐ฅ๐š๐ง๐ 

๐Ÿ—ฃ๏ธ Trainer:
๐๐ฎ๐ซ๐ง๐จ๐ฆ๐จ, ๐’๐“., ๐‚๐‡๐ญยฎ๏ธ, ๐‚๐“.
- Certified Trainer The Heart Techniqueยฎ๏ธ
- Certified Hypnotherapist

๐Ÿ’ฐ ๐ƒ๐จ๐ง๐š๐ฌ๐ข: ๐‘๐ฉ. ๐Ÿ๐Ÿ“๐ŸŽ.๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ,-
(mendapatkan 1 buah buku THT seharga Rp 350.000,-)

Mohon isi formulir pendaftaran berikut ini:
https://bit.ly/FormTHT_15Feb2026

๐˜š๐˜ฆ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ด๐˜ช ๐˜ง๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช๐˜ณ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ง๐˜ต๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ด๐˜ช ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ข, ๐˜ด๐˜ฃ๐˜ฃ:
๐˜™๐˜ฑ 2๐Ÿป๐Ÿถ.๐Ÿถ๐Ÿถ๐Ÿถ + ๐Ÿน ๐˜ฅ๐˜ช๐˜จ๐˜ช๐˜ต ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ณ ๐˜๐˜— ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ.

๐‚๐จ๐ง๐ญ๐จ๐ก:
Nomor HP 0812 3456 789, maka donasi yang dikirimkan adalah:
Rp 250.000 + 789 = Rp 250.789

๐‘๐ž๐ค๐ž๐ง๐ข๐ง๐ :
๐๐š๐ง๐ค ๐๐‚๐€
๐š.๐ง ๐’๐š๐›๐š๐ญ๐ก๐ž๐ฅ๐ข๐š ๐’๐’
๐š.๐œ ๐Ÿ‘๐Ÿ๐Ÿ”-๐Ÿ๐Ÿ‘๐Ÿ—-๐Ÿ’๐Ÿ•๐Ÿ”๐Ÿ•

๐Œ๐จ๐ก๐จ๐ง ๐ฆ๐ž๐ง๐ ๐ข๐ซ๐ข๐ฆ๐ค๐š๐ง ๐›๐ฎ๐ค๐ญ๐ข ๐ญ๐ซ๐š๐ง๐ฌ๐Ÿ๐ž๐ซ ๐ค๐ž ๐–๐€ ๐ŸŽ๐Ÿ–๐Ÿ“๐Ÿ ๐Ÿ“๐Ÿ”๐Ÿ“๐Ÿ‘ ๐ŸŽ๐Ÿ–๐Ÿ๐ŸŽ (๐€๐๐ฆ๐ข๐ง)

๐’๐ž๐ฆ๐ข๐ง๐š๐ซ ๐๐š๐ซ๐ž๐ง๐ญ๐ข๐ง๐ ๐Œ๐ž๐ง๐๐ข๐๐ข๐ค ๐ญ๐š๐ง๐ฉ๐š ๐Œ๐ž๐ง๐ข๐ง๐ ๐ ๐š๐ฅ๐ค๐š๐ง ๐“๐ซ๐š๐ฎ๐ฆ๐š ๐›๐š๐ ๐ข ๐€๐ง๐š๐คMinggu, 11 Januari 2026 Aston Inn, LumajangSebuah kesempata...
13/01/2026

๐’๐ž๐ฆ๐ข๐ง๐š๐ซ ๐๐š๐ซ๐ž๐ง๐ญ๐ข๐ง๐ 
๐Œ๐ž๐ง๐๐ข๐๐ข๐ค ๐ญ๐š๐ง๐ฉ๐š ๐Œ๐ž๐ง๐ข๐ง๐ ๐ ๐š๐ฅ๐ค๐š๐ง ๐“๐ซ๐š๐ฎ๐ฆ๐š ๐›๐š๐ ๐ข ๐€๐ง๐š๐ค
Minggu, 11 Januari 2026
Aston Inn, Lumajang

Sebuah kesempatan yang luar biasa menjadi narasumber untuk berbagi satu materi parenting yang sangat penting untuk diketahui dan dipahami oleh orangtua, yaitu bagaimana memperlakukan dan mendidik anak tanpa meninggalkan trauma bagi anak di masa depan.

Seminar ini diselenggarakan oleh lembaga ๐Š๐จ๐ง๐ข๐ฌ๐จ yang terbiasa menyelenggarakan seminar, workshop, coaching, mentoring, dll. Terima kasih ibu ๐‘๐š๐ญ๐ข๐ก ๐ˆ๐ฆ๐š๐ฌ ๐’๐., ๐‚๐๐’, untuk kesempatan berbagi materi ini. Terima kasih juga pada MC yang luar bisa berpengalaman yaitu mas ๐€๐๐ข ๐ˆ๐ซ๐š๐ฐ๐š๐ง, ๐’.๐๐ seorang kepala sekolah KB/TK Hompimpah, Surabaya. Dan terima kasih untuk semua peserta yang dengan antusias mengikuti seminar hingga akhir selama hampir 3 jam, serta para peserta yang bertanya untuk memuaskan rasa penasaran akan hal-hal penting yang sudah diterimanya.

Semoga melalui seminar parenting di kota Lumajang ini bisa semakin banyak orangtua yang memiliki kesadaran diri untuk terus mengembangkan pengetahuan, wawasan dan pemahaman agar bisa menjadi orangtua profesional yang mampu menyampaikan rasa cintanya kepada anak-anak dengan cara yang benar tanpa meninggalkan trauma bagi anak di masa depan.

GriyaHipnoterapiMalang.com

~ Jangan pernah sesumbar sudah mengasihi Tuhan yang tidak kelihatan, jika belum bisa mengasihi sesama manusia yang kelih...
13/12/2025

~ Jangan pernah sesumbar sudah mengasihi Tuhan yang tidak kelihatan, jika belum bisa mengasihi sesama manusia yang kelihatan; Dan, janganlah berangan-angan sudah mengasihi sesama manusia, jika belum bisa mengasihi diri sendiri yang senantiasa bersama-sama sepanjang hidup ~

Sebuah refleksi "sangat sederhana" dari sebuah ayat di Kitab Suci Matius 22 : 39, bagaimana mengasihi diri sendiri adalah sesuatu yang penting!

Berikut saduran dari tulisan pendek dari rekan Hipnoterapis Klinis Ibu Kristin Liu, CCH

UTAMAKAN KEBAHAGIAAN DIRI SENDIRI

Mengutamakan kebahagiaan diri sendiri bukanlah tindakan yang egois. Ya, anda tidak salah baca!

Manusia dalam berinteraksi dengan sesama, entah itu keluarga, teman, maupun dengan manusia lain, seringkali menjadi abai dengan kepentingannya untuk diri sendiri.

Pernahkah anda terpaksa mengikuti kehendak orang lain dan mengabaikan keinginan diri sendiri?

Awalnya hal ini dilakukan untuk tujuan menyenangkan orang lain atau karena sungkan dan takut orang lain tersinggung.

Sayangnya jika dilakukan terus menerus, hal ini dapat menyebabkan kelelahan mental dan perasaan kosong di hati.

Banyak orang dengan mudah bisa memahami orang lain, tetapi sulit untuk memahami diri sendiri.

Jika anda memiliki kondisi seperti ini, maka inilah saat yang tepat untuk mengalihkan perhatian ke diri sendiri. Ya, ke diri sendiri!

Caranya :
- Berdirilah di depan cermin
- Terima diri anda seutuhnya
- Lihatlah sisi terbaik dari diri anda
- Katakan hanya hal-hal yang baik kepada diri anda sendiri
- Letakkan telapak tangan kanan anda di dada, pejamkan mata dan rasakan seolah ada aliran kebahagiaan yang mengaliri seluruh tubuh anda.

Jika bukan diri anda sendiri yang mengasihi diri anda seutuhnya, siapa lagi?

Biarlah kasih dari orang lain untuk anda hanya penambah saja. Kasih dari diri anda sendirilah yang utama!

Ingat! anda hanya bisa memberikan hal yang telah anda miliki.

Maka, jika anda ingin memberikan kebahagiaan kepada orang lain, pastikan diri anda memiliki kebahagiaan terlebih dahulu.

Kebahagiaan itu datangnya dari dalam diri, bukan dari luar!

Demikian adanya . . .
Demikian kenyataannya . . .

28/11/2025

Address

RS. Marsudi Waluyo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang 65153
Malang
65152

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Griya Hipnoterapi Malang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to Griya Hipnoterapi Malang:

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram

Category

Layanan Hipnoterapi di Malang Raya

Griya Hipnoterapi Malang adalah sebuah layanan hipnoterapi dan parenting di kota Malang. Kami menyediakan layanan berupa konsultasi, konseling, hipnoterapi dan parenting. Selain itu kami juga mengadakan seminar parenting dan workshop pengembangan diri berupa in-house training bagi SDM di perusahaan.

Hipnoterapi adalah sebuah teknik terapi yang sudah terbukti secara ilmiah mampu mengatasi berbagai masalah yang berhubungan dengan aspek mental, emosi dan pikiran dengan cepat dan efektif.