Pusat Layanan Disabilitas Universitas Brawijaya

Pusat Layanan Disabilitas Universitas Brawijaya Layanan disabilitas di Universitas Brawijaya

Pusat Layanan Disabilitas Universitas Brawijaya melayani dan meneliti isu disabilitas dari berbagai disiplin keilmuan.

Seringkali, masyarakat menganggap orang mini atau orang dengan dwarfisme sebagai hiburan atau keunikan (novelty), namun ...
18/01/2026

Seringkali, masyarakat menganggap orang mini atau orang dengan dwarfisme sebagai hiburan atau keunikan (novelty), namun Erin Pritchard membongkar realitas gelap di baliknya melalui konsep Midgetism.

Apa saja poin utama konsep tersebut?

1. Midgetism adalah istilah akademik untuk menjelaskan diskriminasi dan eksploitasi spesifik yang dialami orang dengan dwarfisme—perpaduan antara prasangka tinggi badan (heightism) dan diskriminasi disabilitas (disablism).

2. Kata tersebut memiliki sejarah kelam dari pertunjukan freak show dan digunakan untuk mendenyutkan opresi. Dr. Pritchard menegaskan bahwa kata ini bukan kondisi medis, melainkan istilah budaya yang menghina.

3. Praktik seperti gulat midget atau dwarf tossing adalah bentuk dehumanisasi. Hal ini membuat orang dengan dwarfisme dipandang seperti “hewan peliharaan” atau objek tontonan, bukan manusia yang setara.

4. Banyak representasi media yang memperlakukan orang dewasa dengan dwarfisme seperti anak kecil, terutama dalam hal seksualitas dan kecerdasan. Kita perlu representasi yang menghargai profesionalisme mereka, bukan sekadar “lucu” atau “menggemaskan”.

5. Dunia dirancang untuk tubuh non-difabel. Bahkan fasilitas difabel pun seringkali hanya fokus pada pengguna kursi roda, padahal orang dengan dwarfisme memiliki hambatan jangkauan tangan yang berbeda dan seringkali tidak terakomodasi oleh standar bangunan saat ini.

Dr. Pritchard menekankan bahwa perubahan hanya bisa terjadi jika masyarakat berhenti tertawa pada lelucon diskriminatif dan mulai mendengarkan pengalaman hidup mereka secara langsung.

Mari jadi sekutu yang lebih baik dengan memahami bahwa hak aksesibilitas dan penghormatan adalah milik semua orang, tanpa memandang ukuran tubuh.

Referensi:
Pritchard, Erin. 2023. Midgetism: The Exploitation and Discrimination of People with Dwarfism. London: Routledge.

EXPO PENDIDIKAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2026 Siapkan masa depanmu bersama Universitas Brawijaya!Bagi teman-teman difabel d...
17/01/2026

EXPO PENDIDIKAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2026

Siapkan masa depanmu bersama Universitas Brawijaya!
Bagi teman-teman difabel dan non-difabel, ayo hadir di Expo Pendidikan UB 2026 dan dapatkan informasi lengkap seputar program studi, jalur penerimaan mahasiswa baru, hingga pengalaman seru lainnya.

Tanggal: 22–25 Januari 2026
Lokas: Samantha Krida Universitas Brawijaya
GRATIS & TERBUKA UNTUK UMUM

- Booth seluruh fakultas
- Presentasi program akademik
- Talk show penerimaan mahasiswa baru
- Art, music, games & entertainment performance

Untuk siswa SMA/SMK/MA, guru BK, orang tua, dan masyarakat umum.

Info & pendaftaran: s.ub.ac.id/expoub2026
website: selma.ub.ac.id

Jangan lewatkan kesempatan mengenal UB lebih dekat!

26/12/2025

Selamat, Kak Faiz. 😊

22/12/2025

Selamat Kak Diffa atas gelar sarjana hukumnya.

Eits, Pak Rektor hampir dilewati begitu saja.

PendidikanInklusif Disability InclusiveEducation SDG4 SDG10 SDG17

18/12/2025

Kalau pas watsapan atau chattingan sama difabel netra, terus kita mau kirim emoticon atau sticker, itu terbaca screen reader mereka nggak sih?

Nah ini Kak Komang sharing gimana emoji atau stiker terbaca pembaca layar.

15/12/2025

41 mahasiswa difabel Universitas Brawijaya yang telah ditetapkan oleh Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, sebagai penerima beasiswa ADik Disabilitas 2025 mengikuti pembekalan beasiswa pada Jum'at-Sabtu, 12-13 Desember 2025.

Ulas BukuSunaura Taylor tentang disabilitas dan ekosistem yang terlukaSunaura Taylor, seorang seniman dan akademisi difa...
13/12/2025

Ulas Buku
Sunaura Taylor tentang disabilitas dan ekosistem yang terluka

Sunaura Taylor, seorang seniman dan akademisi difabel di Universitas California Berkeley, menulis “Disabled Ecologies” (2024) yang menggabungkan kajian disabilitas, ekologi politik, dan keadilan lingkungan. Buku ini menunjukkan bagaimana polusi industri “melumpuhkan” baik manusia maupun alam.

Taylor lahir di Tucson, Arizona, dengan arthrogryposis akibat kontaminasi air. Pengalamannya membentuk perspektif unik: kondisi disabilitas yang ia dan orang-orang alami bukan hanya masalah medis, tapi hasil dari sistem kapitalisme yang merusak lingkungan.

Taylor menjelaskan bahwa kerusakan lingkungan menciptakan kondisi disabilitas pada manusia dan makhluk hidup lainnya. Tubuh difabel menjadi saksi ketidakadilan ini. Disabilitas dan ekosistem saling membentuk satu sama lain.

Taylor menolak narasi “tragedi individu” atau “supercrip” yang mengabaikan penyebab sistemik. Ia menggunakan konsep “crip knowledge” untuk melihat bagaimana difabel memahami dan melawan kerusakan ekologi.

Di Tucson, perusahaan Hughes Aircraft membuang bahan kimia beracun seperti TCE ke tanah pada 1950-1980an, mengontaminasi air tanah. Hasilnya? Tingkat disabilitas bawaan lahir dan kanker melonjak, termasuk di keluarga Taylor. Ini contoh “ekologi yang terluka”.

Buku ini memperkaya perspektif kita tentang interseksionalitas keadilan lingkungan, isu disabilitas, dan aktivitas industri.

Referensi:
Taylor, Sunaura. 2024. Disabled Ecologies: Lessons from a Wounded Desert. Berkeley: University of California Press.

10/12/2025

Selamat, Kak Hirza (). Berkah ilmu dan amal selalu mengiringi. 😊

Satuan Tugas Layanan Disabilitas Universitas Ciputra (UC) Surabaya hadir berkunjung ke SLDPI UB pada Senin, 8 Desember 2...
09/12/2025

Satuan Tugas Layanan Disabilitas Universitas Ciputra (UC) Surabaya hadir berkunjung ke SLDPI UB pada Senin, 8 Desember 2025. Mereka terdiri dari enam perwakilan dosen dan tenaga kependidikan UC yang saat ini mempersiapkan layanan disabilitas.

Menurut Yehuda Abiel, S.Sos., M.A., ketua Satgas Layanan Disabilitas UC, saat ini ada beberapa mahasiswa UC yang teridentifikasi sebagai penyandang disabilitas. “Untuk itu kami berkunjung ke sini untuk belajar bagaimana praktik-praktik layanan yang perlu diterapkan,” ungkapnya.

Diskusi terkait penyelenggaraan layanan disabilitas pada kesempatan ini merentang dari proses penerimaan hingga pendampingan tugas akhir atau skripsi. Pengurus SLDPI UB menyambut baik inisiatif UC dan mendorong kampus-kampus di Indonesia untuk turut menyediakan layanan disabilitas.

05/12/2025

Kata-kata tak akan pernah habis untuk bilang terima kasih kepada volunteer. 🥹

By the way, selamat hari volunteer internasional.

03/12/2025

Selamat Hari Penyandang Disabilitas Internasional 2025. Kita gak usah mengadakan kegiatan, karena hari disabilitasnya udah tiap hari. Gkgkgkgkgk

02/12/2025

Nova Aurora Bawono, Sarjana Ilmu Komputer yang baru wisuda di UB merupakan penyandang disabilitas daksa pengguna kursi roda. Selama kuliah, ia mendapatkan beasiswa pendidikan Indonesia. Sebagai syarat lulus di Program Studi Teknik Informatika, ia meneliti tentang interactive gaming yang dapat berkontribusi meningkatkan aktivitas fisik penyandang disabilitas daksa.

Selamat, Kak Nova. Sukses selalu.

Address

Jalan Veteran
Malang
65145

Opening Hours

Monday 08:00 - 11:59
13:00 - 16:00
Tuesday 08:00 - 11:59
13:00 - 16:00
Wednesday 08:00 - 11:59
13:00 - 16:00
Thursday 08:00 - 11:59
13:00 - 16:00
Friday 08:00 - 11:00
13:00 - 16:00

Telephone

+628113030626

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pusat Layanan Disabilitas Universitas Brawijaya posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to Pusat Layanan Disabilitas Universitas Brawijaya:

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram