GG Medika

GG Medika Kami Siap Melayani BUKA 24 jam Setiap Hari

25/02/2022

   with ・・・Kemasan obat yang rusak atau berlubang tentu akan dapat membuat obat terpapar dengan udara maupun debu, sehin...
25/02/2022

with
・・・
Kemasan obat yang rusak atau berlubang tentu akan dapat membuat obat terpapar dengan udara maupun debu, sehingga dapat mengurangi efektivitas obat tersebut dan dapat saja malah memunculkan penyakit baru seperti diare.
Informasi ini disiarkan oleh Direktorat Pelayanan Kefarmasian, Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dalam rangka Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat).

   with ・・・Tanggal kedaluwarsa merupakan hari terakhir di mana produsen dapat menjamin keamanan suatu obat untuk digunak...
25/02/2022

with
・・・
Tanggal kedaluwarsa merupakan hari terakhir di mana produsen dapat menjamin keamanan suatu obat untuk digunakan. Anda dapat menemukannya pada label kemasan obat yang biasanya bersamaan dengan tanggal pembuatan dan dosis anjuran penggunaan obat.
Pabrik yang memproduksi suatu obat tidak menyarankan obat dikonsumsi setelah melewati tanggal kedaluwarsa pada kemasan tersebut. Manfaat obat bisa jadi telah berkurang atau menghilang setelah tanggal kedaluarsa tersebut.
Informasi ini disiarkan oleh Direktorat Pelayanan Kefarmasian, Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dalam rangka Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat).

   with ・・・Obat kedaluwarsa dapat menjadi kurang efektif atau berisiko, karena perubahan komposisi kimia atau manfaatnya...
25/02/2022

with
・・・
Obat kedaluwarsa dapat menjadi kurang efektif atau berisiko, karena perubahan komposisi kimia atau manfaatnya berkurang.
Bahkan, obat kedaluwarsa tertentu berisiko menjadi tempat bertumbuhnya bakteri dan antibiotik mungkin dapat gagal mengobati infeksi, yang kemudian akan menyebabkan penyakit yang lebih serius
Informasi ini disiarkan oleh Direktorat Pelayanan Kefarmasian, Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dalam rangka Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat).

  GeMa CerMat Kemenkes RI] with ・・・[CARA PENYIMPANAN OBAT]•Cara penyimpanan obat yang tidak tepat akan menyebabkan obat ...
25/02/2022

GeMa CerMat Kemenkes RI] with
・・・
[CARA PENYIMPANAN OBAT]

Cara penyimpanan obat yang tidak tepat akan menyebabkan obat lebih cepat rusak, walaupun belum kedaluwarsa. Selain harus memperhatikan kondisi penyimpanan, suhu juga penting. Terutama obat yang dapat dipengaruhi oleh suhu dan kelembaban udara. Jika terlalu panas atau terlalu dingin, obat dapat rusak, misalnya berubah bentuk atau bereaksi secara kimia.

Suhu penyimpanan obat:
a. 2-8°C, artinya obat disimpan dalam lemari pendingin, bukan di dalam freezer.
b. 15-30°C atau 25-30°C, artinya disimpan pada suhu ruangan biasa, bukan di dalam lemari pendingin (kulkas). Tidak boleh terlalu panas, misalnya di dekat jendela atau di atas kulkas.

Bacalah petunjuk penyimpanan pada kemasan obat atau tanyakan pada apoteker di apotek.

Informasi ini disiarkan oleh Direktorat Pelayanan Kefarmasian, Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dalam rangka Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat). Fanpage FB: Cerdas Gunakan Obat
Twitter & IG: GeMa CerMat Kemenkes RI]
Telegram: http://t.me/cerdasgunakanobat , http://t.me/diskusiobat
Email: gemacermat@kemkes.go.id


   with ・・・[CARA PENYIMPANAN OBAT]•Cara penyimpanan obat yang tidak tepat akan menyebabkan obat lebih cepat rusak, walau...
25/02/2022

with
・・・
[CARA PENYIMPANAN OBAT]

Cara penyimpanan obat yang tidak tepat akan menyebabkan obat lebih cepat rusak, walaupun belum kedaluwarsa. Selain harus memperhatikan kondisi penyimpanan, suhu juga penting. Terutama obat yang dapat dipengaruhi oleh suhu dan kelembaban udara. Jika terlalu panas atau terlalu dingin, obat dapat rusak, misalnya berubah bentuk atau bereaksi secara kimia.

Suhu penyimpanan obat:
a. 2-8°C, artinya obat disimpan dalam lemari pendingin, bukan di dalam freezer.
b. 15-30°C atau 25-30°C, artinya disimpan pada suhu ruangan biasa, bukan di dalam lemari pendingin (kulkas). Tidak boleh terlalu panas, misalnya di dekat jendela atau di atas kulkas.

Obat tablet, kapsul, sirup, salep, atau bentuk cairan tetes, umumnya disimpan pada suhu ruangan. Obat jenis ini tidak disimpan dalam lemari pendingin karena dapat rusak jika suhunya terlalu rendah, sehingga efeknya berkurang atau hilang, atau bahkan berbahaya. Kecuali obat sirup tertentu yang harus disimpan dalam lemari pendingin (suhu 2-8°C) seperti sirup amoksisilin-klavulanat (ko-amoksiklav).

Jenis obat yang juga harus disimpan di dalam lemari pendingin pada suhu 2-8°C yaitu suppositoria yang digunakan pada a**s dan ovula untuk va**na. Kedua jenis obat ini dapat meleleh pada suhu ruangan dan panas. Saat akan digunakan, suppositoria dan ovula dikeluarkan dari lemari pendingin dan didiamkan beberapa saat sampai suhunya normal. Kemudian dikeluarkan dari kemasannya dan dimasukkan ke dalam a**s atau va**na dengan tangan yang bersih atau menggunakan aplikator (alat bantu khusus) jika disediakan dalam kemasan.

Bacalah petunjuk penyimpanan pada kemasan obat atau tanyakan pada apoteker di apotek.

Informasi ini disiarkan oleh Direktorat Pelayanan Kefarmasian, Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dalam rangka Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat).


   with ・・・[CARA PENYIMPANAN OBAT]•Cara penyimpanan obat yang tidak tepat akan menyebabkan obat lebih cepat rusak, walau...
25/02/2022

with
・・・
[CARA PENYIMPANAN OBAT]

Cara penyimpanan obat yang tidak tepat akan menyebabkan obat lebih cepat rusak, walaupun belum kedaluwarsa. Selain harus memperhatikan kondisi penyimpanan, suhu penyimpanan juga menjadi penting. Terutama untuk obat yang dapat dipengaruhi oleh suhu dan kelembaban udara, cermati dengan baik petunjuk penyimpanan pada kemasan obat. Jika terlalu panas atau terlalu dingin, obat dapat rusak, misalnya berubah bentuk atau bereaksi secara kimia.

Jika tertulis suhu penyimpanan:
a. 2-8°C, artinya obat harus disimpan dalam lemari pendingin. Tetapi bukan di dalam freezer.
b. 15-30°C atau 25-30°C, artinya obat disimpan pada suhu ruangan biasa, bukan di dalam lemari pendingin (kulkas). Namun tidak boleh terlalu panas, misalnya di dekat jendela atau di atas kulkas.

Selain obat berbentuk tablet atau kapsul, bentuk obat lain yang umum disimpan pada suhu ruangan adalah obat sirup atau cairan. Obat sirup seharusnya tidak disimpan dalam lemari pendingin karena dapat rusak jika suhunya terlalu rendah. Akibatnya efek obat dapat berkurang atau hilang, atau bahkan berbahaya.

Kecuali untuk obat sirup tertentu yang harus disimpan dalam lemari pendingin (suhu 2-8°C) seperti sirup amoksisilin-klavulanat (ko-amoksiklav). Oleh sebab itu, baca dengan petunjuk penyimpanan pada kemasan obat atau tanyakan pada apoteker di apotek.

Simpanlah obat sirup di dalam kemasan aslinya (kotak) yang ditutup rapat dan di kotak/wadah khusus untuk obat di tempat kering, terlindung dari cahaya matahari langsung dan jauh dari jangkauan anak-anak. Obat sirup yang telah dibuka sebaiknya tidak digunakan lebih dari 6 bulan setelah dibuka, walaupun belum kedaluwarsa atau tidak terlihat ada kerusakan.

Informasi ini disiarkan oleh Direktorat Pelayanan Kefarmasian, Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dalam rangka Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat).


  GeMa CerMat Kemenkes RI] with ・・・[CARA PENYIMPANAN OBAT]•Sobat GeMa CerMat,Tahukah kamu?Cara penyimpanan obat yang tid...
25/02/2022

GeMa CerMat Kemenkes RI] with
・・・
[CARA PENYIMPANAN OBAT]

Sobat GeMa CerMat,
Tahukah kamu?
Cara penyimpanan obat yang tidak tepat, akan menyebabkan obat lebih cepat rusak, walaupun belum masuk masa daluwarsa.

Misalnya obat tablet atau kapsul, dapat rusak apabila terkena udara lembab atau cairan. Tablet dan kapsul dapat dirusak oleh jamur, bakteri, kondisi fisika atau reaksi kimia, yang menyebabkan obat mengalami perubahan dari bentuk semula. Akibatnya efek obat dapat berkurang atau hilang, atau bahkan berbahaya.

Yuk lebih cermat dalam menyimpan obat. Obat tablet atau kapsul jangan disimpan di tempat lembab ya. Misalnya di dalam lemari pendingin. Selain lembab, suhunya juga lebih rendah. Simpanlah obat tablet dan kapsul di dalam kemasan aslinya dan di kotak/wadah khusus untuk obat di tempat kering, terlindung dari cahaya matahari langsung dan jauh dari jangkauan anak-anak.

Informasi ini disiarkan oleh Direktorat Pelayanan Kefarmasian, Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dalam rangka Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat). Fanpage FB: Cerdas Gunakan Obat
Twitter & IG: GeMa CerMat Kemenkes RI]
Telegram: http://t.me/cerdasgunakanobat , http://t.me/diskusiobat
Email: gemacermat@kemkes.go.id


  GeMa CerMat Kemenkes RI] with ・・・[CARA MENYIMPAN OBAT]•Selain hal-hal yang harus diperhatikan pada penyimpanan obat ya...
25/02/2022

GeMa CerMat Kemenkes RI] with
・・・
[CARA MENYIMPAN OBAT]

Selain hal-hal yang harus diperhatikan pada penyimpanan obat yang sudah diposting sebelumnya, dua hal penting yang harus selalu diingat dalam menyimpan obat yaitu:
1. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Karena khawatir obat akan dimainkan oleh anak-anak sehingga berdampak bahaya.
2. Jauhkan obat dari sinar matahari langsung atau suhu panas, misalnya di dekat jendela , di atas kulkas atau di dekat kompor.

Penyimpanan obat dengan cara yang salah dapat berakibat pada kerusakan obat sehingga obat tidak lagi dapat digunakan atau berkurang/hilang efeknya dalam pengobatan.

Informasi ini disiarkan oleh Direktorat Pelayanan Kefarmasian, Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dalam rangka Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat). Fanpage FB: Cerdas Gunakan Obat
Twitter & IG: GeMa CerMat Kemenkes RI]
Telegram: http://t.me/cerdasgunakanobat, http://t.me/diskusiobat
Email: gemacermat@kemkes.go.id


   with ・・・[CARA MENYIMPAN OBAT]•Cara menyimpan obat yang tidak tepat dapat mempengaruhi efeknya karena obat dapat menga...
25/02/2022

with
・・・
[CARA MENYIMPAN OBAT]

Cara menyimpan obat yang tidak tepat dapat mempengaruhi efeknya karena obat dapat mengalami kerusakan, kadangkala tanpa kita sadari.

Obat adalah zat kimia yang dapat berubah kondisinya oleh udara dan kelembaban. Ini akan mempengaruhi bentuk obat yang masuk atau berinteraksi di dalam tubuh, sehingga akan mempengaruhi efeknya.

Kadang hal ini luput dari perhatian di rumah tangga, dan mungkin tidak disadari bahwa obat telah hilang atau berkurang khasiatnya akibat cara menyimpan yang salah.

Cara menyimpan obat: .
✅ Simpan obat dalam wadah/kemasan aslinya.
✅ Perhatikan petunjuk penyimpanan pada kemasan, atau tanya pd apoteker di apotek.
✅ Perhatikan suhu penyimpanan yang dianjurkan:
> Suhu 25 - 30°C: dalam ruangan biasa, bukan di lemari pendingin.
Usahakan suhu tidak terlalu panas (sejuk atau ber-AC)
> Suhu 2 - 8°C: dalam lemari pendingin, bukan di dalam freezer.
✅ Simpan obat di kotak obat atau wadah khusus, letakkan di tempat sejuk dan terlindung dari cahaya matahari langsung. Kecuali jika disebutkan harus disimpan di lemari pendingin, seperti suppositoria, ovula, dan insulin injeksi.
✅ Letakkan obat pada tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak.
❎ Jangan melepas etiket dari wadah atau kemasannya, karena banyak informasi yang terdapat di kemasan dan etiket, seperti nama obat, kandungan, cara penggunaan, cara penyimpanan, tanggal kedaluarsa, dll.
❎ Jangan simpan obat di dalam mobil untuk jangka waktu lama, karena suhu di dalam mobil yang panas atau tidak stabil dapat merusak obat.
✅ Perhatikan tanda-tanda kerusakan obat, walaupun belum kedaluarsa. Seperti perubahan bentuk, warna, rasa, bau, adanya endapan atau keruh pada cairan yang bening, dll.

Informasi ini disiarkan oleh Direktorat Pelayanan Kefarmasian, Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dalam rangka Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat).


  GeMa CerMat Kemenkes RI] with ・・・[CARA PENGGUNAAN OBAT]•Ovula merupakan obat yang khusus digunakan melalui va**na.•Car...
25/02/2022

GeMa CerMat Kemenkes RI] with
・・・
[CARA PENGGUNAAN OBAT]

Ovula merupakan obat yang khusus digunakan melalui va**na.

Cara penggunaan ovula dianjurkan dengan menggunakan alat bantu yang disebut Ovule Applicator (aplikator). Aplikator ovula bisa didapatkan di apotek.

Ovula biasanya diresepkan untuk penyakit terkait masalah kewanitaan. Karena penggunaannya harus dimasukkan ke dalam va**na, wanita yang belum menikah dapat mempertimbangkan jenis obat yang lain.

Keuntungan ovula antara lain:
- memberikan efek lokal sehingga efek samping ke seluruh tubuh dapat diminimalisir.
- langsung bekerja pada daerah yang dituju.

Cara menggunakan ovula:
- Cucilah tangan dengan bersih terlebih dahulu
- Posisikan tubuh pada kondisi berbaring menghadap ke atas.
- Pastikan alat bantu (aplikator) dalam keadaan bersih dan kering.
- Letakkan ovula pada ujung aplikator (yang lebih lebar).
- Masukkan aplikator sejauh mungkin sesuai kenyamanan.
- Tekan tombol 'release/plunger' agar obat terlepas dari aplikator.
- Keluarkan aplikator dari dalam va**na.

Ketika telah masuk ke dalam tubuh, ovula akan meleleh dengan sendirinya karena terpengaruh suhu tubuh. Begitupun dengan suhu ruangan, ovula akan meleleh, sehingga harus segera digunakan ketika kemasan sudah dibuka.

Simpanlah ovula dalam lemari pendingin dengan suhu antara 2-8 derajat celcius, tetapi bukan di dalam freezer.
Jauhkan dari jangkauan anak -anak.

Informasi ini disiarkan oleh Direktorat Pelayanan Kefarmasian, Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dalam rangka Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat). Fanpage FB: Cerdas Gunakan Obat
Twitter & IG: GeMa CerMat Kemenkes RI]
Telegram: http://t.me/cerdasgunakanobat, http://t.me/diskusiobat
Email: gemacermat@kemkes.go.id







  GeMa CerMat Kemenkes RI] with ・・・[CARA PENGGUNAAN OBAT]•SUPPOSITORIA•Suppositoria adalah sediaan obat padat berbentuk ...
25/02/2022

GeMa CerMat Kemenkes RI] with
・・・
[CARA PENGGUNAAN OBAT]

SUPPOSITORIA

Suppositoria adalah sediaan obat padat berbentuk seperti peluru yang dirancang untuk dimasukkan ke dalam a**s/rectum. •
Selain itu suppossitoria juga ada yang dimaksudkan untuk pemakaian dalam va**na (Suppositoria Va**na) atau Uretra (Suppositoria Uretra)

Keuntungan suppositoria antara lain:
- Dapat menghindari terjadinya iritasi pada lambung karena penggunaan obat oral (dengan cara menelan).
- Dapat menghindari kerusakan obat oleh enzim pencernaan dan asam lambung. - Efek obat lebih cepat karena obat langsung masuk ke dalam peredaran darah. - Mudah digunakan pada pasien yang muntah dan tidak sadar.

Cara menggunakan Suppositoria:
- Cucilah tangan dengan bersih terlebih dahulu
- Miringkan badan pada salah satu sisi tubuh dengan satu kaki ditekuk dan dirapatkan ke dada sementara kaki lainnya lurus. - Masukkan suppositoria dengan lembut ke dalam a**s. Jika perlu basahi sedikit ujung obat lebih dulu dengan air bersih kemudian dorong cukup jauh sehingga obat tidak akan keluar kembali. - Tahan dan rapatkan kaki atau jepit belahan pantat dengan tangan pada posisi berbaring selama beberapa menit. - Cuci kembali tangan dengan bersih.

Ketika digunakan pada suhu tubuh suppositoria akan meleleh dengan sendirinya sehingga harus segera digunakan ketika kemasan sudah dibuka.

Simpanlah suppositoria dalam lemari pendingin dengan suhu antara 2-8  C, tetapi bukan di dalam freezer.
Jauhkan dari jangkauan anak -anak. •
Informasi ini disiarkan oleh Direktorat Pelayanan Kefarmasian, Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dalam rangka Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat). Fanpage FB: Cerdas Gunakan Obat
Twitter & IG: GeMa CerMat Kemenkes RI]
Telegram: http://t.me/cerdasgunakanobat, http://t.me/diskusiobat
Email: gemacermat@kemkes.go.id








  GeMa CerMat Kemenkes RI] with ・・・[CARA PENGGUNAAN OBAT]•INHALER HIDUNG•Inhaler hidung, seringkali berisi campuran ment...
25/02/2022

GeMa CerMat Kemenkes RI] with
・・・
[CARA PENGGUNAAN OBAT]

INHALER HIDUNG

Inhaler hidung, seringkali berisi campuran menthol dan camphor, berfungsi membantu pasien melegakan hidung yang tersumbat pada kondisi seperti salesma.

Cara menggunakan:
1. Pastikan inhaler belum kedaluwarsa sebelum digunakan. Cermati cara penggunaan yang ditulis pada kemasan atau tanyakan pada Apoteker.
2. Gunakan sambil duduk atau berdiri tegak untuk memancarkan saat bernafas.
3. Buka tutup Inhaler. Jika nampak kotor dapat diberikan dengan tisu bersih.
4. Hirup inhaler dalam-dalam melalui lubang hidung. Gunakan sesuai kebutuhan.
5. Setelah selesai, tutup kembali Inhaler dan simpanlah ditempat yang kering dan terhindar panas.

Informasi ini disiarkan oleh Direktorat Pelayanan Kefarmasian, Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dalam rangka Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat). Fanpage FB: Cerdas Gunakan Obat
Twitter & IG: GeMa CerMat Kemenkes RI]
Telegram: http://t.me/cerdasgunakanobat , http://t.me/diskusiobat
Email: gemacermat@kemkes.go.id

   with ・・・INHALER (MULUT)•Inhaler adalah alat kesehatan yang berfungsi membantu pasien dalam kondisi sesak nafas sepert...
25/02/2022

with
・・・
INHALER (MULUT)

Inhaler adalah alat kesehatan yang berfungsi membantu pasien dalam kondisi sesak nafas seperti pada penyakit asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) atau bronchitis.

Inhaler membantu obat agar langsung menuju paru -paru. Dibandingkan obat minum, inhaler memberikan reaksi lebih cepat dan mengurangi sesak napas.

Ada beberapa jenis inhaler yaitu:

a. Metered Dose Inhaler (MDI)
Terdiri atas canister wadah obat dan mouthpiece untuk tempat menghirup sediaan. Canister mengandung obat dan propelan yaitu gas yang membantu obat terdispersi menjadi aerosol. Disarankan agar dihirup dengan napas yang pelan dan dalam.

b. Dry Powder Inhaler (DPI)
Mengandung obat dalam bentuk kapsul terpisah atau serbuk dalam disk catridge blister dan tidak mengandung propelan. Dikenal sebagai Breath Actuated Inhaler yaitu obat hanya dilepaskan ketika bernafas dengan cepat dan melalui inhaler. Lebih stabil karena berupa zat padat.

c. Nebuliser
Adalah alat kesehatan yang berfungsi mengubah obat cairan menjadi aerosol. Ada yang perlu diencerkan, ada yang tidak. Pengencer yang sering dipakai yaitu NaCl 0,9 % steril. Dosis obat yang digunakan lebih tinggi daripada inhaler. Digunakan dengan mouthpiece atau masker. Dapat digunakan pada pasien anak, lansia atau pasien tidak sadarkan diri, mudah digunakan dan tidak perlu napas dalam untuk menghirup obat.

d. Soft Mist Inhaler (SMI)
Mirip MDI, tapi tidak mengandung propelan. Obat diubah menjadi aerosol dengan menekan pegas di dalamnya. Lebih cepat memberikan reaksi, terutama pada pasien dengan kesulitan bernafas yang parah.


  GeMa CerMat Kemenkes RI] with ・・・[CARA PENGGUNAAN OBAT]•TETES HIDUNG•Tetes hidung adalah obat berbentuk cair, umumnya ...
25/02/2022

GeMa CerMat Kemenkes RI] with
・・・
[CARA PENGGUNAAN OBAT]

TETES HIDUNG

Tetes hidung adalah obat berbentuk cair, umumnya dlm botol, yang digunakan dengan cara diteteskan kedalam hidung.
Umumnya tetes hidung digunakan untuk meredakan hidung yang tersumbat

Cara menyimpan, batas penggunaan, hingga cara menggunakan dapat dilihat pada kemasan maupun ditanyakan pada apoteker.

Kecuali dinyatakan lain, cara penggunaan obat tetes hidung secara umum sebagai berikut :
a. Bersihkan hidung yang sakit.
b. Duduk dan tengadah, atau berbaring dengan meletakkan bantal di bawah punggung, bagian belakang kepala dirapatkan di punggung.
c. Masukkan ujung penetes obat ke dalam lubang hidung.
d. Teteskan obat sesuai dosis yang disarankan dokter.
e. Tekuk kepala ke depan ke arah lutut dan gerakan dengan pelan ke kiri dan ke kanan. Tetaplah dalam posisi ini selama 1 menit.
f. Setelah beberapa detik, duduklah tegak kembali, obat akan mengalir turun ke dalam saluran nafas.
g. Bilas penetes obat dengan air hangat. Segera tutup botol obat tetes.
h. Cuci tangan sampai bersih.

Cermati dengan jelas informasi pada kemasan obat dan leafletnya, tanyakan informasi penggunaan dan cara penyimpanan obat tetes hidung pada apoteker.

Informasi ini disiarkan oleh Direktorat Pelayanan Kefarmasian, Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dalam rangka Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat). Fanpage FB: Cerdas Gunakan Obat
Twitter & IG: GeMa CerMat Kemenkes RI]
Telegram: http://t.me/cerdasgunakanobat , http://t.me/diskusiobat
Email: gemacermat@kemkes.go.id

   with ・・・[CARA PENGGUNAAN OBAT]•TETES TELINGA•Tetes telinga merupakan obat tetes berupa larutan atau emulsi, yang dite...
25/02/2022

with
・・・
[CARA PENGGUNAAN OBAT]

TETES TELINGA

Tetes telinga merupakan obat tetes berupa larutan atau emulsi, yang diteteskan ke dalam rongga telinga untuk memberikan efek lokal.

Umumnya mengandung antibiotik dan/atau anti-radang, minyak mineral, atau cairan pembersih telinga. Digunakan untuk mengatasi infeksi, radang, atau membantu mengeluarkan kotoran telinga.
Tetes telinga yang mengandung antibiotik hanya digunakan untuk infeksi bakteri dan harus dengan resep dokter.

Jaga kebersihan obat tetes telinga. Untuk mendapatkan hasil maksimal, perhatikan cara memposisikan telinga (berdasarkan usia) sebelum diteteskan. Informasi ini dapat dilihat pada kemasan maupun ditanyakan pada apoteker di apotek.

Cara penggunaan obat:
a. Cuci tangan dengan air dan sabun.
b. Pastikan kondisi ujung botol atau pipet tetes tidak rusak.
c. Bersihkan telinga bagian luar dengan air hangat atau kain lembab dengan hati-hati, kemudian keringkan.
d. Genggam botol obat tetes telinga selama 1-2 menit, untuk menghangatkan.
e. Kocok perlahan.
f. Miringkan kepala hingga telinga yang sakit menghadap ke atas. Untuk meluruskan saluran telinga:
- anak 3 tahun dan dewasa: tarik daun telinga ke atas dan belakang
g. Teteskan obat sesuai dosis pada lubang telinga.
h. Tekan secara lembut anak telinga atau gunakan kapas steril untuk menyumbat lubang telinga agar obat dapat mencapai dasar saluran telinga. Pertahankan posisi kepala 2-3 menit.
i. Pasang kembali tutup botol obat dengan rapat.
j. Cuci tangan dengan air dan sabun untuk membersihkan sisa obat yang mungkin menempel.
k. Jika perlu, minta bantuan orang lain untuk meneteskan obat.

Cermati informasi pada kemasan dan leaflet obat, tanya informasi cara penggunaan dan penyimpanan, dll pada apoteker.

Informasi ini disiarkan oleh Direktorat Pelayanan Kefarmasian, Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dalam rangka Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat).

  GeMa CerMat Kemenkes RI] with ・・・[CARA PENGGUNAAN OBAT]•TETES MATA•Tetes mata adalah sediaan cair steril (bebas mikrob...
25/02/2022

GeMa CerMat Kemenkes RI] with
・・・
[CARA PENGGUNAAN OBAT]

TETES MATA

Tetes mata adalah sediaan cair steril (bebas mikroba) yang digunakan dengan cara meneteskan obat tersebut pada selaput lendir mata. Tetes mata ditujukan untuk memberikan efek pengobatan lokal pada permukaan mata atau pada mata bagian dalam.

Sebelum menggunakan, pastikan tetes mata masih dalam keadaan layak pakai, misalnya ujung botol tidak rusak atau berkerak. Selain itu batas kedaluwarsa untuk sediaan botol lazimnya 1 bulan setelah kemasan pertama kali dibuka, sedangkan yang bentuknya minidose maksimal 3 x 24 jam. Informasi ini dapat dilihat pada kemasan maupun ditanyakan pada apoteker.

Cara penggunaan obat:
a. Cuci bersih tangan sebelum menggunakan salep mata dengan air mengalir dan sabun
b. Hindari sentuhan langsung ujung botol dengan mata, tangan atau permukaan lain
c. Tengadahkan kepala ke belakang, tarik kelopak mata bagian bawah dengan telunjuk (seperti pada gambar), sehingga kelopak mata membentuk kantung
d. Pegang botol sedekat mungkin dengan kelopak mata yang dekat pangkal hidung tanpa menyentuh bulu mata atau kulit
e. Tekan botol tetes secara perlahan sampai jumlah tetes yang diperlukan sesuai aturan pakai
f. Tutup mata selama 1- 2 detik agar obatnya tersebar merata, Jika ada, bersihkan sisa cairan yang keluar dengan tisu bersih
g. Segera tutup botol tetes mata untuk menghindari kontaminasi, simpan dalam kotak obat dan cuci tangan dengan air mengalir dan sabun.

Cermati dengan jelas informasi pada kemasan obat dan leafletnya, tanyakan informasi penggunaan dan cara penyimpanan obat tetes mata pada apoteker.

Informasi ini disiarkan oleh Direktorat Pelayanan Kefarmasian, Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dalam rangka Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat). Fanpage FB: Cerdas Gunakan Obat
Twitter & IG: GeMa CerMat Kemenkes RI]
Telegram: http://t.me/cerdasgunakanobat , http://t.me/diskusiobat
Email: gemacermat@kemkes.go.id

   with ・・・[CARA PENGGUNAAN OBAT]•SALEP MATA•Sebagaimana salep pada umumnya, salep mata merupakan sediaan setengah padat...
25/02/2022

with
・・・
[CARA PENGGUNAAN OBAT]

SALEP MATA

Sebagaimana salep pada umumnya, salep mata merupakan sediaan setengah padat yang mengandung satu atau lebih obat yang tercampur di dalam bahan pembawa yang sesuai. Perbedaannya, salep mata digunakan pada selaput lendir mata, sehingga harus steril (bebas mikroba).

Salep mata telah dirancang sedemikian rupa sehingga tidak mengiritasi mata dan aman digunakan selama penggunaannya sesuai. Ujung tube wadah salep mata juga dibuat mengerucut supaya mudah mengeluarkan isinya dan dapat dioleskan tanpa bantuan alat lain atau jari seperti mengoleskan salep kulit. Hal ini bertujuan menjaga sterilitas salep mata.

Cara penggunaan obat:
a. Cuci bersih tangan sebelum menggunakan salep mata dengan air mengalir dan sabun
b. Hindari sentuhan langsung ujung tube dengan mata, tangan atau permukaan lain
c. Tengadahkan kepala kebelakang, tarik kelopak mata bagian bawah dengan telunjuk (seperti pada gambar), sehingga kelopak mata membentuk kantong
d. Pegang tube salep mata sedekat mungkin dengan kelopak mata bagian bawah tanpa menyentuhnya, kemudian oleskan kira-kira sepanjang 1 cm pada bagian dalam kelopak mata bagian bawah tanpa bantuan (langsung dari kemasannya)
e. Kedip-kedipkan mata 2-3 kali secara perlahan, kemudian tutup mata selama 2 menit supaya salep tersebar merata
f. Jika ada, bersihkan sisa selep yang keluar dengan tisue bersih
g. Segera tutup tube salep mata untuk mengindari kontaminasi, simpan di kotak obat dan cuci tangan dengan air mengalir dan sabun.

Cermati dengan jelas informasi pada kemasan obat salep. Pada salep mata selalu dicantumkan tulisan "SALEP MATA" atau "OINTMENT".
Jika hanya disebutkan "SALEP" saja tanpa keterangan lain, maka salep tersebut digunakan hanya untuk kulit, tidak boleh digunakan pada mata.

Informasi ini disiarkan oleh Direktorat Pelayanan Kefarmasian, Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dalam rangka Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat).

  GeMa CerMat Kemenkes RI] with ・・・[CARA PENGGUNAAN OBAT]•SALEP, KRIM, JELLY (GEL)•Salep, krim dan jelly adalah sediaan ...
25/02/2022

GeMa CerMat Kemenkes RI] with
・・・
[CARA PENGGUNAAN OBAT]

SALEP, KRIM, JELLY (GEL)

Salep, krim dan jelly adalah sediaan setengah padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat yang terlarut dalam bahan yang sesuai, yang digunakan untuk pemakaian luar tubuh, yaitu pada kulit atau selaput lendir. •
Salep, krim dan gel memiliki perbedaan pada bahan yang digunakan untuk mencampurkan obat, sesuai dengan sifat dan karakteristik dari zat aktif obat dan tujuan pemakaian.
Salep memiliki tekstur yang lebih berminyak, sehingga lebih sulit dicuci dengan air, dan dapat menyebabkan rasa lengket. Namun kelebihannya salep dapat bertahan lebih lama pada kulit yang sakit.
Krim dan jelly umumnya lebih mudah dicuci dengan air dan tidak lengket karena berbahan dasar yang larut dalam air. Krim masih mengandung sedikit minyak untuk memudahkan obat tercampur dan menyerap ke dalam jaringan kulit.
Jelly memiliki wujud yang transparan dan mudah tercampur dengan air.
Cara penggunaan:
- Cuci bersih tangan sebelum menggunakan salep, krim atau jelly.
- Oleskan tipis dan merata pada bagian kulit yang sakit sesuai petunjuk atau aturan pakai dari tenaga kesehatan atau yang tercantum pada kemasan obat/leaflet.
- Ulangi pemakaian dengan jangka waktu yang teratur agar pengobatan lebih maksimal.

Informasi ini disiarkan oleh Direktorat Pelayanan Kefarmasian, Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dalam rangka Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat). Fanpage FB: Cerdas Gunakan Obat
Twitter & IG: GeMa CerMat Kemenkes RI]
Telegram: http://t.me/cerdasgunakanobat , http://t.me/diskusiobat
Email: gemacermat@kemkes.go.id

Address

Manado
95258

Telephone

+6281340098001

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GG Medika posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to GG Medika:

Share


Other Medical & Health in Manado

Show All