Psikologi Rumah Hijau Consulting

Psikologi Rumah Hijau Consulting Psikoterapis
📍Mataram
đź’¬ Konseling Psikologi
🔸Asesmen Psikologi
🔸Hypnotherapy
🔸Rekrutmen
🔸Training/Workshop
🔸Terapi
wa.me/+6281917457930

Kadang, inner child yang terluka tidak selalu terlihat dari tangisan. Ia muncul lewat overthinking, takut ditinggalkan, ...
11/05/2026

Kadang, inner child yang terluka tidak selalu terlihat dari tangisan. Ia muncul lewat overthinking, takut ditinggalkan, sulit percaya, atau selalu merasa “kurang”. Luka masa kecil sering diam-diam ikut tumbuh bersama kita, lalu memengaruhi cara kita berpikir, merasa, dan bersikap hari ini.

Dalam psikologi, pengalaman kecil yang belum selesai bisa tersimpan lama di dalam diri. Makanya, ada orang yang terlihat kuat di luar, tapi sebenarnya mudah lelah secara emosional. Ada yang selalu ingin menyenangkan orang lain, karena dulu terlalu sering merasa tidak didengar.

Healing bukan tentang menyalahkan masa lalu. Tapi tentang memahami diri sendiri dengan lebih lembut. Sebab kadang, yang paling butuh dipeluk bukan versi kita hari ini, melainkan diri kecil kita yang dulu belum sempat merasa aman.

Banyak orang berpikir, saat berada dalam bahaya seseorang pasti akan langsung melawan atau berteriak. Padahal, otak manu...
07/05/2026

Banyak orang berpikir, saat berada dalam bahaya seseorang pasti akan langsung melawan atau berteriak. Padahal, otak manusia punya cara bertahan yang berbeda-beda. Dalam psikologi, tubuh bisa merespons ancaman dengan fight, flight, freeze, atau fawn. Semua itu adalah respon otomatis untuk membuat diri tetap selamat.

Saat mengalami trauma, terutama pelecehan seksual, banyak korban mengalami "freeze response" yaitu tubuh terasa diam, kaku, bahkan seperti “shutdown”. Bukan karena mereka lemah atau membiarkan itu terjadi, tetapi karena sistem saraf sedang bekerja keras menghadapi ancaman yang dianggap sangat berbahaya.

Jadi sebelum bertanya, “Kenapa nggak melawan?”, coba pahami dulu bahwa tidak semua respon trauma terlihat sama. Setiap tubuh punya mekanisme bertahan hidupnya sendiri. Yang dibutuhkan korban bukan penghakiman, tapi rasa aman untuk didengar dan dipahami.

Tidak semua keinginan untuk resign berarti kita lemah atau tidak bertahan.Penelitian menunjukkan bahwa stres kerja dan p...
04/05/2026

Tidak semua keinginan untuk resign berarti kita lemah atau tidak bertahan.

Penelitian menunjukkan bahwa stres kerja dan persepsi adanya peluang lain di luar sana menjadi faktor utama yang mendorong seseorang ingin meninggalkan pekerjaannya. Artinya, ada proses psikologis yang sedang terjadi, bukan sekadar impuls sesaat.

Mungkin ini bukan hanya tentang pergi, tapi tentang mencoba memahami "apa yang sebenarnya sedang kita butuhkan?"

Kadang kita bangun pagi, scroll timeline, dan tiba-tiba dada terasa berat, padahal kita tidak mengenal siapa pun secara ...
30/04/2026

Kadang kita bangun pagi, scroll timeline, dan tiba-tiba dada terasa berat, padahal kita tidak mengenal siapa pun secara langsung. That’s what we call "collective grief" atau duka bersama. Dalam psikologi, ini adalah kondisi ketika banyak orang merasakan kesedihan secara bersamaan akibat satu peristiwa besar, entah itu bencana, kecelakaan, atau kehilangan figur publik. Rasa ini nyata, meski hubungan kita tidak personal.

Kenapa kita bisa ikut merasa sedih? Karena sebagai manusia, kita punya empati yang bekerja secara otomatis. Berita tentang kehilangan bisa "trigger" memori atau pengalaman pribadi kita. Tragedi besar juga secara alami menyentuh sisi emosional yang mengingatkan bahwa hidup itu rapuh. Ditambah lagi, ketika kita melihat banyak orang berduka, otak kita membaca itu sebagai sinyal bahwa “it’s okay to feel this too.”

Jadi kalau hari ini kamu merasa ikut sedih karena insiden kecelakaan kereta api di stasiun Bekas Timur. Kamu tidak berlebihan, kamu hanya sedang menjadi manusia. Take your time, feel it, and be kind to yourself, karena dalam duka yang terasa bersama, kita juga sedang belajar bahwa kita tidak sendiri.

Pulang yang seharusnya sederhana, berubah menjadi duka yang tak terucap.Hari itu, mereka bukan sekadar penumpang. Mereka...
29/04/2026

Pulang yang seharusnya sederhana, berubah menjadi duka yang tak terucap.

Hari itu, mereka bukan sekadar penumpang. Mereka adalah perempuan-perempuan tangguh yang sejak pagi menunaikan perannya dengan penuh tanggung jawab, menguatkan diri di tengah lelah, dan tetap berjalan demi orang-orang yang mereka cintai.

Perjalanan pulang seharusnya menjadi jeda. Tempat melepas penat, menuju rumah, menuju pelukan, menuju rindu yang menunggu. Namun takdir berkata lain, tidak semua sampai. Dan di titik itu, kita diingatkan bahwa ada kehilangan yang tidak hanya milik keluarga, tapi juga milik kita bersama.

Kami turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya. Doa kami menyertai seluruh korban, keluarga yang ditinggalkan, dan semua pihak yang terdampak. Semoga mereka diberi tempat terbaik, dan yang ditinggalkan dikuatkan dalam menghadapi duka ini.

28/04/2026

Jumat datang dengan rasa yang berbeda. Ada yang bilang ini hari paling ringan, tapi sebenarnya bukan harinya yang berubah, hanya saja cara kita memaknainya yang ikut bergeser. Dalam psikologi, suasana hati sering kali dipengaruhi oleh ekspektasi. Ketika kita percaya hari ini akan lebih menyenangkan, tubuh dan pikiran ikut bekerja sama untuk menghadirkan energi itu.

Mood kerja di hari Jumat sering terasa lebih “hidup”, jadi lebih santai, lebih hangat, dan entah kenapa, senyum jadi lebih mudah muncul. Ini bukan kebetulan. Ada dorongan kecil dalam diri yang mengatakan, “kamu sudah sampai sejauh ini minggu ini.” Dan dari situ, muncul semangat yang lebih ringan, tanpa tekanan berlebih.

So, enjoy your Friday energy. Nggak harus selalu produktif secara keras, tapi cukup hadir dengan versi diri yang lebih lega dan bahagia. Karena terkadang, bekerja dengan hati yang ringan justru jadi bentuk self-care yang paling sederhana.

Kadang kita terlalu fokus mengejar “skill”, sampai lupa melihat hal yang lebih dalam. Kita bekerja keras, lembur, bahkan...
23/04/2026

Kadang kita terlalu fokus mengejar “skill”, sampai lupa melihat hal yang lebih dalam. Kita bekerja keras, lembur, bahkan mengorbankan banyak hal… tapi hasilnya terasa stuck di tempat yang sama. Lalu muncul pertanyaan kecil di kepala: “Kenapa ada orang yang kelihatannya biasa aja, tapi hasilnya bisa luar biasa?”. Dalam perspektif psikologi, ini bukan sekadar soal kemampuan teknis, there’s something deeper happening inside.

Manusia bekerja bukan hanya dengan logika, tapi juga dengan emosi, relasi, dan rasa aman. Orang yang mampu mengelola emosinya cenderung lebih tenang dalam tekanan dan fokus pada solusi. Komitmen membuat seseorang tetap bertahan saat situasi tidak ideal. Sikap peduli (extra role) diam-diam memperkuat tim, dan lingkungan kerja yang sehat memberi ruang untuk berkembang. Jadi, performa itu bukan hasil dari satu faktor, tapi kombinasi yang saling terhubung, holistic, not just technical.

Kalau akhir-akhir ini kamu merasa performamu menurun, mungkin bukan berarti kamu kurang mampu, bisa jadi ada hal yang belum kamu sadari. Di sinilah pentingnya memahami manusia secara utuh. RH Consulting percaya bahwa kinerja terbaik lahir dari individu yang dipahami, bukan hanya dituntut. Karena sometimes, improving performance isn’t about working harder… but understanding yourself better.

Hari ini, di momen Hari Kartini, kita tidak hanya mengingat perjuangan tentang pendidikan dan kesetaraan, tapi juga tent...
21/04/2026

Hari ini, di momen Hari Kartini, kita tidak hanya mengingat perjuangan tentang pendidikan dan kesetaraan, tapi juga tentang bagaimana perempuan dilihat dan dipahami, termasuk cara mereka merasakan dunia. Masih ada stigma yang bilang perempuan “terlalu emosional”, terlalu perasa, bahkan dianggap kurang rasional saat menghadapi masalah. Padahal, dari sudut pandang psikologi, emosi bukan tanda kelemahan, justru bagian penting dari cara manusia berpikir dan mengambil keputusan.

Emotional intelligence adalah kemampuan memahami, mengelola, dan merespons emosi, ini merupakan skill yang krusial dalam kehidupan. Perempuan seringkali memiliki kepekaan yang lebih dalam terhadap emosi, baik diri sendiri maupun orang lain. Dan itu bukan “berlebihan”, tapi kelebihan. Karena dari situlah lahir empati, ketahanan menghadapi stres, dan kemampuan membangun hubungan yang sehat. Feeling deeply doesn’t mean thinking poorly.

Kartini hari ini bukan hanya tentang suara yang lantang, tapi juga tentang rasa yang utuh. Tentang keberanian untuk tetap peka di dunia yang sering meminta kita untuk “tidak terlalu merasa”. Jadi, mungkin sudah waktunya kita berhenti mempertanyakan rasionalitas perempuan, dan mulai mengakui bahwa kekuatan mereka juga ada pada bagaimana mereka memahami dan mengelola emosi. Karena menjadi kuat, juga berarti berani merasa.

20/04/2026

Ada momen kecil yang sering luput dari cerita, saat seorang therapist duduk diam, memperhatikan perubahan yang mungkin bagi orang lain terlihat sederhana. Kontak mata yang mulai terjaga, respon yang lebih cepat, atau satu kata yang akhirnya terucap. In psychology, this is what we call "meaningful progress", bukan tentang seberapa cepat, tapi seberapa berarti setiap langkahnya.

Sebagai therapist, kepuasan itu bukan datang dari “berhasil menyembuhkan”, tapi dari witnessing growth, melihat proses tumbuh yang perlahan, namun pasti. Ada rasa hangat ketika anak mulai merasa lebih aman dengan dirinya, lebih mampu mengekspresikan emosi, dan lebih percaya diri menghadapi dunia. Itu bukan sekadar hasil treatment, tapi hasil dari keberanian kecil yang terus diulang setiap hari.

Dan di antara semua itu, ada satu hal yang sering jadi paling menguatkan yaitu senyum orang tua. Senyum yang penuh lega, haru, sekaligus harapan. Di titik itu, seorang therapist sadar bahwa pekerjaannya bukan hanya tentang intervensi, tapi tentang menemani perjalanan. Because sometimes, healing is not loud, it’s quiet, gentle, and deeply felt.

Ada luka yang tidak terlihat, tapi terasa setiap hari.Bukan hanya tentang fisik, but also about what happens inside the ...
16/04/2026

Ada luka yang tidak terlihat, tapi terasa setiap hari.
Bukan hanya tentang fisik, but also about what happens inside the mind, kecemasan yang datang diam-diam, trauma yang menetap, dan rasa aman yang perlahan hilang. Dalam banyak kasus, korban memilih untuk diam. Bukan karena tidak ingin bicara, tapi karena fear, tekanan sosial, dan relasi kuasa yang membuat suara mereka terasa “tidak punya tempat”.

Ini bukan cerita satu orang. Ini adalah pola.
Dari sudut pandang psikologi, kita melihat bagaimana trauma dan power imbalance saling terhubung, menciptakan lingkaran yang membuat korban semakin sulit keluar. Ketika lingkungan tidak aman, ketika validasi tidak hadir, luka itu justru semakin dalam dan kompleks.

So, what can we do?
Mulai dari hal sederhana: creating a safe space. Mendengar tanpa menghakimi, hadir tanpa menyalahkan, dan percaya tanpa meragukan. Karena sometimes, healing doesn’t start from solutions, tapi dari satu ruang yang membuat seseorang merasa, “aku aman untuk bersuara.”

13/04/2026

Di balik meja kerja yang terlihat “baik-baik saja”, ada hal-hal yang tidak selalu terlihat. Deadlines, tekanan peran, jam kerja yang tidak pasti, semuanya quietly shaping our mental state. Dalam psikologi, ini dikenal sebagai "psychosocial risks", yaitu risiko yang bukan hanya soal pekerjaan itu sendiri, tapi juga bagaimana lingkungan kerja memperlakukan kita, apakah aman, adil, dan memberi ruang untuk berkembang.

Tempat kerja bisa menjadi ruang bertumbuh, tapi juga bisa menjadi sumber luka. Diskriminasi, ketidaksetaraan, atau perasaan tidak dianggap sering kali tidak bersuara, tapi dampaknya nyata. Mereka yang hidup dengan kondisi kesehatan mental bahkan lebih rentan mengalami exclusion dan unfair treatment. It’s not just about performance, this is about dignity, about feeling seen as a human, not just a role.

Dan di sisi lain, tidak bekerja juga bukan tanpa risiko. Unemployment, financial uncertainty, kehilangan pekerjaan, semuanya bisa menjadi beban psikologis yang berat. Jadi, ini bukan sekadar tentang “punya kerja atau tidak”, tapi tentang bagaimana kita menciptakan sistem yang lebih sehat secara mental. Karena pada akhirnya, a healthy workplace isn’t a luxury, it’s a necessity.

Address

Jalan Batu Bolong No. 54, Pagutan Bar. , Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar.
Mataram
83127

Opening Hours

Monday 08:00 - 16:00
Tuesday 08:00 - 16:00
Wednesday 08:00 - 16:00
Thursday 08:00 - 16:00
Friday 08:00 - 16:00

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Psikologi Rumah Hijau Consulting posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share