20/12/2018
PARTAI YG IDEAL DAN BERSIH
Sering kali dalam interaksi dengan orang tertentu, saya berdiskusi tentang partai yang saya masuki saat ini.
Beberapa diantara sahabat-sahabat saya menanyakan: "kenapalah harus dari partai Demokrat ini kamu maju menCaleg? Kenapa bukan dari partai A, atau B, atau C? Denganmu sih saya gak ada masalah, tapi dengan partai ini,, hmmm.. sepertinya saya belum bisa terima.."
Lalu saya jawab:
Gak apa-apa itu bos. Partai itu hanya benda mati. Hanya sarana! Yg menggerakkan itu adalah manusia. Oleh karena itu maka partai menjadi sangat dinamis.
Manusia yg 5 tahun atau 10 tahun yang lalu, yang dulunya sudah terlanjur berbuat "dosa", sekarang mungkin sudah tidak ada lagi di partai ini. Mereka sedang menikmati ganjaran hukuman dari negara, bahkan mungkin sedang menjalani penghakiman dari Tuhan.
Lagian, proses mendaftar sebagai Caleg di setiap partai juga beda-beda mekanismenya. Ada partai yang mengutamakan Pengurus, Kader, Thomas (tokoh masyarakat), dan bahkan terutama dan kasat mata mengutamakan "Pemilik Amunisi dan Logistik" yang melimpah ruah yang mampu membeli nomor urut.
Bagi saya Partai manapun, asal legalitas sudah disahkan oleh hukum di negeri ini, artinya sah kita pakai sebagai sarana untuk berjuang! Di dalam politik dikenal pameo yg mengatakan "tidak ada kawan atau lawan yang abadi kecuali kepentingan!", Sedangkan Kepentingan saya menggunakan partai adalah sebagai SARANA untuk BERJUANG.
Dan... dalam proses penCalegan saya dari Partai Demokrat, saya bahkan TIDAK ADA DIKUTIP BIAYA OLEH PARTAI maupun Pengurus Partai Demokrat. Saya hanya cukup melengkapi persyaratan administrasi yang diminta oleh KPU. Oleh Partai Demokrat DPD Sumut, difasilitasi menjadi Calon Legislatif DPRD Provinsi Sumut dari daerah pemilihan Deli Serdang, dengan Nomor Urut 8.
Partai itu pada hakekatnya dibangun hanyalah sebagai sarana berjuang...
Idealisme semua partai politik toh pada kekuasaan.. karena tanpa kekuasaan, hampir mustahil para Kader bisa melakukan perjuangan untuk suatu perubahan yang lebih baik kepada masyarakat, bangsa dan negara.
Di atas kertas semua partai itu dirancang dan dibuat Ideal dan punya komitmen untuk bersih. Walaupun dalam prakteknya setelah berkuasa; ada saja kader (oknum) partai yg Ideal dan Bersih tadi berubah menjadi bringas.., buas... mungkin karena besarnya cost politik saat pencalonan sampai pemilihan, atau sifat tamak, rakus maupun doyan.
Coba Boss tunjukkan ke saya satu saja PARTAI yang setelah berkuasa, dimana kadernya 100% tetap mampu ideal dan bersih? Adakah? Sayangnya saya belum menemukan hingga saat ini! Bahkan Kader Partai Penguasa saat ini pun banyak koq yang terkena OTT oleh KPK!
Itu yang sudah kena,, yang belum? Semoga saja tidak ada lagi!
Karena itu figur Caleg menjadi sangat penting untuk diketahui Visi Misi dan terutama MOTIVASINYA menCALEG.
Seperti kata seorang filsuf:
"..pemilu bukan untuk memilih yang terbaik tapi untuk mencegah yang terburuk berkuasa.."
Tabi!
Silahkan download aplikasi caleg DPRD Provinsi Sumut JON FRENGKIDUAN PURBA di Google Play. Jadilah bagian dari Perjuangan kami.
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.blackedelweis.petasuara_frnk