15/03/2025
Jurus CU PAZ : Solusi alami untuk Diabetes .. Mari Kita Diskusikan
Diabetes terjadi ketika darah menjadi terlalu pekat oleh gula, menyebabkan gangguan pada sirkulasi darah, keseimbangan hormon, serta fungsi pankreas.
Akibatnya, penderita sering mengalami cepat haus, sering kencing, mudah lelah, mengantuk, bahkan gangguan metabolisme yang memengaruhi performa tubuh secara keseluruhan.
Jurus CU dalam terapi PAZ Al Kasaw membantu mereset ulang sistem tubuh secara biomekanik, terutama di area pankreas, pembuluh darah, dan sistem saraf, dengan cara berikut:
⸻
Filosofi CU
1. Pilinan Dua Arah: “Memeras” Gula Berlebih dari Darah dan Memperbaiki Sirkulasi
• Dalam gerakan CU, tubuh dipilin seperti kain basah yang diperas.
• Pilinan ini memaksa pergerakan darah di seluruh tubuh, terutama di area perut dan dada tempat pankreas berada.
• Efek biomekanik:
• Darah yang sebelumnya kental karena gula tinggi diperas ulang, sehingga kembali lebih encer dan mengalir lancar.
• Pembuluh darah yang kaku akibat penumpukan gula kembali elastis, membuat darah lebih mudah menjangkau organ-organ penting.
• Energi tubuh meningkat drastis karena sel-sel mendapatkan pasokan darah segar yang lebih optimal.
Beberapa pasien diabetes yang rutin melakukan CU melaporkan tubuhnya jauh lebih bertenaga, tidak mudah lelah, dan tidak ngantukan.
Sebelumnya, banyak dari mereka selalu mengantuk setelah makan—karena gula dalam darah tidak diproses dengan baik.
Setelah terapi PAZ dan latihan rutin CU, energi tubuh mereka terasa penuh, bahkan tanpa konsumsi obat-obatan kimia.
⸻
2. Reset Pankreas: Mengembalikan Produksi Insulin Secara Alami
• Pankreas adalah organ utama yang mengatur kadar gula darah, tetapi sering mengalami gangguan akibat postur tubuh yang buruk atau penumpukan lemak di area sekitarnya.
• Dalam CU, tubuh mengalami tarikan dan tekanan alami di area perut, yang membantu pankreas kembali ke posisi yang optimal.
• Efek biomekanik:
• Pankreas yang sebelumnya tertekan oleh jaringan sekitar kini lebih rileks, sehingga bisa bekerja lebih efisien.
• Produksi insulin kembali normal tanpa harus dipaksa oleh obat.
• Resistensi insulin berkurang, membuat tubuh lebih responsif terhadap gula darah yang masuk.
Banyak pasien diabetes yang dulunya mudah lapar meskipun sudah makan akhirnya merasa lebih normal.
Mereka kini bisa merasakan kenyang yang lebih lama, karena tubuhnya sudah bisa membaca sinyal insulin dengan baik tanpa gangguan resistensi insulin.
⸻
3. Efek Pilinan dan Terangkat Area Pinggul pada Organ Pencernaan & Ginjal
• Dalam CU, maksimal klien 'memilin diri' sampai pinggul agak terangkat, konsekuensinya besar efek pilinan pada area pankreas, ginjal, dan hati.
Efek biomekanik:
• Usus menyerap nutrisi lebih baik, sehingga tubuh lebih bertenaga dan tidak lemas lunglai.
• Limbah metabolisme di hati lebih cepat dibersihkan, mengurangi risiko perlemakan hati akibat diabetes.
• Ginjal kembali bekerja optimal, sehingga pola buang air kecil yang sering (polyuria) akibat diabetes bisa kembali normal.
Sebelumnya banyak pasien yang mengeluhkan sering kencing berlebihan di malam hari, mengganggu waktu tidur dan menyebabkan tubuh makin lemas.
Setelah CU rutin, pola kencing menjadi normal kembali tanpa perlu obat.
⸻
4. Aktivasi Sistem Saraf & Kelistrikan Tubuh: Efek pada Kesehatan Mental dan Performa Pria
• Diabetes sering menyebabkan gangguan saraf otonom, membuat tubuh sulit mengontrol kadar gula dengan baik.
• CU merangsang sistem saraf kelistrikan tubuh, membantu mengembalikan keseimbangan metabolisme dan hormon.
• Efek biomekanik:
• Meningkatkan respons saraf terhadap gula darah, sehingga tubuh tidak mengalami fluktuasi energi yang drastis.
• Mengurangi stres dan menstabilkan hormon, terutama hormon kortisol yang sering memperburuk diabetes.
• Meningkatkan vitalitas pria, karena sistem saraf dan sirkulasi darah ke seluruh tubuh membaik.
Banyak pria yang mengalami gangguan vitalitas akibat diabetes melaporkan adanya peningkatan performa setelah melakukan CU secara rutin.
Mereka merasa lebih bertenaga, gairah hidup meningkat, dan tidak lagi merasa lesu seperti sebelumnya.
⸻
5. Manajemen Diabetes Tanpa Obat: CU + Jalan Kaki 15 Menit Sehari
• Jurus CU bekerja bukan hanya sebagai terapi sesaat, tetapi sebagai cara untuk mengubah kondisi tubuh menjadi lebih sehat secara permanen.
• Untuk hasil optimal, latihan CU harus dikombinasikan dengan jalan kaki 15 menit setiap hari.
• Efek kombinasi CU + jalan kaki:
• Meningkatkan metabolisme tubuh, membantu pembakaran gula darah lebih efisien.
• Menjaga kelistrikan tubuh tetap stabil, mengurangi kelelahan dan migrain akibat diabetes.
• Menghilangkan rasa haus berlebihan, karena tubuh tidak lagi kekurangan cairan akibat ketidakseimbangan gula.
Beberapa pasien yang dulunya tidak bisa lepas dari obat diabetes, kini bisa mengontrol gula darahnya hanya dengan CU dan jalan kaki rutin.
Mereka merasakan peningkatan energi, tidak mudah haus, dan lebih sehat secara keseluruhan.
⸻
Kesimpulan: Kenapa Jurus CU Efektif untuk Diabetes?
• Memperbaiki sirkulasi darah, membuat darah tidak lagi pekat akibat gula tinggi.
• Membantu pankreas bekerja optimal, tanpa paksaan obat.
• Menyeimbangkan hormon dan sistem saraf, sehingga metabolisme tubuh lebih stabil.
• Meningkatkan vitalitas dan energi tubuh, menghilangkan rasa lelah dan mengantuk.
• Menyembuhkan gangguan pencernaan & pola kencing, tanpa perlu obat kimia.
Dengan latihan rutin Jurus CU + jalan kaki 15 menit setiap hari, penderita diabetes bisa bi idznillah mengalami pemulihan alami, tanpa perlu bergantung pada obat-obatan.
..
ANALISIS BIOMEKANIK PADA JURUS CU
Gerakan CU ini seperti prinsip wringing motion dalam biomekanik, di mana tubuh dipilin atau diperas seperti kain untuk mengoptimalkan keluarnya cairan atau tekanan tertentu.
Mari kita analisis secara biomekanik.
1. Prinsip Biomekanik Gerakan CU
Gerakan CU mengombinasikan rotasi berlawanan arah antara tubuh bagian atas dan bawah.
Ini menciptakan efek torsi (gaya puntir) pada jaringan tubuh, khususnya di:
• Tulang belakang (vertebra torak dan lumbar) → Memberikan efek dekompresi dan membuka ruang antarvertebra.
• Otot perut (re**us abdominis, oblique, transverse abdominis) → Menstimulasi aktivitas saraf otonom yang mengatur organ-organ dalam.
• Jaringan ikat dan fasia → Mengoptimalkan aliran darah, cairan limfatik, dan menstimulasi sistem saraf parasimpatik.
2. Efek pada Organ Dalam
Dengan gerakan ini, efek perasan terjadi pada organ dalam, termasuk:
• Lambung & Usus → Mempermudah pergerakan makanan dan mengurangi stagnasi asam lambung.
• Pankreas → Mengurangi tekanan internal yang bisa menghambat kerja sel beta dalam mengatur insulin.
• Hati & Ginjal → Meningkatkan aliran darah dan mempercepat detoksifikasi tubuh.
3. Mekanisme Koreksi Postur & Spinal Alignment
Karena tubuh mengalami tekanan pilinan berlawanan arah, ini membantu:
• Meluruskan posisi tulang belakang yang mungkin miring.
• Mengaktifkan proprioseptor (reseptor di otot dan sendi) untuk menyampaikan sinyal koreksi ke otak.
• Membantu melepaskan ketegangan otot yang menarik tulang belakang keluar dari keseimbangannya.
4. Efek Saraf & Relaksasi
Saat tubuh mengalami tekanan biomekanik ini, saraf vagus (yang mengontrol banyak fungsi organ) ikut terstimulasi.
• Ini bisa membantu menenangkan sistem saraf otonom dan menurunkan efek stres yang memicu penyakit seperti maag dan GERD.
• Pelepasan tekanan dari sumsum tulang belakang juga bisa memperbaiki koordinasi kerja saraf-saraf lain yang berhubungan dengan organ dalam.
⸻
Kesimpulan Biomekanik CU
• Gerakan CU menciptakan torsi biomekanik yang memijat organ-organ dalam seperti memeras kain, membantu sirkulasi cairan tubuh dan mengaktifkan sistem saraf.
• Tekanan seimbang pada otot dan rangka membuat koreksi postur tubuh lebih efektif.
• Stimulasi saraf vagus membantu mengatur fungsi organ secara alami tanpa obat.
Makanya, gerakan CU ini cocok buat mengatasi masalah lambung, pankreas, bahkan gangguan sistem saraf dan peredaran darah serta lainnya
Sekedar menyimpan pemikiran dan ide, jika paztrooper mau menambahkan atau memberikan koreksi, monggoh. Dan jelas, penjelasan kenceng, melintir, kendor jauh lebih ringkes dibanding meraba murni cari penjelasan sesuai biomekanik.
CMIW
Anjrah Ari Susanto