07/04/2026
https://chat.whatsapp.com/GQnUDsllBSq2qa18l96KcW?mode=gi_t
Cervikal Traktion
EXPERT TEKNIK
RTS Method
Reposisi Traksi Cervikal dengan kontrol pelvisβkombinasi tarikan longitudinal pada tulang leher (cervical traction) sambil menstabilkan tubuh bagian bawah.
Penjelasan dari sudut biomekanik dan anatomi klinis.
π§ 1. Prinsip Biomekanik Utama
a. Traksi Longitudinal (Axial Traction)
Gaya ditarik sejajar sumbu tulang belakang (cranio-caudal)
Target utama:
Mengurangi kompresi diskus intervertebralis
Membuka foramen intervertebralis
Efek:
Menurunkan tekanan pada saraf spinal
Mengurangi spasme refleks otot
π Secara biomekanik:
Terjadi distraction force β meningkatkan jarak antar vertebra
Menurunkan tekanan intradiskal (decompression effect)
b. Kontrol Atlas & Mandibula (Leverage System)
Pegangan pada:
Os occiput / atlas (C1)
Mandibula (dagu)
π Ini menciptakan:
Fulcrum kontrol di segmen atas (C0βC2)
Distribusi gaya lebih merata ke seluruh cervical
Efek:
Koreksi mikro pada:
Rotasi
Side bending
Translasi vertebra
c. Stabilisasi Pelvis oleh Terapis
Kaki terapis menahan panggul pasien
π Fungsi biomekanik:
Mencegah tubuh ikut tertarik
Membentuk closed kinetic chain
Memastikan gaya fokus ke:
Segmen cervical, bukan seluruh tubuh
Tanpa stabilisasi ini:
β‘οΈ energi traksi βhilangβ ke tubuh bawah β tidak efektif atau tidak terkunci hasilnya tubuh pasien akan tertarik ke arah terapis dan ini berbahaya.
d. Relaksasi Neuromuskular
Posisi terlentang + tarikan halus:
Mengaktifkan Golgi Tendon Organ
Menghambat refleks kontraksi otot
Efek:
Otot seperti:
sternocleidomastoid
upper trapezius
levator scapulae
menjadi lebih relaks β memudahkan reposisi
𦴠2. Struktur Anatomi yang Terlibat
a. Tulang & Sendi
Vertebra:
C0βC1 (occiputβatlas) β fleksibilitas tinggi
C1βC2 (atlasβaxis) β rotasi utama
C3βC7 β stabilitas + mobilitas
Sendi:
Facet joint (zygapophyseal joint)
b. Diskus Intervertebralis
Berfungsi sebagai bantalan
Traksi membantu:
Mengurangi penonjolan (bulging)
Menurunkan tekanan saraf
c. Ligamen
Ligamentum flavum
Anterior & posterior longitudinal ligament
Alar ligament (penting di C1βC2)
π Saat traksi:
Ligamen mengalami elongasi ringan
Membantu reposisi alignment
d. Otot
Superfisial:
sternocleidomastoid
trapezius
Dalam:
longus colli
longus capitis
π Efek:
Mengurangi spasme
Mengembalikan keseimbangan tonus
e. Sistem Saraf
Akar saraf cervical (C1βC8)
Plexus cervical & brachialis
π Manfaat:
Mengurangi:
nyeri menjalar
kesemutan
parestesia
βοΈ 3. Mekanisme Reposisi
Secara keseluruhan teknik ini bekerja melalui:
Distraction (tarikan)
Alignment correction (reposisi mikro)
Muscle relaxation
Neural decompression
β‘οΈ Kombinasi ini menghasilkan:
Penurunan nyeri
Peningkatan ROM (range of motion)
Perbaikan postur cervical
β οΈ 4. Catatan Klinis Penting (Safety)
Teknik ini tidak boleh dilakukan sembarangan, terutama pada:
Hernia berat / HNP akut
Instabilitas cervical
Riwayat trauma (whiplash, fraktur)
Osteoporosis berat
Gangguan pembuluh darah vertebral dan cervikal stenosis
π Risiko jika salah:
Kompresi saraf
Cedera ligament
Gangguan arteri vertebralis yang bocor menyebakan clot dan ganguan cerebral vaskular
β
5. Kesimpulan Inti
Teknik ini adalah:
kombinasi traksi aksial + kontrol segmental cervical + stabilisasi pelvis
Yang secara biomekanik:
Menghasilkan dekompresi
Memperbaiki alignment vertebra
Mengurangi tekanan saraf dan spasme otot pada ruas tulang cervikal
(Standard Operating Procedure) untuk teknik
Reposisi Traksi Cervical dengan Stabilisasi Pelvis (Posisi Terlentang)
π SOP TEKNIK REPOSISI TRAKSI CERVICAL
π§Ύ 1. Tujuan
Mengurangi nyeri leher (neck pain)
Mengurangi kompresi saraf cervical
Memperbaiki alignment ruas cervical
Meningkatkan mobilitas leher
π€ 2. Indikasi
Cervical syndrome (nyeri & kaku leher)
Cervical radiculopathy ringanβsedang
Postural imbalance (forward head posture)
Spasme otot leher
β οΈ 3. Kontraindikasi
Absolut:
Fraktur cervical
Instabilitas vertebra
Tumor / infeksi tulang belakang
Diseksi arteri vertebralis
Relatif:
HNP berat
Osteoporosis
Vertigo berat
Hipertensi tidak terkontrol up 220 mmhg blod preasure
π οΈ 4. Persiapan
a. Alat & Lingkungan
Matras terapi
Ruangan tenang & nyaman
b. Persiapan Terapis
Cuci tangan
Posisi ergonomis (tidak membungkuk berlebihan) gunakan kuda kuda 7 selonjoran
c. Persiapan Pasien
Posisi terlentang (supine)
Tubuh rileks
Lepas aksesoris leher
π§ββοΈ 5. Posisi Awal
Terapis duduk di belakang kepala pasien
Kepala pasien berada di paha terapis
Kaki terapis menjepit ringan panggul pasien (stabilisasi)
Tangan:
Satu menopang occiput / atlas
Satu pada mandibula (dagu) atau bisa gunakan handuk untuk sefty dan control lingkarkan pada ociput dan madibula
βοΈ 6. Prosedur Pelaksanaan
Tahap 1: Relaksasi Awal
Instruksikan pasien tarik napas dalam
Pastikan otot leher rileks
Lakukan holding ringan Β± 10β15 detik
Tahap 2: Penyesuaian Posisi
Pastikan:
Leher netral atau sedikit fleksi (Β±10β15Β°)
Hindari hiperekstensi
Tahap 3: Traksi Bertahap
Tarik kepala secara perlahan ke arah longitudinal
Arah: sejajar tulang belakang
Gunakan gaya: berat badan terapis
Halus
Bertahap
Kontrol penuh
β±οΈ Durasi:
5β10 detik per tarikan
π Ulangi:
Sd 3 β kali max
Tahap 4: Reposisi Mikro (Opsional)
Tambahkan:
Rotasi kecil
Side bending ringan
Dilakukan sangat hati-hati
Tahap 5: Release
Lepaskan tarikan secara perlahan
Jangan tiba-tiba
π§ 7. Evaluasi Selama Tindakan
Perhatikan:
Nyeri bertambah / berkurang
Pusing / mual
Kesemutan
β Jika muncul gejala negatif β STOP segera
π 8. Evaluasi Setelah Tindakan
Range of Motion (ROM) leher
Skala nyeri (VAS)
Respons otot
β±οΈ 9. Durasi Terapi
Total: 5β10 menit persiapan dan tindakan
Frekuensi: 2β3x per minggu (sesuai kondisi)
β οΈ 10. Hal yang Harus Dihindari
Tarikan mendadak / kasar
Rotasi ekstrem
Tekanan berlebihan pada dagu
Tanpa stabilisasi pelvis
β
11. Tanda Keberhasilan
Nyeri berkurang
Leher terasa ringan
Gerakan lebih bebas
π 12. Edukasi Pasien
Hindari posisi menunduk lama
Lakukan stretching ringan pada cervikal sebelum terapi traksi dengan teknik liftingcervikal
Gunakan bantal di bawah pangul pasien untuk stabilisator bila di perlukan dan mendukung ergonomis
π Kesimpulan Praktis
Teknik ini efektif jika:
Traksi dilakukan perlahan & terkontrol
Pelvis distabilkan
Fokus pada dekompresi & relaksasi otot cervikal
Mari belajar teknik reposisi yang baik dan benar tidak asal bunyi dan viral kita punya tanggung jawab atas tindakan yang baik pada pasien dengan pemahaman pengetahuan yang baik
Bali 18 sd 25 April 2026
By RTS Indonesia