Apotek Japan Farma

Apotek Japan Farma Apotek Japan Farma

Kami juga melayani :
- Tes Gula Darah
- Tes Tensi
- Tes Kolesterol
- Tes Asam Urat

We are Hiring.. 👋Lamaran bisa langsung dikirimkan ke :APOTEK JAPAN FARMAJl. R.A Basuni, Ruko Japan Raya Blok FF No.7A, D...
01/07/2024

We are Hiring.. 👋

Lamaran bisa langsung dikirimkan ke :
APOTEK JAPAN FARMA
Jl. R.A Basuni, Ruko Japan Raya Blok FF No.7A, Ds. Japan, Kec. Sooko, Kab. Mojokerto.
Atau ke alamat Email apotek.japan.farma.mjk@gmail.com
Infomasi WA : 081233730403

We are Hiring.. 👋Lamaran bisa langsung dikirimkan ke alamat :Apotek Japan FarmaJl. R.A Basuni, Ruko Japan Raya, Blok FF ...
21/03/2024

We are Hiring.. 👋

Lamaran bisa langsung dikirimkan ke alamat :
Apotek Japan Farma
Jl. R.A Basuni, Ruko Japan Raya, Blok FF No 7A, Japan, Sooko, Mojokerto.

Atau bisa lewat email kami :
apotek.japan.farma.mjk@gmail.com

02/05/2023
5 Tips Menjaga Stamina Tetap Optimal Saat Menjalani PuasaSelama menjalani puasa, stamina tubuh tidak boleh kendor. Ya, k...
03/04/2023

5 Tips Menjaga Stamina Tetap Optimal Saat Menjalani Puasa

Selama menjalani puasa, stamina tubuh tidak boleh kendor. Ya, kebiasaan minum dan makan yang berubah tak lantas membuat Anda jadi lemas seharian. Anda tetap perlu menjalani berbagai aktivitas setiap harinya. Jadi, adakah tips menjaga stamina saat puasa tetap baik? Simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Menjaga stamina saat menjalani puasa
Perubahan pola makan dan tidur saat puasa membuat tubuh perlu beradaptasi. Tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman selama kurang lebih 13 jam.

Anda perlu mengatur pola hidup dengan baik selama bulan puasa sehingga kebugaran jasmani dan stamina bisa terjaga dengan baik.

Ketika stamina tidak terjaga dengan baik, sistem imun bisa melemah dan Anda jadi mudah sakit. Ini biasanya terjadi ketika Anda tak bisa mengatur waktu tidur, tidak memperhatikan asupan nutrisi, dan memaksakan diri bekerja.

Nah, cara berikut ini bisa Anda ikuti untuk meningkatkan stamina selama berpuasa.

1. Sahur dengan makanan bernutrisi tinggi
Menjaga stamina saat puasa diawali dengan sahur yang sehat. Pilih makanan sehat saat sahur, seperti makanan berkarbohidrat kompleks, tinggi serat, dan protein.

Makanan karbohidrat kompleks akan menjadi gula di dalam darah dan digunakan sebagai energi tubuh secara perlahan sepanjang hari. Dengan begitu, makanan ini membuat tubuh tetap berenergi.

Asupan karbohidrat kompleks meliputi gandum, kacang-kacangan, oatmeal, dan nasi.

Sementara itu makanan tinggi serat juga membantu Anda kenyang lebih lama. Tentunya, ini bisa diperoleh dari konsumsi buah-buahan dan sayuran.

Jangan lupakan makanan sumber protein, seperti daging sapi dan ayam, ikan, maupun telur. Makanan berprotein ini mendukung agar tubuh tetap berenergi sepanjang hari.

2. Atur jadwal minum
Selama berpuasa, kebutuhan cairan tubuh tetap harus terpenuhi untuk menjaga stamina tubuh. Pasalnya, kekurangan cairan bisa membuat tubuh jadi lemas sehingga tidak dapat beraktivitas secara optimal.

Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI menjelaskan aturan untuk minum air selama manjalani puasa.

Sebelum tidur.
Setelah bangun sahur.
Selepas sahur.
Saat berbuka puasa.
Setelah shalat magrib.
Sehabis makan malam.
Setelah shalat isya.
Setelah shalat tarawih.
Ingat, saat sahur lebih baik hindari minuman yang bersifat diuretik atau yang memicu tubuh terus berkemih, contohnya kopi atau minuman bersoda.

Lebih baik, konsumsi air putih untuk kebaikan kesehatan Anda saat puasa.

3. Olahraga rutin
Jika kebutuhan makanan dan cairan terpenuhi, langkah selanjutnya untuk menjaga stamina tubuh adalah dengan tetap rutin olahraga.

Puasa tidak menjadi hambatan bagi Anda untuk berolahraga. Anda hanya perlu menyesuaikan waktu olahraga saat puasa dan jenis latihannya.

Anda bisa memilih olahraga di sore hari menjelang berbuka karena setelahnya Anda bisa langsung minum dan makan untuk mengisi kembali energi yang hilang.

Tidak perlu setiap hari, Anda cukup melakukan aktivitas ini selama bulan puasa sebanyak 2 hingga 3 kali per minggu dengan lamanya latihan 30 – 45 menit.

Untuk jenis latihannya, sebaiknya Anda lebih fokus pada latihan kekuatan untuk menghindari kehilangan massa otot selama bulan Ramadan.

Anda bisa memilih aktivitas aerobik, seperti joging, berenang, bersepeda, atau jalan cepat. Kombinasikan dengan latihan kekuatan seperti plank, push-up, atau sit-up.

4. Istirahat yang cukup
Puasa membuat Anda cenderung kurang tidur sehingga penting memperhatikan kembali waktu beristirahat.

Di samping itu, Anda tetap harus bekerja dan rutin menjalani olahraga selama puasa.

Tentu tidur menjadi sangat penting karena ini adalah waktunya bagi tubuh untuk beristirahat dan memulihkan diri.

Untuk mengakali tidur cukup selama berpuasa, cobalah untuk tidur malam lebih awal.

Hindari berbagai aktivitas yang bisa membuat Anda tidur lebih larut, seperti menonton TV atau bermain ponsel.

Anda sebaiknya juga menghindari begadang jika tidak penting untuk menjaga stamina tubuh tetap stabil saat menjalani puasa.

5. Pilih makanan sehat saat berbuka puasa
Setelah seharian berpuasa, selalu ada godaan untuk memanjakan diri dengan mengonsumsi minuman dingin, makanan manis, ataupun gorengan.

Namun, bulan Ramadan masih akan berlanjut selama beberapa hari ke depan dan Anda perlu menjaga stamina saat puasa di esok hari.

Sebenarnya Anda boleh saja mengonsumsi gorengan atau makanan manis-manis untuk buka puasa, tapi ingat sesekali saja. Jangan terlalu sering karena tidak baik untuk kesehatan tubuh.

Anda bisa memilih menu buka puasa yang sederhana dan menyehatkan, seperti segelas air putih dan kurma. Kemudian, beri jeda sekitar 30 menit atau lebih untuk makan malam.

Menu makan malamnya tetap harus mengandung gizi seimbang.

6. Konsumsi suplemen vitamin C
Anda bisa melengkapi cara menjaga stamina saat puasa dengan suplementasi vitamin C.

Dikatakan dalam jurnal Mini Reviews in Medicinal Chemistry, vitamin C berperan dalam meningkatkan kekebalan tubuh dengan melawan peradangan akibat infeksi.

Vitamin C memiliki sifat imunostimulan, anti-inflamasi, antivirus, dan antibakteri.

Suplementasi vitamin C dapat membantu tubuh meningkatkan sistem imun selama bulan puasa. Dengan begitu, daya tahan tubuh terjaga dengan baik dan stamina tetap prima di bulan Ramadan.

Sebagai tambahan, jika Anda memang memiliki masalah kesehatan tertentu, kunci untuk menjaga stamina juga perlu dilengkapi dengan rutin cek kesehatan ke dokter dan mengikuti pola hidup yang disarankan.

Kesimpulan
Stamina yang baik membuat seseorang lebih tahan terhadap stres, cedera, dan rasa lelah beraktivitas. Selama berpuasa, stamina bisa menurun dan efeknya berpengaruh pada produktivitas. Dengan menerapkan gaya hidup sehat yang sesuai, stamina tubuh tetap bisa terjaga saat menjalani puasa.

sumber : hallo sehat

--------------------------------------------------------------------------
APOTEK JAPAN FARMA
Ruko Japan Raya Blok FF No.7A, Sooko, Mojokerto (Depan RSI Sakinah) Melayani Cek Gula Darah, Cek Asam Urat, Cek Kolesterol dan Tensi Darah).+
No WA : 081233730403
Instagram :
--------------------------------------------------------------------------

MiliaKhawatir dengan benjolan kecil putih yang berkumpul di bawah mata atau di hidung? Benjolan tersebut mungkin saja me...
31/03/2023

Milia

Khawatir dengan benjolan kecil putih yang berkumpul di bawah mata atau di hidung? Benjolan tersebut mungkin saja merupakan kista kecil yang disebut milia. Umumnya, kista kecil ini tidak berbahaya, tapi ada penyebab milia yang membutuhkan pengobatan dan perawatan kulit.

Apa itu milia?
Milia adalah sekelompok benjolan kecil, biasanya berwarna putih, dan menggerombol banyak pada kulit wajah. Kondisi benjolan putih ini merupakan kista kecil yang sering muncul di p**i, hidung, mata, dan kelopak mata.

Milia juga bisa disebut sebagai kista kecil. Kondisi ini dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan usia, di mana tempat munculnya, serta apa penyebab benjolan ini muncul.

Selain jenis, milia dibagi ke dalam kategori primer atau sekunder. Milia primer terbentuk langsung dari keratin yang terperangkap di bawah kulit. Kista primer ini biasanya ditemukan pada wajah bayi atau orang dewasa.

Jenis sekunder punya bentuk mirip dengan yang primer. Namun, jenis sekunder berkembang setelah sesuatu menyumbat saluran yang mengarah ke permukaan kulit, seperti setelah cedera, terbakar, atau kulit melepuh.

Jenis milia
Kondisi kulit ini dibagi dalam beberapa jenis yang dijabarkan di bawah ini.

1. Neonatal
Jenis ini muncul pada bayi setelah lahir. Milia ini berupa kelenjar keringat yang belum berkembang. Ditambah lagi, kondisi ini terjadi pada sekitar 50% bayi di dunia sehingga dianggap wajar dan akan hilang sendiri.

2. Primer
Jenis ini dapat muncul pada anak-anak maupun orang dewasa. Milia primer sering muncul di kelopak mata, dahi, p**i atau alat kelamin, dapat terjadi pada anak-anak atau dewasa. Kondisi ini tidak disebabkan oleh kerusakan kulit.

3. Sekunder atau traumatis
Jenis ini sering muncul di dekat luka, misalnya luka bakar atau ruam. Juga muncul setelah Anda mengoleskan krim jenis tertentu macam krim kulit kortikosteroid. Lalu, tonjolan putih kecil ini juga bisa disebabkan karena paparan sinar matahari yang berlebihan.

4. En plaque
Jenis kista kecil ini sangat langka, tumbuh berkembang berdempetan sehingga terlihat seperti terdapat permukaan kulit yang meninggi. Jenis kista kecil ini umumnya menggumpal dengan kulit mati.

Umumnya muncul di belakang telinga, kelopak mata, di p**i serta rahang. Jenis en plaque cenderung mempengaruhi terutama pada wanita paruh baya.

5. Multiple eruptive
Jenis ini umumnya bisa hilang setelah berminggu-minggu atau berbulan-bulan ini, serta tergolong sangat langka.

6. Juvenille
Ini merupakan jenis yang disebabkan oleh kelainan genetik. Di bawah ini kondisi kelainan yang menjadi penyebabnya.

Sindrom karsinoma sel basal Nevoid: sindrom ini dapat menyebabkan karsinoma sel basal (BCC).
Pachyonychia congenita: kondisi ini dapat menyebabkan kuku tebal atau tidak normal.
Sindrom Gardner: kelainan genetik langka ini dapat menyebabkan kanker usus besar seiring waktu.
Sindrom Bazex-Dupré-Christol: sindrom ini mempengaruhi pertumbuhan rambut dan kemampuan untuk berkeringat.

Seberapa umum kondisi ini terjadi?
Milia merupakan kondisi yang umum. Kondisi ini lebih banyak mempengaruhi wanita daripada pria meskipun pasien dalam segala usia. Benjolan kecil ini umumnya dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda dan gejala milia
Tanda dan gejala umum milia tidak serius karena akan hilang sendiri setelah beberapa waktu. Di bawah ini daftarnya.

Adanya benjolan putih kecil di wajah.
Benjolan yang muncul di sepanjang p**i, hidung, dan dagu.
Benjolan putih seperti mutiara pada gusi atau langit-langit mulut.
Milia primer pada bayi biasanya muncul 1 – 2 buah tonjolan di sekitar hidung, mata, p**i, dagu, dan dahi. Benjolan ini juga dapat muncul di batang, kaki, lengan, p***s, dan selaput lendir.

Dilansir dari Mayo Clinic, kondisi ini kadang-kadang dapat dilihat di langit-langit mulut bayi dan disebut mutiara Epstein. Kadang-kadang, benjolan ini dapat hadir dengan kondisi kulit lain seperti jerawat pada bayi.

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Kapan harus periksa ke dokter?
Jika Anda memiliki tanda atau gejala di atas atau ingin bertanya, konsultasikanlah dengan dokter. Ini seringkali bukan merupakan kondisi serius.

Diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbai untuk situasi Anda.

Penyebab milia
Penyebab pasti milia belum ditemukan secara jelas. Pada anak dan bayi baru lahir, kondisi ini bisa disebabkan karena kelenjar keringat yang belum berkembang sempurna. Kondisi ini juga sering keliru dengan jerawat bayi yang dipicu oleh hormon dari ibu.

Tidak seperti jerawat bayi, milia tidak menyebabkan peradangan atau pembengkakan. Bayi dengan milia biasanya dilahirkan dengan itu, sedangkan jerawat bayi tidak muncul sampai 2 – 4 minggu setelah kelahiran.

Sedangkan pada orang dewasa, benjolan putih kecil ini muncul ketika sel kulit mati terperangkap di bawah kulit. Milia juga dapat berkembang jika kulit kehilangan kemampuan alami untuk mengelupas. Ini bisa terjadi akibat penuaan.

Selain itu, beberapa kondisi kulit ini dapat disebabkan karena hal di bawah ini.

Kondisi kulit yang mengalami luka lecet.
Ada luka bakar di kulit Anda.
Ada lepuhan pada kulit.
Sedang menjalani perawatan untuk kulit misalnya dermabrasi atau perawatan laser.
Penggunaan krim steroid jangka panjang.
Kerusakan karena sinar matahari jangka panjang.
Penggunaan krim dengan steroid dapat menyebabkan milia pada kulit. Namun, efek samping ini jarang terjadi. Beberapa bahan dalam produk skincare dan makeup dapat menyebabkan milia pada beberapa orang.

Tips aman cegah milia
Jika memiliki kulit rentan mengalami kista kecil berisi keratin ini, hindari pemakaian bahan-bahan ini di wajah:
parafin cair,
minyak bumi cair,
minyak parafin,
paraffinum liquidum,
cairan petrolatum,
lanolin, dan
minyak bumi.

Faktor risiko milia
Ada banyak faktor risiko milia, yaitu:

tidak menjaga kebersihan kulit,
mengenakan pakaian yang tekstur bahannya kasar,
sering terpapar sinar matahari, serta
apabila Anda memiliki kondisi cedera kulit (luka), ruam kulit, serta lepuhan pada kulit.
Jika memiliki jerawat dan komedo, kemungkinan ada risiko memiliki milia. Walaupun begitu, benjolan kecil putih ini dapat berkembang bahkan jika Anda tidak memiliki masalah kulit seperti jerawat. Kondisi ini merupakan kondisi yang normal.

Meskipun benjolan ini sering termasuk ke dalam kategori jerawat komedonal, tetapi ini berbeda dengan jerawat. Jerawat dan komedo dapat berkembang ketika pori-pori kulit tersumbat.

Sementara itu, kondisi ini merupakan kista kecil yang terjadi tepat di bawah lapisan atas kulit, dan tidak di dalam pori-pori. Hilangnya milia juga cenderung lebih lama daripada jerawat biasa.

Apabila jerawat bisa hilang dalam hitungan hari atau minggu, milia bisa berbulan-bulan bahkan tahunan.

Diagnosis milia
Dokter dapat mendiagnosis hanya dengan melihatnya langsung di kulit Anda. Namun, dalam beberapa kasus, bila diagnosis tidak pasti atau dicurigai adanya jenis en plaque, dokter mungkin menyarankan biopsi pada kulit.

Biopsi pada kulit merupakan prosedur pemeriksaan yang mudah dan minim rasa sakit. Prosedur ini dilakukan dokter dengan cara memeriksa saraf sensorik kecil di kulit. Saraf ini berfungsi meneruskan informasi rasa sakit dan suhu yang dirasakan kulit.

Jenis tes ini sering terlibat dalam beberapa kondisi kesehatan kerusakan saraf tepi (neuropathies). Tes ini juga memungkinkan dokter menemukan saraf, melihat berapa banyak dari mereka ada, dan apakah mereka sehat.

Ketika saraf di bawah kulit rusak, secara tidak langsung ini akan terlihat di bawah mikroskop.

Pengobatan milia
Milia pada anak tidak perlu diobati karena akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa bulan dalam kehidupan bayi. Orang dewasa juga tidak memerlukan cara khusus untuk menghilangkan milia.

Namun dalam jenis langka seperti jenis en plaque, dokter mungkin akan melakukan mengobatinya dengan meresepkan krim dari bahan isotretinoin atau tretinoin. Cara lain menghilangkan milia jenis ini yaitu dengan krim berbahan minocycline sebagai anti-infeksi.

Apabila kista kecil ini lama-lama membesar dan mengganggu penampilan Anda, silakan ajukan perawatan lanjut ke dokter. Berhubung benjolan kecil ini sulit dikeluarkan apabila ditusuk atau dipencet, maka butuh tindakan medis dengan dokter.

Dokter akan melakukan beberapa cara menghilangkan milia yang umumnya dianggap aman karena tidak perlu pembiusan. Prosedur pengobatan cara menghilangkan milia ini harus dilakukan di rumah sakit oleh dokter kulit.

Dilarang mencoba prosedur cara menghilangkan milia sendiri di rumah, karena mungkin mengakibatkan infeksi dan jaringan parut. Beberapa caranya yaitu di bawah ini.

1. Cryotherapy
Cryotherapy merupakan teknik menghilangkan milia yang dilakukan dengan cara membekukan kulit yang terdapat kista berisi keratin.

Dokter sering melakukan cara ini untuk menghilangkan milia jenis en plaque. Setelah itu, dokter biasanya akan menghilangkan milia dengan cara memberikan krim obat atau antibiotik yang disebut minocycline.

2. Facial dengan dokter kulit
Facial wajah bisa dilakukan sebagai cara untuk menghilangkan milia. Cara ini dilakukan dengan mengeluarkan milia dari dalam kulit.

Untuk amannya, baiknya lakukan facial di klinik kecantikan dengan dokter atau terapis bersertifikat. Pada prosedur facial, nantinya bagian kista akan dibuat lubang kecil dengan pisau bedah kecil.

Nantinya, adanya sumbatan keras yang membentuk milia akan didorong keluar dengan lembut lewat jari atau memakai alat yang disebut proses ekstraktor komedo. Prosedur ini kadang juga disebut deroofing.

Meski kedengarannya mengerikan karena menggunakan pisau, beberapa orang mengatakan cara ini tidak terasa sakit. Bahkan, dokter kulit yang melakukan ekstraksi komedo tidak memerlukan bius untuk menahan rasa sakit tusukkan.

3. Pakai krim retinoid
Apabila Anda rentan mengalami masalah kulit ini, dokter umumnya akan menyarankan Anda pakai krim dengan kandungan retinoid yang dioles di area wajah yang bermasalah.

Krim retinoid akan membantu kulit terkelupas secara efektif. Ketika sel-sel kulit mati terkelupas dan tidak menumpuk, ini bisa membantu membantu mencegah sumbatan keratin yang terjebak di bawah permukaan kulit.

Selain itu, krim retinoid membantu melonggarkan sumbat keratin pada milia pada wajah. Krim ini juga membantu sumbatan keratin naik ke permukaan wajah sehingga bisa dengan mudah keluar atau menghilang sendiri.

4. Pakai obat yang dijual di apotek
Untuk kondisi awal, Anda bisa mengobati bintik kecil putih di wajah ini dengan obat yang dijual di apotek. Periksa nomor BPOM obat dan belilah di apotek. Tanyakan kepada apoteker cara pemakaian dan dosis yang aman untuk menghilangkan milia.

Umumnya, obat milia yang dijual di apotek mengandung asam salisilat dan asam glikolat. Obat untuk jerawat (adapalene) juga dapat membantu masalah kondisi ini. Produk-produk ini membantu dengan pengelupasan kulit.

Jika di wajah Anda hanya ada sedikit tonjolan kecil putih ini, baiknya gunakan dulu obat yang dijual di apotek. Meski tidak langsung hilang dalam semalam, obat ini akan ampuh apabila digunakan secara rutin.

Pada dasarnya, milia merupakan masalah kulit yang sulit untuk dihilangkan dan dibutuhkan ketelatenan dalam pengobatannya.

Perawatan rumahan milia
Tidak ada cara untuk mencegah milia. Akan tetapi, ada beberapa pengobatan di rumah yang membantu mencegah kondisi ini.

Meski tidak ada obat khusus sebagai yang terbukti menghilangkan milia dengan cepat, cara-cara di bawah ini bisa Anda lakukan.

Selalu cuci muka untuk membersihkan area yang terkena debu dan kotoran setiap hari.
Gunakan sabun yang berbahan aman dan tidak keras untuk mencegah iritasi kulit.
Lakukan steam (uap) wajah. Anda juga bisa mandi air hangat untuk membuka pori-pori wajah dan membuat jalan keluar minyak kulit secara alami.
Lakukan prosedur eksfoliasi secara teratur, misalnya 1 minggu sekali. Namun, hindari eksfoliasi berlebihan, karena eksfoliasi setiap hari dapat mengiritasi kulit.
Gunakan tabir surya setiap hari, 10 menit sebelum keluar rumah. Tabir surya dengan SPF tinggi mungkin bisa membantu mencegah paparan sinar UV berlebih.
Gunakan krim retinoid topikal untuk jerawat. Krim retinoid merupakan krim atau gel yang berasal dari vitamin A. Meski dirancang untuk mengobati jerawat dan masalah kulit lainnya, ada sedikit bukti bahwa mereka efektif dalam mengobati milia.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak mawar, kayu manis, dan madu memiliki sifat antibakteri yang dapat mengatasi beberapa masalah kulit. Namun, belum ada penelitian tentang efektivitas mereka terhadap kondisi tonjolan kecil putih di wajah.
Hindari menusuk atau memencet benjolan putih ini. Ini dapat meningkatkan risiko infeksi dan dapat menyebabkan jaringan parut di wajah.

Jika kondisi Anda tidak membaik dalam beberapa minggu, hubungi dokter Anda. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa tonjolan kecil bukan sebagai akibat kondisi kulit yang lain.

sumber : hallo sehat

--------------------------------------------------------------------------
APOTEK JAPAN FARMA
Ruko Japan Raya Blok FF No.7A, Sooko, Mojokerto (Depan RSI Sakinah) Melayani Cek Gula Darah, Cek Asam Urat, Cek Kolesterol dan Tensi Darah).+
No WA : 081233730403
Instagram :
--------------------------------------------------------------------------

3 Manfaat Kurma untuk Mengatasi Sakit LambungSaat sakit lambung atau maag biasanya kita membutuhkan obat atau makanan ya...
29/03/2023

3 Manfaat Kurma untuk Mengatasi Sakit Lambung

Saat sakit lambung atau maag biasanya kita membutuhkan obat atau makanan yang dapat meredakan nyeri dan rasa tidak nyaman. Salah satu makanan yang dipercaya memiliki manfaat untuk meredakan sakit lambung adalah kurma.

Lantas, benarkah kurma bermanfaat untuk lambung? Ketahui faktanya berdasarkan penelitian ilmiah dalam ulasan berikut.

Apakah kurma bisa mengobati sakit lambung?
Sebagian orang memercayai kandungan dalam buah kurma bermanfaat untuk kesehatan pencernaan khususnya lambung.

Beberapa penelitian yang dilakukan pada hewan memang menunjukkan adanya manfaat kurma untuk lambung.

Sebagian riset ilmiah tersebut menjelaskan kurma memiliki potensi mengatasi gejala yang disebabkan asam lambung naik.

Meskipun begitu, penelitian seputar khasiat kurma ini masih sangat sedikit.

Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk melihat khasiat dan efek samping kurma pada sistem pencernaan manusia.

Manfaat sari kurma untuk asam lambung
Beberapa riset pada hewan tersebut memperlihatkan konsumsi kurma bisa membantu mengatasi tukak lambung, kembung, dan maag.

Khasiat tersebut berasal dari kandungan zat gizi kurma yang tinggi dan beragam.

Berikut ini penjelasan manfaat kurma untuk lambung.

1. Mengatasi tukak lambung
Sebuah penelitian lama dalam Journal of ethnopharmacology mencoba mengamati kandungan buah kurma yang bermanfaat bagi tukak lambung.

Tukak lambung adalah peradangan dinding lambung yang teriritasi oleh cairan asam lambung yang diproduksi berlebihan.

Penelitian dilakukan dengan percobaan pada tikus selama 14 hari. Tikus tersebut diberikan ekstrak etanol dari buah kurma.

Hasil penelitian menunjukkan adanya potensi perbaikan kerusakan lambung tikus yang mengonsumsi sari kurma jenis Ajwa (Phoenix dactylifera L.) dengan konsentrasi 60 persen.

2. Mengurangi kembung
Konsumsi makanan tinggi karbohidrat atau gula secara berlebihan bisa memicu masalah lambung.

Banyak mengonsumsi asupan tinggi karbohidrat akan menghasilkan lebih banyak gas di perut.

Gas yang terlalu banyak bisa meningkatkan tekanan di dalam perut.

Kondisi ini merupakan akar penyebab sakit maag yang menimbulkan gejala nyeri perut bagian atas, kembung, dan sensasi panas di tenggorokan.

Meskipun kurma secara alami tinggi gula, jenis karbohidrat yang terkandung buah ini dilepas secara lambat.

Ini memungkinkan untuk lambung mencernanya secara perlahan sehingga tidak menyebabkan perut kembung.

3. Mencegah maag
Maag atau dispepsia adalah kondisi yang umumnya ditandai dengan rasa tidak nyaman pada perut bagian atas.

Sebuah penelitian dalam Middle East journal of digestive diseases (2015) mencoba mencari bahan makanan yang membantu pengobatan dispepsia.

Studi dilakukan pada 384 pasien, mereka diminta untuk mengisi daftar nutrisi termasuk 114 makanan yang biasa dikonsumsi.

Efek makanan tersebut kemudian diidentifikasi efeknya pada gejala dispepsia.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurma memiliki potensi efek pereda nyeri akibat dispepsia pada sekitar 12,3% pasien peserta penelitian.

Nah, kurma juga mengandung serat tidak larut yang penting untuk kesehatan lambung.

Selain itu, asupan serat tidak larut yang cukup membantu mencegah sembelit dan peradangan di lambung.

Cara lain mengatasi masalah lambung
Perlu Anda ingat, manfaat kurma untuk sakit lambung masih ditemukan dari pengujian pada hewan.

Hasil pengujian bisa saja berbeda ketika dilakukan pada manusia, terutama dalam hal efektivitas atau kemanjuran mengatasi sakit lambung.

Namun, kurma memang memiliki kandungan gizi, seperti serat tidak larut, yang baik untuk pencernaan.

Untuk itu, konsumsi kurma bisa saja membantu mengatasi penyakit lambung yang Anda alami.

Selain dengan makan kurma, Anda bisa meredakan maag dan gangguan pencernaan lain secara alami dengan cara berikut.

Menghindari makanan pedas. Makanan pedas mengandung capsaicin, zat yang dapat mengiritasi lapisan perut.
Konsumsi sumber probiotik. Sumber probiotik seperti tempe, oncom, dan yoghurt membantu melawan infeksi bakteri jahat di dalam lambung.
Makan porsi lebih kecil. Hindari mengonsumsi makanan dalam jumlah besar secara langsung.
Istirahat cukup. Istirahat juga dapat mengurangi stres yang akan membuat gejala maag makin parah.
Hindari minum alkohol, kopi, dan bersoda. Jenis minuman ini bisa mengiritasi lapisan tenggorokan dan perut serta meningkatkan produksi asam lambung.
Konsultasikan kepada dokter jika Anda mengalami gejala sakit maag yang parah dan tidak kunjung membaik.

sumber : hallo sehat

--------------------------------------------------------------------------
APOTEK JAPAN FARMA
Ruko Japan Raya Blok FF No.7A, Sooko, Mojokerto (Depan RSI Sakinah) Melayani Cek Gula Darah, Cek Asam Urat, Cek Kolesterol dan Tensi Darah).+
No WA : 081233730403
Instagram :
--------------------------------------------------------------------------

Penyebab Sakit Perut Saat Puasa dan Cara MengatasinyaBulan Ramadan merupakan momen yang dinantikan umat Muslim di seluru...
27/03/2023

Penyebab Sakit Perut Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

Bulan Ramadan merupakan momen yang dinantikan umat Muslim di seluruh dunia. Sayangnya, gangguan terkadang datang saat Anda menjalani puasa, seperti merasakan sakit perut. Apa penyebab sakit perut saat puasa dan bagaimana mengatasinya?

Penyebab sakit perut saat puasa
Bila melihat dari sisi kesehatan, puasa bermanfaat untuk tubuh. Beberapa di antaranya yakni membantu pembakaran lemak dalam tubuh, memberi waktu untuk regenerasi sel-sel kekebalan tubuh, serta memicu hormon rasa bahagia.

Sayangnya, puasa juga bisa mendatangkan risiko. Metabolisme tubuh manusia bekerja sesuai dengan ritme sirkadian. Ini artinya, metabolisme sudah beradaptasi dengan kebiasaan makan pada waktu siang dan tidur pada waktu malam.

Begitu menjalani puasa, kebiasaan makan pada pagi dan siang hari tidak akan dilakukan. Sehingga, metabolisme saat puasa berubah dan tubuh pun memerlukan waktu untuk adaptasi ulang dengan situasi yang baru.

Akibatnya, timbullah efek samping yang salah satunya yaitu asam lambung naik karena tidak ada makanan atau minuman yang masuk dalam rentang waktu yang cukup panjang. Inilah yang membuat Anda merasakan gejala gangguan pada pencernaan seperti sakit perut.

Kemungkinan risiko tersebut tentu akan lebih tinggi bila Anda memang memiliki masalah pada lambung termasuk dalam produksi asam lambung. Selain itu, kemungkinan lainnya juga dapat meliputi:

konsumsi makanan yang tidak tepat saat sahur, seperti makanan asam atau pedas,
intoleransi laktosa,
kekurangan vitamin,
memiliki penyakit Crohn, masalah peradangan pada sistem pencernaan, dan
alergi makanan atau alergi obat tertentu.

Cara mencegah sakit perut saat puasa
Agar sakit perut tak mengganggu ibadah saat puasa Anda, coba lakukan beberapa langkah pencegahan di bawah ini.

1. Makan secukupnya saat sahur dan berbuka puasa
Kebiasaan yang bisa menjadi penyebab sakit perut saat puasa yaitu karena makan berlebihan. Memang, puasa membuat Anda ngidam banyak makanan untuk disantap saat berbuka puasa. Atau, Anda berpikir untuk makan lebih banyak saat sahur agar tidak kelaparan saat puasa nanti.

Hal tersebut justru tidak baik untuk kesehatan Anda. Ketika Anda makan lebih banyak, organ lambung butuh waktu lebih lama untuk memecah makanan dan dapat memicu sakit perut.

Puasa juga membuat sistem pencernaan Anda beradaptasi dengan pola makan yang baru. Ini sebabnya, perut Anda akan kaget menerima banyak makanan setelah kosong selama 13 jam saat berpuasa.

Maka itu, makanlah sewajarnya dengan porsi yang cukup. Awali konsumsi makanan yang ringan terlebih dahulu saat berbuka untuk memudahkan pencernaan Anda bekerja.

Jangan lupa untuk mengunyah makanan Anda secara perlahan sampai benar-benar halus. Menerapkan cara ini juga bisa membantu mencegah Anda terlalu banyak makan.

2. Hindari makanan pedas dan berlemak
Setiap makanan pedas tentu mengandung cabai yang membuat Anda merasakan sensasi panas atau terbakar saat memakannya. Ternyata, hal ini disebabkan kandungan capsaicin pada cabai.

Makanan pedas bukanlah pilihan makanan yang tepat untuk berbuka puasa dan sahur. Pasalnya, kandungan capsaicin pada cabai dapat mengiritasi lambung Anda.

Kebiasaan makan gorengan serta makanan tinggi lemak juga bisa memicu sakit perut. Sebab, lemak bisa memperlambat kerja sistem pencernaan dan dapat meningkatkan asam lambung.

Kalau Anda tidak ingin sakit perut saat puasa, hindari makanan-makanan ini dulu selama bulan Ramadan, ya!

4. Hindari minuman berkafein
Layaknya sarapan, mengawali menu sahur dengan minum teh manis hangat memang dapat melegakan tenggorokan. Namun, kebanyakan minum teh bisa menyebabkan sakit perut saat Anda berpuasa nanti.

Kandungan kafein dalam teh dan kopi dapat mengiritasi lambung. Pasalnya, kafein menstimulasi gerak usus untuk bergerak lebih cepat saat mencerna makanan. Akibatnya, perut jadi terasa sakit dan bahkan menyebabkan diare.

5. Jalan-jalan setelah makan
Ketimbang berdiam diri atau langsung tidur, coba sempatkan waktu selama beberapa menit untuk berjalan kaki setelah makan.

Cara ini cukup berguna untuk menghindari Anda dari risiko sakit perut saat puasa, sebab gerakan tubuh dapat membantu pencernaan dengan mendorong rangsangan pada perut dan usus. Sehingga, makanan akan lebih cepat bergerak dan dicerna.

Selain itu, aktivitas fisik berintensitas rendah hingga sedang yang dilakukan setelah makan berpotensi untuk memberikan efek perlindungan pada saluran pencernaan tubuh.

Bila cara-cara yang tertera sudah Anda lakukan tapi tidak membuahkan hasil, sebaiknya segera berkonsultasi kepada dokter. Ini juga termasuk bila Anda memiliki kondisi tertentu yang memengaruhi metabolisme tubuh seperti diabetes.

sumber : hallo sehat

--------------------------------------------------------------------------
APOTEK JAPAN FARMA
Ruko Japan Raya Blok FF No.7A, Sooko, Mojokerto (Depan RSI Sakinah) Melayani Cek Gula Darah, Cek Asam Urat, Cek Kolesterol dan Tensi Darah).+
No WA : 081233730403
Instagram :
--------------------------------------------------------------------------

Address

Ruko Japan Raya Blok FF No. 7A Sooko-Mojokerto
Mojokerto
61361

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Apotek Japan Farma posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram