03/01/2026
โRezeki yang Tidak Tunduk pada Akalโ
Jika rezeki benar-benar hanya mengalir berdasarkan akal dan kecerdasan, tentu dunia ini akan penuh dengan ketidakadilan. Mereka yang lahir dengan pikiran tajam akan menguasai segalanya, sementara yang sederhana akan tersingkir dalam kelaparan. Namun, kenyataannya tidak demikian. Lihatlah burung yang berkicau di pagi hari tanpa pernah menghitung biji-bijian yang akan dimakannya, atau semut yang terus berjalan meski tak punya peta untuk cadangan musim dingin. Mereka hidup, bukan karena mereka paham rumus ekonomi atau strategi bisnis, tetapi karena ada tangan tak terlihat yang mengatur nafas dan rezeki mereka.
Dan jika logika manusia yang berkuasa, tentu binatang-binatang akan binasa akibat ketidaktahuannya. Tapi nyatanya, mereka tetap hidupโbahkan seringkali lebih tenang daripada manusia yang gelisah meski bergelimang pengetahuan. Rezeki mengalir seperti sungai, kadang melalui lembah yang tak terduga, kadang membasahi akar yang tak disadari. Ia tidak memilih berdasarkan IQ atau gelar, tetapi berdasarkan ketetapan yang lebih dalam dari logika kita. Maka, berhentilah terlalu mengandalkan kecerdasan sendiri, dan percayalah bahwa rezeki punya jalannya sendiriโseperti angin yang bertiup, kita tak tahu dari mana datangnya, tapi kita bisa merasakan kehadirannya.