19/04/2020
Penelitian membuktikan bahwa suplementasi vitamin D selama masa kehamilan dapat menurunkan risiko kejadian bayi kecil masa kehamilan/KMK (small for gestasional age) atau berat bayi lahir rendah. Walau demikian, hasil penelitian ini belum diadopsi menjadi guideline, baik nasional maupun internasional, untuk suplementasi rutin vitamin D pada wanita hamil.
Vitamin D sejak lama dikenal sebagai vitamin larut lemak yang berfungsi untuk pertumbuhan otot dan tulang tetapi vitamin D diketahui juga memainkan peran penting selama masa kehamilan terutama untuk pertumbuhan janin. Neonatus sangat bergantung pada status vitamin D maternal. Namun, defisiensi vitamin D ternyata masih sering terjadi dan sampai saat ini menjadi masalah kesehatan dunia. Sekitar 60% ibu hamil dan 15-65% neonatus mengalami kekurangan vitamin D.
Adanya defisiensi vitamin D selama kehamilan dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas baik pada maternal maupun janin. Kekurangan vitamin D pada ibu hamil dapat mengakibatkan adanya diabetes gestasional, preeklampsia, dan bacterial vaginosis. Defisiensi vitamin D selama kehamilan dapat mengakibatkan restriksi pertumbuhan intrauteri, seperti kecil masa kehamilan(KMK) atau berat badan lahir rendah, yang akhirnya meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas neonatus.
Beberapa penelitian menyatakan hubungan antara defisiensi vitamin D pada ibu hamil dengan penurunan fungsi skeletal, kardiovaskular, pernapasan, dan neurokognitif bayi. Pemberian suplementasi vitamin D2 diharapkan dapat mencegah terjadinya berat badan rendah pada bayi sehingga menurunkan risiko morbiditas dan mortalitas bayi.
Vitamin D merupakan vitamin larut lemak yang bisa didapatkan dari pajanan sinar matahari dan beberapa sumber makanan, seperti minyak ikan, jamur, kuning telur, dan liver. Vitamin D memiliki dua bentuk aktif vitamin D, yaitu kalsiferol D2 dan D3. Vitamin D2 disintesis oleh tumbuhan dan vitamin D3 diproduksi secara subkutaneus pada manusia melalui pajanan radiasi ultraviolet B (UVB). Vitamin D2 dan D3 masuk ke dalam tubuh dan dihidroksilasi di dalam liver membentuk 25-hidroksi vitamin D [25(OH)]D atau kalsidiol. Kemudian kalsidiol akan diubah menjadi kalsitriol di dalam ginjal. Kalsitriol memiliki peran penting dalam menjaga integritas sel, metabolisme mineral tulang, dan homeostasis kalsium dan fosfor.
Vitamin D bekerja pada beberapa organ tubuh, seperti kulit, usus halus, tulang, kelenjar paratiroid, sistem imun, pankreas, dan pada bayi juga bekerja di usus besar. Vitamin D juga dapat membantu menjaga kadar normal glukosa di darah, melalui aktiviasi reseptor vitamin D pada sel beta pankreas dan juga regulasi pengeluaran insulin. Kalsidiol, merupakan metabolit aktif dari vitamin D yang diberikan dari sirkulasi maternal ke sirkulasi janin via plasenta untuk memenuhi kebutuhan vitamin D janin. Kebutuhan vitamin D pada kehamilan sangat penting karena janin bergantung penuh pada kadar vitamin D dalam tubuh ibunya.
Terdapat p**a beberapa studi observasional yang menyatakan bahwa adanya hubungan yang bermakna antara kurangnya vitamin D terhadap kejadian kelahiran prematur. Vitamin D berfungsi dalam pertumbuhan janin melalui metabolisme kalsium, pertumbuhan tulang, dan menjaga fungsi plasenta. Level vitamin D yang cukup pada masa kehamilan juga dapat membantu perkembangan otot skeletal dan jaringan adiposa yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin ketika sudah lahir. Vitamin D menjaga kadar kalsium dan dan fosfor dalam darah, mineral yang berfungsi dalam proses homeostasis ion mineral, aktivitas mioblas, dan pembentukan tulang selama masa pertumbuhan awal. Pada sebuah penelitian didapatkan rendahnya kalsidiol maternal menganggu pertumbuhan tulang janin yang dideteksi melalui USG. kelahiran prematur.
Vitamin D berfungsi dalam pertumbuhan janin melalui metabolisme kalsium, pertumbuhan tulang, dan menjaga fungsi plasenta. Level vitamin D yang cukup pada masa kehamilan juga dapat membantu perkembangan otot skeletal dan jaringan adiposa yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin ketika sudah lahir. Vitamin D menjaga kadar kalsium dan dan fosfor dalam darah, mineral yang berfungsi dalam proses homeostasis ion mineral, aktivitas mioblas, dan pembentukan tulang selama masa pertumbuhan awal. Pada sebuah penelitian didapatkan rendahnya kalsidiol maternal menganggu pertumbuhan tulang janin yang dideteksi melalui USG.