20/07/2017
Kanker Payudara: Peruntuh Fisik, Penghancur Ekonomi Keluarga
Ladies, kalau bicara soal kanker payudara tidak ada habisnya. Kanker ini merupakan jenis kanker tertinggi pada pasien rawat inap maupun rawat jalan di Indonesia dengan 12.014 orang. Kanker payudara juga adalah peringkat pertama dalam lima jenis kanker tertinggi di Tanah Air.
Kanker yang berakar dari keganasan sel pada jaringan payudara ini tak pandang bulu dalam memilih korbannya. Mereka yang sudah terkena biasanya bukan hanya menderita secara fisik, tapi juga secara ekonomi. Sebanyak 70 persen pasien mengalami kematian atau kesulitan keuangan dalam 12 bulan setelah terdiagnosis kanker. Sementara 40 persen yang bertahan hidup, mengalami kesulitan keuangan dalam 12 bulan.
Biaya terapinya saja (belum termasuk biaya dokter, obat, dan ongkos ke fasilitas perawatan) memakan 24 persen biaya rumah tangga. Dengan kata lain, kanker juga meruntuhkan ekonomi keluarga.
"60 persen penderita kanker mengalami kesulitan keuangan. Ada yang sampai jual rumah, pinjam dari keluarga, sampai jual aset," papar Prof.dr. Hasbullah Thabrany, MPH, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, saat ditemui di acara 'Bulan Peduli Kanker Payudara, Forum Diskusi: Mari Bersama Kalahkan Kanker Payudara,' di Jakarta,
Tak salah jika kemudian kanker masuk peringkat empat besar dalam belanja Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di tahun 2014-2015. Data dari ASEAN Cost in Oncology (ACTION) bahkan lebih miris lagi. Ditemukan bahwa dalam penelitian terhadap 2.355 kasus dari 12 rumah sakit, mayoritas kematian terjadi pada kaum yang miskin.
"Lebih miskin, angka kematiannya lebih tinggi karena akses, terapi, dan pengobatannya jauh lebih murah," ujar dr.Hasbullah
Hal senada dikatakan Ketua Perhimpunan Dokter Onkologi Indonesia, DR.dr.Aru Wicaksono Sudoyo. Bahwa dalam beberapa kasus yang terjadi di daerah terpencil, penderita kanker payudara lebih memilih pulang ke desa daripada menjalani pengobatan. Alasannya karena tidak ingin memberatkan anak/sanak famili dengan biaya berobat yang tinggi.
Selain itu pusat penanganan kanker di Indonesia hanya ada di kota-kota besar. Jumlah dokter spesialis dan peralatannya pun terbatas. "Kadang ada ketidacocokkan antara manusia dengan alatnya. Sebagai contoh di Banda Aceh, di mana ada spesialis radioterapinya, tapi tak ada alatnya," kata dr.Aru.
Jangan sampai kamu dan keluarga terbelit "gurita" kanker payudara. Mulai sekarang rajin-rajinlah memeriksa sendiri payudara kamu ketika datang bulan. Waspadai jika ada benjolan atau penebalan pada jaringan kulit payudara. Jangan juga malu bertanya karena saat ini sudah banyak pusat informasi mengenai kanker payudara. Ayo Ladies, lawan bersama kanker payudara!
===================================================
Cara pemakaian Ayla Breast Care untuk memperoleh payudara yang sehat dan bisa memperbesar ukuran payudara anda menjadi lebih besar, sehat dan menjadikan kulit payudara anda menjadi lebih halus dan lembut.
Saya sudah upload beberapa video tentang seputar krim pembesar payudara Ayla Breast Care. Anda bisa tonton videonya di channel Youtube saya. Tetapi disini saya akan berikan gambaran tentang cara menggunakan produk pemontok payudara ini saja.
Cara Pemakaian Ayla Breast Care:
1 Bersikan payudara dengan menggunakan air hangat untuk membuka pori-pori supaya krim Ayla mudah meresap kedalam pori pori
2 Gunakan Ayla Breast Care 30 menit sebelum tidur
3 Oleskan secara merata cream Ayla breast care sekitar payudara dan hindari mengenai puting susu
4 Pijat Dengan lembut kearah luar dari bawah hingga cream Ayla Breast Care meresap
5 Tunggu hingga 5-8 jam supaya krim kering dan terserap kulit.