Meditasi Tantra

Meditasi Tantra Saya adalah jiwa yang sedang belajar. Berjalan sebagai jiwa, sama seperti Anda. Tidak ada guru, tidak ada murid—kita hanya sesama pelajar di sekolah semesta.

Terhubung dalam proses, bertumbuh dalam kesadaran. WA: 085848355117

17/01/2026
16/01/2026

ANDA PINGIN LIHAT SETAN? INI CARANYA

KALIBRASI KESADARAN DAN POROS SEMESTAkalibrasi bukan sesuatu yang mistis dan bukan p**a teknik spiritual yang rumit. kal...
16/01/2026

KALIBRASI KESADARAN DAN POROS SEMESTA

kalibrasi bukan sesuatu yang mistis dan bukan p**a teknik spiritual yang rumit. kalibrasi adalah tindakan menyetel ulang posisi batin agar selaras dengan hukum realitas yang sudah ada. seperti alat ukur, seperti drone, seperti kompas. ketika alat tidak dikalibrasi, sedikit gangguan saja sudah membuat arah melenceng. begitu p**a manusia. pikiran, emosi, dan keyakinan adalah sensor utama kita dalam membaca kehidupan. jika sensor ini miring, maka realitas terbaca salah walaupun kejadiannya netral.

setiap peristiwa sebenarnya tidak membawa makna apa pun. makna muncul setelah sensor bekerja. saat seseorang ditipu, peristiwanya hanyalah perpindahan energi. tetapi begitu pikiran memberi label “jahat”, emosi benci muncul, lalu energi bocor ke mana-mana. bukan karena ditipunya, tapi karena reaksi setelahnya. di sinilah kalibrasi bekerja: bukan menghentikan kejadian, melainkan menghentikan kebocoran lanjutan.

cara kalibrasi selalu dimulai dari satu titik yang sama, yaitu menghentikan reaksi otomatis. bukan menahan emosi, tapi menunda respons sepersekian detik. cukup sadari: ini sedang terjadi. tanpa tambahan cerita, tanpa label, tanpa penghakiman. langkah ini mengembalikan sistem ke mode stabil, seperti drone yang kembali ke posisi seimbang saat sensornya disetel ulang.

setelah reaksi dihentikan, fokus berpindah dari kejadian ke sensor. bukan bertanya “kenapa ini terjadi”, tapi “di mana sensorku sedang tidak netral”. apakah tubuh lelah, apakah pikiran sedang takut, apakah ada ekspektasi yang tidak terpenuhi. ini bukan menyalahkan diri, melainkan membaca kondisi internal. ketika kondisi dikenali, sensor otomatis mulai lurus kembali.

langkah berikutnya adalah menetralkan bahasa batin. kata-kata seperti sial, jahat, rugi, dizalimi adalah distorsi sensor. kata-kata ini bukan fakta, melainkan interpretasi. kalibrasi berarti mengganti semua label itu dengan satu kalimat sederhana: ini sedang terjadi. kalimat ini memotong drama tanpa memotong kesadaran. di titik ini, emosi mulai turun dengan sendirinya karena tidak lagi diberi bahan bakar.

setelah sensor netral, barulah penerimaan dilakukan. penerimaan di sini bukan pasrah dan bukan menyerah, melainkan pengakuan bahwa energi memang sedang berpindah. jika memang ada pengurangan rezeki, maka ia akan lewat dengan cepat ketika diterima. jika ditolak, diprotes, dipelihara dalam pikiran, pengurangan itu berlipat ganda karena energi terus terkuras oleh konflik batin.

kalibrasi lalu berlanjut ke pengembalian poros. poros adalah titik pusat di mana kita tidak mendorong dan tidak melawan. dari poros ini, pertanyaan yang muncul bukan lagi “bagaimana membalas” atau “bagaimana membuktikan”, melainkan “apa respons paling hemat energi sekarang”. sering kali jawabannya sederhana: diam, berhenti menjelaskan, berhenti menceritakan ulang, lalu bergerak ke langkah berikutnya dalam hidup.

dalam kondisi terkalibrasi, semesta terasa sinkron bukan karena kita mengendalikannya, tetapi karena kita tidak melawannya. keputusan terasa lebih tepat, waktu terasa lebih pas, dan kejadian tidak berlarut-larut. bukan karena masalah hilang, melainkan karena kita tidak lagi menjadi sumber gangguan tambahan bagi diri sendiri.

seperti hukum alam, ketika singa memangsa musang, tidak ada baik dan buruk. energi berpindah sesuai kondisi. musang yang bertemu singa dalam keadaan tertentu menjadi bagian dari rezeki singa. tidak semua musang mati, tidak semua singa makan. yang terjadi hanyalah konsekuensi pertemuan energi pada satu titik waktu. manusia pun demikian. kehilangan, keuntungan, naik, turun, semuanya adalah pergerakan energi yang netral.

kalibrasi membuat kita berhenti menganggap diri korban atau pelaku. kita menjadi pengamat yang sadar. ketika semua diterima tanpa penilaian, tidak ada yang dirugikan dan tidak ada yang diuntungkan secara absolut. yang ada hanyalah keseimbangan yang terus bergerak. di titik inilah seseorang tetap utuh, tetap jernih, dan tetap berada di poros.

**NETRALITAS SEMESTA DAN KONSEKUENSI ENERGI**saat kita ditipu, pikiran langsung memberi label: penipu itu jahat. penilai...
16/01/2026

**NETRALITAS SEMESTA DAN KONSEKUENSI ENERGI**

saat kita ditipu, pikiran langsung memberi label: penipu itu jahat. penilaian inilah yang sebenarnya tidak pernah ada di level semesta. semesta bersifat netral. ketika kita memberi label jahat, pikiran menjadi kotor, emosi muncul, kebencian lahir. kebencian inilah yang menciptakan vibrasi negatif dan menjadi beban energi bagi diri sendiri.

jika tidak ada penilaian, tidak ada kebencian. jika tidak ada kebencian, tidak ada karma kebencian yang melekat. kejadian tetap terjadi, tapi energi kita tetap utuh.

orang yang menipu sejatinya sedang menerima rezekinya, hanya lewat jalan yang berbeda. jika memang tidak ada rezekinya, maka secerdik apa pun dia menipu, tidak akan ada target yang bisa ditipu. peristiwa hanya bisa terjadi jika diizinkan oleh hukum semesta. tanpa izin itu, kejadian tidak mungkin terwujud. artinya, bahkan tindakan yang kita sebut jahat pun tetap bergerak di dalam sistem hukum alam.

jika seseorang menipu dan tidak tertangkap, itu bukan karena dia benar, tapi karena aliran energinya saat itu masih selaras dengan sistem. ketika alirannya berubah, konsekuensinya juga akan datang. bukan sebagai hukuman moral, tapi sebagai penyeimbangan energi.

baik dan buruk, benar dan salah, hanyalah konstruksi pikiran manusia. ketika kita terjebak di hitam dan putih, kita terperangkap di dalam konflik batin. semakin kuat penilaian, semakin kuat keterikatan emosi, semakin berat energi yang kita pikul.

sebaliknya, ketika seseorang kehilangan uang karena ditipu atau dicuri, itu tidak selalu tentang kesalahan pelaku. sering kali itu adalah tanda bahwa aliran rezeki sedang dikurangi. semesta bisa mengambil energi dengan banyak cara: lewat pencurian, penipuan, kegagalan usaha, kehilangan peluang, atau kerugian yang tak terduga. caranya berbeda, tapi esensinya sama: penyesuaian energi.

mengapa energi diambil? karena pada level bawah sadar, setelan vibrasi sedang menurun. seseorang sedang low energi, tidak seimbang, atau tidak selaras. kondisi inilah yang membuka celah bagi pengurangan energi. bukan orang lain yang mengambil, tapi semesta yang menyeimbangkan.

ketika kita menolak kejadian itu, marah, dendam, menyalahkan, energi justru turun lebih dalam. yang seharusnya hanya berkurang sedikit, menjadi terkuras jauh lebih besar karena kekacauan pikiran dan emosi. menerima dengan sadar membuat penurunan energi berhenti pada batas yang wajar.

alam memberi contoh paling jujur. ketika singa bertemu musang, musang berpotensi dimangsa. apakah singa jahat? tidak. apakah musang berdosa? tidak. itu hanyalah hukum alam. tidak semua musang mati oleh singa, tapi musang yang bertemu singa dalam kondisi tertentu akan menjadi bagian dari rezeki singa.

musang yang mati bukan dihukum, singa yang makan bukan diberi pahala. energi hanya berpindah. satu sistem memberi, sistem lain menerima. semuanya netral.

dalam hukum energi, tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah. yang ada hanyalah konsekuensi dari pertemuan vibrasi. siapa yang kuat pada saat itu, mengalir. siapa yang lemah, menyesuaikan. ketika semuanya diterima dengan kesadaran, tidak ada korban dan tidak ada pelaku. hanya ada pergerakan energi semesta yang terus menyeimbangkan dirinya sendiri.

WARISAN ESENSI KEHIDUPAN ANNUNAKI. ESENSI KEHIDUPAN DARI TULANG RUSUK ENKI KE TULANG RUSUK ADAMU DAN ESENSI KEHIDUPAN DA...
15/01/2026

WARISAN ESENSI KEHIDUPAN ANNUNAKI.

ESENSI KEHIDUPAN DARI TULANG RUSUK ENKI KE TULANG RUSUK ADAMU DAN ESENSI KEHIDUPAN DARI TULANG RUSUK NINMAH KE TULANG RUSUK TI- AMAT

Dengan kekuatan melahirkan, esensi kehidupan mereka sekarang terjalin!"

Ninmah berkata, "Biarkan mereka berkeliaran dengan bebas, Biarkan mereka mengenal satu sama lain sebagai satu daging!"

Dia menutup daging tempat sayatan dibuat.
Kemudian mereka berempat dibangunkan oleh Ningishzidda.
"Sudah selesai!" katanya dengan bangga.

"Dua cabang telah ditambahkan ke Pohon Kehidupan mereka. Adamu dan Ti-Amat ditempatkan di kebun Edin untuk bebas berkeliaran.

Mereka menjadi sadar akan ketelanjangan mereka,
mereka mengetahui tentang laki-laki dan perempuan.

Ti-Amat membuat celemek dari daun, untuk dibedakan dari binatang buas.

Enlil sedang berjalan-jalan di kebun di siang hari yang panas, dia menikmati keteduhan. semua semua

Dia bertemu Adamu dan Ti-Amat tanpa sengaja
dia memperhatikan celemek di pinggang mereka.
"Apa artinya ini?" Enlil bertanya-tanya,

Dia memanggil Enki untuk diinterogasi.

Enki menjelaskan soal prokreasi kepada Enlil.
"Tujuh dan tujuh telah gagal," akunya pada Enlil.
“Ningishzidda memeriksa inti kehidupan; diperlukan penggabungan tambahan!"

Kemarahan Enlil sangat besar, kata-katanya sangat marah: "Semuanya tidak sesuai dengan keinginanku,

Yang kita butuhkan hanyalah memberi tanda pada mereka agar dengan demikian jadi Pekerja Primitif!
Mengantikan pahlawan pekerja Annunaki dan menempatkan diri mereka dalam risiko,
Ninmah dan Ninki terancam kena hukuman

Saya telah menentang kita bertindak sebagai Pencipta. Wujud yang kita butuhkan, itu sudah ada! Jadi semuanya sia-sia, hasil karyamu gagal! Enki, kata Enlil

Sekarang kamu telah memberikan bagian terakhir dari esensi kehidupan kita, keluarga Anunnaki.

Esensi kehidupan kalian bagikan kepada makhluk-makhluk ini; untuk menjadi seperti kita dalam mengetahui prokreasi,

Memungkinkan untuk memberikan kepada mereka siklus hidup seperti kita!" Demikianlah Enlil berbicara dengan kata-kata marah.

Ningishzidda membujuk dan meredam kemarahan Enlil, ia berkata"Tuanku Enlil! Prokreasi memang telah diberikan kepada mereka, namun "Tidak"untuk Cabang Long Living kehidupan kekal, Imortality, sama sekali tidak diberikan ke esensi pohon kehidupan mereka.!"
Note pribadi kata Tidak memiliki maksud tersembunyi.. Tetap diberikan namun di kunci dna nya

Ninmah kemudian angkat bicara, dia berkata kepada kakaknya Enlil:

"Apa pilihannya, saudaraku? Untuk mengakhiri semuanya dalam kegagalan, takdir Nibiru menghadapi ajalnya? Atau coba dan coba dan coba, dan dengan prokreasi biarkan mahluk bumi melakukan kerja keras?"

Enlil berkata dengan marah, "Kalau begitu biarkan mereka berada di tempat yang mereka butuhkan!
Biarkan mereka diusir pergi ke Abzu, jauh dari Edin!"

Biarlah semua terjadi. Biarlah semua terpenuhi

Sumber dari Buku Enki Yang Hilang. The Lost Book of Enki 🙏❤🙏

Address

Gembong Pati Jateng
Pati
59162

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Meditasi Tantra posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to Meditasi Tantra:

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram