Ken Baby Spa

Ken Baby Spa telah dibuka

Ken baby Spa

Bunda Cermat, Anak Sehat

Baby Spa
Baby Swim
Baby Gym
Baby Massage

Jl.

ikut foto kontes yuuk..hadiahnya menarik lhoo...- baby SPA Gratis- Apple Learning Qur'an- kalender lucu (foto baby denga...
11/02/2016

ikut foto kontes yuuk..
hadiahnya menarik lhoo...

- baby SPA Gratis
- Apple Learning Qur'an
- kalender lucu (foto baby dengan bunda/ayah)
(hanya di akun FB kenbabyspa ya bunda,,,bukan di fans page)

tema
"KEKOMPAKAN BABY DENGAN AYAH/BUNDA"

Syarat
- baby usia dari NB - 2 Tahun
- Saat kirim foto,Tag 2 bunda lainya yg punya baby,ajak untuk ikutan foto kontes ini dan tag FB kenbabyspa serta Add FB Kenbabyspa
- pengiriman maksimal 2 foto
- tuliskan SALAH SATU kata Tagline dari kami
"BUNDA CERMAT ANAK SEHAT"
"SOLUSI HEMAT BUNDA CERMAT"
"PILIHAN CERMAT BUNDA HEMAT"
- posting foto hanya di profile FB Kenbabyspa,bukan di komentar
- Pemenang akan dipilih sesuai dengan tema dan memenuhi Syarat
- hanya untuk warga pekalongan dan sekitarnya

Kontes foto dimulai dari sekarang
tgl. 11 feb. 2016 s/d 19 feb. 2016

pengundian akan dilakukan pada hari
sabtu malam minggu tgl. 20 feb. 2016 pukul 20.00 WIB.
semua gratis ya bunda...tidak dipungut biaya..

11/02/2016

selain baby spa,kami juga menyewakan berbagai kebutuhan dan
peralatan buat bayi lhoo..

cek produk kami di
fb ya bunda.....

BUNDA CERMAT ANAK SEHAT..
SOLUSI HEMAT BUNDA CERMAT...

01/02/2016
Info bermanfaat'Selamat membaca bunda...'"JANGAN ABAIKAN GIZI ANAK, RISIKONYA STUNTING..."Kekurangan gizi menyebabkan an...
29/01/2016

Info bermanfaat
'Selamat membaca bunda...'


"JANGAN ABAIKAN GIZI ANAK, RISIKONYA STUNTING..."

Kekurangan gizi menyebabkan anak mengalami gangguan pertumbuhan. Salah satunya adalah stunting atau tubuh pendek. Sekitar 8,8 juta anak Indonesia menderita stunting atau tubuh pendek. Salah satu penyebabnya adalah kekurangan gizi. Indonesia menjadi kontributor besar dunia untuk kasus stunting.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 angka kejadian stunting nasional mencapai 37,2 persen. Angka tersebut terus mulai tahun 2010 sebesar 35,6 persen. Tingginya prevalensi anak stunting membuat Indonesia masuk dalam lima besar dunia masalah stunting.

"1 Dari 3 anak di Indonesia mengalami stunting. Dari tahun ke tahun jumlahnya terus naik," ungkap ahli Gizi UGM, Prof dr Hamam Hadi, MS.Sc, SpGK kepada wartawan di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (26/1/2016).

Menurut dr Hamam di Indonesia kasus stunting masih ditemui diantaranya di wilayah Indonesia bagian Timur. Seperti di NTT kasus stunting lebih tinggi dibandingkan secara nasional. "Di NTT lebih dari 50 persen anak menderita stunting," katanya.

Menurut dr Hamam, stunting merupakan permasalahan gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam waktu lama dan kronis. Stunting terjadi sejak bayi dalam kandungan karena saat hamil sang ibu kurang mengkonsumsi makanan bergizi.

"Anak pendek adalah salah satu gambaran kekurangan gizi kronis. Ini sebenarnya telah dimulai sejak janin hingga masa pertumbuhan sampai usia 2 tahun," imbuhnya.

Jika pada periode tersebut kurang gizi lanjut dia, dampaknya akan sangat signifikan pada kejadian anak pendek. Selain itu, kekurangan asupan gizi di masa-masa tersebut dapat meningkatkan kematian bayi dan anak di usia dini.

Menurutnya stunting tidak hanya mengakibatkan tubuh anak yang pendek saja tetapi juga mempengaruhi pertumbuhan anak saat dewasa menjadi tidak maksimal. Apabila anak stunting dapat bertahan akan rentan terhadap berbagai penyakit kronis seperti diabetes, kardiovaskuler dan lainnya.

"Perkembangan mental anak juga menjadi terganggu," katanya.

Untuk mencegah anak stunting lanjut dr Hamam, perlu meningkatkan asupan gizi sesuai kebutuhan pada ibu hamil. Pasalnya masa keemasan anak dimulai sejak dalam kandungan hingga anak usia dua tahun.

"Para calon ibu dan ibu hamil diharapkan mencukupi asupan gizinya," katanya,

Selain itu perlu peningkatan pengetahuan keluarga terhadap pola asuh anak serta kesehatan dan gizi untuk mencegah kejadian stunting pada anak. Sebab kejadian stunting tidak hanya disebabkan karena kurangnya asupan gizi akibat kemiskinan tetapi juga adanya kesalahan pada pola asuh anak dalam keluarga.

"Tidak sedikit orang tua yang kurang bisa memahami pola asuh yang benar sehingga memunculkan stunting. Misalnya saja tidak mau memberikan ASI secara eksklusif dan cara pengasuhan anak misalnya dititipkan pada nenek atau pembantu tapi kurang paham dengan pengasuhan yang benar dan pemenuhan gizi yang baik," pungkas dr Hamam

sumber :
http://health.detik.com/read/2016/01/26/183019/3127784/1301/jangan-abaikan-gizi-anak-risikonya-stunting

Kekurangan gizi menyebabkan anak mengalami gangguan pertumbuhan. Salah satunya adalah stunting atau tubuh pendek.

TAHUKAH BUNDA....."Word Spurt, Ketika Balita Makin Ceriwis karena Kuasai Kosakata Baru"Saat masih bayi, ada masa di mana...
29/01/2016

TAHUKAH BUNDA.....

"Word Spurt, Ketika Balita Makin Ceriwis karena Kuasai Kosakata Baru"

Saat masih bayi, ada masa di mana anak tampak lebih rewel karena mengalami growth spurt. Minum air susu ibu (ASI) seolah tidak pernah kenyang. Ketika memasuki usia balita, ada fase lain lagi dalam perkembangan anak yakni word spurt.

Profesor bidang psikologi asal University of Iowa, Bob McMurray, tidak mengherankan ketika seorang balita berada di suatu titik menguasai banyak kata-kata baru. Terlebih kata-kata yang dikuasainya pun merupakan kata yang terdengar 'lebih sulit'. Mungkin Anda sebagai orang tua pun dibuat terkejut sendiri dengan perkembangan ini.

Sebenarnya ini bukan sesuatu yang terjadi dengan tiba-tiba. Word spurt terjadi dengan pembelajaran juga kok. Anak berulang kali mendengar suatu kata. Lalu seiring perkembangannya, dia mulai bisa berucap dengan lebih baik.

Misalnya di usia 17 bulan anak sudah bisa menyanyikan lagi Cicak-cicak di Dinding dengan pengucapan yang kurang sempurna, maka di usia 18 bulan ke atas sudah bisa mengucap liriknya lebih baik. Contohnya anak mengatakan 'ayap' yang merujuk ke kata 'merayap', kini sudah bisa lebih jelas lagi pengucapannya, meskipun masih cadel.

McMurray menggunakan analisis matematika dan simulasi komputer untuk menunjukkan bahwa para balita itu mempelajari sejumlah kosakata, kemudian mengucapkannya lebih baik di suatu waktu. "Jadi ketika word spurt, ini bukan karena anak belajar kata-kata lebih cepat. Ini karena mereka mencapai suatu titik di mana kata-kata yang mereka pelajari sudah lebih dikuasai," jelas McMurray dalam artikelnya yang dipublikasikan di jurnal Science beberapa tahun lalu.

Baca juga: Ini Tips Atasi Anak yang Kemampuan Bicaranya Terlambat

Dikutip dari Reuters, sejak lahir hingga dewasa, anak-anak belajar sekitar 60.000 kata. Sehingga dalam sehari rata-rata ada 8-10 kata yang dipelajari.

"Sebagian besar orang tua dan psikolog perkembangan menyadari fakta bahwa di usia sekitar 18 bulan atau lebih, anak-anak sangat senang belajar kata-kata baru," ucap McMurray.

Dengan semakin banyak mendengar kata-kata, maka anak akan terangsang untuk belajar kata-kata tersebut. Nah, agar anak tidak kesulitan saat belajar bicara, disarankan agar menggunakan kata-kata yang sederhana dan kalimatnya tidak panjang-panjang.

dr Meta Hanindita SpA dari RSUD Dr Soetomo Surabaya beberapa waktu lalu mengungkapkan anak sudah bisa mengatakan 'mama' atau 'papa' biasanya ketika berusia 1 tahunan. Namun, untuk bicara setidaknya anak sudah punya kosakata 20 kata dan setengahnya dimengerti orang lain, tahap itu biasanya terjadi saat anak berusia 19-21 bulan.

Baca juga: Hai Bunda, Begini Cara Melatih Anak Agar Bisa Jadi Pendengar yang Baik

Senada dengan dr Meta, Rita Rahmawati A.md. TW, S.Pd, selaku terapis wicara di RS Harapan Kita dan Rumah Terapi, mengatakan di usia 12-18 bulan, anak sudah mulai memasuki fase true speech di mana ucapannya mulai memiliki arti.

Bicara anak ada fase-fasenya, ada fase cooing atau reflexive vocalization di mana suara masih bersifat refleks di usia 3 minggu. Lalu babling di usia 6-7 minggu, serta dilanjutkan dengan laling di usia 6-9 bulan. Menurut Rita, semua tahapan itu harus dilewati dengan baik agar anak memiliki kemampuan bicara yang baik p**a.

sumber:
http://health.detik.com/read/2016/01/26/100500/3127091/1301/word-spurt-ketika-balita-makin-ceriwis-karena-kuasai-kosakata-baru

Di usia si kecil yang 18 bulan lebih, makin banyak kosakata yang dikuasai. Ada kata baru yang diucap. Inilah masa word spurt.

Bunda Cermat Bayi Sehat
29/01/2016

Bunda Cermat Bayi Sehat

29/01/2016

ayooo..jangan ragu2 ajak baby.nya SPA di Ken Baby Spa..
banyak bgd loo manfaatnya..

Address

Jalan Kepatihan Dukuh 214 Wiradesa Pekalongan
Pekalongan
51152

Telephone

085865432077

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ken Baby Spa posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram

Category