11/01/2026
Part 1:FISABILILLAH GELAR MULIA PENUNTUT ILMU (Pesan Almarhumah Ibunda)
"Teruslah berjuang, walaupun sendirian, rezekimu tidak berpintu"
Entah kenapa tiba2 terlintas lagi sebuah pesan almarhumah ibunda, puluhan tahun yang lalu pernah menguatkan langkahku memutuskan melanjutkan pendidikan ke Diploma 3, saat itu aku bekerja di RSI Ibnusina Pekanbaru.
Ya...pasti ada alasan kuat kenapa disaat itu aku dikuatkan dengan nasehat ibunda yg juga berprofesi sebagai guru sekolah dasar. Beliau adalah orang tua dan sekaligus guru kehidupanku, disaat itu aku baru saja diterima bekerja di sebuah Rumah Sakit Islam satu2nya di Pekanbaru. Alhamdulillah, gaji sebagai pegawai orientasi/training 325rb. 6 bulan setelah itu dikontrak selama 2 tahun dengan gaji 1,3jt. Pasti ada yg kepo, tahun berapa tu? Jawbannya: tahun 2002, tepatnya bulan september, awal penandatanganan kontrak kerja selama 2 tahun kedepan.
1 Oktober 2004, adalah ditetapkannya menjadi Karyawan Tetap setelah melewati assesment untuk upgarde menjadi Karyawan Tetap, karena inilah goal puncak menjadi karyawan di RSI Ibnusina. Keinginan kuat muncul untuk melanjutkan pendidikan ke Diploma 3, karena haus akan ilmu dan pengembangan diri. Tapi biaya pendidikan jurusan kesehatan sangat tinggi dan tidak terjangkau. Akhirnya keinginan tersebut disimpan dalam2, fokus pada pekerjaan dan mulai merintis bisnis yg dimentori oleh abang tertua yg sudah berbisnis semenjak beliau kuliah.
Jatuh, bangkit, jatuh, bangkit lagi...terus berusaha bangkit, tapi keadaan mengubur harapan untuk melanjutkan ke Diploma 3, tahun 2007 awal akhirnya mencoba putar arah peminatan ke S1 Psikologi, dasarnya sederhana, biaya kuliah terjangkau, dan masih bisa diaplikasikan di pelayanan kesehatan. Sebagai anak tentu minta pendapat dengan orang tua, dan pada prinsipnya orang tua setuju, Namun orang tua balek nanya: apakah tidak ada peluang pendidikan sesuai profesi sekarang?
Akhirnya kami setuju mencari bantuan beasiswa dari perusahaan, dan Alhamdulillah permohonan bantuan dikabulkan dengan catatan tidak boleh alih profesi lain. Qadarullah Dirut perusahaan, dipanggil Allah SWT, 2 hari setelah mengabulkan permintaan untuk bantuan pendidikan. Rasa sedih dan rasa berduka karena orang baik seperti beliau terlalu cepat perginya. Selain rasa itu, muncul rasa putus asa untuk melanjutkan pendidikan yg memang belum dimulai, karena pendaftaran belum dibuka.
2 minggu setelah kami berduka, Orang tua saya tidak tinggal diam, karena memang beliau saat itu adalah saksi hidup bahwa secara nyata saya diberikan beasiswa pendidikan lanjut ke Diploma 3 sesuai profesi, sebenarnya masih ada satu orang lagi staff Dirut perusahaan yg sangat tau persis dan juga sebagai saksi hidup kedua, saat permohonan bea siswa dikabulkan.
Penasaran cerita fakta selanjutnya: bagaimana kegigihan saya dan orang tua menagih janji perusahaan?
Silahkan Simak Part 2
Professional, Health Practicioner and Educator, Law Practicioner