22/08/2025
Ruqyah Qur'aniyah & Hikmah Nabi dalam Pengobatan
✍️ Abu Nadia | Praktisi Ruqyah Syar'iyyah dan Konseling Qur’ani
Allah ﷻ telah menurunkan Al-Qur’an sebagai obat terbaik untuk penyakit, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi. Sebagaimana sabda Nabi ﷺ:
> "Sebaik-baik obat adalah Al-Qur’an."
(HR. Ibnu Majah)
Maka baik penyakit yang sudah ditemukan obat medisnya maupun belum, Al-Qur’an tetap menjadi penawar dan syifa’ (kesembuhan) dengan izin Allah.
Konsep Penyakit Menurut Islam
Dalam syariat, penyakit dibagi menjadi dua:
1. Penyakit Qalbiyah (penyakit hati):
Seperti syubhat (keraguan terhadap agama) dan syahwat (keinginan melampaui batas). Ini tidak ditangani dokter, tetapi dengan taubat, dzikir, ilmu, dan Al-Qur'an.
2. Penyakit Badaniyah (penyakit tubuh):
Seperti demam, luka, infeksi, dan lain-lain. Ini boleh diobati secara syar’i dan medis.
Nabi ﷺ bersabda:
> "Sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit kecuali juga menurunkan obatnya. Ada yang mengetahuinya dan ada yang tidak."
(HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad – shahih)
Metode Pengobatan Nabi ﷺ
Imam Ibnul Qayyim رحمه الله menjelaskan dalam Ath-Thibb an-Nabawi bahwa pengobatan Nabi ﷺ tidak rumit atau berbahan kimia kompleks, tapi lebih mengandalkan sederhana, alami, dan tauhid.
Beliau menulis:
> “Nabi ﷺ berobat dan memerintahkan berobat, namun tidak dikenal dalam sunnah beliau penggunaan obat-obat rumit (yang disebut aqrabādhīn). Pengobatan beliau dominan menggunakan bahan tunggal, dan bila perlu ditambah bahan yang mendukung.”
Prinsip pengobatan Nabi adalah:
Bila cukup dengan makanan, tak perlu obat.
Bila cukup dengan obat tunggal, tak perlu yang campuran.
Bila bisa dengan ruqyah dan dzikir, itu lebih utama.
Karena itu, Islam tidak melarang pengobatan, tapi memprioritaskan cara paling ringan dan bersih dari mudarat, baik fisik maupun ruhani.
Penutup: Kembalilah kepada Syifa’ Ilahi
Rasulullah ﷺ adalah rahmat bagi umat manusia, termasuk dalam ilmu pengobatan. Firman Allah:
> "Sungguh, telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin."
(QS. At-Taubah: 128)
> "Dan ia tidak berbicara dari hawa nafsunya, melainkan wahyu yang diwahyukan kepadanya."
(QS. An-Najm: 3–4)
Maka, siapa pun yang ingin kesembuhan sejati, baik dari luka badan maupun luka jiwa, kembalilah kepada Al-Qur’an dan petunjuk Nabi ﷺ. Di sanalah terdapat ilmu, iman, dan ketenangan.
Copypaste Bekam Ruqyah Purworejo
0813 1497 0376