05/01/2020
Mengatasi Stroke dengan Tumbuhan Sarang Semut
Sarang semut merupakan tanaman yang berasal dari papua, yang telah digunakan secara tradisional oleh penduduk di sana untuk mengobati berbagai penyakit secara turun temurun. Ia tumbuh pada dahan atau batang tumbuhan. Di alam, akar umbi sarang semut biasanya terjuntai pada cabang-cabang tanaman tanpa jumlah substrat yang signifikan sehingga bergantung pada proses simbiosis untuk kebutuhan nutrisinya. Tanaman ini mengantarkan sari makanan dan air melalui bongkot cokelat keabu-abuan yang megembang dan ditumbuhi duri-duri. Batangnya yang tebal dan tidak bercabang terbungkus oleh klipeoli dan alveoli yang juga mengandung duri dan dipenuhi daun-daun kecil.
Menurut sebuah sumber, sarang semut merupakan kumpulan tumbuhan epifit (menumpang hidup di pohon lain seperti anggrek) dari genus myrmecodia dan Hydnophytum. Terkadang, tumbuhan ini disebut juga benalu hutan, meskipun sejatinya bukanlah benalu yang bersifat parasit. Dalam bahasa inggris, sarang semut dikenal sebagai ant plant. Hyndnophytum berasal dari bahasa yunani hydnon yang berarti umbi, dan phyton yang berarti tanaman. Sedangkan Myrmecodia berasal dari kata myrmekodes, yang mempunyai arti seperti semut atau penuh semut.
Sarang semut yang berasal dari genus Hydnophytum memiliki sekitar 55 spesies, sedangkan Myrmecodia terdiri atas sekitar 26 spesies. Indonesia terutama pulau Papua, menjadi daerah dengan jumlah spesies sarang semut terbanyak. Habitat tanaman ini mulai daratan rendah di tepi pantai hingga ketinggian 2.400 m dpl. Di Indonesia, tanaman ini dapat ditemukan mulai dari pulau Sumatra, Kalimantan, hingga Papua.
Secara umum, fisik tumbuhan sarang semut mempunyai panjang sekitar 50 cm, dengan akar yang menempel pada pohon inang. Batang tanaman sarang semut berwarna cokelat hingga keabu-abua, dan menggelembung sehingga menyerupai umbi dengan diameter mencapai 30 cm. Bagian dalam batang berbentuk rongga bersekat-sekat, menyerupai labirin, dan biasa dijadikan tempat tinggal koloni semut. Batang yang menyerupai umbi ini terkadang menempel pada tumbuhan inang, dan sering kali menggantung. Beberapa jenis “umbi”-nya berduri, sedangkan jenis lainnya tidak berduri.
Sarang semut memiliki daun tunggal, berwarna hijau, berbentuk jorong (pangkal tumpul dan ujung meruncing), bertangkai, tersusun menyebar (namun lebih banyak berkumpul di ujung batang), tepi rata, permukaan daun halus, dan tulang daun berwarna putih. Bunga sarang semut berwarna putih, sedangkan buahnya berbentuk beri, bulat, dan berwarna oranye.
Keunikan bunga sarang semut terletak pada interaksi semut yang bersarang pada umbi yang terdapat di lorong-lorong di dalamnya. Kestabilan suhu di dalamnya membuat koloni semut betah berlama-lama ber sarang di sana. Dalam jangka waktu yang lama, terjadilah reaksi kimia secara alami antara senyawa yang dikeluarkan semut dengan zat yang terkandung di dalam buah sarang semut. Dan akarnya sama sekali tidak berfungsi sebagai penyerap unsure hara, hanya sebagai pengikat terhadap pohon inangnya.
Sarang semut adalah tumbuhan ajaib yang mengandung banyak senyawa kimia, yang mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Tumbuhan ini mengandung senyawa-senyawa kimia dari golongan flavonoid dan tanin. Hal ini sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti yang mempelajari golongan senyawa tersebut dalam kaitannya dengan system pertahanan diri tumbuhan sarang semut. Sebagaimana telah diungkapkan oleh M. Ahkam Subroto, seorang peneliti yang setia meneliti tumbuhan sarang semut untuk kesehatan manusia. Banyak peneliti lain yang juga telah mendapati adanya kandungan kimia tersebut. Zat-zat tersebut dibutuhkan tanaman ini untuk menjadi bagian dari sistem pertahanan dirinya terhadap serangan dari luar.
Flavonoid merupakan golongan senyawa bahan alam dari senyawa fenolik yang banyak merupakan pigmen tumbuhan. Saat ini, lebih dari 6000 senyawa yang berbeda masuk ke golongan flavonoid. Flavonoid merupakan bagian penting dari diet manusia karena banyak manfaatnya bagi kesehatan.
Fungsi kebanyakan flavonoid dalam tubuh manusia adalah sebagai antioksidan sehingga sangat baik untuk pencegahan kanker. Manfaat flavonoid antara lain untuk melindungi struktur sel, memiliki hubungan sinergis dengan vitamin C (meningkatkan efektivitas vitamin C), antiinflamasi, mencegah keropos tulang, dan sebagai antibiotic.
Sementara itu,tanin merupakan astrigen yang mengikat dan mengendapkan protein berlebih dalam tubuh. Dalam bidang pengobatan, tanin digunakan untuk mengobati diare, hermostatik (menghentikan pendarahan) dan wasir. Karena itu, kemampuan sarang semut secara empiris untuk pengobatan, misalnya untuk pengobatan ambeien (wasir) dan mimisan diduga kuat berkaitan dengan kandungan zat ini.
Selain flavonoid dan tanin, sarang semut juga mengandung polifenol, yaitu asam fenolik dan flavonoid. Polifenol banyak ditemukan dalam buah-buahan, sayuran dan biji-bijian. Rata-rata manusia bisa mengonsumsi polifenol dalam sehari sampai 23mg. Khasiat polifenol adalah antimikroba dan menurunkan kadar gula darah. Asam fenolik merupakan kelas dari antioksidanatau senyawa yang menghilangkan radikal bebas. Molekul yang tidak stabil ini adalah produksi dari metabolism normal yang menyumbat pembuluh darah dan mengakibatkan perubahan pada DNA yng dapat menimbulkan kanker dan penyakit lain.
Mengatasi Stroke dengan Tumbuhan Sarang Semut
Mengatasi Stroke dengan Tumbuhan Sarang Semut
Kandungan yang lainnya adalah tokoferol (vitamin E) sekitar 313 ppm. Analisis antioksidan dari ekstrak kasar tumbuhan sarang semut menunjukan bahwa ekstrak tersebut memiliki aktifitas antioksidan sedang, yaitu diperoleh nilai IC 50 sebesar 48,6 ppm. Sementara itu, alfa-tokoferol yang merupakan antioksidan kuat dengan nilai IC 50 diperoleh angka sebesar 5,1 ppm. IC 50 merupakan konsentrasi dari antioksidan yang dapat meredam atau menghambat 50% radikal bebas. Semakin kecil nilai IC50 dari suatu antioksidan, semakin kuat antioksidan
Sudah bukan rahasia lagi, sarang semut mampu mencegah bahkan mengobati stroke. Kemampuan mencegah atau mengobati stroke disebabkan oleh kandungan nitrit oksida, proxeronine dan scopoletin yang berfungsi secara signifikan dalam pelebaran pembuluh darah. Nitrit oksida yang ada di dalam sarang semut dapat melentuurkan dan melebarkan pemkkbuluh darah. Sehingga penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah yang menjadi penyebab stroke tidak terjadi. Senyawa ini juga dinilai mampu mengoptimalkan kerja sistem kardiovaskular dan pembuluh darah untuk menghambat penyakit stroke.
Selain itu, proxeronine dan scopoletin juga terbukti mampu mencegah penyempitan pembuluh darah sehingga melancarkan pasokan darah dan oksigen menuju otak. Dalam konteks ini, dalam kaitannya mengobati stroke, sumber lain menyebutkan bahwa kemampuan sarang semut dalam mengatasi stroke sangat berkaitan dengan kandungan antioksidan yang tinggi dan multi-mineral yang terkandung di dalamnya. Berbagai senyawa aktif dalam sarang semut yang berperan penting dalam pengobatan stroke terutama bekerja dengan menyehatkan sistem peredaran darah dalam tubuh. Jika sistem peredaran darah sehat maka serangan stroke pun dapat diatasi.
Selanjutnya, dijelaskan bahwa sarang semut kaya kandungan antioksidan yang dapat membantu mencegah sekaligus mengatasi stroke. Misalnya, tokoferol, terbukti membantu mengencerkan darah, mencegah penggumpalan darah, memperbaiki sistem kerja jantung, dan menurunkan tekanan darah. Flavonoid, senyawa antioksidan lain dalam sarang semut, berkhasiat mencegah terjadinya penggumpalan darah, yang juga dapat mengakibatkan tekanan darah tinggi. Tekanan darah yang tinggi dapat memicu terjadinya stroke.
Selain kandungan antioksidan yang tinggi, multi-mineral yang terdapat dalam sarang semut juga berperan penting dalam menyehatkan sistem peredaran darah dalam tubuh. Misalnya, kalium, bertugas dalam merangsang pengeluaran cairan dalam tubuh. Jika proses pengeluaran kemih lancar, otomatis tekanan darah akan turun. Tekanan darah yang stabil tidak hanya dapat mencegah terjadinya stroke, tetapi juga dapat membantu mencegah stres dan menimbulkan perasan rileks pada tubuh, sehingga memudahkan tubuh untuk beristirahat.
Selain itu, kalium dalam sarang semut juga diketahui berfungsi memperbaiki impuls saraf. Sehingga, sarang semut sangat baik digunakan dalam mengatasi stroke. Mineral lain dalam sarang semut adalah besi dan magnesium. Keduanya berperan penting dalam menyediakan dan mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Kebutuhan oksigen yang terpenuhi akan membantu memperbaiki impuls saraf yang terganggu pada penderita stroke
Pemanfaatan sarang semut untuk pengobatan maupun pencegahan terhadap penyakit, termasuk stroke, sangat mudah. Berikut langkah-langkahnya berdasarkan bentuk atau jenis sarang semut.
Sarang semut dalam bentuk sarang
Rebus 10 gram sarang semut dalam 3 liter ait sampai mendidih, disaring lalu diminum secara rutin selama sebulan. Dosis penggunaanya adalah sebagai berikut
Untuk penyembuhan, minumlah air hasil rebusan tersebut secara teratur 2-3 kali sehari hingga sembuh. Untuk yang mempunyai riwayat darah rendah sebaiknya mengkonsumsi gelas kecil 1-2 kali dalam seminggu...
Untuk pencegahan, dapat diminum secara teratur 1-2 kali seminggu agar tetap sehat dan bugar
Sebagai catatan, dosis tersebut untuk orang dewasa dan takaran gelas kecil/sedang... Untuk anak-anak dibawah 10 tahun, diberi minum seteguk saja... Selain itu, juga tidak dianjurkan untuk wanita hamil. Tidak ada efek samping (over dosis). Dapat direbus berulang-ulang sampai airnya putih. Dalam mengonsumsi sarang semut, harus dibarengi dengan banyak minum air putih dan makan yang bergizi supaya membantu proses pengeluaran racun serta memperbaiki fungsi tubuh lainnya
Sarang semut dalam bentuk bubuk
Caranya adalah sebagai berikut:
Tuang satu sendok makan penuh (sekitar 10 g) bubuk sarang semut ke dalam panci berisi kurang lebih 500 ml air (2 gelas)
Masak bubuk tersebut sampai mendidih, api dikecilkan sambil diaduk sesekali selama sekitar 15 menit (2 gelas air menjadi 1 gelas)
Dinginkan dan saring air rebusan, ramuan sudah siap diminum.