Griya Herbal Semarang

Griya Herbal Semarang Jual aneka obat / jamu HERBAL asli warisan leluhur, siap kirim ke seluruh INDONESIA

BEBAS DARI GANGGUAN JANTUNG...RASANYA   seperti 1001 macem berbaur menjadi satu.... Ada rasa nggak percaya, protes, cema...
23/04/2020

BEBAS DARI GANGGUAN JANTUNG...

RASANYA seperti 1001 macem berbaur menjadi satu.... Ada rasa nggak percaya, protes, cemas, kuwatir, marah, jengkel, bingung... Bagaimana tidak. Dokter senior ahli Jantung di sebuah Rumah sakit swasta terkenal di Jogja memvonis bahwa gangguan pada jantung istriku : Rani... kini semakin parah. "ya saya sarankan segera, sebelum lebaran, segera cateterisi jantung... lalu pasang ring sekalian..." Lanjutnya: "Kalau mau murah atau gratis, ya... gunakan BPJS. Tapi antrenya lama sekali... nanti bisa terlambat..... Kalau mau cepat tertangani ya bayar sendiri. Yaaa,,,,Semua ... Paling.... nggak nyampai 200an juta..."

Kata-kata ini terus terngiang-ngiang.... Sebagai laki-laki aku harus berbuat sesuatu untuk menolong istriku agar tetap sehat. namun... kemampuan finansial ku sangat terbatas - hidup kami pas pasan saja....tiap bulan harus membayar aneka cicilan... jelas nggak punya uang lebih.... jangankan puluhan juta .... ratusan ribu saja ....belum tentu ada di dompetku. Akupun protes: "Kenapa ya ALLAH ... Kau biarkan kami hidup penuh derita?
Berhari hari ... ber minggu-minggu bahkan 3 bulan berlalu.... kami kebingungan mencari solusi.

Di suatu malam ... di bulan Puasa ....istriku membawa sebotol obat. Diminumnya satu sloki... Menurut Pengakuannya, itu dilakukannya sudah beberapa Minggu , hanya tidak kuperhatikan. Ia minum,, 2 X sehari. Bangun tidur dan menjelang mau tidur.

"Ini dari teman ... Isterinya sering pingsan karena serangan Jantung. Sekarang katanya sudah sembuh . Nah , aku coba Siapa tahu cocok dan Jantung ku sehat." Katanya.
"Amin" Jawabku Singkat. Sebenarnya..., ku katakan itu, bukan karena aku benar-benar mengamini ... namun, karena aku tidak tega mentetertawakan pengharapannya yang kurasa
kelewat besar itu....
Bagaimana Mungkin Bisa sembuh hanya dengan "jamu yang tidak jelas merknya itu" ....

"Semoga TUHAN menyembuhkanku" , ungkapnya setiap kali meminum jamu itu. Dan aku hanya terdiam...

Tiga Bulan berlalu. BPJS akhirnya bisa kami urus. Dan seorang keponakan istriku yang menjadi Perawat di sebuah Rumah sakit Swasta besar di kota Tangerang; memastikan bahwa istriku bisa berobat dengan bantuannya itu.
Istriku diperiksa ulang dan disiapkan proses untuk kateterisasi jantung.

Kateterisasi jantung adalah prosedur medis yang bertujuan untuk mendeteksi kondisi jantung, serta mengatasi berbagai penyakit jantung dengan menggunakan kateter, yaitu sebuah alat menyerupai selang tipis berukuran panjang yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah, kemudian diarahkan menuju jantung

Aku menunggui dengan harap-harap cemas bersama dengan anakku bungsu yang kerja di kota itu. 3 jam berlalu tanpa khabar. Kami setia menanti di depan ruang operasi. Sejam, kemudian , aku dipanggil masuk.
- " Benar, dengan bapak Lukas Eko Sukoco"
+ "Benar dok. Saya suaminya..... Bagaimana keadaan isteri saya. Jadi dipasang ring ya... Berapa Ring... Apakah bisa dicover BPJS semua. Atau Berapakah kami harus menambah beaya ? ...." Pertanyaanku datang bertubi tubi dalam kecemasan memuncak.
- "Sabar. Pak Eko Silakan duduk dulu" Lalu 3 orang tim medis memperkenalkan diri satu persatu dengan ramah dan santun. Aku semakin tak sabar. Tapi kutahan kuat kuat...
+ "Tapi Dok... Bagaimana kondisi Istri saya" ungkapku tak sabar.
- "Istri bapak baik baik saja. Kami sudah memeriksa dan melakukan prosedur Kateterisasi Jantung dengan cermat. bahkan hingga sempat kami ulang ..... dan hasilnya.....(mereka memandangku dengan tersenyum) ...ternyata Jantung Istri bapak bagus... Dan tidak perlu dipasang Ring. Selamat ya Pak"
+ " Lho Jad.i...? "(ungkap ku terheran heran)
- "Ya ...Kami agak lama mengansliss hal ini. Ternyata Ada perbedaan yang mencolok anatar Hasil hari ini, dengan hasil periksa 3 bulan sebelumnya" (Lalu mereka menjelaskan dengan dukungan rekaman gambar lengkap dari hasil Kateterisasi itu. Saya hanya mengangguk-angguk sebagai tanda penghormatan...Sesungguhnya , aku sama sekali tidak paham. Bagiku Istriku dinyatakan sehat jantungnya... itu sudah cukup)

Singkat Cerita. Petang itu juga Istriku yang sudah dirawat beberapa hari akhirnya pada petang hari itu diijinkan untuk p**ang, Jantungnya telah dinyatakan Sehat. ...Alhamdulillah...

Sampai di rumah besanku di kota itu. Kami beberapa hari tinggal di perumahan itu. Besanku peremouan, yang juga tenaga medis bebefapa kali mendesakku
- "Pak Eko, saya percaya... mukjizat iru masih ada. Namun kejadian yang menimba Bu Rani, sungguh misterius.... Coba diingat ingat...Apakah beberapa bulan atau beberapa minggu sebelumnya, Bu Rani sudah minum obat tertentu?" tanya nya penuh selidik.
+ "Bu Obat Jantung itu sangat mahal... dan sudah lama istri saya tidak lagi minum obat apapun... selama 3 bulan terakhir......" Jawabku...."Tapi..... (tiba-tiba aku jadi ingat sesuatu)
- "Tapi Apa Pak...?"
+ "Selama 3 bulan terakhir.... pagi dan malam.... istri saya minum ini... CARDIC. PLUS"

Konon, CARDIC PLUS merupakan ramuan herbal, tanpa bahan kimia dan pengawet, yang digunakan untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah; mengatasi penyakit degenarit yang mematikan.
CARDIC PLUS terbuat dari ramuan: Bawang Putih, Jahe, Lemon, Cuka Apel , dan Madu alami.Sangat efektif diminum saat bangun tidur dan sebelum tidur; saat perut kosong, sekali minum 2 sendok makan.
YA ALLAH terima kasih mukjizatmu. Istriku sembuh dengan sarana CARDIC PLUS. sekarang kami berdua rutin mengkonsumsinya. Kami juga menyediakan jika ada teman-teman yang benar-benar membutuhkan.
CARDIC PLUS sangat Murah...Cuma Rp.180.000 / botol - bila diminum sendiri bisa untuk 2 - 3 bulan. JANGAN KAGET ....LEMARI ES KAMI SELALU TERISI CARDIC PLUS .... dan banyak sahabat yg tertolong.,,,

(copas FB : Lukas E. Sukoco)

PENELITI UGM UNGKAP POTENSI JERUK UNTUK TANGKAL CORONATim peneliti Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menemu...
02/04/2020

PENELITI UGM UNGKAP POTENSI JERUK UNTUK TANGKAL CORONA

Tim peneliti Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menemukan sejumlah senyawa yang berpotensi mencegah virus corona atau penyebab Covid-19, salah satunya adalah senyawa yang terkandung dalam jeruk.

Dari studi berjudul “Revealing the Potency of Citrus and Galangal Cobstituents to Halt SARS-CoV-2 Infection” yang dilakukan oleh Rohmad Yudi Utomo, Apt., M.Sc., Dr. Muthi Ikawati, Apt., M.Sc.,,Ph.D., Rohmad Yudi Utomo, Apt., M.Si., dan Prof. Dr. Edy Meiyanto, Apt., M.Si. , Ph.D., yang telah diterbitkan di jurnal internasional non peer-reviewed, Preprints, grup MDPI (2020), diketahui jeruk mengandung senyawa flavonoid yakni hesperidin, yang lebih banyak tinggi potensinya dibandingkan kandungan senyawa dalam herbal lain yang diteliti, yaitu lengkuas, secang, dan kunyit.

"Dari studi skrining secara komputasi menggunakan senyawa-senyawa aktif pada keempat tanaman bahan herbal tersebut diketahui bahwa senyawa pada tanaman jeruk, khususnya hesperidin, memiliki potensi yang paling kuat disusul dengan senyawa pada lengkuas, secang, dan kunyit, papar Muthi, saat dihubungi Rabu (1/4).

Senyawa hesperidin dari sejumlah penelitian terdahulu diketahui memiliki manfaat sebagai imunomodulator (meningkatkan imunitas), anti-inflamasi, dan antioksidan. Jeruk menjadi bahan alami yang baik untuk mencegah betacoronavirus, termasuk SARS-CoV-2 yang merupakan penyebab Covid-19.

Dia mengatakan saat ini terapi virus corona menggunakan Lopinavir dan Nafamostat. Hasil komputasi yang telah mereka lakukan menunjukkan beberapa senyawa uji memperlihatkan kemampuan lebih mudah berinteraksi dengan target virus dibandingkan lopinavir dan nafamostat, obat antivirus yang diujikan untuk Covid-19.

"Dibandingkan dengan kedua obat tersebut, senyawa uji menunjukkan kemampuan berinteraksi dengan target dalam virus yang setara atau bahkan lebih kuat," ungkapnya.

Senyawa-senyawa pada jeruk tersebut bisa mengikat berikatan lebih dengan lebih kuat mudah pada protein target pada virus maupun sel inang. Dengan demikian, senyawa dalam jeruk akan menciptakan sebuah blokade sehingga menghambat perkembangan virus untuk menginfeksi sel inang ataupun mereplikasi diri. Untuk itu, jeruk sangat direkomendasikan diteliti lebih lanjut potensinya menjadi obat bahan yang atau bahkan bisa mencegah infeksi virus masuk ke dalam tubuh seseorang.

Dalam studi lain, hesperidin dilaporkan mampu menghambat replikasi virus influenza A pada model sel dan hewan uji serta pernah digunakan dalam beberapa uji klinis (data clinicaltrial.gov).

Muthi menjelaskan senyawa antivirus kandungan berupa hesperidin dalam buah jeruk paling banyak terdapat pada kulitnya. Untuk itu, jika ingin memperoleh kandungan hesperidin dia menyarankan konsumsi jeruk bisa diolah menjadi hidangan manis seperti marmelade. Selain itu, bisa dibuat menjadi infused water tanpa mengupas kulitnya, seduhan jamu (mpon mpon) atau teh dapat ditambahkan irisan buah jeruk.

"Semua jenis jeruk bisa digunakan karena mengandung hesperidin sehingga dalam pemanfaatannya tidak usah pilih-pilih "katanya.

Hasil studi komputasi yang dilakukan Muthi dan tim ini membuka potensi ke depan terkait penelitian dan pemanfaatan herbal dalam penanganan Covid-19. Disamping itu, juga menambah wawasan bagi masyarakat tentang potensi herbal khususnya kulit jeruk.

Penemuan ini membuka potensi ke depan mengenai penelitian dan pemanfaatan herbal dalam penanganan COVID-19 sekaligus menambah wawasan bagi masyarakat mengenai potensi herbal, khususnya kulit jeruk.

"Riset ini baru di tahap komputasi, kedepan perlu dilakukan uji lanjutan pada sel, hewan coba, hingga manusia untuk mengetahui efektivitasnya,," tutupnya.

( Penulis: Ika, Foto: Ilustrasi, sumber https://ugm.ac.id/ )

INDONESIA KAYA TANAMAN PENGHAMBAT PERKEMBANGAN SARS-CoV-2Hingga saat ini belum ada terapi atau vaksin yang telah disetuj...
02/04/2020

INDONESIA KAYA TANAMAN PENGHAMBAT PERKEMBANGAN SARS-CoV-2

Hingga saat ini belum ada terapi atau vaksin yang telah disetujui untuk semua tipe coronavirus yang menginfeksi manusia. Beberapa tindakan yang kemudian dilakukan untuk pencegahan penyebaran virus dengan menggalakkan program jaga jarak (social distancing) dan cuci tangan dengan seksama selama minimal 20 detik.

SARS-CoV-2 atau penyebab COVID-19 merupakan kerabat dekat dari SARS-CoV (penyebab SARS). Oleh karena itu, para ilmuwan berasumsi jika siklus hidup keduanya mirip, sebab belakangan diketahui bahwa SARS-CoV-2 menginfeksi manusia dengan cara yang mirip sekali dengan kerabatnya (SARS-CoV) yaitu berinteraksi dengan reseptor bernama ACE2.

ACE2 ini terdapat dalam jumlah yang banyak pada sel-sel alveolus tipe II di paru-paru, sel epitel di esofagus bagian atas, enterosit pada ileum (bagian terakhir usus halus) dan kolon (usus besar), sel epitel pada empedu, sel otot jantung, sel proximal tubule pada ginjal dan sel urotelial pada kandung kemih. Sementara tingkat kerentanan organ tubuh manusia berdasarkan jumlah ACE2 terdapat di organ-organ tersebut.

“Paru-paru berada pada urutan teratas untuk organ dengan kemungkinan risiko tertinggi terhadap SARS-CoV-2. Organ dan bagian tubuh seperti rongga mulut, jantung, saluran pencernaan (usus halus dan usus besar) dan ginjal termasuk dalam kategori risiko tinggi terhadap infeksi SARS-CoV-2,"ujar Dr. rer nat. Nanang Fakhrudin, M.Si., Apt dan Puguh Indrasetiawan, M.Sc, Ph.D., Apt., dari Center for Natural Antiinfective Research/CNAIR, dan Departemen Biologi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada, Senin (30/3).

Kedua peneliti sependapat bila ACE2 merupakan reseptor yang berhasil diidentifikasi sebagai pintu masuknya virus SARS-CoV-2 dalam menginfeksi manusia. Reseptor ACE2 ini banyak diekspresikan di paru-paru (terutama sel endothelial paru).

Virus memulai proses infeksinya dengan melibatkan interaksi antara protein S pada SARS-CoV-2 dengan ACE2 pada sel inang. Risiko infeksi ini bisa dicegah atau dikurangi dengan senyawa dari tumbuhan yang mampu mengganggu interaksi tersebut.

“Beberapa tumbuhan Indonesia mengandung senyawa yang berpotensi untuk mencegah atau mengurangi infeksi virus ini. Contohnya adalah senyawa emodin dan luteolin yang mampu mencegah interaksi antara reseptor ACE2 dengan protein S pada SARS-CoV," ujar Nanang.

Ia menyebut tumbuhan Indonesia yang banyak mengandung emodin antara lain lidah buaya (Aloe vera; daun), kelembak (Rheum officinnale; akar), dan pada biji dari tumbuhan genus Cassia, seperti Cassia alata atau Senna alata (ketepeng kebo), Cassia obtusifolia atau Senna obtusifolia (kacang jawa), dan Senna alexandrina (jati cina). Sedangkan tanaman yang banyak mengandung luteolin antara lain seledri (Apium graveolens, daun dan biji), tapak liman (Elephantopus scaber; daun dan bunga), bawang (Alium cepa; daun), brokoli (Brassica oleracea), cabe hijau (Capsicum annuum; buah), belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi; daun dan buah), jeruk purut (Citrus hystrix; daun), dan wortel (Daucus carota; umbi).

Dikatakannya, infeksi SARS-CoV-2 pada manusia selain memerlukan reseptor ACE2 sebagai pintu masuk, juga melibatkan protein S pada permukaan virus untuk berikatan dengan reseptor ACE2. Pada tahap selanjutnya, diperlukan aktivitas enzim protease serin oleh TMPRSS2 (sebuah glikprotein transmembran) yang memungkinkan virus untuk melebur dan masuk kedalam sel target untuk memulai infeksinya.

Sementara itu menurut Puguh penghambatan aktivitas protease serin ini merupakan target dalam pencegahan infeksi virus. Sebab, dari penelitian terbaru bersumber pada jurnal bereputasi Cell juga telah dipublikasikan bila selain pengambatan interaksi dengan reseptor ACE2, penghambatan terhadap enzim protease (terutama protease serin) juga merupakan target yang potensial untuk mengendalikan infeksi virus korona terbaru ini.

“Senyawa yang menghambat protease pada residu serin (serine protease inhibitor, selanjutnya disebut sebagai SPI) diperkirakan bisa menjadi kandidat obat yang baik untuk menghentikan siklus hidup virus,"paparnya.

Protease merupakan target terapi yang sangat penting karena terlibat dalam banyak proses yang penting dalam perkembangbiakan virus korona. Tumbuhan merupakan sumber SPI yang melimpah dan sudah banyak diteliti.

Senyawa SPI yang berasal dari tumbuhan umumnya berupa protein atau molekul mengandung protein (molekul besar). Tumbuhan keluarga polong-polongan (Fabaceae, Poaceae, dan Solanaceae) merupakan sumber penghasil SPI yang utama dari tumbuhan. Fraksi protein yang berasal dari biji polong-polongan kaya akan senyawa SPI. Contoh tumbuhan suku polong-polongan yang bijinya mengandung SPI adalah kacang tanah (Arachis hypogaea), kedelai (Glycine max), buncis (Phaseolus vulgaris), kapri (Pisum sativum), dan orok-orok (Crotalaria juncea). Selain polong-polongan, banyak tanaman Indonesia yang mengandung senyawa SPI, diantaranya adalah kelor (Moringa oleifera; daun dan biji); pare (Momordica charantia; biji), timun (Cucumis sativus; buah), labu kuning (Cucurbita moschata; buah), nanas (Ananas comosus; buah), ubi (Ipomoea batatas; umbi), dan kentang (Solanum tuberosum, umbi).

Selain kedua target diatas, menurut kedua peneliti tentunya ada target-target lain yang dimulai dari proses masuknya virus hingga proses replikasi virus dalam tubuh inang. Contohnya adalah enzim helikase pada SARS-CoV-2. SARS-CoV-2 dan virus corona lain memiliki enzim helikase RNA yang penting untuk replikasi dan proliferasi virus.

"Tingginya biodiversitas tumbuhan Indonesia menyediakan keanekaragaman struktur senyawa bahan alam yang sekaligus menjadi modal yang besar dalam upaya penemuan obat, termasuk obat untuk penyakit yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 sehingga tentunya menjadi tantangan bagi peneliti Indonesia dalam mendukung program kemandirian obat," urainya.

( Penulis: Agung Nugroho, Foto: Ilustrasi / Nasabudidaya.com, sumber https://ugm.ac.id/ )

MENGENAL HERBAL PENDONGKRAK IMUN TUBUHPenyebaran virus corona atau Covid-19 yang begitu cepat dan banyak menyebabkan kem...
02/04/2020

MENGENAL HERBAL PENDONGKRAK IMUN TUBUH

Penyebaran virus corona atau Covid-19 yang begitu cepat dan banyak menyebabkan kematian di berbagai negara menimbulkan keresahan masyarakat dunia. Berbagai upaya dilakukan guna menangkal virus ini, salah satunya mengonsumsi multivitamin maupun suplemen untuk meningkatkan imunitas.

Demikian p**a yang yang terjadi di tanah air. Selain konsumsi multivitamin, tidak sedikit masyarakat yang mengonsumsi empon-empon untuk mencegah virus corona.

Ketua Program Studi Profesi Apoteker, Departemen Farmakologi & Farmasi Klinik, Fakultas Farmasi UGM, Dr. Ika Puspitasari, M.Si., Apt., mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga daya tahan tubuh menggunakan sistem imun alami tubuh agar terhindar dari virus corona.

Ika menyebutkan terdapat sejumlah cara untuk mengaktifkan sistem imun tubuh. Salah satunya menjaga pola makan dengan gizi seimbang. Selain itu, minum air putih sedikitnya 6 gelas/hari, olahraga setidaknya 3 kali dalam seminggu minimal 30 menit, dan menjaga kebersihan tubuh secara keseluruhan dengan mandi setiap hari. Tidak kalah penting, mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer setiap kali akan makan atau minum dan keluar dari kamar mandi, serta istirahat atau tidur yang cukup 6-8 jam/hari

Terkait penggunaan imunomodulator, Ika mengatakan konsumsi imunomodulator ataupun vitamin dan suplemen tidak boleh menggantikan gizi seimbang yang dikonsumsi sehari-hari. Dengan kata lain masyarakat tetap dianjurkan untuk menjaga pola makan dengan gizi seimbang.

"Ada beberapa herbal yang pernah diteliti baik secara in vitro (pada sel) maupun in vivo pada hewan uji yang bisa mendongkrak imun tubuh,"tuturnya, Senin (30/3).

Terdapat 18 herbal yang pernah diteliti dan terbukti mampu meningkatkan imunitas. Beberapa herbal tersebut antara lain Kembang Sepatu (Hibiscus rosasinensis), Brotowali (Tinospora cordifolia), Teen (Ficus carica), Lidah buaya (Aloe vera), Murbei (Morus alba), Jeruk nipis (Citrus aurantifolia), Bawang putih (Allium sativum), Kunyit (Curcuma longa), Orang-aring (Eclipta alba), Mangga (Mangifera indica), Mimba (Azadirachta indica), Mengkudu (Morinda citrifolia), Pegagan (Centella asiatica), Cabe Jawa (Piper longum), Echinace (Echinacea pupurea), Meniran (Phyllanti niruri), Keladi tikus (Thyponium flagelliforme) dan Sarang semut (Myrmecodia tuberosa)

Dia menjelaskan konsumsi bahan-bahan tersebut bisa dilakukan untuk mendongkrak sistem imun. Konsumsi dapat dilakukan sepanjang waktu tertentu maksimal 8 minggu. Hanya saja, otoritas pengawas obat di beberapa negara Eropa merekomendasikan waktu penggunaan bahan bersifat imunomodulator tidak lebih dari 8 minggu.

"Konsumsi tidak boleh lebih dari 8 minggu agar jika pasien mengalami gangguan kesehatan dapat diketahui, tidak tertutupi oleh efek imunomodulator tersebut. Jika terjadi gangguan kesehatan maka penderita harus memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan,"paparnya.

Selain itu, penggunaan imunomodulator tidak direkomendasikan untuk diberikan pada pasien-pasien penyakit kronis seperti leukemia, TB, dan penyakit autoimun seperti SLE, Rheumatoid artritis, Idiopatik trombositopeni purpura, dan DM tipe 1.

Ika kembali menegaskan bahwa pola hidup sehat dan pola makan sehat untuk dapat menangkal Covid-19 harus menjadi prioritas utama. Hal tersebut penting, mengingat pengaruh pola makan dan hidup sehat lebih terpercaya dalam meningkatkan daya tahan tubuh melawan infeksi virus corona.

( Penulis: Ika, Foto: Ilustrasi, sumber https://ugm.ac.id/ )

Herbal khususnya kunyit dan temulawak mengandung curcumin. Sementara jahe mengandung gingerol yang bisa meningkatkan day...
23/03/2020

Herbal khususnya kunyit dan temulawak mengandung curcumin. Sementara jahe mengandung gingerol yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh bila diminum secara rutin.

Konsumsi tanaman rempah dan obat tahun ini meningkat. Terutama jahe, kunyit, dan temulawak. Kementan lakukan sejumlah upaya untuk mengantisipasinya.

Mulai Sekarang Jangan Malas Makan Buah Jambu Biji karena Potensial Tangkal Corona
18/03/2020

Mulai Sekarang Jangan Malas Makan Buah Jambu Biji karena Potensial Tangkal Corona

Buah jambu biji potensial mengobati virus corona. Hal ini berdasarkan penelitian Universitas Indonesia dan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang disampaikan langsung Dekan Fakultas Kedokteran UI, Ar…

Jambu Biji Bisa Cegah Korona, Hasil Temuan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
18/03/2020

Jambu Biji Bisa Cegah Korona, Hasil Temuan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

JAKARTA-Setelah empon-empon dari Jawa Timur, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) merilis penemuan baru yang bisa mencegah virus Corona. Senyawa yang terkandung dalam buah jambu biji bisa mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Dekan FKUI Ari Fahrial Syam menuturkan, gabungan kelomp...

18/03/2020

COVID-19 vs JAMBU BIJI

Selain Empon-Empon, Jambu Biji Ternyata Bisa Cegah Penularan Virus Korona
18/03/2020

Selain Empon-Empon, Jambu Biji Ternyata Bisa Cegah Penularan Virus Korona

RADARBANDUNG.id – Selain empon-empon, jambu biji ternyata bisa menjadi benteng pertahanan tubuh dari virus corona

ADA WABAH CORONA, JOKOWI NGAKU MINUM JAMU JADI 3 KALI SEHARIPresiden Joko Widodo (Jokowi) kerap mengkonsumsi jamu setiap...
12/03/2020

ADA WABAH CORONA, JOKOWI NGAKU MINUM JAMU JADI 3 KALI SEHARI

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kerap mengkonsumsi jamu setiap paginya sebelum bekerja. Namun, sejak virus Corona mewabah, frekuensi mengkonsumsi jamu ditingkatkan menjadi 3 kali sehari.

"Saya biasanya tiap hari minum itu, temulawak, jahe, sereh, kunyit saya campur, saya minum hanya pagi. Sekarang karena ada Corona saya minumnya pagi, siang, malam," kata Jokowi

Ramuan herbal tersebut juga Jokowi berikan kepada tamunya. Jokowi biasa meminum jahe, sereh, kunyit, dan temulawak yang dicampur.

TIDAK PERLU PANIK DG VIRUS CORONA
05/03/2020

TIDAK PERLU PANIK DG VIRUS CORONA

Beredar viral video yang diunggah virolog drh Moh Indro Cahyono, yang menjelaskan bagaimana sebenarnya virus Corona dan cara mengantisipasi serta mengobatinya.

03/03/2020

Jangan panik thd virus CORONA ... yuk kita lawan ... pelajari kelemahan virus CORONA...

Address

Jalan Meranti Timur Dalam III No. 86 Banyumanik Semarang
Semarang
50267

Telephone

+6287832999230

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Griya Herbal Semarang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to Griya Herbal Semarang:

Share