Kualitas Asuhan Cerdas

Kualitas Asuhan Cerdas Bunda Cerdas Pola Asuh Berkualitas

ANAK SAYA KECANDUAN GAME PC, GIMANA D**G?Games dan anak-anak seperti hal yang tak terpisahkan. Bahkan banyak anak sampai...
18/07/2013

ANAK SAYA KECANDUAN GAME PC, GIMANA D**G?

Games dan anak-anak seperti hal yang tak terpisahkan. Bahkan banyak anak sampai lupa waktu jika sudah asyik bermain games dengan berbagai media yang kini tersedia.

Gadget dengan beragam bentuk yang menyajikan banyak sekali games untuk anak-anak tentu akan sangat menghibur. Apalagi saat ini fasilitas handphone sudah canggih dengan berbagai fitur yang yang ada bisa mengunduh berbagai games secara gratis. Tak jarang, beberapa orang tua sengaja memberikan gadget kepada anak-anaknya untuk membuat mereka lebih sibuk.

Para orang tua sebaiknya tetap mengingat bahwa ada efek yang ditimbulkan jika anak terlalu sering bermain game bahkan jika sampai tahap kecanduan.

Bagi anak-anak, games merupakan aktivitas yang membuat hati menjadi senang dan ada rasa penasaran yang harus diselesaikan dan juga bangga bila dapat menyelesaikan level demi level tiap permainan hingga tuntas. Apalagi kalau bermain bersama teman-teman, akan menjadi lebih menyenangkan dan seru.

Namun, lama-kelamaan jika terlalu sering bermain games bukan tidak mungkin anak kita menjadi kecanduan. Tidak hanya itu, bahkan bisa menimbulkan beberapa dampak negatif.

Mengganggu Kesehatan

Hal negatif yang ditimbulkan juga berdampak pada kesehatan anak apalagi jika duduk terus menerus di depan komputer selama berjam-jam dapat menimbulkan dampak negatif bagi tubuh, seperti:

Eye strain, kelelahan mata yang terjadi karena penggunaan mata secara berlebihan dan membuat mata jarang berkedip sehingga mata kelelahan karena melihat obyek yang sama terus menerus misalnya layar komputer.

Ambeien, duduk dalam jangka waktu lama dapat menganggu sirkulasi darah dan menekan pembuluh darah vena di sekitar a**s, menimbulkan penonjolan pembuluh darah yang terasa panas dan sakit.

Carpal tunnel syndrome, penyakit yang disebabkan tekanan dan ketegangan pada saraf di pergelangan tangan yang berfungsi merasakan dan pergerakan untuk bagian tangan dan jari. Tekanan dan ketegangan ini dapat menyebabkan mati rasa, kesemutan, kelemahan, atau kerusakan otot pada tangan dan jari.

Menurunkan metabolisme, duduk tanpa aktifitas fisik terlalu lama membuat otot tidak melakukan aktifitas yang berakibat menurunnya metabolisme dalam jangka panjang dapat menurunnya massa otot, kegemukan, menurunnya sistem kekebalan tubuh sehingga lebih mudah terserang penyakit.

Meski banyak negatif yang ditimbulkan, ternyata bermain games dapat juga memberikan dampak positif pada anak seperti meningkatkan konsentrasi.

Kemampuan konsentrasi pemain games akan meningkat karena mereka harus menyelesaikan beberapa tugas, mencari celah yang mungkin bisa dilewati dan memonitor jalannya permainan. Semakin sulit sebuah games maka semakin diperlukan tingkat konsentrasi yang tinggi.

Menurut penelitian yang dilakukan di Manchester University, bermain games 2,5 jam per hari selama dua bulan dapat meningkatkan keterampilan koordinasi tangan dan mata karena dalam bermain games dituntut keterampilan koordinasi gerakan mata dan tangan yang dilakukan dengan cepat dan sigap. Anak melihat, mengambil keputusan, dan melakukannya dalam bentuk gerakan tangan.

Aneila-Tips Ibu Cantik dan Mompreneur

SEKOLAH BUKAN PENDIDIKAN SEBENARNYASaat ini banyak sekali orangtua yang berpikir bahwa dengan menyekolahkan anak, menyur...
13/07/2013

SEKOLAH BUKAN PENDIDIKAN SEBENARNYA

Saat ini banyak sekali orangtua yang berpikir bahwa dengan menyekolahkan anak, menyuruhnya mengerjakan tugas-tugas, PR, atau menghafal pelajaran sekolah adalah suatu bentuk mendidik anak.

Sebenarnya cara tersebut bukan mendidik, akan tetapi transfer pengetahuan semata.

Mendidik berkaitan dengan proses menyiapkan anak menjadi dewasa, sehingga kelak ia secara sadar dan mampu mendidik dirinya sendiri.
Coba Bunda cermati berapa banyak sarjana kita yang masih menganggur?
Berapa banyak juga orang yang selepas masa sekolah merasa tidak perlu belajar lagi?
Banyak bukan?
Pertanyaannya, apakah mereka tidak sekolah?
Sekolah semua bukan?
Mengapa mereka berhenti mendidik diri sendiri?

Bisa jadi karena tidak punya kemauan atau tidak punya kemampuan atau bahkan, tidak punya keduanya. Bisa juga karena mereka sejak kecil tidak menemukan bahwa belajar adalah kebutuhan.

Mengapa begitu?

Karena semua yang mereka kerjakan sejak kecil adalah kemauan orangtua. Mereka tidak dilatih untuk merasa butuh belajar dan mendidik dirinya sendiri.

Contoh paling sederhana adalah sering orangtua sibuk mengingatkan anak-anak mengerjakan PR atau mengingatkan anak untuk belajar karena besok ulangan.

Karena sangat seringnya diingatkan, sampai-sampai anak-anak ini kehilangan alarm untuk mengingatkan diri sendiri. Mereka tidak pernah merasakan akibatnya jika tidak belajar karena selama ini alarm mereka adalah orangtua.

Begitu lepas sekolah, sudah tidak ada orangtua sebagai alarmnya. Sementara itu, anak-anak ini tidak pernah ditanamkan untuk mempunyai alarm sendiri sebagai pengingat bahwa mereka perlu mendidik dirinya sendiri.

sumber: www.bulurah.com

FAKTA !!
08/07/2013

FAKTA !!

Address

Semarang

Opening Hours

Monday 08:00 - 21:00
Tuesday 08:00 - 21:00
Wednesday 08:00 - 21:00
Thursday 08:00 - 21:00
Friday 08:00 - 21:00

Telephone

6285641308570

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kualitas Asuhan Cerdas posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram