Klinik Graha Medica Sidoarjo

Klinik Graha Medica Sidoarjo Melakukan pemeriksaan pasien umum, pasien asuransi, medical check up, sirkumsisi (sunat), home visit, tindakan gawat darurat, perawatan kulit dan wajah

Klinik Graha Medica siap melayani pasien umum, pasien asuransi, medical check-up, sirkumsisi (sunat), tindakan gawat darurat, home visit, perawatan kulit dan wajah, yang ditangani oleh dokter umum, dokter gigi, dokter SpKK, SpRad, yang sudah bepengalaman di bidang masing-masing, serta dilengkapi dengan apotek dan laboratorium yang terjangkau dan berkualitas.

14/03/2018

Info mengenai Klinik, bisa melalui Whatsapp Ibu Tinuk Muntakhobah 0856-00-999-264

26/07/2014

Selamat Lebaran.. Klinik libur dari tgl 28-31 Juli, buka lagi tgl 01 Agustus 2014.. Happy holiday..

Amankah Puasa buat Ibu Hamil?Puasa yang dimaksud adalah puasa yang dilakukan oleh umat muslim di Bulan Romadhon. Puasa i...
02/07/2014

Amankah Puasa buat Ibu Hamil?

Puasa yang dimaksud adalah puasa yang dilakukan oleh umat muslim di Bulan Romadhon. Puasa ini memiliki hukum wajib bagi setiap orang yang beragama muslim baik wanita maupun pria. Semuanya wajib menjalankan puasa ini, jika ditinggalkan maka akan mendapatkan sebuah dosa yang tiada bisa diganti.

Meskipun demikian ada beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang boleh untuk tidak berpuasa tetapi tetap wajib menggantinya di kemudian hari. Ibu hamil adalah salah satu kondisi dimana seseorang memperoleh keringanan dalam menjalankan ibadah yang datang satu bulan dalam setahun ini.
Meskipun mendapatkan sebuah keringanan namun agama tidak melarang seorang calon ibu untuk tetap berpuasa jika dia merasa kuat untuk melakukannya. Tentu saja hal tersebut kadang tidak disia-siakan bagi mereka yang tetap ingin berpuasa karena ada perasaan berbeda ketika berpuasa di bulan ramadhan dan di luar ramadhan.

Namun yang menjadi pertanyaannya sekarang ini adalah amankah puasa buat ibu hamil? Puasa bagi ibu hamil sebenarnya aman saja dan boleh dilakukan oleh calon ibu asal tidak memiliki catatan kesehatan yang buruk. Tentu saja sebelum berpuasa seorang ibu hamil diharapkan melakukan cek kesehatan terlebih dahulu untuk melihat kondisi tubuhnya yang aman apa tidak ketika harus berpuasa.
Jika dirasa aman maka boleh ibu hamil untuk berpuasa dan tentu saja asupan gizi yang diperoleh janin yang di dalam kandungan harus selalu dijaga. Asupan gizi yang masuk tidaklah boleh berkurang, semuanya harus tetap sama yakni seperti dalam kondisi tidak berpuasa. Caranya adalah memilih makanan yang tepat pada waktu sahur dan berbuka.
Sebagai calon ibu yang baik tentunya harus paham benar tentang gizi makanan yang dimasukkan ke dalam tubuh. Tidak boleh memakan sembarang makanan karena di waktu ini calon ibu hanya boleh makan pada waktu sahur dan berbuka saja. Jadi harus dipastikan bahwa asupan gizinya benar-benar cukup. Jadi puasa buat ibu hamil masih bisa dilakukan, meskipun hal tersebut bukanlah perkara mudah.

Selamat berpuasa.

Diare pada AnakPengertian diare menurut WHO (1999) adalah bertambahnya defekasi (buang air besar) lebih dari biasanya at...
23/06/2014

Diare pada Anak

Pengertian diare menurut WHO (1999) adalah bertambahnya defekasi (buang air besar) lebih dari biasanya atau lebih dari tiga kali sehari, disertai dengan perubahan konsisten tinja (menjadi cair) dengan atau tanpa darah.
Tinja saat diare pada bayi bisa muncul dalam tekstur, warna dan bau yang berbeda-beda. Perbedaan tekstur tinja semacam ini biasanya tergantung dari apa yang bayi makan (ASI, susu formula atau makanan padat).
Satu atau dua kali tinja encer yang keluar pada bayi mungkin tidak perlu dikhawatirkan. Hal itu biasa terjadi pada minggu atau bulan pertama si bayi. Namun, jika mencret terlalu sering atau hebat, ini bukan lagi saatnya bagi Anda untuk mengadakan perawatan di rumah, sebaiknya segera bawa si bayi ke dokter.

Penyebab Diare pada Bayi
Bayi yang diare dapat disebabkan karena banyak faktor, antara lain:
- Alergi makanan atau sensitif terhadap suatu obat-obatan
- Minum jus buah terlalu banyak
- Keracunan
- Infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri dan parasit

Diare terjadi karena penyebab-penyebab di atas yang masuk ke dalam pencernaan si bayi (melalui mulut). Bisa saja makanan dan minuman si bayi sudah terkontaminasi/terkotori dengan bakteri, parasit atau virus, racun hingga bahan kimia. Jangan hanya berorientasi pada makanan dan minuman yang dikonsumsi si bayi saja, sentuhan tangan si bayi terhadap sesuatu, lalu si bayi memasukkan tangannya ke mulut, juga merupakan jalan masuk bagi penyebab-penyebab diare.

Peralatan makan si bayi pun harus terjamin kebersihannya, bersih dari bakteri / virus dan bahan kimia /obat-obatan. Percuma kan jika Anda menjaga kebersihan makanan dan tangannya namun tidak menjaga kebersihan peralatan makannya. Umumnya ibu-ibu rumah tangga menggunakan bahan-bahan kimia/semacam deterjen yang banyak dijual di pasaran untuk membasuh peralatan makan. Nah, proses pembilasan harus dilakukan dengan benar, pastikan peralatan makan tersebut sudah dibilas dengan bersih agar bahan kimia pencuci tidak lagi tinggal di peralatan makan. Yang terbaik setelah itu adalah merebus semua peralatan makannya. Dan jangan lupa beri pengertian kepada orang yang mencuci peralatan makan keluarga Anda, terutama peralatan si bayi. Jika Anda merasa ragu, sebaiknya lakukan sendiri.
Sang ibu / pengasuh bayi sendiri sebaiknya harus sering mencuci tangan, sebelum dan sesudah makan, setelah mengganti popok, setelah menggunakan kamar mandi. Ini semua penting untuk mencegah diare.

Jika Anda menyusui si bayi, ada baiknya Anda tidak menggunakan obat pencahar karena sebagian dari obat pencahar tersebut akan masuk ke bayi melalui ASI yang akhirnya akan menimbulkan mencret bagi si bayi.

Apa Pengaruh Diare pada Bayi ?
Diare jelas akan mengganggu keseimbangan normal dari air dan garam (elektrolit) pada bayi. Ketika air dan elektrolit hilang dalam jumlah yang banyak (karena diare), bayi akan mengalami dehidrasi. Dan hilangnya air dan elektrolit pada bayi harus mendapatkan penggantian secepatnya. Pada bayi, dehidrasi bisa terjadi sangat cepat. Bisa langsung terjadi pada hari dimana ia diare atau keesokan harinya dan itu sangat berbahaya, terutama bagi bayi yang baru lahir.

Berikut tanda-tanda dehidrasi pada bayi :
- Buang air kecil (BAK) lebih sering dari biasanya
- Lekas marah (rewel)
- Mulut kering
- Tidak ada air mata saat menangis
- Lesu dan sering mengantuk (diluar kebiasaan)
- Sunken soft spot (cekung ubun-ubun)
- Kulit tidak elastis (kulit tidak langsung kembali setelah ditekan atau dicubit)

Bila terdapat gejala-gejala diatas, jangan tunggu lama, apalagi masih mau menangguhkan untuk merawatnya di rumah, segeralah pergi ke dokter.
Juga, segera pergi ke dokter jika bayi Anda memiliki gejala-gejala ini:
- Demam lebih dari 38,8 derajat celcius
- Nyeri perut (balita yang sudah bisa mengungkapkan perasaanya)
- Darah atau nanah dalam tinja, atau tinja berwarna hitam, putih atau merah
- Kelesuan
- Muntah-muntah

Perawatan Diare pada Bayi
Dokter biasanya tidak merekomendasikan obat anti diare untuk bayi. Namun, dokter bisa saja meresepkan antibiotik atau obat anti parasit bila diare tesrebut diketahui disebabkan oleh infeksi bakteri, atau parasit.
Bayi dengan diare berat yang mengalami dehidrasi harus mendapatkan cairan infus (intravena/IV) di rumah sakit.
Dokter juga mungkin akan menyarankan Anda agar memberikan bayi Anda cairan rehidrasi (pengembali cairan) seperti oralit. Oralit tentu saja bisa dibeli dengan bebas di toko-toko obat, mengandung cairan dan elektrolit yang dapat mencegah atau mengobati dehidrasi.
Jika diare terjadi lebih dari 4 hari walaupun bayi tidak menunjukkan gejala dehidrasi atau gejala berbahaya lainnya, segera bawa ke dokter
Jika anak Anda selama ini mendapatkan makanan padat, dokter/ahli anak mungkin saja akan merekomendasikan makanan bertepung seperti pisang, saus apel dan sereal beras hingga diare berhenti. Ibu yang menyusui juga mungkin perlu untuk mengatur pola makannya, tidak lagi mengonsumsi makanan/obat-obatan yang kemungkinan bisa memicu diare pada bayi.

Bayi dengan makanan padat yang mengalamai diare mungkin juga harus menghindari makanan apapun yang dapat memperburuk diare, termasuk :
- Makanan berminyak
- Makanan yang tinggi serat
- Susu formula dan keju

Jika anak Anda terkena diare, silahkan kunjungi Klinik Graha Medica Sidoarjo, kami akan siap melayani anda.

DIABETES MELLITUSDiabetes mellitus, atau yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis, adalah penyakit kronik yang d...
03/06/2014

DIABETES MELLITUS

Diabetes mellitus, atau yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis, adalah penyakit kronik yang disebabkan oleh:
• ketidakmampuan organ pankreas untuk memproduksi hormon insulin dalam jumlah yang cukup, atau
• tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang telah dihasilkan oleh pankreas secara efektif, atau
• gabungan dari kedua hal tersebut.

Pada penderita diabetes melitus yang tidak terkontrol, akan terjadi peningkatan kadar glukosa (gula) darah yang disebut hiperglikemia. Hiperglikemia yang berlangsung dalam waktu lama akan menyebabkan kerusakan serius pada sistem tubuh kita, terutama pada saraf dan pembuluh darah. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk mengontrol kadar glukosa dalam darah pasien diabetes mellitus.

Diabetes mellitus dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:
• Diabetes melitus tipe 1, yakni diabetes mellitus yang disebabkan oleh kurangnya produksi insulin oleh pankreas.
• Diabetes melitus tipe 2, yang disebabkan oleh resistensi insulin, sehingga penggunaan insulin oleh tubuh menjadi tidak efektif.
• Diabetes gestasional, adalah hiperglikemia yang pertama kali ditemukan saat kehamilan.

Diabetes Tipe 1 dipercaya sebagai penyakit autoimun, di mana sistem imun tubuh sendiri secara spesifik menyerang dan merusak sel-sel penghasil insulin yang terdapat pada pankreas.

Diabetes tipe 2 diduga disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan.
Berikut ini adalah faktor-faktor risiko mayor seseorang untuk menderita diabetes tipe 2.
• Riwayat keluarga inti menderita diabetes tipe 2 (orang tua atau kakak atau adik)
• Tekanan darah tinggi (>140/90 mm Hg)
• Dislipidemia: kadar trigliserida (lemak) dalam darah yang tinggi (>150mg/dl) atau kadar kolesterol HDL

03/06/2014

Melakukan pemeriksaan pasien umum, pasien asuransi, medical check up, sirkumsisi (sunat), home visit, tindakan gawat darurat, perawatan kulit dan wajah

03/06/2014

Praktek dokter pribadi yang melakukan pemeriksaan secara holistic, melayani pemeriksaan kesehatan tu

31/05/2014

wah.. sudah akhir mei aja yah.. Dapatkan gratis chemical peeling hanya dengan 5x treatment perawatan wajah di klinik kami, berlaku selama bulan juni ini yah.. let's glow your skin with us.

22/05/2014

Butuh Pemeriksaan cepat dan akurat? Klinik Graha Medica Sidoarjo (Senin - Sabtu, Pukul 08.00 - 21.00 WIB) menyediakan paket pemeriksaan lengkap, meliputi :
A. Kimia Lengkap :
-. Hematologi / Darah Lengkap
-. Urinalisa / Urine Lengkap
-. Glukosa Darah
-. Lemak
-. Faal Ginjal
-. Faal Hati
-. Elektrolit

B. Imunoserologi
C. Kehamilan
D. Pemeriksaan Radiologi / X-Ray Photo
E. Ultrasonography / USG
F. Cardiologi / Jantung
G. Endokrinologi / Hormon
H. Pemeriksaan Cytologi (Pap Smear)

Leukorea (Fluor Albus = Keputihan)Leukorea atau keputihan adalah sekret putih yang kental keluar dari va**na maupun rong...
13/05/2014

Leukorea (Fluor Albus = Keputihan)

Leukorea atau keputihan adalah sekret putih yang kental keluar dari va**na maupun rongga uterus. Leukorea atau keputihan yang terjadi pada wanita tidak menyebabkan kematian tetapi kesakitan , karena cairan yang keluar selalu membasahi bagian dalam dan terkadang menimbulkan iritasi, rasa gatal sehingga membuat ketidaknyamanan. Leukorea merupakan gejala awal dari infeksi, keganasan atau tumor jinak reproduksi.

Secara alamiah wanita mengeluarkan cairan dari alat kelaminnya yang berasal dari :
1. Transudat dinding va**na.
2. Lendir servik.
3. Lendir kelenjar bartholini dan skene.

Asal Leukorea
Leukorea atau keputihan berasal dari:
1. V***a.
2. Va**na.
3. Servik uteri.
4. Korpus uteri.
5. Tuba.

ad.1 V***a
Sekret dalam v***a dihasilkan oleh kelenjar- kelenjar bartholini dan skene. Sekret ini bertambah pada perangsangan, misalnya sewaktu koitus. Jika kelenjar- kelenjar tersebut meradang, oleh karena infeksi maka sekret berubah jadi flour.
ad.2 Va**na
Va**na tidak mempunyai kelenjar dan dibasahi oleh cairan transudat dan lendir dari servik. PH dalam va**na disebabkan oleh kegiatan hasil diderlein yang mengubah glukogen (epitel va**na) menjadi acidum lacticium.
ad.3 Servik uteri
Sekret servik yang normal bersifat jernih, liat dan alkalis. Sekret ini dipengaruhi hormon- hormon ovarium baik kuantitas atau kualitasnya. Sekret bertambah pada infeksi (cervicitis) yang dipermudah kejadiannya oleh robekan servik dan tumor servik.
ad.4 Korpus uteri
Korpus uteri hanya menghasilkan sekret pada fase post ovulator. Sekret bertambah pada endometritis akut, jika ada sisa plasenta polip mioma submucosa dan carcinoma.
ad.5 Tuba
Tuba jarang mengeluarkan flour albus, kadang-kadang terjadi pada hydrosalpinx profluens.

Klasifikasi Leukorea
Leukorea terbagi menjadi dua yaitu:
1. Leukorea fisiologis.
2. Leukorea patologis.

A. Leukorea fisiologis
Leukorea fisiologis terjadi mendekati ovulasi (karena rangsangan seksual), menjelang dan sesudah menstruasi atau pengaruh hormone pada kehamilan. Terdiri dari cairan yang kadang-kadang berupa mucus yang mengantongi banyak epitel dengan leukosit yang jarang. Ciri-cirinya adalah: berwarna putih dan menjadi kekuningan bila kontak dengan udara karena prosesokside; tidak gatal; tidak mewarnai pakaian dalam dan tidak berbau.
B. Leukorea patologis
Leukorea patologis terjadi karena infeksi va**nal, infeksi trikomonas va**nalis, infeksi jamur candida albicans, keganasan reproduksi ataupun adanya benda asing dalam jalan lahir. Terdapat banyak leukosit. Ciri-ciri adalah: terjadi peningkatan volume (membasahi celana dalam); terdapat bau yang khas; perubahan konsistensi dan warna; penyebab infeksi Trikomoniasis, Kandidiasis dan Vaginosis bacterial.

Gejala Leukorea
Gejala klinis dari leukorea atau keputihan antara lain:
1. Gatal, berbau, dan berbuih.
2. Sekret va**na bertambah banyak.
3. Bergumpal, campur darah
4. Dispareunia / sakit pada waktu koitus.
5. Disuria / rasa panas saat kencing.

Penyebab Leukorea
Penyebab keputihan atau leukorea dapat dikategorikan sebagai berikut:
1. Konstitusional.
2. Kelainan endokrin.
3. Infeksi.
4. Penyebab lain.

a. Konstitusional
Penyebab leukorea atau keputihan secara konstitusional ditemukan pada keadaan anemia, nefritis dan pada bendungan umum (decompensatio cordis, serosis, hepatitis).

b. Kelainan endokrin
Seperti pada fungsional bleeding (kadar estrogen tinggi). Pada kehamilan (karena hidraemia dan pengaruh endokrin).

c. Infeksi
Penyebab leukorea atau keputihan oleh karena infeksi antara lain:
1. Vultasi–vulvo vaginitis.
2. Vaginitas (kolpitis).
3. Servivitis.
4. Salpingitis

d. Penyebab lain
Penyebab lain leukorea atau keputihan antara lain:
1. Corpus allienum : possarium, rambut kemaluan, rambut wol, kain atau kapas.
2. Alat- alat atau obat- obat kontrasepsi.
3. Fitula (Fistula vesicova**nalis, Fistula Fectova**nalis)

Jenis Leukorea
1. Kandidiasis vulvova**nalis (KVV).
2. Trikomoniasis.
3. Vaginosis bacterial.
4. Infeksi ge***al non spesifik.

I. Kandidiasis Vulvova**nalis (KVV)
Kandidiasis Vulvova**nalis (KVV) disebabkan oleh candida albicans atau kadang oleh candida sp atau ragi lainnya. Gejala klinisnya antara lain: gatal pada v***a dan va**na; v***a lecet; duh tubuh va**na dan dapat sampai dispareuni. Sedangkan gejala lain yang mungkin timbul antara lain: eritema; dapat timbul fisura; edema; duh tubuh va**na putih seperti susu mungkin bergumpal, tidak berbau dan terdapat lesi satelit. Pemeriksaan penunjang dengan sediaan apus dari duh tubuh vafina dengan pewarnaan garam ditemukan blastospora dan pseudohifa; sediaan basah dengan larutan KOH 10 % ditemukan pseudohifa dan atau blastospora. Penatalaksanaan Kandidiasis Vulvova**nalis (KVV) akut dengan pemberian Ketokonazole 200 mgr tablet 2 tab x 5 hari; Flukonazol 150 mgr tablet dosis tunggal; Intrakonazolel 100 mgr tablet 2 tab x 3 hari.

II. Trikomoniasis
Trikomoniasis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit ber Flagela Trikomonas va**nalis. Gejala klinis antara lain: 10-50 % asimtomatik; duh tubuh va**na berbau, dapat disertai gatal pada va**na; kadang-kadang terdapat rasa tidak enak di perut bagian bawah. Sedangkan gejala lain antara lain: duh tubuh va**na dengan konsistensi bermacam-macam dari sedikit banyak dan ecer bentuk kuning kehijauan berbusa dapat terjadi pada 10–30 % wanita; vuivitis dan vaginitis; gambaran serviks strobery dapat ditemukan pada 2 % pasien; pada 5–15 % tidak ditemukan kelainan pada pemeriksaan. Adapun pemeriksaan penunjang dengan cara duh tubuh va**na dari forniks posterior dan dilakukan pemeriksaan sediaan basah dengan larutan NaCl fisiologis. Terdapat Tricomonas Va**nalis dengan pergerakan flagella yang khas. Penatalaksanaan dengan pemberian Metonidazole 2 gram oral dosis tunggal atau Metronidazole 2 x 0,5 mg oral selama 7 hari.

III. Vaginosis bacterial
Vaginosis bacterial adalah sindrom klinis yang disebabkan oleh pergantian lactobacillus sp penghasil H2O2 yang normal di dalam va**na dengan sekelompok bakteri aerob. Gejala klinis antara lain: duh tubuh va**na putih homogen, melekat pada dinding va**na dan vestibulum; pH cairan va**na > 4,5; terciumnya bau amis seperti ikan pada duh tubuh va**na yang diolesi dengan larutan KOH 10 %. Pemeriksaan penunjang dengan sediaan apus dengan pewarnaan gram ditemukam clue cell. Penatalaksanaan Non medikamentosa dengan cara: pasien dianjurkan untuk menghindari va**nal douching atau bahan antiseptic; konseling. Sedangkan penatalaksanaan Medikamentosa dengan pemberian obat pilihan yaitu Metronidazole 2 x 500 mg / hari selama 5–7 hari; Metronidazole 2 gram peroral dosis tunggal; pemberian obat alternatif yaitu Klindamicin 2x 300 mg / hari peroral selama 7 hari.

IV. Infeksi ge***al non spesifik
Infeksi ge***al non spesifik adalah infeksi saluran ge***al yang disebabkan oleh penyebab nonspesifik. Istilah ini meliputi berbagai keadaan yaitu uretritis non spesifik, uretritis non gonore proktitis non spesifik dan infeksi spesifik pada wanita. Keluhan pada wanita berupa duh tubuh va**na; perdarahan antar menstruasi; perdarahan pasca koitus; disuria bila mengenai uretra; asimptomatik. Gejalanya duh tubuh endoserviks mukopurulent; ektopia serviks disertai edema serviks rapuh, mudah berdarah. Pemeriksaan penunjang dari duh tubuh genetalia. Penatalaksanaan dengan pemberian Doksisiklin 2 x 100 mg / hr selama 7 hari; Terasiklin 4 x 500 mg / hr selama 7 hari; Eratromicin 4 x 500 mg / hr selama 7 hari.

Penatalaksaan Lekhorea
Penatalaksanaan leukorea atau keputihan tergantung dari penyebab infeksi seperti jamur, bakteri atau parasit. Umumnya diberikan obat-obatan untuk mengatasi keluhan dan menghentikan proses infeksi sesuai dengan penyebabnya. Obat-obatan yang digunakan dalam mengatasi keputihan biasanya berasal dari golongan flukonazol untuk mengatasi infeksi candida dan golongan metronidazol untuk mengatasi infeksi bakteri dan parasit.

Pencegahan Leukhorea
Leukorea dapat dicegah dengan cara sebagai berikut:
1. Menjaga alat kelamin tetap bersih dan kering.
2. Menghindari pakaian ketat.
3. Seing mengganti pembalut saat datang haid.
4. Menghindari do**he (mencuci/membilas) va**na dengan larutan antiseptik.
5. Mencuci alat kelamin bagian luar dengan air bersih.

Anak Anda Cacingan?Penyakit cacingan banyak terdapat di Indonesia terutama menyerang anak-anak yang masih dalam tahap pe...
07/05/2014

Anak Anda Cacingan?

Penyakit cacingan banyak terdapat di Indonesia terutama menyerang anak-anak yang masih dalam tahap pertumbuhan. Bahkan ada penelitian yang menyebutkan bahwa 90 % anak Indonsia mengalami penyakit cacingan. Banyak yang menganggap remeh penyakit ini padahal bila dibiarkan penyakit cacingan ini bisa mengakibatkan penyakit lain yang lebih berbahaya.

Penyakit cacingan biasanya masuk kedalam tubuh manusia melalui makanan yang tidak bersih dan tidak dimasak terlebih dahulu karena makanan ini sudah kotor oleh lalat. Makanan yang demikian lah yang menyebabkan cacingan pada manusia.

Berkembangnya tanda dan gejala cacingan dipengaruhi banyak faktor mulai dari suhu, iklim, kebersihan tubuh, sanitasi lingkungan, sosial ekonomi dan kepadatan penduduk. Oleh karena itu, rentan bagi mereka terkena penyakit cacingan jika tinggal di lingkungan yang tidak bersih. Penting mengetahui apa saja tanda dan gejala penyakit cacingan agar cacing tersebut tidak terlalu lama bersarang.

Berikut tanda dan gejala cacingan yang muncul jika seseorang terinfeksi:
1. Wajah pucat, lesu dan lemas
Lesu dan lemas terjadi akibat kondisi anemia. Anemia ini muncul karena cacing yang berkembang biak memerlukan nutrisi, kemudian mereka mengambil nutrisi dengan menghisap darah

2. Nyeri di perut
Cacingan juga dapat menimbulkan sakit perut, bahkan kondisi ini bisa berkembang menjadi diare. Sebab cacing yang hidup dalam saluran pencernaan terus memakan dan menggerogoti sari-sari makanan.

3. Berat badan menurun drastis
Orang yang terkena penyakit cacingan seringkali terlihat sangat kurus. Sebab nutrisi yang seharusnya diserap oleh tubuh menjadi makanan cacing.Tidak hanya pada anak, tanda ini juga bisa muncul pada orang dewasa. Karena zat gizi di dalam tubuhnya itu diserap oleh cacing, makanya badannya kurus.

4. Batuk
Beberapa jenis cacing dapat hidup di paru-paru dan menyebabkan batuk yang tak kunjung sembuh.

5. Gatal-gatal pada dubur
Ini terutama pada anak, biasanya karena ada cacing kremi yang bertelur.

Jika anak anda cacingan, silahklan kunjungi klinik Graha Medica Sidoarjo, dokter kami akan membantu mengobati anak anda.

Address

Jalan Brigjen Katamso 7
Sidoarjo
61256

Opening Hours

Monday 08:00 - 21:00
Tuesday 08:00 - 21:00
Wednesday 08:00 - 21:00
Thursday 08:00 - 21:00
Friday 08:00 - 21:00
Saturday 08:00 - 17:00

Telephone

+62318554910

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Klinik Graha Medica Sidoarjo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to Klinik Graha Medica Sidoarjo:

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram