23/03/2026
Pernahkah kamu sedang berada di masa sulit, lalu ketika mencoba bercerita justru mendengar kalimat seperti: “Yang sabar ya.” “Harus ikhlas.” “Ini semua sudah takdir.” Kalimat-kalimat ini tentu memiliki makna yang baik dalam ajaran agama. Namun dalam beberapa situasi, nasihat tersebut kadang disampaikan terlalu cepat, bahkan ketika seseorang masih berada dalam luka dan kesedihan yang dalam.
Video ini mengajak kita memahami bahwa merasa sedih tidak membuat seseorang kurang beriman, dan bahwa empati serta kehadiran untuk mendengarkan sering kali jauh lebih menenangkan daripada nasihat yang terburu-buru.
🎬 Tonton Selengkapnya di YouTube Bening Psikologi