19/01/2026
"Delight" Warung SIMBOK
Dulu sewaktu masih kecil, sekira umur 7-9 tahun, waktu itu saya kelas 1 sampai kelas 3 SD. Setiap pagi saya selalu disuruh ibu saya untuk membeli sarapan di sebuah warung gudeg yang menjual juga berbagai macam sayuran serta lauk pauk. Penjualnya seorang ibu separo baya sesusia kakak ibu saya yang saya panggil dengan istilah "simbok".
Setiapkali saya membeli makanan di warung simbok untuk sarapan sebelum berangkat ke sekolah, saya menyebutkan makanan yang saya inginkan sesuai perintah ibuk sembari menyerahkan sejumlah uang. Kemudian simbok membukus belanjaan saya itu memakai daun pisang dengan sangat rapi. Simbokpun pun kemudian menyerahkan bungkusan itu ke saya, sambil tangannya dengan cekatan menyambar sesuatu, ( biasa nya dua jenis makanan kecil diantara pisang goreng, tahu bacem, tiwul, cenil atau getuk dll) kemudian dibungkus dengan daun atau plastik seadanya untuk diberikan juga ke saya. Simbok lalu bilang, “Seng iki, wenehno ibumu yo le, ben dinggo konco ngeteh”. (yang ini --makanan kecil-- berikan ke ibukmu ya nak, biar untuk temen minum teh)’.
Sesampai di rumah saya menyerahkan belanjaan itu ke ibu, dan ibu pun selalu berkomentar seolah ada simbok disitu, ‘wah simbok itu selalu repot repot ngasih jajanan segala, mudah mudahan dagangannya laris manis ya mbok”. Rutinitas pagi seperti itu berjalan bertahun tahun dan setau saya ibu tidak pernah menyuruhku membeli sarapan di warung lain padahal ada beberapa warung serupa di kampung saya. Kata ibu, warung simbok itu selalu ramai pembeli mungkin karena disamping makanan nya enak, simbokpun gemar ngasih “tambahan”
----------------
Dalam satu bulan ini saya berkesempatan beberapa kali diskusi, tepatnya konsultasi dengan seorang teman muda yang bernama Syawal Fansuri . Kebetulan saat kuliah dulu mas Syawal ini pernah “serumah” dengan saya beberapa tahun lamanya. Beliau dalam 3 tahun terakhir ini tekun mendalami pengetahuan tentang Branding dan Digital marketing. Diskusi terakhir kami tentang Inbound Marketing, sebuah paradigma baru di dunia marketing yang memang baru benar-benar populer dan viral 3 tahun belakangan ini.
Kata Coach Syawal teman saya itu, apa yang dilakukan simbok dengan memberikan "tambahan/jajanan ringan" dari apa yang dibeli pelanggan nya dalam Inbound Marketing dinamakan "Delight".
Delighted memiliki dampak luar biasa selain pelanggan senang dan merasa diuntungkan, juga akan menjadi sangat loyal bertransaksi dengan kita, ia juga memiliki dampak positif lain yakni menjadi promoter yang akan dengan senang hati dan s**a rela mempromosikan produk kita.
Cerita saya tentang simbok tadi terjadi sekira 45 tahun-an yg lalu jauh sebelum inbound marketing viral. Simbookk... simbok,, tau darimana sih soal "Delight". Dahsyat bener panjenengan mbok.
ket. Foto ini bukan simbok dan warungnya. ini foto warung Gudeg mbah Lindu yang cukup terkenal Jogja. Ikut diupload sekedar untuk pemanis buatan tulisan diatas