14/03/2026
Saat Puasa
Banyak orang ingin kurus cepat.
Potong kalori drastis.
No karbo.
No lemak.
Bahkan makan cuma sekali sehari.
Hasilnya?
Turun cepat… lalu naik lagi.
Diet ekstrem bekerja dengan tekanan.
Intermittent fasting bekerja dengan ritme biologis.
Saat kita diet ekstrem, tubuh masuk ke mode bertahan hidup.
Metabolisme melambat.
Hormon stres naik.
Otot ikut terbakar.
Dan setelah diet selesai, berat badan rebound.
Berbeda dengan intermittent fasting.
Intermittent fasting memberi tubuh waktu istirahat metabolik.
Insulin turun.
Tubuh mulai memakai lemak sebagai energi.
Proses autophagy aktif.
Peradangan menurun.
Bukan sekadar kurus.
Tapi memperbaiki sistem dari dalam.
Kenapa ini lebih efektif?
• Tidak membuat tubuh panik
• Lebih stabil untuk hormon
• Tidak merusak metabolisme
• Lebih sustainable jangka panjang
• Membantu anti-aging secara alami