EDG3 Master Antioksidan Terbaik

EDG3 Master Antioksidan Terbaik Master Antioksidan
Master Imune Booster
Master Glutathion
Alami dan HALAL
Dengan bahan yang alami dan tanpa bahan kimia. Produk Patent di USA

20/09/2017

Master Antioksidan terbaik membantu memproduksi Glutathion anda dalam tubuh.
Lindungi diri anda, dan keluarga yang anda sayangi dengan mengkonsumsi EDG3 HARI INI ....

Master Antioksidan
Master Imune Booster
Master Glutathion
Alami dan HALAL
Dengan bahan yang alami dan tanpa bahan kimia.
Produk Patent di USA

Klasifikasi AntioksidanAntioksidan memiliki pengelompokkan yang beragam berdasarkan sumber, Jenis dan mekanisme kerjanya...
19/09/2017

Klasifikasi Antioksidan
Antioksidan memiliki pengelompokkan yang beragam berdasarkan sumber, Jenis dan mekanisme kerjanya. Pengelompokkan Antioksidan yang utama adalah Antioksidan berdasarkan jenisnya yaitu : Antioksidan Enzimatis dan Antioksidan non Enzimatis.
Klasifikasi berdasarkan Jenis utamanya.
Antioksidan enzimatis: merupakan antioksidan endogenus, yang termasuk di dalamnya adalah enzim superoksida dismutase (SOD), katalase, glutation peroksidase (GSH-PX), serta glutation reduktase (GSHR). Sebagai antioksidan, enzim-enzim ini bekerja menghambat pembentukan radikal bebas, dengan mengubahnya menjadi produk lain yang stabil, sehingga antioksidan kelompok ini disebut juga chain-breaking-antioxidant (Winarsih, 2007).
a. Superoksid Dismutase (SOD)
SOD adalah enzim intraseluler. SOD terdapat dalam tiga bentuk: (1) Cu-Zn SOD yang terdiri dari dua sub unit dan terdapat di dalam sitoplasma (2) Mn-SOD di dalam mitokondria dan (3) Cu-SOD yang terdapat di ekstraseluler.
SOD bereaksi dengan radikal bebas sebagai pereduksi superoksid untuk membentuk H2O2. Enzim katalase dan glutathione peroksidase mereduksi H2O2 menjadi H2O. Masing-masing enzim tersebut bekerja dengan sistem umpan balik. Peningkatan superoksid akan menghambat glutathione peroksidase dan katalase. Peningkatan H2O2 akan menurunkan aktifitas CuZn-SOD. Sementara katalase dan glutathione peroksidase dengan mereduksi H2O2 akan menghemat SOD. SOD dengan mereduksi superoksid akan menghemat katalase dan glutathione peroksidase. Melalui sistem umpan balik ini tercapailah keadaan SOD, katalase, glutathione peroksidase, superoksid dan H2O2 dalam keadaan seimbang.
Penimbunan superoksid (O2-) dicegah oleh enzim superoksida Dismutase dengan mengkatalis reaksi superoksid :
2O2’ + 2 H+ H2O2 + O2
b. Katalase
Enzim ini adalah protein yang terdapat di semua sel aerob pada jaringan tubuh. Katalase terutama terkonsentrasi pada hati dan eritrosit. Otak, otot rangka, jantung hanya mengandung katalase dalam jumlah sedikit. Katalase dan glutathione peroksidase mengubah hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen. Peningkatan produksi hidrogen peroksida oleh enzim SOD tanpa diikuti peningkatan katalase atau glutathione peroksidase akan menyebabkan penumpukan hidrogen peroksida.
2H2O2 2 H2O + O2
c. Glutation perioksidase
Glutathione Peroksidase adalah enzim yang berperan aktif dalam menghilangkan H2O2 dalam tubuh dan mempergunakannya untuk merubah glutathione (GSH) menjadi glutathione teroksidasi (GSSG) dengan reaksi sebagai berikut :
H2O2 + 2GSH 2 H2O + GSSG
Enzim tersebut mendukung aktivitas enzim SOD bersama-sama dengan enzim katalase dan menjaga konsentrasi oksigen akhir agar stabil dan tidak berubah menjadi pro-oksidan.
Apabila radikal hidroksil masih saja terbentuk, masih ada saran lain untuk meredamnya, tanpa memberi kesempatan untuk memulai reaksi rantai dengan melibatkan senyawa-senyawa yang mengandung gugusan sulfidril seperti glutation dan sistein :
Glutation (GSH) :
GSH + ‘OH GS’+ H2O
2 GS’ GSSG
Sistein (Cys-SH) :
Cys-SH + ‘OH Cys-S’ + H2O
2 Cys’ Cys-S-S-Cys sistin
Mekanisme kerja Antioksidan Enzimatis :
• Enzim SOD memiliki Fungsi : mengubah radikal bebas superioksida yang berbahaya menjadi hydrogen prioksida yang lebih aman, tetapi hydrogen perioksida mudah menimbulkan oksidasi, Oleh karena itu Tubuh memerlukan Enzim lain yaitu Katalase dan gluthation perioksida
• Katalase dan gluthation perioksida memiliki fungsi memecah hydrogen perioksida menjadi air dan oksigen.
• Ketiga jenis enzim ini dibuat di dalam sel di bawa instruksi kode genetic yang panjang di dalam DNA. Setiap sel di dalam tubuh mengandung instruksi untuk membuat enzim-enzim ini .
Antioksidan Non-Enzimatis disebut juga antioksidan eksogenus, Terbentuknya senyawa oksigen reaktif dihambat dengan cara pengkelatan metal, atau dirusak pembentukannya (Winarsih, 2007). Antioksidan non-enzimatis bisa didapatkan dari komponen nutrisi sayuran, buah dan rempah-rempah. Komponen yang bersifat antioksidan dalam sayuran, buah dan rempah-rempah meliputi vitamin C, vitamin E, β-karoten, flavonoid, isoflavon, flavon, antosianin, katekin dan isokatekin (Kahkonen et al., 1999). Senyawa-senyawa fitokimia ini membantu melindungi sel dari kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas.

Pengertian Antioksidan            (Menurut, winarsih 2007)  Antioksidan adalah senyawa yang mampu menangkal atau meredam...
19/09/2017

Pengertian Antioksidan
(Menurut, winarsih 2007) Antioksidan adalah senyawa yang mampu menangkal atau meredam efek negatif oksidan dalam tubuh, bekerja dengan cara mendonorkan satu elektronnya kepada senyawa yang bersifat oksidan sehingga aktifitas senyawa oksidan tersebut dapat dihambat.
Antioksidan adalah senyawa yang mempunyai struktur molekul yang dapat memberikan elektronnya cuma- cuma kepada molekul radikal bebas tanpa terganggu sama sekali fungsinya dan dapat memutus reaksi berantai dari radikal bebas.
Antioksidan Menangkal Radikal bebas dengan mentransfer satu elekton.
Selama bertahun-tahun para ahli kimia telah mengetahui bahwa tindakan oksidasi dari radikal bebas bisa dikendalikan bahkan dicegah dengan oleh berbagai bahan antioksidan. Misalnya, makanan yang disimpan terlalu lama juga menjadi rusak karena oksidasi. Seperti lemak menjadi tengik karena mengalami reaksi oksidasi radikal bebas. Lemak tersebut teroksidasi menjadi senyawa baru yang rasa dan baunya tidak enak dan segala sesuatu yang dapat mencegah hal ini akan memiliki nilai ekonomis oleh karena itu para ahli kimia mencari antioksidan untuk tujuan ini. Seperti pengawet makanan tocopherol Vitamin E, Propyl galate, dan BHT ( butyrated hydroksiltulena). Antioksidan ini bekerja dengan mendonorkan atom hydrogen ke radikal hidroksil sehingga terbentuk air. Rumusnya sederhana H+OH=H2O .Dengan kata lain,dua radikal aktif yang bergabung membentuk sutu molekul yang tidak berbahaya yaitu air.

Jenis-jenis Radikal BebasAda banyak jenis radikal bebas, tetapi yaang paling banyak dalam sistem biologis tubuh adalah r...
18/09/2017

Jenis-jenis Radikal Bebas
Ada banyak jenis radikal bebas, tetapi yaang paling banyak dalam sistem biologis tubuh adalah radikal yang berasal dari oksigen, dan dikenal sebagai ROS ( Reactive oxygen species ). ROS meliputi hydrogen peroxide (H2O2), hyhypochlorous acid (HOOCl), superoxide anion (·O2-), singlet oxygen (11O2) dan hydroxyl radical (OH-) di mana radikal bebas tersebut berbahaya namun dapat menjadi sangat berbahaya dengan adanya faktor dari lingkungan sekitar yang mendukung

1.4 Proses Pembentukan Radikal Bebas dalam Tubuh
Radikal bebas dapat masuk dan terbentuk ke dalam tubuh melalui pernafasan, kondisi lingkungan yang tidak sehat, dan makanan berlemak. Menurut Kumalaningsih (2006) penjabaran ketiga cara tersebut adalah sebagai berikut.

1.4.1 Melalui pernafasan
Saat kita melakukan pernafasan akan masuk oksigen (O2) yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk proses pembakaran gula menjadi CO2, H2O, dan energi. Dalam hal ini O2 sangat berperan karena bila tidak ada O2 proses kehidupan akan tidak lancar dan membahayakan bagi tubuh kita sendiri. Tetapi dengan bernafas atau oksigen yang berlebihan saat olahraga terjadi reaksi yang kompleks dalam tubuh dan menghasilkan produk-produk sampingan berupa radikal bebas, yaitu radikal oksigen singlet, radikal peroksida lipid, radikal hidroksil, radikal superoksida. Semua radikal bebas oksigen ini sangat cepat merusak jaringan- jaringan sel.

1.4.2 Lingkungan tidak sehat
Pembakaran yang tidak sempurna misalnya asap rokok yang tidak menghasilkan CO2 tetapi CO, demikian juga asap dari kendaran bermotor merupakan radikal bebas yang berbahaya sekali bagi paru-paru. Di samping itu juga dari asupan makanan yang mengandung logam-logam berat memungkinkan terbentuknya radikal bebas akibat oksidasi dari luar. Beberapa macam radikal bebas antara lain superoksida (O2-), hidrogen peroksida (H2O2), hidroxyl radical OH, singlet oxygen O2, hypoclorus radical OCL, ozone O3.

1.4.3 Makanan berlemak
Lemak sangat bermanfaat bagi tubuh kita tetapi konsumsi lemak yang berlebihan khususnya konsumsi lemak polyunsaturated dan lemak hydrogenasi sangat berpotensi menghasilkan radikal bebas. Lemak polysaturated, lemak ini disebut juga lemak tidak jenuh artinya lemak yang mempunyai ikatan rangkap pada atom C-nya. Adanya ikatan rangkap tersebut mudah sekali dioksidasi atau terserang peroksidasi lipid membentuk radikal peroksida lipid. Makanan yang banyak mengandung lemak polyunsaturated antara lain mayones dan saos salad akan mudah sekali terserang radikal bebas. Lemak hidrogenasi, adalah lemak yang ikatan rangkap tak jenuhnya telah disubtitusi dengan hidrogen, lemak ini disebut margarin atau mentega tiruan. Lemak hidrogenasi sangat berbahaya karena dapat mengubah kemampuan serap selaput sel sehingga mengakibatkan fungsi selaput sel sebagai pelindung menjadi tidak berarti (Kumalaningsih, 2006).

Bagaimana cara mengetahui kadar radikal bebas yang ada di dalam tubuh?Penelitian yang dilaporkan di dalam American Journ...
12/09/2017

Bagaimana cara mengetahui kadar radikal bebas yang ada di dalam tubuh?
Penelitian yang dilaporkan di dalam American Journal of Clinical Nutrition, tidak ada alat ukur atau cara pengukuran langsung untuk mengetahui jumlah radikal bebas dalam tubuh. Berbagai teori menyatakan bahwa radikal bebas memang sangat sulit untuk diukur dan diketahui jumlah pastinya di dalam tubuh karena sangat cepat bereaksi di dalam tubuh sehingga sulit untuk dilakukan pengukuran secara langsung. Namun, para ahli bisa mengukur hasil produksi dari reaksi radikal bebas, yaitu MDA dan 4-hidroksinonenal.

Lalu, bagaimana mencegah radikal bebas terbentuk di dalam tubuh?
Sudah disebutkan sebelumnya bahwa sebenarnya radikal bebas adalah respon alami tubuh yang dilakukan untuk memetabolisme zat gizi atau respon dari sistem kekebalan tubuh. Sehingga, yang harus dilakukan untuk mencegah dampak buruk yang timbul dari radikal bebas adalah membatasi pembentukan radikal bebas. Hal ini dapat dilakukan dengan cara meningkatkan zat yang bisa menangkal efek radikal bebas, yaitu antioksidan.
Antioksidan adalah sebuah zat yang bisa menghambat proses kimiawi yang dilakukan oleh radikal bebas pada sel tubuh. Senyawa ini sudah dimiliki oleh tubuh dalam bentuk enzim, namun jumlahnya tidak cukup untuk melawan dampak dari radikal bebas. Oleh karena itu, diperlukan mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan, seperti makanan sumber vitamin C dan vitamin E, seng, dan beta-karoten, yang banyak terkandung dalam berbagai jenis buah dan sayur.
Olahraga menurunkan jumlah radikal bebas dalam tubuh
Radikal bebas juga dapat ditangani dengan melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara rutin. Menurut Biochemical Society, melakukan olahraga aerobik yang rutin dapat menurunkan jumlah radikal bebas di dalam tubuh. Hal ini disebabkan karena ketika melakukan olahraga, tubuh membakar banyak energi dan menyebabkan reaksi kimia dari radikal bebas tidak terjadi.

Radikal Bebas, Penyebab Kanker yang Dihasilkan Tubuh Secara AlamiMungkin Anda sering kali mendengar, “Awas radikal bebas...
12/09/2017

Radikal Bebas, Penyebab Kanker yang Dihasilkan Tubuh Secara Alami

Mungkin Anda sering kali mendengar, “Awas radikal bebas, nanti kena kanker.” Radikal bebas memang dikenal sebagai salah satu penyebab kanker yang utama. Tapi tahukah Anda apa itu radikal bebas, sebenarnya? Apa bentuknya? Dari mana asalnya? Atau, bagaimana cara radikal bebas tersebut memicu tumbuhnya sel kanker dalam tubuh?

Apa itu radikal bebas?
Telah banyak penelitian yang membuktikan bahwa radikal bebas memang meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti Alzheimer, kanker, aterosklerosis, Parkinson, dan berbagai penyakit lainnya. Radikal bebas juga berkaitan erat dengan proses penuaan dini.

Radikal bebas adalah suatu atom yang bentuknya tidak sempurna, kehilangan molekul di bagian terluar, sehingga menyebabkan atom tersebut bisa mengikat atom lainnya atau bahkan malah kehilangan seluruh bagian atom.
Tubuh terdiri dari berjuta-juta sel, dan di masing-masing sel terdapat banyak molekul yang membangunnya. Setiap molekul ini berperan dalam segala fungsi sel yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh. Ketika sesuatu hal membuat molekul tersebut rusak, maka fungsi tubuh keseluruhan juga akan terganggu.

Dari mana asal radikal bebas?
Radikal bebas dibentuk oleh tubuh dari berbagai proses, termasuk berbagai metabolisme zat gizi dan hasil dari respon sistem kekebalan tubuh. Subtansi atau bahan dasar dari radikal bebas terdapat di berbagai makanan yang Anda makan, atau obat-obatan yang dikonsumsi, udara yang dihirup setiap hari, serta dari macam-macam minuman yang diminum.

Bagaimana radikal bebas mempengaruhi kesehatan?
Jika tidak berlebihan, maka radikal bebas yang diproduksi oleh tubuh tidak akan membahayakan bagi kesehatan. Namun karena kita terus terpapar atau mengonsumsi berbagai macam sumber yang dapat menyebabkan tubuh menghasilkan radikal bebas, maka bukan tidak mungkin radikal bebas menjadi meningkat jumlahnya. Menurut Harvard School of Public Health, reaksi kimia yang dilakukan oleh radikal bebas di dalam tubuh dapat menyebabkan membran sel rusak, dan hal ini mengakibatkan apapun mudah keluar masuk ke dalam sel-sel tubuh. Kemudian, dapat menyebabkan sel bermutasi dan memicu pertumbuhan sel kanker serta tumor.
Radikal bebas yang terakumulasi agak susah untuk dihilangkan dan menimbulkan kondisi stress oksidatif. Stress oksidatif adalah suatu proses di dalam sel tubuh yang menghancurkan struktur sel seperti protein, lemak, serta DNA. Jika stress oksidatif ini tidak ditangani dan dihilangkan dari tubuh maka bisa menimbulkan berbagai penyakit, seperti stroke, penyakit jantung koroner, bahkan kanker.

Apa saja gejala radikal bebas terlalu banyak?
Berdasarkan artikel yang dimuat pada Methods of Molecular Biology, pada orang yang mengalami stress oksidatif atau memiliki radikal bebas yang terlalu banyak, tidak terdapat gejala tertentu yang terlihat. Namun, beberapa gejala yang mungkin muncul adalah kelelahan, sakit kepala, pusing, nyeri pada persendian, gangguan penglihatan, mudah sakit atau penurunan sistem kekebalan tubuh, timbul tanda-tanda penuaan pada wajah, serta penurunan kemampuan mengingat.

Bahaya Radikal Bebas di Sekitar Kita dan Cara MencegahnyaRadikal bebas dapat ditemukan di mana saja, bahkan tubuh Anda s...
29/08/2017

Bahaya Radikal Bebas di Sekitar Kita dan Cara Mencegahnya

Radikal bebas dapat ditemukan di mana saja, bahkan tubuh Anda sebenarnya menghasilkan radikal bebas. Zat ini berbahaya bagi tubuh dan bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti kanker. Tapi, tahukah Anda apa itu sebenarnya radikal bebas? Apa saja bahaya radikal bebas bagi tubuh dan mengapa bisa berbahaya? Simak penjelasannya berikut ini.
Apa itu radikal bebas?

Radikal bebas adalah molekul yang mengandung elektron yang tidak berpasangan. Sehingga, molekul ini dapat menyumbang atau menerima elektron dari molekul lain. Hal ini membuat radikal bebas bersifat tidak stabil dan sangat reaktif. Radikal bebas mampu menyerang berbagai molekul dalam tubuh, seperti lipid, asam nukleat, dan protein sebagai target utama. Sehingga, dapat menyebabkan kerusakan sel, protein, dan DNA, serta gangguan keseimbangan dalam tubuh.

Tubuh Anda bisa mendapatkan radikal bebas dari lingkungan sekitar, seperti paparan sinar matahari, radiasi, ozon, asap rokok, asap kendaraan, polusi udara, bahan kimia industri, makanan yang Anda makan, dan minuman yang Anda minum. Tak hanya itu, sebenarnya tubuh Anda juga menghasilkan radikal bebas dari proses metabolisme penting dalam tubuh, dari berbagai reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh. Seperti, saat tubuh mencerna makanan, saat Anda bernapas, hingga melakukan olahraga.
Apa bahaya radikal bebas bagi tubuh?

Radikal bebas yang hanya mempunyai satu elektron akan menarik elektron dari molekul dalam tubuh, sehingga molekul tersebut berubah menjadi radikal bebas juga. Hal ini membuat radikal bebas bertambah banyak dalam tubuh dan menyebabkan kerusakan sel.

Terlalu banyak radikal bebas dalam tubuh dapat membuat tubuh mengalami stres oksidatif. Stres oksidatif merupakan kondisi di mana jumlah radikal bebas dalam tubuh lebih banyak daripada pertahanan antioksidan (yang dapat mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas). Hal ini menyebabkan terjadinya berbagai kerusakan sel dalam tubuh, seperti lipid, protein, dan asam nukleat.

Stres oksidatif ini kemudian dapat menyebabkan berbagai penyakit. Mulai dari radang sendi, penyakit jantung, aterosklerosis, stroke, hipertensi, tukak lambung, penyakit Alzheimer, penyakit Parkinson, kanker, sampai menyebabkan penuaan. Radikal bebas dapat merusak kode DNA, sehingga sel baru tumbuh dengan tidak benar dan menyebabkan penuaan.

Namun begitu, radikal bebas juga penting untuk kehidupan. Kemampuan tubuh dalam mengubah udara dan makanan menjadi energi kimia bergantung pada reaksi berantai dari radikal bebas. Selain itu, radikal bebas merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh, membantu menyerang zat asing yang masuk ke tubuh.
Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah bahaya radikal bebas?

Antioksidan merupakan molekul dalam sel yang dapat mencegah radikal bebas mengambil elektron, sehingga radikal bebas tidak menyebabkan kerusakan sel. Dengan adanya antioksidan, maka jumlah radikal bebas dalam tubuh Anda tetap terkendali. Oleh karena itu, Anda perlu untuk memperbanyak jumlah antioksidan yang masuk ke tubuh untuk mencegah bahaya radikal bebas.

Dari mana bisa mendapatkan antioksidan? Sebenarnya tubuh Anda menghasilkan antioksidan, tapi jumlahnya tidak mencukupi untuk dapat mengimbangi jumlah radikal bebas dalam tubuh. Sehingga, Anda perlu mendapatkan antioksidan dari sumber luar.

Antioksidan bisa Anda dapatkan dari konsumsi berbagai macam makanan yang mengandung antioksidan. Antioksidan dalam makanan terdapat dalam bentuk beta karoten (vitamin A), lutein, vitamin C, vitamin E, likopen, dan fitonutrien lain, yang bisa Anda peroleh dengan mengonsumsi banyak sayuran dan buah-buahan.

Contoh sayuran dan buah-buahan yang mengandung antioksidan adalah tomat, wortel, brokoli, kale bayam, jeruk, kiwi, buah beri, serta sayuran dan buah berwarna lainnya. Selain itu, Anda juga bisa memperoleh antioksidan dari kacang-kacangan dan teh hijau.

Address

Jalan Embong Malang 4 Pakuwon Center Lt. 11 Surabaya
Surabaya
60198

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when EDG3 Master Antioksidan Terbaik posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to EDG3 Master Antioksidan Terbaik:

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram