14/01/2026
Diagram Silsilah Ringkas Bhre Kertabhumi ❗
Garis keturunan Bhre Kertabhumi berakar langsung pada Dinasti Rajasa, dinasti penguasa Jawa yang didirikan oleh Ken Arok pada abad ke-13. Dari dinasti inilah lahir Singhasari, lalu Majapahit, dan dari cabang terakhir inilah Bhre Kertabhumi muncul sebagai tokoh penutup sebuah zaman.
Dari Ken Arok, garis kekuasaan berlanjut ke Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit sekaligus menantu Kertanegara. Raden Wijaya menurunkan para raja Majapahit awal, hingga beberapa generasi kemudian lahir Tribhuwana Tunggadewi dan putranya Hayam Wuruk, yang membawa Majapahit ke puncak kejayaan. Setelah Hayam Wuruk wafat, Majapahit memasuki fase rapuh: konflik internal, perebutan legitimasi, dan pecahnya otoritas pusat.
Dari fase inilah muncul Rajasawardhana—dikenal p**a sebagai Bhre Pamotan—yang naik takhta sebagai Raja Majapahit ke-8. Rajasawardhana adalah figur kunci dalam silsilah ini, sebab darinya lahir dua cabang besar yang kelak saling berhadapan. Dari Rajasawardhana lahir beberapa putra, salah satunya adalah Bhre Kertabhumi, yang dikenal sebagai putra bungsu.
Ketika Rajasawardhana wafat, takhta Majapahit tidak jatuh ke tangan Bhre Kertabhumi, melainkan berpindah ke saudara Rajasawardhana, yakni Girisawardhana, yang memerintah lebih dulu. Setelah Girisawardhana wafat pada tahun 1466, kekuasaan dilanjutkan oleh adiknya, Suraprabhawa atau Singhawikramawardhana. Inilah titik awal konflik besar itu.
Bhre Kertabhumi, sebagai putra langsung Rajasawardhana, memandang dirinya memiliki hak darah yang lebih kuat atas takhta dibanding pamannya, Suraprabhawa. Klaim inilah yang mendorongnya melakukan pemberontakan pada tahun 1468. Dengan demikian, dalam struktur silsilah, Bhre Kertabhumi adalah keponakan langsung Suraprabhawa, sekaligus sepupu generasi dari anak-anak Suraprabhawa.
Suraprabhawa memiliki beberapa putra, di antaranya Dyah Wijayakarana, Dyah Wijayakusuma, dan yang paling penting dalam konteks kejatuhan Majapahit, Dyah Ranawijaya. Setelah kalah dalam konflik awal, Suraprabhawa dan keluarganya menyingkir ke Keling, Kediri, dan membangun basis kekuasaan baru dengan gelar Girindrawardhana. Dari garis inilah lahir kelanjutan Majapahit versi Daha.
Dyah Ranawijaya, putra Suraprabhawa, kemudian tampil sebagai figur penentu. Ia mengalahkan Bhre Kertabhumi dan naik sebagai raja Majapahit dengan pusat kekuasaan di Daha. Dalam silsilah, Dyah Ranawijaya adalah sepupu Bhre Kertabhumi, namun secara politik menjadi algojo dari cabang keluarga yang lain.
Adapun Bhre Kertabhumi sendiri dikenal memiliki keturunan yang kelak memainkan peran besar dalam sejarah Jawa berikutnya. Tradisi babad dan kronik Islam Jawa menyebut bahwa Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, adalah keturunan Bhre Kertabhumi—baik sebagai putra langsung maupun cucu, tergantung versi sumber. Klaim inilah yang membuat Demak memandang dirinya bukan sebagai kerajaan asing, melainkan pewaris sah Majapahit.
Dengan demikian, silsilah Bhre Kertabhumi membentuk dua arus besar sejarah Jawa:
Garis Girindrawardhana–Ranawijaya, yang meneruskan Majapahit dari Daha hingga runtuh.
Garis Bhre Kertabhumi, yang bertransformasi menjadi kekuatan baru melalui Demak.
Bhre Kertabhumi kalah sebagai raja, tetapi garis keturunannya justru menang sebagai sejarah. Majapahit runtuh, namun darahnya mengalir ke kerajaan berikutnya—menjadikan akhir sebagai awal, bukan sekadar kejatuhan.
KEN AROK
│
└── Dinasti Rajasa
│
└── Raden Wijaya
│
└── (beberapa generasi)
│
└── Rajasawardhana
(Raja Majapahit ke-8)
│
┌───────────────┴────────────────┐
│ │
Bhre Kertabhumi Girisawardhana
(putra bungsu Rajasawardhana) (saudara Rajasawardhana)
│ │
│ Suraprabhawa /
│ Singhawikramawardhana
│ (adik Girisawardhana)
│ │
│ ┌───────────────┴──────────────┐
│ │ │ │
│ Dyah Wijayakarana Dyah Wijayakusuma Dyah Ranawijaya
│ (Raja Majapahit
│ di Daha)
│
└── (keturunan Bhre Kertabhumi)
│
└── Raden Patah
(Pendiri Kesultanan Demak)
Bhre Kertabhumi dan Dyah Ranawijaya adalah sepupu
Konflik Majapahit akhir = perang antar-cabang keluarga raja
Garis Ranawijaya:
Melanjutkan Majapahit di Daha (Kediri)
Berakhir kalah oleh Demak
Garis Bhre Kertabhumi:
Kalah lebih dulu
Tapi menjadi leluhur kekuasaan baru (Demak)
Catatan akhir. Bhre Kertabhumi ditumbangkan Dyah Ranawijaya. Di era berikutnya Majapahit Daha sepenuhnya jatuh pada tahun 1527 di tangan Pate Rodim, Sultan Trenggana. Penguasa ke-3 kesultanan Demak.
video