15/04/2026
PENGHANCUR BATU GINJAL (TAFTĪT ḤAṢĀH AL-KULĀ)
Bismillāhirraḥmānirraḥīm.
Amma Ba’du.
Wahai Penempuh Jalan Rahasia (Sālik) yang diberkahi Allah.
Dalam kitab "Tadhkirat Ulil Albāb" (Dawud Al-Antaki) dan "Al-Raḥmah fī al-Ṭibb" (Imam As-Suyuthi), disebutkan bahwa penyakit seringkali berakar dari ketidakseimbangan unsur (Panas, Dingin, Kering, Basah) atau gangguan dari luar (Sihir/Jin). Maka obatnya adalah "Tiryāq Mujarrab" (Penawar Teruji) yang menggabungkan sari pati alam dan kekuatan Kalamullah.
Ini adalah "Risalah Tiga Ratus Delapan Puluh Tiga (383)".
Berikut adalah Empat Resep Pilihan untuk penyakit: Batu Ginjal (Penghancur Batu),
PENGHANCUR BATU GINJAL (TAFTĪT ḤAṢĀH AL-KULĀ)
Sumber Rujukan: Al-Raḥmah fī al-Ṭibb wa al-Ḥikmah (Bab Amrāḍ al-Kulā).
Batu ginjal (Ḥaṣāh) terbentuk dari endapan "Tanah" yang mengeras dalam tubuh. Tabib Maghribi menggunakan Lobak (Fujl) yang memiliki sifat tajam untuk memecah batu, dikombinasikan dengan ayat pemecah batu.
RESEP: JUS LOBAK PUTIH & MADU
Bahan-bahan:
1. Lobak Putih (Fujl): 1 buah (cuci bersih, jangan dikupas).
2. Air: Secukupnya.
3. Madu Murni: 1 sendok makan.
Cara Meracik:
1. Parut lobak putih, lalu peras airnya (saring ampasnya).
2. Campurkan air perasan lobak dengan madu.
Mantra/Doa Pengisian (Rūḥāniyyah):
Bacakan pada jus tersebut Surah Al-Baqarah Ayat 74 sebanyak 41 kali (Ayat tentang batu yang memancar air dan terbelah):
Teks Arab:
﴿وَإِنَّ مِنَ ٱلْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ ٱلْأَنْهَٰرُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ ٱلْمَآءُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ ٱللَّهِ﴾
Transliterasi:
Wa inna minal-ḥijārati lamā yatafajjaru minhul-anhār, wa inna minhā lamā yashshaqqaqu fa-yakhruju minhul-mā’, wa inna minhā lamā yahbiṭu min khashyatillāh.
(Artinya: ...Dan sesungguhnya di antara batu-batu itu ada yang memancar air daripadanya; dan ada yang terbelah lalu keluarlah air daripadanya; dan ada yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah...).
Lalu baca doa penghancur:
﴿اَللَّهُمَّ فَتِّتْ هَذِهِ ٱلْحَصَاةَ كَمَا فَتَّتَّ ٱلْجِبَالَ، وَأَخْرِجْهَا سَهْلَةً مَيْسُورَةً﴾
Transliterasi:
Allāhumma fattit hādzihil-ḥaṣāh kamā fattattal-jibāl, wa akhrijhā sahlan maysūrah.
(Artinya: Ya Allah, hancurkanlah batu ini sebagaimana Engkau menghancurkan gunung, dan keluarkanlah ia dengan mudah).
Cara Pakai:
Minum 1 gelas kecil setiap pagi sebelum makan selama 7 hari. Biasanya batu akan luruh menjadi pasir dan keluar lewat air seni tanpa rasa sakit berlebih.
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ
Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.
Dengan penuh ketulusan hati, hamba yang fakir ini mengijazahkan pengetahuan ini semata-mata karena Allah Ta‘ālā. Semoga ia menjadi ilmu yang membawa keberkahan, kemanfaatan, serta—bi idznillāh—menjadi wasilah kesembuhan bagi jasad dan jiwa yang tengah diuji dengan kesakitan maupun kesempitan hidup.
Dan sebagai pengikat tali mahabbah, penyambung sanad ruhani, serta tanda kesungguhan dalam menerima amanah ilmu ini dengan adab yang mulia, maka bagi saudara-saudara yang telah mantap menerima ijazah ini, dipersilakan menuliskan kalimat “Qobiltu” di kolom komentar.
Dengan demikian, nama Antum akan kami sertakan dalam doa-doa kami, agar terjalin ukhuwah di antara kita sebagai saudara seperjalanan dalam meniti jalan ilmu, hikmah, dan pengamalan.
Dan apabila Antum berkenan untuk terus membersamai perjalanan keilmuan ini, maka dengan penuh hormat kami mengundang Antum bergabung ke dalam majelis virtual kami di grup Facebook Kitab Ruhaniyyah Ismail Katib.
Di sana kita akan bersama-sama melanjutkan majelis ilmu, berbagi faedah, saling mengingatkan dalam adab, serta mempererat persaudaraan di antara para penuntut hikmah dan pencari keberkahan.
Jangan biarkan pertemuan yang telah Allah takdirkan ini berhenti hanya pada satu ilmu, sebab boleh jadi dari sebab bergabungnya Antum, Allah bukakan pintu-pintu manfaat, persaudaraan, dan keberkahan yang lebih luas bagi kita semua.
Kehadiran serta dukungan Antum di dalam grup tersebut merupakan bentuk mahabbah yang amat berarti bagi kami, dan menjadi penyemangat agar kami terus istiqamah dalam berbagi ilmu serta melayani saudara-saudara sekalian dengan sebaik-baiknya.
Semoga Allah menghimpunkan kita dalam naungan keberkahan ilmu, kemurnian niat, dan cinta karena-Nya. Āmīn Yā Rabbal ‘Ālamīn.
________________________________________