01/05/2021
Spirulina HNI HPAI dikenal sebagai super food yang sejak ratusan tahun digunakan sebagai sumber makanan yang baik.
Spirulina, ganggang yang kaya akan gizi ternyata pertama kali digunakan penduduk sekitar Danau Texcoco, Meksiko, 500 tahun lalu.
Manfaat Spirulina kala itu sebagai pencegah agar tidak mudah sakit. Penduduk sekitar Danau Texcoco menggunakan Spirulina sebagai bahan makanan. Ganggang hijau tersebut mereka peroleh dari kedalaman danau. Spirulina diolah menjadi lempengan-lempengan seperti biskuit yang mereka sebut dengan Tecuilatl. Biskuit itu dimakan sebagai camilan setiap harinya. Nah, semenjak rajin memakan biskuit itulah mereka jarang sakit.
Tak hanya di Meksiko, di Danau Chad, Afrika, penduduk Kanembu pun juga jarang sakit. Penelitian pun menunjukkan mereka sering mengkonsumsi dihe.
Penganan serupa dengan kue kering itu dibuat dari Spirulina. Pada musim panas ketika banyak Spirulina di danau, penduduk Kanembu mengumpulkannya dengan kelambu. Spirulina yang terkumpul kemudian dicetak seperti kue kering,lalu dijemur agar awet.
Sebelum dimakan, dihe diseduh dulu dengan air secukupnya lalu diremas-remas setelah itu ditambahkan bubuk lada, diatasnya ditaburi biji jawawut,kacang-kacangan maupun irisan ikan.
Penduduk Kanembu menggunakan dihe sebagai pangan utama alami bergizi tinggi. Bahkan suku Kanembu sangat percaya bahwa apabila ibu sedang hamil makan dihe maka bayi yang dikandungnya akan lahir dengan selamat dan sehat.
Menurut Prof Dr Ir Ali Khomsan, MS, guru besar Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga, Institut Pertanian Bogor,spirulina mampu memperbaiki gizi karena ia mengandung 70% protein. Sel-sel rusak pun mampu diperbaiki lewat asam-asam amino yang dikandungnya.
Bahkan, mampu meningkatkan sistem imun tubuh.