Etty Sunanti Power

Etty Sunanti Power Knowledge and Spiritual

KASUS RUMIT MENJADI SEDERHANA DAN BERES KARENA ESPSuatu ketika datanglah sepasang suami isteri kepada saya. Keluarga mus...
07/06/2019

KASUS RUMIT MENJADI SEDERHANA DAN BERES KARENA ESP

Suatu ketika datanglah sepasang suami isteri kepada saya. Keluarga muslim terpandang, intelek, dan sangat religius. Beliau mempunyai persoalan pelik rumit, sudah konsultasi ke psikolog, psikiater, bahka semua ustadz yang terkenal di radio A s.d Z beliau datangi. Tetapi tidak kunjung selesai, dan semakin rumit.

Bi idznillah datanglah kepada saya, tanpa sengaja bercerita itupun karena pertanyaan pertanyaan kritis saya. Tentang segala apa yang di sampaikan.

Tanpa beliau duga, semua pertanyaan saya, bisa menguak setiap rahasia dalam keluarga tersebut. Dan mampu menjadikan kasus rumitnya terurai perlahan pasti.

Singkat cerita, beliau berdua mengikuti nasihat dan treatment saya. Dalam waktu 1 tahun, perubahan begitu drastis dalam keluarga tersebut. Beliau berdua sampai begitu salut dan berterimakasih atas setiap solusi yang saya berikan.

Penyakit penyimpangan perilaku yang dialami anak gadisnya itu atas izin Allah bisa berubah membahagiakan karena ESP.

Sangat sederhana, seringkali seseorang ber-islam itu secara parsial. Padahal setiap variabel itu berkaitan.

Kesehatan nanusia itu ada kaitannya dengan psikologi, sosial, budaya, politik, pendidikan, ekonomi, semuanya sangat berkaitan. Dan setiap simpul itu harus kembali kepada Islam.

Sementara saat ini yang ada setiap bidang hanya terkotak kotak, parsial, bahkan tidak dikaitakan dengan Al Quran dan Assunnah. Mana mungkin terselesaikan persoalannya itu ?

Silahkan konsultasi persoalan anda di no 08113050452

HIDUP SEHAT DENGAN AKTUALISASI DIRIBy : Etty SunantiDalam ilmu Psikologi ada topik pembahasan yang namanya AKTUALISASI D...
25/02/2019

HIDUP SEHAT DENGAN AKTUALISASI DIRI
By : Etty Sunanti

Dalam ilmu Psikologi ada topik pembahasan yang namanya AKTUALISASI DIRI. Dimana setiap orang itu memiliki kemampuan dan hak untuk ber-ekspresi. Jika area ini, mereka tidak mampu mengaktualisasikan dirinya, maka mereka akan tumbuh menjadi orang-orang yang penuh persoalan. Bahkan bisa mengarah kepada gangguan kejiwaan.

Coba bayangkan saja, beberapa hari yang lalu saya harus mengklarifikasi dan mengusut dengan tuntas. Seorang gadis yang sudah di khithbah dan hampir menikah. Tiba tiba membuat aksi memusuhi orang tua, dengan akhlaq yang tidak baik. Dan menjadi anti pati terhadap calon suaminya. Orang tua nya marah besar. Saya mencoba meredam semuanya. Dan saya harus berbicara secara langsung kepada si gadis, apa sebenarnya yang terjadi. Ternyata keputusan menerima pinangan si lelaki, karena takut kepada orang tuanya, yang selama ini keras kepadanya.
Singkat kesimpulan, akhirnya semuanya sudah saya hentikan dengan baik dan bijaksana.

Memutuskan perkara besar hanya karena takut, tertekan, ataupun segenap amarah. Dan tahukah, hukum bisa berubah HARAM ketika niat itu sudah salah.

Contoh lagi, ada orang takut bergaya karena sungkan dengan temannya yang 01, upssst... untungnya masih sungkan, dan tidak ikutan bergaya 01, hahaha...

Saya mendapati , anak anak terkena justru terdapat pada anak anak jenius, akdemik nya cumlaude, kuliah di perguruan tinggi ternama, bahkan mereka anak dari orang orang yang berkedudukan, terpandang, bahkan religius.
Mengapa bisa terjadi seperti itu ?
Karena , ekspresi yang mereka miliki tidak tulus. Karena seringkali melakukan apapun karena target orang lain, bukan dari hatinya.
Ingin berprestasi karena mendapat pujian orang lain. Ingin masuk perguruan tinggi tidak sesuai keinginan, yang penting bisa masuk fakultas bergengsi, yang penting bisa di terima, yang penting membanggakan orang tua. Tidak ada porsi sesuai hati nuraninya yang bahagia melakukan hal tersebut.
Sehingga Aktualisasi dirinya terhambat, dan timbul salah sasaran.

Suatu ketika, saya mendampingi pasien bipolar, untuk mendekatinya, saya harus ikut melukis dan menyanyi rock ala dia. Meskipun ini hanya strategi saya. Tetapi dari apa yang saya lakukan sempat mampu menguak isi hatinya,
"Ummi.. lihat nih ustadzah Etty tidak jaim, ustadzah saja bisa melukis, bisa menyanyi, nggak kayak ummi, gayanya ummi sok alim, masa' nyanyi haram, melukis haram, sekarang aku sudah sakit jiwa, baru di biarkan..."

Hihihi..

Nah makjleb, umminya langsung diam, dan hanya bisa senyum senyum.. ketika semuanya sudah hancur, baru tersisa keikhlashan yang sia-sia.. meski tidak ada kata percuma..

Suatu ketika, saya juga bisa menguak pasangan suami isteri yang selama ini nampak rukun dan damai. Islami, terpandang, pendidikan sangat tinggi, sangat religius.
Ketika terjadi kasus putrinya yang tomboy yang selalu bermusuhan dengan bapaknya. Bahkan bisa saling adu jotos. Sudah konsultasi ke seluruh ustadz-ustadz di radio islam A s.d Z, ke psikolog dan psikiater. Bi idznillah, dalam hitungan 1 jam, saya bisa menguak banyak hal yang di sembunyikan anggota keluarga itu. Di antaranya si isteri tidak di sangka, tak dinyana kalau di rumah full murottal quran, tetapi kalai di tempat kerjanya justru mengkoleksi lagu lagu jadul hingga modern, semua koleksi punya. Bertahun tahun, suaminya itu tidak pernah tahu kalau isterinya mempunyai hobby mengkoleksi dan mendengarkan berbagai lagu.
Ketika terkuak itu, pasangan suami isteri yang sudah separo abad itu saling bertatap muka speechless. Alhamdulillah step by step kasus kelarga tersebut terselesaikan atas setiap nasihat saya.

Masih teringat juga, saat masih kuliah dulu, sang mantan suami *mengharamkan musik* maklum kami kuliah di fakultas yang sama. Cuman beda jauh usianya, selisih 4 tahun. Kalau mau nyanyi nasyid acapela saja. Waktu itu saya menyampaikan protes, "Jangan terburu mengharamkan, apabila kalian tidak mampu menghindari musik. Karena ada fatwa ulama' yang membolehkan dengan syarat begini begitu.. kalau sudah konsekuen dengan pendapat itu ya alhamdulillah saya dukung.. "

Eeeh.. nasyid Islami yang awalnya Nada Murni, Hijjaz dll tanpa musik, beberapa tahun kemudian berubah bermusik semua. Seperti Raihan dan lain lain..

Qodarullah, saya menikah dengan sang mantan abinya anak-anak. Saya kaget setelah menikah ternyata punya koleksi lagunya Ida Laela ndangdut, hahahaha.. ( maaf bercanda ndeso dot com )
Saya tidak melarang, juga tidak mencoba menjatuhkan pendapatnya yang jaim, musik itu haram. Tetapi saya mencoba mengisi kesempatan hidup dengan hal hal positif yang tidak ada cela dengan bermusik.

Begini lagi, saya pernah di kritik beberapa akhwat karena memasang foto di sosial media. Katanya begini dan begitu !!
Saya jawab dengan tegas, yang harus lah di pasang foto saya, lha ini kan akun akun saya. Lebih parah lagi, kalau namanya Etty Sunanti profile nya gambar artis bercadar !!
Atau profilenya Etty Sunanti tapi gambar kucing, lha apa saya ini kucing ?? Hahaha..

Terkadang, orang itu parsial memahami ilmu. Bahkan seringkali sempit sehingga menjebak dirinya dalam kedunguan.

Bergama itu mempunyai qaidah, juga prioritas hukum !!

Namanya muslimah itu menjaga kehormatan diri baik di luar ataupun di dalam.

Saya tidak hendak membela diri, kan ya lucu, ada orang selalu memakai cadar, merasa alim, tapi akhlaqnya melebihi orang yang ngumbar aurat. Hal ini fakta, beberapa kali saya mendaptkan curhatan si A hingga si Z. Jadi tahu apa apa yang terjadi sebenarnya.

Lalu bagaimana yang benar !!

1. Keimanan itu apa yang di hati, di fikirkan, di ucapkan dan di amal perbuatan harus sama. Tidak boleh ngomong A, hatinya B, pikirannya C, perbuatannya D, ini namanya munafik. Jadi ketika kita memutuskan perkara A maka pertaanggung jawabkan apa yang dalam A tersebut, mulai hati, fikiran, ucapan hingga perbuatan. Jangan bermain main tentang hal tersebut.

2. Kalaupun berbuat khilaf, harus banyak istighfar dan berjuang membenahi diri. Tidak ada yang sempurna dan terbebas dari dosa. Tetapi minimal , bersahaja dan rendah hati , jauh lebih aman , daripada merasa super tapi dibalik itu semua melanggar sendiri.

3. Kalaupun belum sanggup terhadap sebuah hukum Allah ataupun sunnaturrasul, paling tidak kita meng-imani-nya. Dan berusaha memperjuangkannya step by step sesuai kemampuan. Dan mendukung segala kebaikan orang lain. Misal, ponakan anak kakak yang dulu saya asuh masa emas nya mbak Nabila, sekarang pakai cadar, ya alhamdulillah. Anak saya mbak Fada juga pakai cadar, ya alhamdulillah. Bersyukur pada Allah atas nikmat anak anak yang shalihah.
Terus ada yang protes terus kenapa ummi nya malah nggak pakai cadar ?? Bisa baca artikel saya CADAR dalam ISLAM beberapa waktu lalu ya.. waktu saya mengisi materi ini di Universitas Muhammadiyah juga. Wkwkwk kok melebar jadi ke cadar yaa...

Intinya, sesorang itu harus melakukan apapun dengan ikhlash. Ciri ikhlash itu bahagia, tanpa ada tekanan !!!

Jika anda dan saya, masih *Kemrungsung* dalam melakukan sebuah urusan, berarti belum ikhlash.

Nah beraktualisasi itu bisa menjadikan seseorang sehat. Karena mereka melakukan apapun tanpa ada paksaan dan tekanan.

Di dalam tubuh ada segumpal darah, jika segumpal darah itu sehat, maka sehatkan seluruh badan itu. Jika segumpal darah itu sakit, maka sakitlah seluruh tubuhnya. Dialah hati.

Note : fotografer anak kecilku adik Fahma Al A'la.




05/12/2018





03/10/2018






















03/10/2018





















Para ibu shalihah, Wali Murid MIM 25 Surabaya, yang antusias belajar parenting bersama   •Mendidik anak-anak, tidak bisa...
28/09/2018

Para ibu shalihah, Wali Murid MIM 25 Surabaya, yang antusias belajar parenting bersama

Mendidik anak-anak, tidak bisa setengah-setengah. Harus sepenuh hati, sepenuh jiwa, sedikit saja kita terlena, maka anak-anak akan terlena besar, dan menjauh dari tujuan ilallah.

Asyiknya materi dari saya , GROW UP WITH PARENT, Membedah anak-anak dari 6 sisi mereka yang seruuu.
1. Bukti Fisik __ break down lagi
2. Bukti Kecerdasan __ break down lagi
3. Bukti Ikatan Hati __ break down lagi
4. Bukti Sosial__ break down lagi
5. Bukti Religiusitas__ break down lagi
6. Bukti Tantangan Hidup ___ break down lagi
Waah waaah.. apa saja ituu ?

Yupp..
Yang kemudian kita kombinasikan dengan kebutuhan sekolahnya. Internal dan Eksternal, akan kita bedah dan kalkulasi..
Saya akan mengajarkan kepada ayah ibu, bagaimana menghitung kualitas mendidik orang tua, pada anak-anaknya. Seruuu kaan ?
Kita akan bisa menilai, seberapa besar baiknya kita sebagai orang tua 😂😎😘😙😗














•ANEH TAPI NYATA•Pertama kali, saya datang mengajar mahasiswa calon karyawan yang siap bekerja di area penerbangan. Calo...
27/09/2018


ANEH TAPI NYATA

Pertama kali, saya datang mengajar mahasiswa calon karyawan yang siap bekerja di area penerbangan. Calon Pramugari & Karyawan di area Penerbangan seluruh Indonesia ini. Ada yang luar biasa, HP mahasiswa di sita dulu oleh lembaga, agar fokus. Next, dg saya malah harus bawa HP😎

Kemudian, saya masuk ruangan, di sorak sorai , saya di bully.. ehm.. kira kira ini ustadzah mereka fikir mau ngajari sholawatan kali yaa... hahaha..

Saat pertemuan pertama, saya mengajar. Saya buka lap top, PPT siap tersaji, mic saya pegang, materi saya berikan dengan sepenuh hati. Tiba-tiba suasana hening dan tertegun melihat dan mendengarkan saya..

Pendidikan 1 tahun, dengan biaya sekitar 30 juta , agar siap di terjunkan di area emergency & public, macam Bandara. Sementara mentalitas masih begini?😩

Di lembaga keren ini, di ajarkan Bahasa Inggris , Bahasa China, dan segenap Materi tentang dunia kerja mereka.
Sayangnya itu semua tidak cukup. Perlu pendidikan Agama yang baik.

Generasi kita di masyarakat, sudah terlanjur berorientasi matrealistik. Pendidikan Agama, Aqidah, Ibadah/Fiqih, Akhlaq, sepertinya agak jauh. Padahal mereka pandai membaca Al Quran semua.

Dan fenomena ini ternyata, dimana mana terjadi. Kualitas diri generasi bangsa yang perlu di perbaiki. Dakwah tanpa pernah berhenti.

Alhamdulillah, beberapa kali pelajaran saya berikan. Mereka telah berubah santun, aktif, kreatif, smart, dan berjuang menjadi shalih shalihah, aamiin.

Pendidikan, memerlukan Tehnik Mendidik serta Muatan Pendidikan yang tanpa batas, menyentuh hati dan otak manusia.

Alhamdulillah, ESP diberikan amanah untuk mengajarkan Al Islam dan Kepribadian seorang Muslim yang baik.

Mentalitas yang berkualitas Unggul, hanya bisa diberikan jika hati dan otak manusia tersentuh !!
Maaf, anak Autis saja bisa kembali normal. Apalagi generasi yang sehat, cantik gagah dan normal, bahkan cerdas seperti mereka. Subhaanallah..

Alhamdulillah, betapa dahsyatnya mereka ketika kita mampu mendidik dengan baik.














•MENYEKA AIR MATA•Aktifitas saya adalah aktifitas air mata, sebagai owner *BJIE Biro Jodoh Islami Etty Sunanti* dan *Pra...
05/04/2018


MENYEKA AIR MATA

Aktifitas saya adalah aktifitas air mata, sebagai owner *BJIE Biro Jodoh Islami Etty Sunanti* dan *Praktisi Thibunnabawi*

Mengurusi, memikirkan, dan mencoba membantu menyelesaikan persoalan tiap insan. Yang mengharapkan bantuan jalan keluar..

Bisakah, jika Allah hanya menguji saya dengan suatu perkara yang ringan-ringan saja ???

Jawabannya, *TIDAK MUNGKIN*.

Allah harus Melatih saya, Harus Mendidik saya, dengan segala macam kesulitan dan penderitaan terlebih dahulu..
Saya harus terlatih..

Agar saya bisa mengerti apa yang mereka rasakan dan keluhkan..

Sebuah ruang jiwa..
Yang memperebutkan sebuah bilik antara Malaikat dan Iblis, itulah manusia.

Jika tidak mengenal bilik bilik itu, apakah mungkin saya bisa membantu tiap manusia di antara ruang Iblis dan Malaikat itu... ??
Bisakah ???

Sebelum saya menyeka air mata insan lain, saya harus menyeka air mata saya sendiri...

Etty Sunanti
08113050452
The Owner Of ESP moving in all fields Islamic Science







RESUME KAJIAN TENTANG CADAR/NIQOB DALAM ISLAMOleh :  Etty Sunanti-The Owner of ESP moving in all fields Islamic Science-...
12/01/2018

RESUME KAJIAN TENTANG CADAR/NIQOB DALAM ISLAM
Oleh : Etty Sunanti
-The Owner of ESP moving in all fields Islamic Science
- Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Surabaya.

Alhamdulillah, sore tadi selesai sudah saya mengisi Kajian Muslimah. Yang di selenggarakan oleh adik-adik akhwat IMMAWATI. Acara di mulai, ba'da sholat Ashar Berjama'ah di Masjid KH. Mas Mansyur Universitas Muhammadiyah Surabaya, hingga selesai saat adzan Maghrib berkumandang.

Kajian berjalan lancar dan sukses, setiap peserta juga sangat antusias bertanya.

Sebelum saya memberikan ringkasan materi yang saya berikan. Saya akan sedikit cerita, kejadian yang qodarullah diberikan Allah sebagai bahan kajian.

Begini ceritanya..

Saat saya selesai sholat Ashar berjama'ah, ada 1 orang akhwat bercadar menyusul sholat sendirian. Saya melihat sholatnya, mulai awal hingga selesai. Luar biasa, sholat si akhwat tersebut memakai cadar/niqob, mulai awal hingga salam.. hingga dia duduk santai di dekat pintu masjid.

Rasa penasaran, membuat saya menghampiri si akhwat tersebut. Saya dekati, saya sapa dan saya ajak berjabat tangan..

"Assalamu'alaikum yaa ukhti.. perkenalkan saya Etty Sunanti. Anti namanya siapa ?"

Si akhwat menjawab, dan memperkenalkan diri juga. Singkat cerita dia adalah mahasiswa UMS, beliau adalah ibu rumah tangga, melihat mata saja, saya sudah bisa mengira, beliau sudah berumur dan pasti sudah punya anak. Dan ternyata begitulah kenyataannya. Dia seorang guru , makanya perlu kuliah lagi untuk menunjang akademisnya. Tidak usah saya sebutkan, nama, tempat tinggal dan no HP, yang pasti sudah saya safe semuanya.

Ada yang menarik dari kisah berkenalan dan dialog saya dengan si akhwat bercadar tersebut.

"Ukhti.. afwan.. mengapa anti tadi sholat mengenakan cadar ?"

Dia menjawab,
"Oh iya.. soalnya di depan saya ada jama'ah laki-laki.."

"Oh.. jadi.. karena ada jama'ah laki-laki, anti pakai cadar, begitu ?"

"Ukhti.. bukankah perintah agama kalau sholat, hajji dan umroh, harus menampakkan wajah ? Mengapa anti pakai cadar ?"

"Oh iya.. memang di suruh melepas, tapi kalau tidak ada laki-laki, kalau ada laki-laki cadar harus di pakai. Dan saya kalau sholat sendirian, saya lepas cadar saya. Berhubung ini ada jama'ah laki-laki, makanya saya pakai cadar.."

"Oh begitu ya.. apakah ada dalilnya, kalau sholat harus pakai cadar kalau pas ada laki-laki ? Tolong kasih tahu saya dalilnya, tolong kirim ke WA saya, dalilnya yaa.. ?"

"Iya nanti saya carikan, saya pernah baca, menurut saya begitu, jadi kalau ada laki-lali makanya saya pakai cadarnya.."

Rupanya si akhwat tersebut sudah mulai grogi, saya suruh cari dalilnya..
Sesaat saya berikan penjelasan..

"Ukhti.. afwan, dalam masalah ibadah khusus, terutama sholat, hajji, umroh, syari'at Islam telah menjelaskan dan menetapkan, bahwa dalam persolan ibadah tersebut wajah tidak boleh di tutup. Harus di nampakkan. Dan itu ada dalil Al Quran dan Al Hadits nya jelas.. semua ulama' sepakat. Mengapa, anti membuat hukum sendiri ? Kecuali di luar sholat, silahkan kalau anti mau bercadar, tetapi dalam sholat lepas cadarnya, dan itu tidak perduli ada laki-laki atau tidak. Kecuali UMROH ada salah satu Madzhab Fiqih yang membeolehkan. 3 madzhab lainnya sepakat di nampakkan wajah bagi wanita."

Si akhwat itu terdiam, tidak bisa membantah pernyataan saya..

Wahai akhwati fillah, mari kita melakukan apapun harus berdasarkan ILMU. Bukan berdasarkan kenyamanan, atau menurut saya begini, menurut kelompok saya begitu, kata ustadz saya begini, atau saya pernah membaca sebuah artikel ( dan itupun lupa dalil ayat dan hadits, juga tidak tahu sembernya ), aduuuh.. please..

Mari kita belajar sedikit ( resume ) dari kajian saya tadi..

Kalau kita berbiacara tentang Cadar/Niqob, maka itu berarti tidak terlepas dari masalah aurat wanita. Dan sumber aurat wanita, dan sumber pembahasan asal muasal Niqob/Cadar ada dalam Al Qur'an surat Annur ayat 31.

Yang mendasari dari persoalan hukum memakai cadar ada pada kata ( di dalam QS 24 : 31 )sebagai berikut,
Walaa yubdiina = dan janganlah menampakkan
Ziinatahunna = perhiasan mereka
Illaa = kecuali
Maadhoharo = apa yang tampak
Minhaa = darinya

Nah, kata Ziinatahunna, para ulama' mufassirin dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsiir, dan Kitab Tafsir semuanya, sepakat bahwa semua seluruh tubuh wanita muslimah adalah perhiasan. Dalam ayat itu juga di sebut, 'alaa 'aurootinnisaa' = atas aurat aurat wanita. Jadi yang di maksud perhiasan adalah aurat wanita itu adalah semua tubuh wanita.

Kecuali.....
Illaa
Maadhoharo, apa yang tampak.

Nah kata apa yang tampak, atau yang boleh tampak, diperjelas dalam hadits hadits shohih yang di riwiyatkan oleh, 3 perowi hadits yang sangat akurat terpercaya dan sangat dekat dengan Rasulullah.
1. 'Aisyah RA isteri Rasulullah
2. Ibnu Abbas RA
3. Ibnu Umar RA

3 orang terdekat Rasulullah sama sama menjelaskan, bahwa yang dimaksud boleh nampak adalah Wajah dan telapak tangan wanita.

Telapak tangan ini juga ada riwayat hadits, ada yang sampai pergelangan tangan, ada yang telapak tangan bawah, yang telapak tangan atas gelap harus di tutup juga. Ini ada kisah sendiri, tentang Asma' binti Abu Bakar dan Aisyah.

Sedangkan khasanah Cadar/Niqob, bukanlah sebuah kewajiban, atau sunnah Nabi. Karena Rasulullah tidak pernah memerintahkan.

Di sini di zaman Shahabat dan Shahabiyah memang ada 2 khasanah, ada yang karena persoalan tertentu pernah dikisahkan hingga akhirnya harus menutup wajah, menghindari fitnah. Ada yang khasanah boleh membuka wajah, karena banyak kisah yang Rasulullah dan para shahabat pun pernah melihat wajah wanita muslimah/shahabiyah.

Cadar menjadi pembicaraan kembali, pada 4 madzhab fiqih baik Imam Hanafi, Maliki, Hambali dan Syafii. Dan hukumnya berbeda beda, ada yang menjadikan sunnah, ada yang mubah, ada yang wajib jika pada kondisi tertentu, dan lain sebagainya..

Apakah bisa dikatakan Cadar adalah budaya Arab ?
Saya katakan *TIDAK* !!
Cadar bukanlah budaya Arab, karena Cadar muncul semenjak zaman Rasulullah dan para shahabat.. kalau sebelum datangnya Islam wanita wanita Arab sangat jahiliyah dan tidak ada cadar. Jangankan cadar, menutup aurat saja tidak.
Kalau di katakan budaya Islam ? Saya katakan iya.. tapi itu bukan perintah Islam atau sebuah syariat. Hanya menjadi bagian budaya khasanah Islam. Budaya itu adalah Human Made. Artinya budaya manusia / masyarakat zaman Nabi. Tetapi Rasulullah tidak pernah memerintahkan menutup wajah muslimah. Kecuali ada beberapa kisah, yang bermakna meminimalisir fitnah. Rasulullah pernah menasihati shahabat agar menahan pandangan tidak melihat wajah wanita yang mempesona. Dan Rasulullah juga menasihati wanita ( tertentu : yg saat itu jadi sumber gosip lelaki tertentu ) menjaga dirinya agar tidak sengaja memamerkan wajah.. agar sama-sama menjaga.. di sisi lain masih banyak kisah yang mana rasulullah dan para shahabat sebaiknya tidak melihat wajah si fulanah fulanah..

Kesimpulannya, kalau ada muslimah mau pakai cadar silahkan. Tapi itu bukan sunnah, apalagi kewajiban.
Karena belum ada 1 dalilpun yang memerintahkan menutup wajah muslimah.
Yang mengambil pendapat madzhab memakai hukum sunnah, juga silahkan..

Dan Muhammadiyah, memutuskan bahwa Al Quran dan Al Hadits tidak ada perintah bercadar. Adalah benar !!

DAKWAH, PENDIDIKAN DAN KEMATANGAN JIWAOleh : Etty SunantiThe Owner of ESP moving in all fields Islamic Science Dulu, adi...
26/11/2017

DAKWAH, PENDIDIKAN DAN KEMATANGAN JIWA
Oleh : Etty Sunanti
The Owner of ESP moving in all fields Islamic Science

Dulu, adik saya SMA jurusan A1 IPA. Tetapi hobby-nya bernyanyi dan bermain musik. Padahal tidak pernah ikut les apapun. Dia sangat pendiam, pemalu, tapi kalau maju lomba bernyanyi dia berani tampil di atas panggung, selalu mendapatkan juara. Dan itu semenjak dia masih di sekolah dasar hingga remaja.

Keluarga kami kategori keluarga yang fanatik dan keras dalam beragama. Adik sejak kecil sudah terbiasa memakai jilbab, dan di biasakan ibadah dengan baik.

Bahkan, karena sayang saya pada-nya, adik saya ikutkan pembinaan para akhwat. Bahkan murobbiyah adik adalah akhwat yang sangat baik dan bercadar.

Saat kelulusan SMA yang notabene dari A1 IPA, bapak saya berharap bahkan memaksa anak-anaknya harus the best masalah Matematika. Adik di suruh kuliah jurusan Tehnik, atau apapun yang berbau matematika.
Sementara adik saya, sangat tidak s**a sekolah jurusan seperti itu. Dia malah ingin sekolah tentang musik.

Akhirnya, saya menjadi pendukung nomor 1 tentang keinginan adik untuk meneruskan sekolah di jurusan musik. Akhirnya saya menyarankan untuk masuk UNESA jurusan SENDRATASIK Seni Drama Tari dan Musik.

Qodarullah, adik bisa masuk dengan mudah karena beberapa tes dan banyaknya prestasi bisa lolos masuk di UNESA ( Universitas Negeri Surabaya ) jurusan Musik. Saya masih ingat waktu itu mengantarnya tes, dia mendapatkan nilai A menyanyi 10 lagu tembang Jawa dengan baik. Lagu asing dia menyanyikan lagu Kuch Kuch Hota Hai dengan bagus. Lagi Keroncong dia malah lebih keren lagi... tes beberapa alat musik juga bisa.

Saat terdengar kabar adik masuk UNESA Seni Musik. Bapak saya spontan ngomel, "Sekolah apa itu, sekolah kok seni musik, sekolah ceketer.!! "
Padahal bapak saya juga hobby bermain musik, tetapi memang hanya untuk hiburan, tetapi pekerjaannya memang mekanik yang selalu menggunakan matematika.
Saat bapak bilang begitu, adik saya langsung ngambeg, bapak tidak di sapa seminggu.. hehehe..

Bahkan teman-teman akhwat saya pada protes, "Dik Etty ini gimana sih, adiknya akhwat kok di biarkan masuk sekolah musik, kok nggak farmasi, MIPA , kesehatan, apa gitu."

Ada juga yang langsung menghakimi, musik itu haram begini dan begitu..

Saya abaikan semua perkataan orang-orang itu. Saya lebih tahu, apa yang saya lakukan untuk diri kami.

Saat itu saya hanya berfikir sebagai berikut..
1. Saya tidak mau jika adik bisa sakit jiwa, hanya karena memilih sesuatu bukan karena passion-nya. Dia harus menjadi pribadi yang merdeka. Dia bisa menjadi lebih baik, jika ada sisi lain dalam hidupnya di hargai bukan malah di cut.
2. Saya berfikir Out Of The Box, sarjana MIPA begitu banyaknya, tapi di akhir kehidupannya ilmu yang dia miliki tidak bisa bermanfaat untuk hidupnya, tidak bisa mengantarkan dakwah bagi umat. Maaf, jangan tersinggung, paling banter hanya bisa untuk kasih les private, kalau mau uang agak besar juga kasih les anaknya orang China yang berduwit. Saya ingin adik saya yang akhwat, yang ketika dia bisa bernyanyi dan bermain musik bisa digunakan sebagai media berdakwah.

Subhaanallah dan itu benar, saat adik lulus kuliah. Mencari rizki-nya sangat mudah, dia memberi les privat anak-anak untuk bermain musik dan bernyanyi yang baik. Bahkan dengan sebentar sudah banyak permintaan ngajar dimana-mana. Dan sebentar saja, sudah masuk PNS mengajar di SMK Negeri Kalitengah Lamongan. Dan sejalan waktu dengan kematangan jiwa, adik saya juga tidak mau menjadi penyanyi. Pendidikan Musik yang dia dapatkan hanya sebagai pengantar/metode berdakwah.

Peluang mengajar bermain musik, tidak serta merta menjadikan dia lupa dengan agama. Justru dia mempunyai kepedulian mendekati murid-muridnya yang terkenal bandel dan nakal agar menjadi baik.

Maaf, guru agama tidak laku bagi anak-anak heavy metal, anak-anak metal akan mudah di taklukkan dengan seorang yang menguasai olah vokal dan musik di atas mereka.
Inilah berdakwah !!

Ibarat kata, anda bisa berdakwah di kalangan preman, jika anda mempunyai kemampuan bela diri yang handal, dan mengetahui isi otaknya preman.

Seorang mualaf lebih mudah berdakwah di kalangan non muslim, daripada yang muslim semenjak lahir.
Kecuali seorang muslim yang hebat seperti ustadz Ahmad Deedat, ustadz Zakir Naik 1.000.000 : 1 , hehehe..

Maaf, coba kita lihat berapa banyak para ustadz/ustadzah berceramah rutin di masjid dan komunitas, yang datang yaa itu itu saja. Tidak ada perubahan sama sekali, bertahun-tahun ya tetap seperti itu..
Saya tidak bermaksud merendahkan atau meremehkan, tapi seyogyanya yang namanya berdakwah itu ada perubahan dari berbagai bidang, dan di segala penjuru..

Coba kita lihat tarikh Islam, bagaimana Ummu Sulaim bisa berdakwah menyentuh kalangan HighClass, yang sulit di sentuh para shohabiyah dan shahabat lainnya..
Dan keberhasilan dakwah Ummu Sulaim bisa terukir dalam sejarah. Mampu memu'alafkan Abu Tholhah yang Bangsawan/Kaya Raya. Dan akhirnya keterlibatan Abu Tholhah dalam dakwah dan Jihad juga bisa terukir dalam Al Quran.

Seringkali kita kaum muslimin khususnya para aktifis berfikir sempit, s**anya menyalahkan dan memojokkan saudara yang tidak sama dengan mereka. Padahal bisa jadi, mereka yang kita remehkan sangat jauh lebih keren kontribusinya dalam dakwah, daripada yang banyak komentar saja.

Harus di fahami, bahwa berdakwah itu membutuhkan banyak kekuatan dan strategi. Penguatan itu harus dari banyak sisi. Baik sisi psikologis, sosial, finansial, fisik, ilmu, iman, dan lain sebagainya. Anda berdakwah di sisi ilmu, tanpa memberikan penguatan materi, maka persoalan tidak akan bisa selesai.

Contoh kasus, saya pernah di datangi 5 akhwat. Yang 4 mengantar 1 akhwat yang bisa melihat hantu, bahkan bisa melihat kejadian bunuh diri di kampus pada jaman bahola. Saya di mintain tolong untuk meruqiyah si akhwat tersebut. Saya bilang, "Kalau ada gangguan Jin , ada 10 solusi yang harus di lakukan, ruqiyah itu nomor 9, nomor 1 s.d 8 saya harus tahu.."

Saya usut punya usut, ternyata si akhwat ini sangat menderita. Di kos-kosan setiap hari hanya makan nasi saja, uang yang diberi keluarganya tidak cukup untuk hidup di Surabaya. Dan dia punya konflik batin dengan ibunya. Singkat cerita, persoalan ekonominya saya minta teman-temannya bantu menyelesaikan. Dan saya berikan tips berkomunikasi yang baik dengan orang tuanya. Alhamdulillah tanpa di ruqiyah, dia sudah tidak bisa lihat hantu lagi. Istilah ilmu psikologi dia kategori delusi dan depresi. Dan penyebabnya tekanan jiwa. Tidak bisa menyelesaikan persoalan. Nah disnilah peranan dakwah bil maal dan solusi dari teman-temannya.

Sekarang begini, orang terjerat hutang riba, hutang menumpuk, apa iya di ruqiyah bisa sembuh. Kalau hutangnya belum ada solusi ?!
Dan persoalannya, seringkali masyarakat kita ini tertutup dengan hal yang membuatnya malu, yang justru disitulah pangkal persoalannya. Pangkal persoalan tidak diselesaikan. Tetapi meminta obat yang instant. Aneh...

Kembali kepada Dakwah dan Pendidikan, bahwa ketika kita berdakwah harus mempunyai kemampuan mendidik seseorang agar mampu membawa perubahan positif pada dirinya sendiri juga untuk orang lain.
Dakwah itu mata rantai kemaslahatan Rahmatan Lil 'Alamiin..

Dalam surat Annahl ayat 125, ud'uu ilaa sabili rabbika bil hikmah.. ajaklah manusia ke jalan Tuhanmu dengan bijaksana..

Ada ustadz sehebat Ustadz Adi Hidayat biarkan beliau berdakwah dengan kemampuan tafsir, hadits, Bahasa Arabnya.. dan itu akan menebarkan ilmu manfaat..
Ada Gubernur dan wakilnya sekeren pak Anies dan Pak Sandiago, yang dengan Kekuasaan beliau bisa berbuat kemaslahatan bagi umat, dan menunjukkan akhlaq Islami, ada Teh Pegi dengan Hijrahnya mampu menginspirasi muslimah kembali ke Jalan Allah. Ada walikota sekeren bu Risma yang mampu menutup Dolly yang usianya sudah jaman Belanda, tidak ada yang berani menutup, meski sekelas presiden, kiai besar atau usatadz bergelar teroris sekalipun.

Begitupun masih banyak saudara-saudara kita yang hebat dengan berbagai power-nya dalam berdakwah.. subhaanallah.

Dalam sekala kecil dan masih sederhana..
Biarkan adik saya berdakwah di para murid yang biasanya bandel para guru tidak bisa handel, dengan adik saya Alhamdulillah menjadi guru teladan dan favorit.
Biarkan saya membantu umat lewat BIRO JODOH Islami dan THIBUNNABAWI, yang mungkin orang lain tidak konsern ke hal ini...

Mari kita mulai lahan dakwah ini, kita isi dengan segala kemampuan kita. Jangan justru menjadi umat yang bodoh, picik dan sempit. Yang s**a menyalahkan saudara sesama muslim belaka.

Jadilah juru dakwah dan pendidik yang baik dan cerdas.

Saya berwasiyat untuk diri saya sendiri juga saudara facebookers semuanya...
Semoga kita mampu menyonsong Shohwah Islamiyah ini dengan sebaik-baiknya.. aamiin..

Address

Kupang Krajan Kulon 4 No 12 B
Surabaya

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Etty Sunanti Power posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram