25/02/2019
HIDUP SEHAT DENGAN AKTUALISASI DIRI
By : Etty Sunanti
Dalam ilmu Psikologi ada topik pembahasan yang namanya AKTUALISASI DIRI. Dimana setiap orang itu memiliki kemampuan dan hak untuk ber-ekspresi. Jika area ini, mereka tidak mampu mengaktualisasikan dirinya, maka mereka akan tumbuh menjadi orang-orang yang penuh persoalan. Bahkan bisa mengarah kepada gangguan kejiwaan.
Coba bayangkan saja, beberapa hari yang lalu saya harus mengklarifikasi dan mengusut dengan tuntas. Seorang gadis yang sudah di khithbah dan hampir menikah. Tiba tiba membuat aksi memusuhi orang tua, dengan akhlaq yang tidak baik. Dan menjadi anti pati terhadap calon suaminya. Orang tua nya marah besar. Saya mencoba meredam semuanya. Dan saya harus berbicara secara langsung kepada si gadis, apa sebenarnya yang terjadi. Ternyata keputusan menerima pinangan si lelaki, karena takut kepada orang tuanya, yang selama ini keras kepadanya.
Singkat kesimpulan, akhirnya semuanya sudah saya hentikan dengan baik dan bijaksana.
Memutuskan perkara besar hanya karena takut, tertekan, ataupun segenap amarah. Dan tahukah, hukum bisa berubah HARAM ketika niat itu sudah salah.
Contoh lagi, ada orang takut bergaya karena sungkan dengan temannya yang 01, upssst... untungnya masih sungkan, dan tidak ikutan bergaya 01, hahaha...
Saya mendapati , anak anak terkena justru terdapat pada anak anak jenius, akdemik nya cumlaude, kuliah di perguruan tinggi ternama, bahkan mereka anak dari orang orang yang berkedudukan, terpandang, bahkan religius.
Mengapa bisa terjadi seperti itu ?
Karena , ekspresi yang mereka miliki tidak tulus. Karena seringkali melakukan apapun karena target orang lain, bukan dari hatinya.
Ingin berprestasi karena mendapat pujian orang lain. Ingin masuk perguruan tinggi tidak sesuai keinginan, yang penting bisa masuk fakultas bergengsi, yang penting bisa di terima, yang penting membanggakan orang tua. Tidak ada porsi sesuai hati nuraninya yang bahagia melakukan hal tersebut.
Sehingga Aktualisasi dirinya terhambat, dan timbul salah sasaran.
Suatu ketika, saya mendampingi pasien bipolar, untuk mendekatinya, saya harus ikut melukis dan menyanyi rock ala dia. Meskipun ini hanya strategi saya. Tetapi dari apa yang saya lakukan sempat mampu menguak isi hatinya,
"Ummi.. lihat nih ustadzah Etty tidak jaim, ustadzah saja bisa melukis, bisa menyanyi, nggak kayak ummi, gayanya ummi sok alim, masa' nyanyi haram, melukis haram, sekarang aku sudah sakit jiwa, baru di biarkan..."
Hihihi..
Nah makjleb, umminya langsung diam, dan hanya bisa senyum senyum.. ketika semuanya sudah hancur, baru tersisa keikhlashan yang sia-sia.. meski tidak ada kata percuma..
Suatu ketika, saya juga bisa menguak pasangan suami isteri yang selama ini nampak rukun dan damai. Islami, terpandang, pendidikan sangat tinggi, sangat religius.
Ketika terjadi kasus putrinya yang tomboy yang selalu bermusuhan dengan bapaknya. Bahkan bisa saling adu jotos. Sudah konsultasi ke seluruh ustadz-ustadz di radio islam A s.d Z, ke psikolog dan psikiater. Bi idznillah, dalam hitungan 1 jam, saya bisa menguak banyak hal yang di sembunyikan anggota keluarga itu. Di antaranya si isteri tidak di sangka, tak dinyana kalau di rumah full murottal quran, tetapi kalai di tempat kerjanya justru mengkoleksi lagu lagu jadul hingga modern, semua koleksi punya. Bertahun tahun, suaminya itu tidak pernah tahu kalau isterinya mempunyai hobby mengkoleksi dan mendengarkan berbagai lagu.
Ketika terkuak itu, pasangan suami isteri yang sudah separo abad itu saling bertatap muka speechless. Alhamdulillah step by step kasus kelarga tersebut terselesaikan atas setiap nasihat saya.
Masih teringat juga, saat masih kuliah dulu, sang mantan suami *mengharamkan musik* maklum kami kuliah di fakultas yang sama. Cuman beda jauh usianya, selisih 4 tahun. Kalau mau nyanyi nasyid acapela saja. Waktu itu saya menyampaikan protes, "Jangan terburu mengharamkan, apabila kalian tidak mampu menghindari musik. Karena ada fatwa ulama' yang membolehkan dengan syarat begini begitu.. kalau sudah konsekuen dengan pendapat itu ya alhamdulillah saya dukung.. "
Eeeh.. nasyid Islami yang awalnya Nada Murni, Hijjaz dll tanpa musik, beberapa tahun kemudian berubah bermusik semua. Seperti Raihan dan lain lain..
Qodarullah, saya menikah dengan sang mantan abinya anak-anak. Saya kaget setelah menikah ternyata punya koleksi lagunya Ida Laela ndangdut, hahahaha.. ( maaf bercanda ndeso dot com )
Saya tidak melarang, juga tidak mencoba menjatuhkan pendapatnya yang jaim, musik itu haram. Tetapi saya mencoba mengisi kesempatan hidup dengan hal hal positif yang tidak ada cela dengan bermusik.
Begini lagi, saya pernah di kritik beberapa akhwat karena memasang foto di sosial media. Katanya begini dan begitu !!
Saya jawab dengan tegas, yang harus lah di pasang foto saya, lha ini kan akun akun saya. Lebih parah lagi, kalau namanya Etty Sunanti profile nya gambar artis bercadar !!
Atau profilenya Etty Sunanti tapi gambar kucing, lha apa saya ini kucing ?? Hahaha..
Terkadang, orang itu parsial memahami ilmu. Bahkan seringkali sempit sehingga menjebak dirinya dalam kedunguan.
Bergama itu mempunyai qaidah, juga prioritas hukum !!
Namanya muslimah itu menjaga kehormatan diri baik di luar ataupun di dalam.
Saya tidak hendak membela diri, kan ya lucu, ada orang selalu memakai cadar, merasa alim, tapi akhlaqnya melebihi orang yang ngumbar aurat. Hal ini fakta, beberapa kali saya mendaptkan curhatan si A hingga si Z. Jadi tahu apa apa yang terjadi sebenarnya.
Lalu bagaimana yang benar !!
1. Keimanan itu apa yang di hati, di fikirkan, di ucapkan dan di amal perbuatan harus sama. Tidak boleh ngomong A, hatinya B, pikirannya C, perbuatannya D, ini namanya munafik. Jadi ketika kita memutuskan perkara A maka pertaanggung jawabkan apa yang dalam A tersebut, mulai hati, fikiran, ucapan hingga perbuatan. Jangan bermain main tentang hal tersebut.
2. Kalaupun berbuat khilaf, harus banyak istighfar dan berjuang membenahi diri. Tidak ada yang sempurna dan terbebas dari dosa. Tetapi minimal , bersahaja dan rendah hati , jauh lebih aman , daripada merasa super tapi dibalik itu semua melanggar sendiri.
3. Kalaupun belum sanggup terhadap sebuah hukum Allah ataupun sunnaturrasul, paling tidak kita meng-imani-nya. Dan berusaha memperjuangkannya step by step sesuai kemampuan. Dan mendukung segala kebaikan orang lain. Misal, ponakan anak kakak yang dulu saya asuh masa emas nya mbak Nabila, sekarang pakai cadar, ya alhamdulillah. Anak saya mbak Fada juga pakai cadar, ya alhamdulillah. Bersyukur pada Allah atas nikmat anak anak yang shalihah.
Terus ada yang protes terus kenapa ummi nya malah nggak pakai cadar ?? Bisa baca artikel saya CADAR dalam ISLAM beberapa waktu lalu ya.. waktu saya mengisi materi ini di Universitas Muhammadiyah juga. Wkwkwk kok melebar jadi ke cadar yaa...
Intinya, sesorang itu harus melakukan apapun dengan ikhlash. Ciri ikhlash itu bahagia, tanpa ada tekanan !!!
Jika anda dan saya, masih *Kemrungsung* dalam melakukan sebuah urusan, berarti belum ikhlash.
Nah beraktualisasi itu bisa menjadikan seseorang sehat. Karena mereka melakukan apapun tanpa ada paksaan dan tekanan.
Di dalam tubuh ada segumpal darah, jika segumpal darah itu sehat, maka sehatkan seluruh badan itu. Jika segumpal darah itu sakit, maka sakitlah seluruh tubuhnya. Dialah hati.
Note : fotografer anak kecilku adik Fahma Al A'la.