21/10/2014
Semakin banyak orang yang kini
memutuskan untuk menjadi vegetarian. Mungkin
Anda pun termasuk yang sedang
mempertimbangkan untuk memulainya. Entah
karena Anda ingin mulai menerapkan pola makan
yang sehat, menunjukkan kepedulian pada binatang,
alasan spiritual, atau sekadar mengikuti tren.
Seorang vegetarian menjalani diet rendah lemak
dan kaya serat, dan karenanya lebih banyak
mengonsumsi buah-buahan, sayuran, kacang polong,
gandum, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Daging,
unggas, atau ikan tidak lagi menjadi pilihan
(termasuk lemak hewani), dan hanya mengambil
telur atau produk olahan susu lainnya. Namun hal
ini juga tergantung pada tipe vegetarian yang
dijalani, sesuai klasifikasi yang dibuat oleh
American Dietetic Association (ADA).
Misalnya, Vegan adalah vegetarian yang sama sekali
tidak mengonsumsi daging dan berbagai produk
olahannya, termasuk madu. Lacto-vegetarian
mengonsumsi sayuran, buah-buahan, dan produk
olahan susu, namun tidak memakan daging, ikan,
dan telur. Sedangkan Lacto-ovovegetarian
mengonsumsi sayuran, buah-buahan, telur, serta
produk olahan susu.
Sebagai vegetarian, Anda harus merencanakan
dengan matang apa yang Anda konsumsi. Hal ini
untuk mencegah berbagai risiko yang mungkin akan
timbul, seperti kekurangan gizi, atau beberapa
penyakit lain. Kunci dari diet yang sehat adalah
memilih makanan yang bervariasi, dan mengonsumsi
cukup kalori untuk memenuhi kebutuhan energi.
Ada lima kategori vitamin, mineral, dan gizi yang
perlu Anda penuhi, yaitu protein, kalsium, vitamin
D, zat besi, dan vitamin B-12.
Protein, yang biasanya terdapat pada daging, bisa
diimbangi dengan mengonsumsi gandum, kacang-
kacangan, kedelai, produk olahan susu rendah
lemak, biji-bijian, telur, dan kacang polong. Nilai
gizi kacang kedelai setara dengan daging, namun
rendah lemak dan kolesterol. Beberapa produk
olahan kacang kedelai adalah tahu, tempe, dan
oncom. Tempe merupakan salah satu sumber
penghasil zat besi dan serat yang baik. Sedangkan
oncom, yang berbahan baku ampas tahu, mampu
menjadi sumber energi.
Kalsium. ADA merekomendasikan untuk
mengonsumsi setidaknya 1300 mg kalsium per hari.
Hal itu sama dengan lebih dari empat cangkir susu
atau yogurt. Vegetarian dapat memenuhi
kebutuhan kalsiumnya jika menonsumsi jumlah yang
sama dari produk olahan susu rendah lemak atau
bebas lemak, seperti susu, yogurt, dan keju.
Kalsium juga dapat ditemukan pada sayuran hijau
seperti bayam, sawi, kol, lobak hijau, dan bokchoy,
serta brokoli, kedelai, buah ara kering, dan biji
bunga matahari. Sereal yang mengandung kalsium
dan beberapa jus juga boleh dikonsumsi.
Vitamin D , yang membantu tubuh Anda menyerap
dan menggunakan kalsium. Kebanyakan susu kedelai
mengandung vitamin D. Selain itu juga keju,
margarin, sereal, dan puding yang dicampur susu.
Zat besi, dapat ditemukan pada roti, sereal,
sayuran hijau (seperti bayam dan brokoli), buah
kering, biji labu, wijen, dan kacang kedelai.
Mengonsumsi makanan yang tinggi vitamin C,
seperti buah atau jus jeruk, tomat, dan cabai hijau,
membantu tubuh Anda menyerap zat besi dari
sumber tanaman.
Vitamin B-12. Vegetarian yang mengonsumsi
produk olahan susu dan/atau telur umumnya
mendapatkan cukup vitamin B-12. Karena itu tipe
Vegan harus menambahkan susu kedelai yang kaya
vitamin B-12 untuk diet mereka. Mengonsumsi
multivitamin dan suplemen secara rutin juga akan
memenuhi kebutuhan akan B-12.