01/02/2016
10 Hal yang Bikin Suami Tak Bahagia
Hal yang paling mengganggu pikiran adalah ketika mengetahui salah satu dari pasangan merasa tidak bahagia dalam kehidupan perkawinannya. Ayolah, Anda sudah terbiasa mengutarakan ketidakbahagiaan Anda pada suami. Tetapi bagaimana dengan dia? Apa yang bisa membuat seorang suami merasa tidak bahagia?
1. Terlalu menuntut tanggung jawab.
Walaupun Anda bekerja di kantor, menjadi ibu rumah tangga, atau melakukan keduanya, Anda dan suami sebenarnya sama-sama frustrasi, karena sama-sama merasa memiliki begitu banyak tanggung jawab. Sangat alamiah jika reaksi Anda menuntut suami untuk lebih mengerti Anda. Namun sebenarnya, tuntutan Anda tak akan terlalu didengar oleh suami.
"Daripada menuntut lebih banyak kepada suami, sebaiknya Anda memahami bahwa ia akan memerlukan lebih banyak waktu untuk mengerti apa yang Anda inginkan," kata Kara Thompson, terapis pernikahan dan keluarga dari Lenexa, AS. "Lebih baik Anda berdua saling mendengarkan di saat kondisinya sedang tenang, sehingga bisa lebih fokus pada apa yang menjadi masalahnya."
2. Anda lebih sibuk dengan urusan pribadi dan anak-anak.
Kabar baik, jika Anda dan suami merasa sama-sama membutuhkan waktu untuk dilewatkan bersama. Itu artinya, Anda sudah berada di jalur yang benar. Langkah berikutnya, tinggal menetukan siapakah yang akan menyusun rencana untuk menentukan di mana Anda berdua akan melewatkan waktu bersama, sekadar makan malam di restoran atau liburan bersama di akhir pekan? Namun yang terpenting adalah kebersamaannya, dibandingkan tempat atau cara Anda melewatkan waktu berdua.
3. Hanya membicarakan soal anak-anak.
Membicarakan soal anak adalah soal penting. Namun para ahli mengatakan, ada kalanya Anda dan suami juga menyempatkan waktu hanya berdua. Ketika anak-anak sudah tidur, sempatkan untuk mengobrol berdua di luar soal anak. Misalnya, membahas dan mendiskusikan soal berita yang sedang hangat di televisi, atau membahas soal pakaian apa yang baiknya dipakai oleh Anda dan suami ketika harus mendatangi suatu resepsi di akhir pekan depan. Tujuannya, agar Anda berdua tetap memiliki koneksi satu sama lain.
4. Ada sikap Anda yang berubah.
Seperti halnya suatu hubungan yang bisa mengalami perubahan dan perkembangan, hubungan yang sudah terjalin terlalu lama kadang akan membuat Anda jenuh. Sehingga kejenuhan itu bisa memengaruhi pikiran Anda untuk memancing kemarahan ketika terjadi sedikit saja ketidaksesuaian dengan yang suami lakukan. Kunci untuk keluar dari kondisi ini adalah dengan memunculkan kembali ingatan, apa yang menjadi ketertarikan Anda terhadap suami dulu. Atau, Anda bisa berinisiatif mengajak suami berlibur sekitar seminggu untuk kembali mengenang masa-masa bulan madu agar romantisme di antara Anda berdua tetap selalu ada.
5. Terlalu mudah menyerah saat ada masalah.
"Jangan pernah menyerah dengan mudah ketika merasa ada masalah rumah tangga," kata Thompson. Jika Anda merasa dulu harus mengenakan "topeng" untuk membuat suami menikahi Anda, mungkin Anda ingin mengevaluasi apa yang membuat Anda berpikir seperti itu.
"Ketika salah satu pasangan mulai mendatangi terapis, sebaiknya pada kedatangan kedua pasangan itu harus datang bersama untuk memperbaiki rumah tangga mereka."
6. Dianggap tak pernah membantu.
Jika Anda merasa tak bahagia karena suami dianggap tak banyak membantu terutama soal membereskan urusan rumah tangga, yakinkan apakah Anda pernah memintanya membantu membereskan pekerjaan rumah? "Bicarakanlah dengannya dan biarkan dia tahu, dia pun akan selalu butuh bantuan saat di rumah," kata Thompson.
Agar suami terasa adil saat melakukan pekerjaan rumah, bagilah tugas dengan beban yang sama. Misalnya, Anda memasak dan suami mencuci piring. Anda berdua bisa melakukannya bersamaan di dapur sambil mengobrol atau bercengkrama.
7. Sering ditegur akibat jarang beribadah.
Jika salah satu pasangan dianggap tidak taat beribadah, tentu akan memengaruhi yang lainnya. Sebaiknya Anda dan suami memang berada di jalur yang sama soal beribadah agar suasana di rumah tetap harmonis. "Jika merasa suami tak taat beribadah, Anda memang harus jujur kepada diri sendiri dan suami.
Mungkin Anda berdua harus berkonsultasi dengan yang lebih berilmu soal agama agar lebih taat dalam beribadah.
8. Merasa ditolak saat diajak berhubungan seksual.
Anda dan suami seharusnya selalu berada dalam siatuasi yang adil selama berada dalam pernikahan. Sehingga tak ada satu pun yang lebih dominan dibandingkan yang lainnya, termasuk soal seks. "Ketika Anda berdua sudah menikah untuk waktu yang cukup lama, memang akan menjadi ganjalan ketika salah satu pihak meminta adanya perubahan soal kegiatan seksual," kata Thompson. Ada baiknya Anda berdua datangi konselor keluarga jika soal seksual menjadi hal utama masalah rumah tangga Anda.
9. Anda tak menerima masukannya.
Sangat alamiah ketika seseorang diberi masukan atau perspektif baru akan menolak dan lebih mempertahankan pendapatnya sendiri. "Ketika Anda mempertahankan diri, Anda akan merasa pendapat Anda lah yang paling benar," kata Thompson. "Namun ketika Anda memilih untuk duduk bersama di satu meja bersama suami dengan saling menatap, dia pun akan menyadari apa yang Anda pikirkan dan rasakan."
Dengarkan apa isi hati Anda terlebih dahulu, kemudian renungkan apa yang menjadi pendapat suami. Setelah itu, ajak suami duduk bersama sambil minum teh atau kopi, lalu bicaralah dari hati ke hati.
10. Terlalu fokus pada karier.
Memiliki obsesi besar terhadap karier memang baik, tetapi jika sudah berumah tangga ada baiknya memikirkan apa yang seimbang bagi Anda dan keluarga. Anda mungkin tidak akan langsung bisa mengubah kebiasaan untuk selalu menjawab email di jam-jam yang seharusnya diluangkan bersama suami dan anak-anak. Namun
Anda bisa mulai membagi waktu antara kehidupan pribadi dengan pekerjaan. Coba pertimbangkan, kapan saja Anda harus kembali bersentuhan dengan urusan pekerjaan saat berada di rumah. Misalnya, ketika anak-anak sudah tidur, Anda bisa mengecek email dan membalasnya sekitar 1 jam. Setelah itu, Anda dan suami bisa kembali meluangkan waktu berdua sebelum sama-sama ke peraduan.
Intan Y. Septiani/Redbook
----
Info ini disampaikan oleh Mukena Aisyah
https://www.facebook.com/AisyahMukena
Pusat Mukena Berkualitas Harga Bersaing.
Selama masa promo (s.d Februari), Free Ongkir Banten, Jakarta, Jawa Barat,
Pengiriman via JNE, TIKI, Pos Indonesia
Dropship tanpa minimal, grosir super murah,
Info lengkap hubungi :
Telp/SMS/WA 0856 9441 4774
BBM 5CA79086
LINE (kalau add jangan lupa pakai @ nya ya)