Komunitas Ibu Bijak

Komunitas Ibu Bijak Menyadiakan berbagai obat obatan herbal dan alami sehingga aman dikonsumsi

17/10/2014

Kenali tanda TBC (flek) pada anak

Tuberculosis atau biasa disingkat TBC merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri bernama Mycobacterium tuberculosae. Bakteri ini akan menginfeksi organ pernafasan, terutama paru-paru. Namun TBC juga tidak hanya menginfeksi organ dan saluran pernafasan saja. Kulit dan selaput otak atau myelin juga dapat terinfeksi oleh bakteri ini. Tuberculosis menyerang manusia tanpa memandang jenis kelamin ataupun usia. Mulai dari bayi sampai manusia lanjut usia rentan terkena penyakit ini. Adapun tanda-tanda TBC pada anak tidak sulit dikenali. Untuk itu mari kita kenali gejala TBC pada anak.
Gejala paling umum yang pasti muncul adalah demam. Timbulnya demam merupakan pertanda masa inkubasi dari basil penyebab TBC. Demam yang timbul pada umumnya tidak terlalu tinggi sehingga terkadang dikira hanya demam influenza biasa. Gejala lain yang mungkin timbul adalah berkurangnya nafsu makan anak. Bahkan pada beberapa kasus anak tidak mau makan sama sekali. Anak juga mengalami penurunan berat badan secara drastis. Gangguan pada gizi terjadi hampir di semua kasus TBC anak. Hal tersebut berhubungan erat dengan rendahnya selera makan anak.
Sebagai orang tua, harus sigap kenali gejala TBC pada anak ini karena tidak sedikit orang tua yang sekedar mengira anaknya tidak mempunyai nafsu makan dan tidak mencari tahu penyebabnya. Kondisi lain adalah gejala tubuh anak yang lemas tidak memiliki daya atau kekuatan, nampak selalu kelelahan dan tidak bergairah, lambat di dalam beraktivitas serta terkesan menutup diri.
Gejala yang cukup khas untuk dikenali pada kasus TBC anak adalah adanya batu kronis dan berulang. Batuk dengan durasi lama ini tidak mengeluarkan dahak dan merupakan gejala serangan asma. Selanjutnya terjadi diare yang berulang pada anak juga menjadi salah satu pertanda bahwa anak terkena TBC.
Namun untuk lebih memastikan apakah benar anak terkena TBC atau penyakit lain adalah dengan melakukan tes laboratorium. Akan tetapi tetap harus kenali gejala TBC pada anak untuk dapat dilakukan antisipasi berikut penanganan secara tepat terhadap penyakit yang diderita oleh anak. Dan yang paling utama jangan lupa untuk melakukan imunisasi BCG yang merupakan salah satu upaya mencegah infeksi bakteri tuberculosis

Kenapa anak sulit untuk belajar bicara?Berikut saya kirimkan beberapa faktor penyebab mengapa anak telat/sulit belajar b...
12/10/2014

Kenapa anak sulit untuk belajar bicara?
Berikut saya kirimkan beberapa faktor penyebab mengapa anak telat/sulit belajar bicara menurut beberapa literatur dan pengalaman pribadi saya sebagai klinisi melalui observasi dan interview dengan orang tua.

Oleh: Tri Budi Santoso, BSc.OT, M.OT



1. PERKEMBANGAN OTOT YANG LAMBAN

Ketika anak mengalami keterlambatan perkembangan otot sangat sulit/berat bagi anak untuk melakukan gerakan yang cepat yang dibutuhkan untuk berbicara dan produksi suara. Dari ratusan anak yang telah saya periksa hampir 90% anak mengalami kelemahan otot-otot tubuh(trunk) terutama termasuk otot leher (neck muscle) konsekuensinya anak tidak mampu/ sulit memproduksi suara dan otot sulit untuk bergerak dengan cepat untuk berbicara (firing saraf untuk menggerakan otot-otot leher, lidah dan mulut
lambat) sehingga anak kesulitan jadi treatment sensorimotor atau Sensori Integration (SI) akan membantu menguatkan otot-otot tubuh secara keseluruhan sehingga otot-otot menjadi kuat rongga dada kuat sehingga produksi suara akan meningkat...akhirnya..bisa tebak sendiri ya...hehe. So
ketika otot lemah digenjot terapi wicara sampai jebol tidak akan menyelesaikan masalah tanpa ototnya dikuatkan secara menyeluruh saya kurang yakin akan membuahkan hasil. Produksi suara bukan masalah mulut dan tenggorokan saja tapi harus melalui mekanisme yang sangat kompleks sekali.

2. ANAK JARANG BERINTERAKSI DENGAN ORANG LAIN

Beberapa anak kurang banyak bergaul dengan orang lain disekelilingnya, sehingga waktu untuk berinteraksi berkurang ..so..anak engga bisa mempraktekkan ketrampilan bicaranya dengan orang lain. Tipe ini saya jumpai pada anak yang tinggal di condominium/high rise building, punya rumah di tepi jalan raya..dan..jarang main ke tetangga karena takut ketabrak kendaraan, masuk angin, debu, etc. padahal kalo aku naek kereta api liat anak maen disamping rel kereta pas lewat..mereka asyik juga tuh.. Atau anak yang tidak diperhatikan oleh orang tuanya atau pengasuhnya...sibuk sms, chatting, nonton TV ato aktivitas yang lain sehingga anak kurang mendapatkan perhatian. SO PLEASE PLAY WITH THE KIDS
YA.. Its Fun kok..! Capek emang tapii..asyik banget loh..kerjaan gue kalo pas libur maen bola di ruang tamu, maen semua aktivitas SI dengan anak..ketika mereka masih kecil..akhirnya anak tumbuh..melebihi anak yang lain.

3. BAHASA NON VERBAL BERKEMBANG DULUAN

Pada keluarga tertentu anak diajari untuk berbahasa dengan gesture/isyarat/ kial..efektif di rumah tetapi tidak bisa diterapkan di teman temannya akhirnya anak jarang menggunakan kata-kata..jadi ketika diminta ngomong...capek..deh..Kesimp**annya berbicaralah dengan anak walaupun
mereka belum bicara. Jangan pake bahasa TARSAN ya..

Ingkang Nomer sekawan alias NUMBER POR (Inggris jowo kok..hehe)

4. HARAPAN/ EKSPEKTASI DARI KELUARGA ATAU YANG LAIN RENDAH

Banyak orang di sekeliling anak tidak berbicara dengan anak karena mereka tidak mengharapkan anak harus ngomong pada mereka atau pembicaraannya harus dimengerti oleh anak, akhirnya...anak juga tidak ngomong..ketika mereka berbicara dengan anak..walaupun anak sudah bisa ngomong..ya
ngomong..pelit deh ngomongnya..kata..mbah..yen enggak ditabuh gamelannya ga bunyi tuh..hehe

5. TIDAK BANYAK WAKTU UNTUK BICARA

Nah kebiasaan ini dialami ketika orang tua tidak memberikan jeda waktu yang cukup untuk memberikan kesempatan anak untuk merespon apa yang akan dikatakan..akhirnya ortu atau pengasuh engga sabar. SO..pleaze listen to anak kite ya..namanya komputer aja ada komputer jangkir..ampe komputer
duocore processor yang BLASSS..gitu..anak juga sama ada yang lambat..merespon ada anak yang cepet merespon ampe..bikin mulut mami berbusa..haha...

Jika anak tidak diberi kesempatan untuk ngomong/ merespon anak akan males juga akan pasif karena mereka engga diberi kesempatan untuk merespon..So.in Conclusion is..WAIT.. and DENGARKANLAH.... anak kita

Nah Cekalang nomel enam yach kata dedek..

6. Stimulasi yang berlebihan garis miring OVERSTIMULATION

Sering kita menginginkan anak kita menjadi SUPERKIDS..wue..ee..dirumah ngomong..dengan anak berbagai bahasa..yang parentsnya punya latar belakang bahasa Mandarin, English, Indonesia, Jawa, mereka campur adukkan..ketika berbicara dengan anak..biar anak pinter ahli bahasa..yang bisa Arab
tambah bahasa Arab..yang bisa bahasa...France..tambah Perancis....Aduuuhhhh...apik tenan..nah karena baby sitternya orang JOWO...baby sitter ngajari KROMO INGGIL PISAN matur nuwun bibi...anak
bingung bahasa mana yag harus diikuti akhirnya engga ngomong aza..

Hal ini sama halnya ketika ketrampilan koordinasi dua tangan anak belum bagus tapi bapak ibu melempar beberapa bola sekaligus...so..bisa dibayangken bisa nangkap engga? Analogi yang sama ketika bapak ibu
menjalankan beberapa program di komputer..semua di..pijet..jet akhirnya..komputer HANNK..! nah tuh harus reset..kehilangan data .lagee

Aquw..seh tanya pertanyaan wajib kalo pas interview ma parents..Bu orang-orang dirumah pake bahasa apa dengan dedek...kalo jawabnya campuran..lalu anaknya telat ngomong trus engga ada indikasi di DSM IV..gue tebak deh....pasti INI nah akhirnya Bener...Pak terapinya apa
neh?..Bu terapinya Dolanan alias play therapy dan bicaralah dengan satu bahasa yang dipilih secara konsisten...lalu tiga bulan kemudian anaknya ceriwis....padahal diagnosisnya autis..loh..so Si Ibu bilang ma aquw..Pak Dolanan masak bayar..yach..ya terapi abad 21 dolanan bayar..aku canda..aja
ma ibunya..

Kesimp**annya..pakelah satu bahasa di rumah mulai dari kecil..kalo kita hidup di Indonesia pakelah bhs Indo (pakailah bahasa dimana anda tinggal) ..kalo mo pake bahasa asing..ya semua orang di rumah harus bahasa asing...tinggal di perumahan orang asing lalu sekolah di sekolah internasional.. hehe..padahal BBM Naekk loh bayaran pasti naek yachh...hehe

Nah anak bisa mastering language kurang lebih 7 tahun normalnya (pada perkembangan normal) kalo dah gitu you can spik..spik with englizh ya..

7. TERLALU BANYAK BERBAHASA DENGAN BAHASA AKADEMIK / SCHOOL LANGUAGE, ANAK TIDAK CUKUP WAKTU BERBICARA DENGAN "COMMUNICATIVE" LANGUAGE

Bagi kita yang buru-buru memasukkan anak kita ke skul...ato terapi banyak diajari..ABA dengan materi angka-angka, warna, bentuk.geometri..dll padahal hal itu bukan terminologi yang kita pake sehari-hari, materi itu lebih banyak dipakai di sekolah. Lalu ketika anak masih kecil ya pakailah bahasa sehari..hari...makan..minum..pipis..bobok..dll. sehingga vocabnya bisa ningkat dikit dikit kalo belum bisa ya pake gambar dulu lah.

8.TERLALU BANYAK BAHASA DEMONSTRASI PERILAKU (PERFORMANCE LANGUAGE) TIDAK BANYAK MEMAKAI BAHASA SOSIAL; NOT ENOUGH SOCIAL TALK

Ada beberapa anak yang menggunakan bahasa untuk menampilkan perilaku tanpa berbicara sehingga anak kurang praktek berbicara untuk menjalin persahabatan So..amatilah anak ketika bermain..bagaimana berperilaku, berbicara, berinteraksi, dll

9. ANAK BERMAIN SENDIRI

Nah ini kasus yang paling sering aquw..temukan..anak dibiarkan maen sendiri..entah pengasuhnya sibuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga, anak tidak diurusin, atau tidak mau repot..dah sana bermain sendiri aku capek..pek..pokkoknya anak diem..sementara anak dibiarkan nonton TV
sendiri, bermain mainan sendiri..

Nah untuk bisa berkomunikasi anak harus berinteraksi/bermain dengan orang lain termasuk dengan orang tua, pengasuh, dll. so PLAY...PLAY..PLAY with KIDS

Yang lain..orang tua atau pengasuh yang terlalu protektif...main ini ga boleh..main ini ga boleh..karena rumah kotor..tembok..kotor..rumah basah..dll..capek dehh bersihkannya..padahal anak usia..dini pada waktu fase a**l seneng main yang kotor kotor..pasir..tanah..batu..maen coret..di tembok.. lalu ketika dilarang..ini ga boleh itu ga boleh dia punya kesimp**an BERmAIN GA BOLEh anak menjaid pasif....lalu bisa jadi TACTILE DEFENSIFE karena sistem rabanya...enggak mateng..maen ma lem..jijik
dll..terapi handpainting di klinik BAYAR lagi... boros ya..buat home program aja deh biar rada ngirit dikit..ya

Nah ketika ada putra-putri bapak ibu ada yang belum bisa bicara atau sulit bicara..ketahui dengan baik..penyebabnya kira..kira apa anatomi, gangguan pendengaran, gangguan auditory processing, faktor lingkungan, pola asuh, kurang stimulus bermain atau retardasi mental, atau faktor yang lain baru
kita bisa datang ke tempat terapi yang cocok..nah ujung ujungnya ga kehilangan waktu, tenaga, dan biaya...

INGA..INGA..Uang dapat dicari kalo Umur tak dapat di curi..so kita berpacu dengan waktu...

Gitu deh apa yang bisa BUDi berikan di hari libur ini walopun harus ngetik dua jam sambil sinau literatur..refreshing baca..baca gitulah biar ga lupa..ketika ditanya mahasiswa ma ORTU..hehe...met berkarya buat bangsa dan anak anak kita...bapak ibu semua MERDEKA ! ya bentar lagi UPACARA
bendera..dan ngecat rumah..tetangga dah mulai ngecat rumah tuh..hehe..trus pasang bendera kita MERAH PUTIH..aduh aku kangen upacara 17 AGT di Melbourne dan Canada di kedutaan sana..uhhh Indonesia BAnget neh..kayaknya lebih khusuk deh..upacaranya abis itu trus pesta ma Pak DUBES yang di Indonesia mungkin ga bisa ketemu....dan ngobrol..karena ditanya dulu orang mana lah..KTP lah ma satpam hehe..again WoRK SmaRT By HEart yachh

11/10/2014

10 fakta tentang bayi kuning

1. Mayoritas bayi mengalami kuning
Banyak bayi mengalami kuning, baik yang lahir normal maupun prematur. Kejadian kuning pada bayi baru lahir (BBL) cukup bulan sekitar 50—60% dan 75—80% pada bayi kurang bulan (BBLR). Pada bayi normal, umumnya kadar bilirubin akan mengalami peningkatan di hari ke-2 sampai ke-3 dan mencapai puncaknya di hari ke-8 (terhitung semenjak bayi dilahirkan). Selanjutnya di hari ke-9 berangsur-angsur turun kembali menuju angka normal (10 mg/dL). Sedangkan pada bayi prematur, kadar bilirubin akan mencapai puncaknya di hari ke-14. Itulah mengapa, setelah p**ang dari rumah sakit atau rumah bersalin, umumnya bayi disarankan menjalani pemeriksaan ulang pada hari ke-3 sampai ke-5 setelah kep**angan si bayi. Tujuannya untuk memantau kadar bilirubin sehingga dokter dapat memberikan tindakan yang cepat dan tepat bila terjadi peningkatan.

2. Peningkatan kadar bilirubin terjadi akibat belum sempurnanya fungsi hati pada bayi baru lahir

Umumnya, usia sel darah merah (eritrosit) adalah 120 hari. Pada bayi, usia sel darah merahnya ada yang lebih pendek, kira-kira 90 hari. Sel darah merah yang sudah tua ini mengalami pemecahan dan terurai menjadi zat yang disebut “heme” dan “globin”. Heme akan diubah menjadi biliverdin dan melalui proses selanjutnya diubah menjadi bilirubin bebas (indirek). Semestinya, sisa pemecahan ini (bilirubin indirek) diproses oleh hati bayi menjadi bilirubin direk yang larut dalam air dan melalui saluran empedu selanjutnya dibuang melalui usus besar serta bercampur dengan feses atau kotoran. Namun, saat lahir, hati bayi belum cukup baik untuk melakukan tugasnya. Akibat proses pengolahan yang tidak sempurna itulah yang menyebabkan kuning pada bayi

3. Ada bayi kuning fisiologis, ada p**a bayi kuning patologis

Penyebab tingginya kadar bilirubin pada bayi dapat dikelompokkan menjadi dua yakni fisiologis dan patologis. Penyebab kuning fisiologis adalah peningkatan volume sel darah (eritrosit), usia sel darah yang pendek, dan belum sempurnanya fungsi hati dalam mengolah bilirubin. Kuning fisiologis ini umumnya akan sembuh sendiri seiring dengan semakin sempurnanya fungsi hati. Sedangkan kuning patologis, salah satu penyebabnya adalah ketidaksesuaian golongan darah ibu dan anak. Yang paling sering terjadi bila ibu bergolongan darah O sedangkan bayinya A atau B. Demikian p**a dengan perbedaan rhesus antara ibu dan anak; si ibu memiliki rhesus positif sedangkan bayinya negatif. Terjadinya infeksi atau sepsis dan hepatitis juga merupakan pemicu tingginya kadar bilirubin. Khusus kuning patologis perlu dilakukan pemantauan karena umumnya kadar bilirubin mengalami peningkatan sampai hari ke-14 dan tidak akan turun dengan sendirinya. Biasanya juga diiringi gejala lain seperti demam dan berat badan bayi yang tidak mengalami peningkatan.

4. ASI dapat membantu menurunkan kadar bilirubin atau mengatasi bayi kuning

Hubungan antara pemberian ASI dan penurunan kadar bilirubin telah lama terbukti. Itulah mengapa, bayi kuning amat disarankan banyak menyusu ASI. Tingkatkan frekuensi menyusui sekitar 10–12 kali dalam sehari. Patut diketahui, asupan cairan yang kurang (termasuk pemberian ASI) dapat menyebabkan kuning pada bayi. Ini biasanya tampak pada hari ke-3 sampai ke-5 dengan tanda penambahan berat badan yang minim dan urine berwarna pekat.

5. Batas kadar bilirubin pada bayi baru lahir harus terus dipantau

Pemeriksaan akan terus berlanjut selama kurun waktu 48 jam bayi di rumah sakit. Pada bayi cukup bulan yang sehat akan dilakukan pemeriksaan klinis untuk menentukan perlu tidaknya pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan klinis adalah pemeriksaan dengan mengamati gejala-gejala yang muncul dan tampak di seluruh tubuh bayi. Pemeriksaan, menurut APP (The American Academy of Pediatrics), dilakukan oleh tenaga medis. Pemeriksaan klinis dapat meningkat menjadi pemeriksaan laboratorium bila terdapat gejala berikut:

* Kuning yang jelas secara klinis dalam 24 jam pertama kehidupan bayi.

* Peningkatan kadar bilirubin total yang lebih dari 5 mg/dL sehari.

* Kadar bilirubin total yang lebih dari 13 mg/dL dalam 4 hari pertama kehidupan bayi yang lahir cukup bulan.


6. Pentingnya pemantauan oleh ibu selama kurun waktu 48 jam setelah bayi berada di rumah

Ibu dapat memantau tingginya kadar bilirubin pada bayi dengan melihat tanda-tanda, seperti:

* Warna kulit yang tampak kuning ketika ditekan beberapa detik dengan ibu jari. Kadar bilirubin kemungkinan di atas 14 mg/dL, jika bagian bawah tubuh (kaki) pun berwarna kuning.

* Bagian putih di dekat bola mata juga tampak kuning.

* Bayi tidur terus-menerus dan malas menyusu.

Segera bawa ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.


7. Berjemur di sinar matahari pagi tidak cukup untuk menurunkan kadar bilirubin pada bayi kuning

Buang anggapan berjemur di sinar matahari pagi dapat menurunkan kadar bilirubin secara efektif. Hal ini terkait dengan penyinaran dari sinar matahari yang hanya dapat dilakukan di pagi hari (pukul 07.00–08.00) dan itu pun tidak lama, hanya 15–20 menit.


8. Pada beberapa kasus bayi kuning diperlukan fototerapi

Salah satu cara efektif menurunkan kadar bilirubin yang tinggi pada bayi adalah dengan fototerapi. Rekomendasi yang telah disepakati untuk memulai fototerapi sesuai dengan AAP Guidelines (lihat bok).

Bayi yang sedang menjalani fototerapi tidak menggunakan busana sehingga sinar dapat merata ke seluruh permukaan kulit. Bagian mata akan ditutup agar tidak merusak retina mata. Penggunaan krim atau losion apa pun pada bayi tidak diperkenankan karena ada risiko terbakar.

9. Transfusi tukar dilakukan bila tidak memungkinkan lagi melaksanakan fototerapi

Transfusi tukar adalah suatu tindakan pengambilan sejumlah kecil darah yang dilanjutkan dengan pengembalian darah dari donor dalam jumlah sama, yang dilakukan berulang-ulang sampai sebagian besar darah penderita tertukar. Transfusi tukar disarankan bila kadar bilirubin mencapai 25—29 mg/dL pada bayi sehat, sedangkan pada bayi sakit dengan kadar bilirubin 17—23 mg/dL.

10. Kondisi bayi kuning yang dibiarkan dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan

Kadar bilirubin yang tinggi dan tidak diatasi segera, dapat menimbulkan risiko pada sistem saraf pusat. Gejala klinis yang ditemukan seperti mengantuk, refleks isap menurun, muntah, dan kejang. Dampak lebih lanjut adalah keterbelakangan mental, kelumpuhan serebral, gangguan pendengaran, atau kelumpuhan otot motorik mata.

11/10/2014

KB vs ASI

produksi ASI, dan akhirnya takut untuk menggunakan Alat Kontrasepsi untuk program KB yang dilakukannya.

Alat Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui sebaiknya sudah di pikirkan sebelum ibu melahirkan, sehingga setelah akhir masa nifas Ibu Menyusui sudah mempunyai pilihan metode KB yang akan digunakan. Pemberian ASI pada bayi secara langsung, sebenarnya menjadi salah satu cara Mencegah Kehamilan Secara Alami, karena dapat menekan Kesuburan Wanita. Semakin sering anda memberikan ASI kepada bayi anda, maka anda juga akan semakin terlindungi dari kehamilan.

Tingkat keefektifan metode ini akan maksimal apabila anda memperhatikan beberapa aspek seperti berikut:
Memberikan ASI eksklusif kepada Bayi sesuai dengan keinginan bayi,
Usia Bayi di bawah usia enam bulan,
Mendahulukan pemberian ASI sebelum waktu makan buah hati anda,
Tetap memberikan ASI meski ibu atau bayi sedang sakit,
Hindari penggunaan botol, empeng atau ni**le shield saat pemberian ASI,
Tidak mengalami haid setelah delapan minggu proses persalinan,

Namun memang cara diatas hanya mempunyai tingkat efektifitas 90%. Karena 10% ibu yang memberi ASI eksklusif masih juga mengalami kehamilan. Dan untuk memperbesar tingkat efektifitasnya, metode bisa dikombinasi dengan alat kontrasepsi yang lain.

Efek samping Pil, Suntik dan Implant Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui

Alat Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui yang sebaiknya dihindari adalah Pil, Implant dan Suntik KB yang mengandung hormon progesterone dan estrogen. Hal ini dikarenakan dapat menimbulkan efek samping berkurangnya produksi ASI pada Ibu Menyusui. Apabila anda tetap ingin menggunakan metode Pil gunakan saja pil KB yang hanya mengandung turunan hormon progesteron (mini pil).
Mini pil ini biasanya tidak mempengaruhi Produksi ASI. Efektifitas Mini Pil KB bisa dikombinasikan dengan pemberian ASI eksklusif. Dan setelah anda berhenti menyusui silahkan mengganti mini pil dengan pil yang mengandung hormon progesterone dan estrogen.

Metode Kontrasepsi Yang Tidak Mempengaruhi Produksi ASI

Alat Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui yang sering dipilih adalah kombinasi pemberian ASI eksklusif dengan metode KB sederhana seperti penggunaan kondom, diafragma, atau Mencegah Kehamilan dengan Sistem Kalender. Namun apabila anda tidak lagi menyusui segera ganti metode KB dengan metode efektifitas yang lebih tinggi, seperti Kontrasepsi Mantap, AKDR atau spiral.

Ringkasan:
Alat Kontrasepsi yang mengandung hormon progest

Address

Graha Mitra Citra
Tangerang
15138

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Komunitas Ibu Bijak posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram

Category