29/05/2021
Berdasarkan Penyebabnya
Secara umum, penyebab maag kronis dan maag akut sebenarnya sama, yakni pola makan yang buruk, stres, obesitas dan kondisi lainnya.
Tapi secara spesifik, penyebab maag akut dan maag kronis bisa disebabkan oleh kondisi yang sedikit berbeda. Pada maag akut, umumnya kondisi ini disebabkan konsumsi obat kortikosteroid dan obat anti inflamasi non-steroid. Sementara maag kronis disebabkan karena infeksi bakteri H. Pylori.
Berdasarkan Rasa Nyeri
Saat kambuh, Maag akut rasanya benar-benar menyiksa, terutama saat Anda mengkonsumsi makanan yang jadi pantangan bagi penderita maag, seperti minuman berkafein, makanan berlemak, dan makanan pedas, atau saat terlambat makan.
Namun untuk maag kronis, rasa sakit yang ditimbulkan tidak terlalu parah seperti maag akut, tapi rasa sakit ini sering terjadi, bertahap dan bertahan lebih lama.
Berdasarkan Durasi
Berdasarkan durasi atau lama sakitnya, maag akut umumnya terjadi secara berulang (kambuh) selama 6 bulan. Sementara untuk maag kronis, umumnya terjadi lebih dari 6 bulan, bahkan menahun dengan tingkat kekambuhan yang kurang lebih sama dengan maag akut.
Berdasarkan Hasil Tes Endoskopi
Endoskopi merupakan prosedur pemeriksaan untuk melihat kondisi organ tubuh tertentu secara visual, termasuk untuk mendiagnosis gastritis hingga digunakan dalam prosedur pembedahan. Pemeriksaan ini sendiri menggunakan sebuah alat yang bernama endoskop.
Hasil endoskopi pada pasien dengan sakit mag akut dan kronis pun berbeda. Pada pasien maag akut, hasil endoskopi akan memperlihatkan adanya kemerahan di jaringan mukosa lambung atau hiperemia, yang disertai dengan beberapa luka kecil.
Sementara untuk maag kronis, hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi jaringan mukosa lambung yang terlihat mengecil. Pada jaringan mukosa lambung seringkali terlihat adanya tanda-tanda keganasan.