21/06/2023
Kelereng dengan berbagai sinonim gundu (Btw), keneker (Jv), kaléci (Sd), guli (Ms), baguli (Bug) adalah bola kecil dibuat dari tanah liat, marmer atau kaca untuk permainan anak-anak. Ukuran kelereng sangat bermacam-macam. Umumnya ½ inci (1,25 cm) dari ujung ke ujung. Kelereng kadang-kadang dikoleksi, untuk tujuan nostalgia dan warnanya yang estetik.
Kelereng adalah sebuah permainan tradisional yang mendunia. Sejarah permainan kelereng tidak diketahui pasti siapa yang menciptakan, dan dari mana asalnya. Namun, ada bukti sebuah arkeologis yang tersebar di berbagai belahan dunia. Arkeologis merupakan rumpun keilmuan yang mengkaji masa lalu dari menganalisis penemuan, dokumentasi, dan menginterpretasi data dari artefak dan ekofak. Penemuan bola kecil itu telah menandakan bahwa permainan kelereng sudah dimainkan oleh anak-anak ribuan tahun yang lalu.
Sejumlah ilmuwan telah menemukan satu set bola kecil dengan warna yang beragam di Mesir, tepatnya di makam piramida yang diprediksi telah terpendam sekitar 3.000 SM di Nagada, penemuan lainnya ditemukan di Yunani, Romawi, Amerika Serikat, bahkan menyebar ke Indonesia.
Permainan kelereng masuk ke dalam jajaran permainan tradisional yang sampai saat ini eksis di kalangan anak-anak, bahkan dari dulu telah tersebar secara turun-temurun dari generasi ke generasi selanjutnya.
Dilansir dari buku 100 Game Kreatif, Sya'ban Jamil & Taufik Hidayanto, (2008:50), permainan estafet kelereng ini memiliki manfaat bagi pengembangan diri individu baik untuk dirinya sendiri maupun untuk tim, yaitu:
1. Melatih kerja sama tim
2. Melatih pembagian tugas (manajemen)
3. Merancang strategi bermain bersama tim
4. Mengambil keputusan kapan bertindak dan kapan memberikan kesempatan
Karena permainan ini memiliki manfaat yg baik maka pada agenda Class Meeting hari ke-2 SMKS KESEHATAN WIDYA TANJUNGPINANG memainkan permainan estafet goli ini.
Semoga kedepannya siswa-siswi SMKS KESEHATAN WIDYA TANJUNGPINANG mampu bekerja sama, merancang strategi dan mengambil keputusan dengan bijak.