06/04/2018
BATU GINJAL
Penyakit batu ginjal atau nefrolitiasis adalah kondisi ketika di dalam ginjal terbentuk material keras menyerupai batu. Material ini terbentuk dari limbah zat-zat dalam darah yang disaring ginjal, kemudian mengendap dan lama-kelamaan mengkristal.
Pengendapan biasanya terjadi karena tidak mengonsumsi air sesuai anjuran, sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, atau memiliki kondisi medis yang bisa memengaruhi kadar senyawa tertentu dalam urine.
Berdasarkan jenisnya, batu ginjal dibagi menjadi empat: batu kalsium, batu asam urat, batu struvit, dan batu sistin. Perbedaan jenis batu ginjal akan memengaruhi tindakan pengobatan serta pencegahan.
Penyakit batu ginjal cukup umum terjadi pada orang-orang berusia 30-60 tahun, dan dapat diderita oleh pria maupun wanita. Namun, pria memiliki risiko lebih tinggi daripada wanita. Dari penelitian yang pernah dilakukan, hal tersebut diduga terkait dengan penyumbatan saluran kencing pria.
Diagnosa Medis
Dalam mendiagnosis batu ginjal, awalnya dokter akan mengumpulkan informasi mengenai gejala-gejala yang dialami pasien. Dokter juga akan menanyakan apakah ada anggota keluarga yang memiliki penyakit sama, pola makan sehari-hari, apakah pasien sedang mengonsumsi sesuatu yang bisa memicu terbentuknya batu ginjal.
Kemudian, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan, di antaranya pemeriksaan laboratorium berupa tes urine dan tes darah. Selain itu juga ada beragam pemindaian seperti USG, rontgen, dan intravenous pyelogram (IVP).
Tes urine dibutuhkan untuk memeriksa apakah sudah terjadi infeksi. Jika dalam sampel urine ada serpihan batu ginjal, dokter akan menggunakannya untuk mengidentifikasi jenis batu ginjal yang diderita agar penanganannya tepat.
Sedangkan tes darah dibutuhkan untuk mengetahui apakah ginjal masih berfungsi normal atau tidak, serta untuk memeriksa kadar zat-zat tertentu yang berpotensi menyebabkan terbentuknya batu ginjal.
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan melalui citra gambar yang akan membantu mengonfirmasi diagnosis serta memastikan posisi batu ginjal secara akurat. Jenis pemeriksaan citra gambar yang mungkin dilakukan adalah CT scan, X-ray, ultrasound scan, dan intravenous urogram (IVU) atau intravenous pyelogram (IVP).
Sekarang ini, CT scan adalah opsi pemeriksaan utama dalam mendiagnosis penyakit batu ginjal karena hasilnya lebih akurat ketimbang metode pemeriksaan lainnya.
GEJALA
Biasanya, jika ukuran batu ginjal sangat kecil, kita tidak akan merasakan gejala apa pun. Batu ginjal tersebut akan keluar secara alami melalui ureter (saluran yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih).
Kita baru akan merasakan sesuatu jika ukuran batu lebih besar dari ureter. Pada saat akan buang air kecil, batu akan bergesekan dengan dinding ureter sehingga menyebabkan iritasi atau bahkan luka. Ini sebabnya pada urine terlihat darah. Batu juga bisa menyumbat ureter atau uretra (saluran akhir pembuangan urinee ke luar tubuh) sehingga pengeluaran urine terhambat.
Gejala-gejala lainnya dari batu ginjal dapat meliputi:
Nyeri punggung bawah yang berkepanjangan, kadang terasa sampai selangkangan. Pada penderita pria, nyeri juga terasa pada te**is dan skrotum.Sakit perut bagian samping dengan durasi bervariasi, mulai dari hitungan menit sampai jam.Gelisah.Tidak dapat berbaring dengan tenang karena sulit mencari posisi yang nyaman. Mual. Lebih sering buang air kecil dari biasanya.Sakit saat buang air kecil.
Terdapat darah dalam urine—yang disebabkan oleh gesekan batu ginjal terhadap ginjal atau ureter. Saat batu ginjal menyumbat ureter akan terjadi penumpukan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi ginjal. Gejala infeksi ginjal mirip dengan gejala penyakit batu ginjal, tetapi biasanya penderita juga akan merasakan:
Demam tinggi.Menggigil. Kelelahan.Diare.Warna urine keruh dan beraroma tidak sedap.
PENGOBATAN
Pengobatan batu ginjal bergantung pada ukuran batu. Untuk ukuran batu kecil yang masih bisa melewati saluran kemih, disarankan untuk mengonsumsi air putih sesuai anjuran. Harapannya adalah agar batu dapat keluar sendiri bersama dengan keluarnya urine..
Herbal yang direkomendasikan :
A. Alternatif 1 :
- Spirulina 2 x 3
- Gamat 2 x 3
- Habbat 2 x
- Propolis 2 x 2
B. Alternatif 2
- Kumis Kucing 3 x
- Tempuyung. 3 x 2
- Cakar ayam. 2 x 2
- Andrographis/Sambiloto 2 x 2
C. Alternatif 3 :
- Habbatussauda 3 x 2
- Kumis kucing 3 x 2
-Tempuyung 3 x 2
- Madu 3 x 2 sndk mkn
TERAPI BEKAM :
Lakukan bekam 2 minggu sekali di 7 titik sunnah..
PENCEGAHAN
Penyakit batu ginjal memang memiliki kecenderungan berulang, tetapi pencegahannya sangat mudah. Yaitu kita harus memperhatikan dua hal berikut:
Konsumsi air sesuai kebutuhan tubuh. Jika kita mengonsumsi cukup air, warna urine akan terlihat cerah.
Perhatikan pola makan. Jika batu ginjal Anda adalah jenis batu kalsium, maka hindari makanan yang mengandung banyak oksalat.
Oksalat akan menghalangi penyerapan kalsium.
Demikian...
Semoga bermanfaat ...
Copas dari Group Raudhoh Internasional
Oleh: Baban Herbalis-Bogor