Walatra Sehat Mata Softgel Indonesia

Walatra Sehat Mata Softgel Indonesia Agen Resmi Penjual Produk Walatra Sehat Mata Softgel Indonesia. Untuk kota-kota tertensi, kami membe Distributor Penjual Eye Care Softgel Original.

Melayani Pengiriman Ke Seluruh Indonesia

Kenali Pemicu Katarak Kortikal dan Cara Mencegah Penyakit IniKatarak kortikal adalah penyakit mata yang ditandai dengan ...
24/07/2021

Kenali Pemicu Katarak Kortikal dan Cara Mencegah Penyakit Ini

Katarak kortikal adalah penyakit mata yang ditandai dengan adanya kekeruhan lensa di bagian korteks, yaitu bagian tepi lensa. Jenis katarak ini sering kali terjadi pada usia lanjut. Meski begitu, beberapa kasus katarak kortikal juga bisa terjadi pada usia muda bahkan bayi dan anak-anak.

Katarak kortikal awalnya ditandai dengan adanya kekeruhan berwarna putih keabuan di tepi luar lensa yang berbentuk seperti jeruji roda. Seiring waktu, kekeruhan ini akan menyebar ke arah tengah, hingga akhirnya menghalangi jalan cahaya dan menyebabkan gangguan penglihatan.

Pemicu Katarak Kortikal

Pemicu katarak kortikal kurang lebih sama dengan katarak pada umumnya. Namun, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan risiko terjadinya katarak kortikal menjadi lebih besar. Faktor-faktor tersebut antara lain:

-> Usia lebih dari 60 tahun
-> Wanita
-> Diabetes, terutama yang sudah berlangsung lama dan tidak terkontrol dengan baik
-> Merokok
-> Kekurangan vitamin B
-> Riwayat menjalani operasi glaukoma

Pada bayi, kejadian kortikal katarak biasanya terjadi karena kelainan genetik yang diturunkan.

Gejala Katarak Kortikal

Gejala utama yang biasa dirasakan orang dengan katarak kortikal adalah sensitivitas terhadap cahaya atau silau. Penderita mungkin merasa sulit mengemudi di malam hari. Di samping itu, beberapa gejala katarak kortikal yang dapat muncul adalah:

-> Penglihatan samar dan kabur
-> Penglihatan ganda pada satu mata
-> Penglihatan terhadap warna memudar
-> Melihat lingkaran cahaya di sekeliling sumber cahaya
-> Sering mengganti resep kacamata
-> Memerlukan cahaya yang lebih terang saat membaca atau melakukan aktivitas lain

Cara Mencegah Katarak Kortikal

Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk mencegah katarak kortikal:

1. Kelola diabetes dengan baik

Jika memiliki diabetes, Anda dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan secara rutin serta menjalankan pola hidup sehat setiap waktu. Hal ini supaya diabetes terkontrol dengan baik dan risiko terjadi komplikasi katarak menurun.

2. Hindari merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol

Seperti yang telah disebutkan di atas, merokok dapat meningkatkan risiko terjadinya katarak kortikal. Oleh karena itu, cobalah untuk memulai berhenti merokok. Selain itu, batasi konsumsi minuman berlakohol demi menjaga kesehatan mata.

3. Konsumsi makanan sehat dan seimbang

Mengonsumsi buah dan sayur yang memiliki banyak mineral dan vitamin B, terutama vitamin B2 dan asam folat, dapat membantu melindungi Anda dari katarak kortikal. Tak hanya itu, Anda juga bisa mengonsumsi ikan, telur, kacang-kacangan, dan susu yang juga dapat membantu memelihara kesehatan mata.

4. Lakukan pemeriksaan mata secara teratur

Rutin melakukan pemeriksaan mata dapat membantu mendeteksi berbagai masalah pada mata secara dini, termasuk katarak kortikal. Seberapa sering pemeriksaan dan konsultasi mata dilakukan umumnya tergantung usia. Namun, jika risiko Anda tinggi, lakukan pemeriksaan setidaknya setiap 1โ€“3 tahun.

5. Pakai kacamata hitam

Bila Anda sering beraktivitas di laur ruangan, dianjurkan untuk serring mengenakan kacamata hitam. Hal ini bertujuan untuk menghalangi sinar ultraviolet B (UVB) yang dapat bekontribusi terhadap perkembangan katarak kortikal.

Katarak kortikal tidak boleh disepelekan karena gejalanya bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan bisa membahayakan nyawa, misalnya saat menyetir di malam hari. Oleh sebab itu, bila Anda mengalami tanda dan gejala katarak kortikal, segera periksakan diri ke dokter mata untuk mendapatkan penanganan yang aman dan tepat.

Sumber Dari :

Katarak kortikal adalah penyakit mata yang ditandai dengan adanya kekeruhan lensa di bagian korteks, yaitu bagian tepi lensa. Jenis katarak ini sering kali terjadi pada usia

Selamat Pagi... ??Sebagai pengguna lensa kontak, mungkin Anda pernah satu atau dua kali tertidur masih memakai lensa kot...
09/07/2021

Selamat Pagi... ??

Sebagai pengguna lensa kontak, mungkin Anda pernah satu atau dua kali tertidur masih memakai lensa kotak. Kebanyakan memang tidak sengaja, misalnya tertidur di depan TV atau lupa membawa cairan pembersih softlens saat menginap di tempat lain.

Tetapi, ternyata ada juga orang yang cukup sering tidur tanpa melepas lensa kontaknya karena alasan praktis. Kebiasaan ini sebaiknya tidak diteruskan karena berbahaya bagi kesehatan mata.

Tidur dengan masih memakai lensa kontak akan membuat kornea kekurangan oksigen. "Itu sama seperti tertidur dengan kantong plastik menutupi kepala Anda," kata Dr. Rebecca Taylor, juru bicara Akademi Ahli Mata Amerika (AAO).

Selama kita terjaga, kornea akan menerima oksigen dari udara. Sementara saat tertidur, korena akan mendapatkan nutrisi dan lubrikasi dari air mata dan ciran gelatinus yang disebut aqueous humor. Jika kita tertidur dengan lensa kontak belum dilepas, akan ada hambatan antara kelopak mata dengan kornea.

Apalagi lensa konta menutupi hampir seluruh permukaan kornea. "Saat kita terjaga dan berkedip, lensa kontak seharusnya akan bergeser sekitar satu milimeter supaya kornea mampu mendapat oksigen. Tetapi, saat tidur lensa kontak tidak bisa bergerak karena mata tidak berkedip.

Dampak buruk lainnya adalah infeksi. Gesekan sekecil apapun antara bagian belakang kontak lensa yang bersentuhan dengan kornea bisa menyebabkan infeksi bakteri atau parasit. Mikroorganisme tersebut bisa terbawa oleh kontak lensa sebelum digunakan.

:KOMPAS.com

Kapan Floaters Perlu Dilakukan Tindakan Medis?Kata siapa penyakit mata hanya berhubungan dengan konjungtivitis, glaukoma...
30/06/2021

Kapan Floaters Perlu Dilakukan Tindakan Medis?

Kata siapa penyakit mata hanya berhubungan dengan konjungtivitis, glaukoma, atau katarak saja? Sebenarnya masih banyak beragam keluhan yang bisa menghantui mata, salah satunya floaters. Masih asing dengan masalah kesehatan mata yang satu ini?

Seseorang yang mengalami floaters akan melihat bayangan benda berukuran kecil hingga besar yang melayang-layang pada penglihatan. Ukuran bayangnya ini bervariasi, bisa bintik-bintik hitam kecil hingga bayangan yang lebih besar. Misalnya, bentuk tali panjang. Dalam kebanyakan kasus, floaters umumnya muncul ketika pengidapnya melihat cahaya terang seperti matahari.

Gejala Berbahaya Harus Segera Diatasi

Meski umumnya floaters tak menimbulkan rasa sakit, tetapi bukan berarti keluhan yang satu ini boleh dipandang sebelah mata. Timbulnya bintik-bintik kecil atau garis seperti bayangan tali pada mata, sebenarnya bukanlah gejala floaters yang berbahaya.

Akan tetapi, lagi ceritanya bila timbul bintik-bintik atau bayangan tali berubah ukuran. Nah, bila mengalami hal ini sebaiknya segeralah temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Selain itu, ada p**a gejala lainnya yang tak boleh diremehkan, seperti:

> Kehilangan penglihatan tepi,
> Penglihatan buram,
> Mengalami rasa sakit pada bagian mata,
> Melihat kilatan cahaya.

Sekali lagi, segeralah temui dokter bila mengalami gejala-gejala di atas. Bila dokter menemukan gejala yang cukup parah, khususnya berkaitan dengan retina, umumnya dokter akan melakukan beberapa tes. Contohnya, tes fisik, seperti melihat aktivitas retina melalui pupil dan memantau besar kecilnya saat terpapar cahaya.

Tak cuma tes fisik saja, dokter juga mungkin akan melakukan tes tonometri. Tes ini bertujuan untuk melihat kemampuan dan kekuatan dari mata pasien.

Banyak Faktor Pemicunya

Floaters dapat timbul ketika vitreus (cairan serupa gel yang mengisi bola mata) berkurang, sehingga membentuk untaian kolagen. Nah, untaian inilah yang menimbulkan bayangan yang ditangkap oleh retina mata sebagai floaters. Dalam banyak kasus, floaters tidak berbahaya dan merupakan akibat dari proses penuaan. Floaters juga dapat muncul tanpa penyebab yang jelas.
Akan tetapi, ada p**a masalah serius yang menimbulkan floaters, seperti ablasio retina (retinal detachment), infeksi, peradangan (uveitis), perdarahan, dan luka pada mata. Floaters juga lebih umum ditemui pada mereka yang pernah menjalani operasi katarak, mengidap diabetes, dan miopia (rabun jauh).

Selain hal-hal di atas, ada p**a beberapa faktor risiko yang bisa memicu terjadinya floaters, yaitu:

> Usia di atas 50 tahun,
> Penyakit mata,
> Rabun jauh (mata minus),
> Cedera mata,
> Retinopati diabetik,
> Komplikasi dari operasi katarak.

Sumber Dari :

Meski umumnya floaters tak menimbulkan rasa sakit, tapi bukan berarti keluhan yang satu ini boleh dipandang sebelah mata. Segeralah temui dokter bila timbul bintik-bintik atau bayangan tali berubah ukuran.

Penyakit Mata yang menyiksa,yang sulit Sembuh menyebabkan rasa tidak nyaman pada Mata .Tenang Sajah Kami punya solusinya...
07/05/2021

Penyakit Mata yang menyiksa,yang sulit Sembuh menyebabkan rasa tidak nyaman pada Mata .
Tenang Sajah Kami punya solusinya yaitu dengan Obat Herbal Sehat Mata Limatta bisa Jadi Alternatif pengobatan tanpa efek samping , yang terbuat dari 100% Bahan Alami tanpa campuran bahan kimia Yang Sudah Terbukti Khasiatnya Untuk mengatasi Keluhan Penyakit Mata anda Secara Cepat !
Ayo Segera di obati bisa hari ini kenapa nunggu besok ๐Ÿ™
Jangan Nunggu penyakit semakin parah baru deh di obati ๐Ÿ˜ข
Pesan sekarang juga demi kesehatan Anda dan keluarga tercinta.๐Ÿค—๐Ÿ˜

Penyebab Glaukoma, Gangguan Mata yang Bisa Menimbulkan KebutaanPenyebab glaukoma adalah meningkatnya tekanan di dalam bo...
28/04/2021

Penyebab Glaukoma, Gangguan Mata yang Bisa Menimbulkan Kebutaan

Penyebab glaukoma adalah meningkatnya tekanan di dalam bola mata. Tekanan tersebut terjadi karena adanya penumpukan cairan di bagian depan mata. Glaukoma tidak hanya dapat memicu kerusakan saraf mata, tetapi juga menjadi salah satu penyebab kebutaan paling umum pada orang lanjut usia.

Glaukoma terkadang tidak menimbulkan gejala apa pun, sehingga penderitanya tidak menyadari bahwa matanya mulai mengalami gangguan. Kerusakan saraf mata akibat glaukoma biasanya terjadi secara bertahap dan sering kali baru menimbulkan gejala ketika kondisi tersebut sudah parah.

Akan tetapi, glaukoma terkadang juga bisa muncul secara mendadak dan menimbulkan gejala berat, seperti nyeri pada mata, sakit kepala parah, mata merah, mual dan muntah, hingga gangguan penglihatan.
Kenali Penyebab Glaukoma

Di dalam mata, terdapat cairan yang disebut aqueous humor. Cairan ini berada di ruang depan dan ruang belakang mata, serta berfungsi untuk memberi nutrisi pada lensa mata dan kornea, menjaga bentuk mata, juga melindungi mata dari kotoran.

Cairan di dalam bola mata tersebut akan diserap secara berkala agar tidak menumpuk di dalam mata, sehingga tekanan di dalam bola mata pun tetap stabil.

Jika saluran drainase atau penyerapan aqueous humor tersumbat, hal ini akan memicu terjadinya penumpukan cairan di dalam bola mata. Lama-kelamaan, penumpukan cairan tersebut dapat menyebabkan peningkatan tekanan di dalam bola mata dan merusak saraf mata.

Ketika saraf mata sudah mengalami kerusakan, fungsi penglihatan pun akan terganggu. Pada tahap awal, penderita glaukoma mungkin tidak menyadari adanya gangguan pada fungsi penglihatannya. Kondisi ini sering kali baru disadari ketika sudah menyebabkan gangguan penglihatan yang parah atau bahkan kebutaan.
Faktor Risiko Penyakit Glaukoma

Hingga saat ini, sebenarnya belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya penyumbatan saluran drainase di dalam bola mata. Namun, kondisi ini diduga dipengaruhi oleh faktor genetik. Selain itu, ada beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami glaukoma, di antaranya:

> Berusia lebih dari 60 tahun
> Memiliki riwayat penyakit mata, misalnya rabun jauh atau rabun dekat
> Menderita penyakit tertentu, seperti diabetes, hipertensi, atau serangan jantung
> Memiliki riwayat operasi di bagian mata
> Mengonsumsi obat-obatan tertentu dalam jangka waktu lama

Tak hanya beberapa faktor risiko di atas, glaukoma juga dapat disebabkan cedera pada mata, infeksi mata yang parah, dan peradangan pada mata. Pada kasus tertentu, glaukoma juga bisa terjadi pada bayi dan anak-anak. Kondisi ini dikenal dengan sebutan glaukoma kongenital.

Pengobatan glaukoma bisa dilakukan dengan pemberian obat-obatan untuk mengurangi tekanan di dalam bola mata, obat untuk mengurangi produksi cairan di dalam bola mata, hingga operasi.

Jika terlambat ditangani, glaukoma dapat menyebabkan gangguan penglihatan atau bahkan kebutaan yang bersifat permanen. Untuk mengetahui apakah Anda memiliki glaukoma atau tidak, perlu dilakukan pemeriksaan ke dokter mata.

Pemeriksaan mata secara rutin penting dilakukan meski Anda tidak merasakan keluhan apa pun. Tujuannya adalah agar glaukoma dan penyebab glaukoma dapat terdeteksi sejak dini dan ditangani secepat mungkin sebelum menimbulkan komplikasi.

Sumber Dari :

Penyebab glaukoma adalah meningkatnya tekanan di dalam bola mata. Tekanan tersebut terjadi karena adanya penumpukan cairan di bagian depan mata. Glaukoma tidak hanya dapat memicu kerusakan

Tujuh Cara Menjaga Kesehatan MataMencegah lebih baik daripada mengobati, tidak terkecuali untuk kesehatan mata. Banyak c...
22/04/2021

Tujuh Cara Menjaga Kesehatan Mata

Mencegah lebih baik daripada mengobati, tidak terkecuali untuk kesehatan mata. Banyak cara sederhana untuk melakukannya. Beberapa langkah mudah berikut ini bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mata Anda.

Mata adalah salah satu organ indera yang penting bagi manusia. Menjaga kesehatan mata dapat menghindarkan Anda dari risiko penyakit mata hingga hilangnya penglihatan. Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menjaga atau merawat kesehatan mata.

Rutin Memeriksakan Mata
Setiap orang, mulai dari anak-anak hingga usia lanjut, dianjurkan untuk memeriksakan mata ke dokter spesialis mata setidaknya 2 tahun sekali. Rutin memeriksakan mata dapat mendeteksi dini masalah pada mata akibat penyakit tertentu, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.

Orang dewasa yang sudah berumur lebih dari 40 tahun bahkan disarankan untuk memeriksakan mata setahun sekali. Ini berguna untuk mencegah penyakit mata yang berkaitan dengan bertambahnya usia, seperti degenerasi makula, glaukoma, dan katarak. Sedangkan anak-anak harus diperiksa, setidaknya dua tahun sekali, untuk mendeteksi masalah penglihatan yang mungkin dapat memengaruhi kemampuan belajarnya. Anak-anak tidak perlu harus sudah bisa membaca untuk melakukan pemeriksaan mata.

Cari tahu p**a riwayat kesehatan mata dalam keluarga. Mengapa? Karena banyak penyakit atau masalah mata yang diturunkan secara genetik dari orang tua ke anak. Dengan pemeriksaan mata ke dokter, berbagai penyakit mata dan gejalanya dapat terdeteksi lebih dini. Pengobatannya pun tentu akan lebih mudah. Anda bisa melakukan pemeriksaan mata di klinik spesialis mata atau rumah sakit.

Mengonsumsi Makanan Bergizi
Penelitian menunjukkan bahwa makanan sehat yang mengandung berbagai nutrisi, seperti vitamin A, C dan E, zinc, lutein, selenium, dan asam lemak omega-3, dapat membantu menangkal masalah mata terkait usia, misalnya katarak dan degenerasi makula. Berbagai nutrisi tersebut bisa didapatkan dengan mengonsumsi sayuran berdaun hijau, salmon, tuna, telur, kacang-kacangan, dan jeruk.

Jangan Terlalu Lama Menatap Layar Elektronik
Menatap layar komputer atau smartphone terlalu lama dapat menyebabkan mata lelah. Gejalanya dapat berupa sakit kepala, nyeri leher, sakit pada bahu dan punggung, mata kering dan tegang, sulit fokus menatap kejauhan, dan pandangan menjadi kabur. Jika Anda bekerja di depan komputer sepanjang hari, tiap 20 menit alihkan pandangan mata sejauh 6 meter selama 20 detik, untuk mengurangi ketegangan pada mata. Atau bisa juga mengistirahatkan mata selama 15 menit tiap 2 jam sekali. Jika mata Anda terasa kering, seringlah mengedipkan mata.

Memakai Kacamata Hitam
Tidak hanya kulit yang perlu dilindungi dari efek berbahaya sinar ultraviolet matahari, mata juga perlu. Mata yang terlalu sering terpapar sinar ultraviolet dapat mengalami katarak, degenerasi makula, kornea terbakar, dan bahkan kanker mata. Oleh karena itu, pakailah kacamata hitam yang dapat memblokir sinar UVA dan UVB, serta kenakan topi ketika berjalan-jalan di siang hari.

Tidak Merokok
Merokok dapat meningkatkan risiko penyakit katarak, degenerasi makula, dan kerusakan saraf optik yang mampu menyebabkan kebutaan serta merusak retina. Merokok juga bisa menyebabkan penimbunan plak di pembuluh darah dan melemahkan arteri, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung.

Membuang Makeup Lama
Pada riasan mata bentuk cair atau krim, bakteri dapat tumbuh dengan mudah. Buang dan ganti makeup Anda jika sudah 3 bulan digunakan. Selalu ingat untuk tidak meminjam dan meminjamkan makeup dari dan kepada orang lain. Serta pastikan untuk mencuci wajah hingga bersih sebelum dan setelah memakai makeup. Jika mengalami iritasi atau infeksi mata ketika mengenakan makeup, hapus riasan dan segera periksakan diri ke dokter.

Rajin Olahraga
Penelitian mengungkapkan bahwa olahraga dapat mengurangi risiko kehilangan penglihatan akibat tekanan darah tinggi, diabetes, dan kadar kolesterol yang tinggi.

Cara menjaga kesehatan mata juga dapat dilakukan dengan tidak mengabaikan berbagai masalah pada mata. Jika terasa seperti ada butiran pasir di mata, bilas dengan air bersih. Apabila mata terasa gatal atau terlihat merah, atasi dengan obat tetes mata atau kompres dingin.

Segera periksakan ke dokter mata jika keluhan pada mata terus berlanjut, atau jika mata terasa sakit, bengkak, sensitif terhadap cahaya, seperti ada bintik-bintik gelap mengambang ketika melihat, atau jika Anda mengalami gangguan penglihatan.

Sumber Dari :

Mencegah lebih baik daripada mengobati, tidak terkecuali untuk kesehatan mata. Banyak cara sederhana untuk melakukannya. Beberapa langkah mudah berikut ini bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mata

Hati-hati Produk Palsu! Berikut Cara Cek Keaslian Produk Limatta Sehat Mata Softgel
19/04/2021

Hati-hati Produk Palsu! Berikut Cara Cek Keaslian Produk Limatta Sehat Mata Softgel

Cek untuk barang original : https://www.originalwalatraherbal.com/KETERANGAN PRODUKNama Produk : Limatta Sehat MataHarga: Rp. 435.000/Botol Isi: 100 KapsulCa...

Alamat Agen Sehat Mata Limatta Di Karawang Yang Bisa Anda Kunjungi
05/02/2021

Alamat Agen Sehat Mata Limatta Di Karawang Yang Bisa Anda Kunjungi

Kini produk Sehat Mata Limatta Softgel sudah bisa Anda dapatkan di Agen Sehat Mata Limatta Di Karawang. 1-2 Jam Sampai. Free Ongkir.

Mata Sakit? Berikut 5 Aneka Obat Herbal Untuk Mata Yang Bisa Dijadikan Pilihan
03/02/2021

Mata Sakit? Berikut 5 Aneka Obat Herbal Untuk Mata Yang Bisa Dijadikan Pilihan

Mata Sakit? Berikut Aneka Obat Herbal Untuk Mata Yang Bisa Dijadikan Pilihan. Gangguan yang terjadi pada mata tidak bisa diremehkan.

Ketahui Apa Saja Penyebab Mata Minus pada AnakPenyebab mata minus pada anak penting untuk Bunda ketahui supaya Si Kecil ...
12/01/2021

Ketahui Apa Saja Penyebab Mata Minus pada Anak

Penyebab mata minus pada anak penting untuk Bunda ketahui supaya Si Kecil bisa terhindar dari kondisi ini. Pasalnya, mata minus akan membuat anak kesulitan melihat jarak jauh. Hal ini tentu bisa mengganggu aktivitasnya sehari-hari, termasuk saat di sekolah.

Rabun jauh atau mata minus pada anak umumnya mulai muncul saat ia menginjak usia 9โ€“10 tahun. Gejala dari kelainan ini dapat diamati dari perilaku anak sehari-hari. Bunda bisa mencurigai Si Kecil memiliki mata minus bila ia sering cenderung menyipitkan mata saat melihat benda yang berjarak jauh.

Selain itu, anak dengan mata minus juga cenderung lebih senang menonton TV dari dekat, sering mengucek mata, sering mengeluh matanya lelah, dan mengeluh sakit kepala atau mual, terutama setelah membaca buku.
Ini Penyebab Mata Minus pada Anak

Hingga saat ini, penyebab mata minus pada anak belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor yang diduga dapat memicu seorang anak mengalami mata minus, yaitu:

1. Faktor genetik

Faktor genetik atau keturunan memainkan peranan penting dalam terjadinya mata minus pada anak. Jadi, jika Bunda atau Ayah memiliki mata minus, kemungkinan Si Kecil juga akan memilikinya.

2. Terlalu lama bermain di dalam ruangan

Membiarkan Si Kecil berada di dalam rumah pada waktu yang lama ternyata dapat memengaruhi kondisi kesehatan matanya, lho, Bun. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa anak yang menghabiskan lebih banyak waktu bermain di tempat terbuka memiliki risiko lebih rendah untuk menderita gangguan mata, termasuk mata minus.

Meski penelitian tersebut masih perlu dikaji lebih lanjut, tidak ada salahnya membiarkan Si Kecil lebih banyak bermain di luar rumah, setidaknya 40 menit sehari. Pasalnya, bermain di luar ruangan dapat membuat anak lebih aktif sehingga baik untuk kesehatannya secara umum.

3. Membaca buku terlalu dekat

Membaca memang sangat baik untuk perkembangan otak dan keterampilan komunikasi anak. Namun, jika anak terbiasa membaca dengan jarak yang sangat dekat atau di tempat yang pencahayaannya kurang, bukan tidak mungkin penglihatannya akan terganggu.

Membaca buku dengan jarak yang terlalu dekat diduga bisa meningkatkan risiko anak mengalami mata minus secara signifikan. Oleh karena itu, anak disarankan untuk menjaga jarak bacanya sekitar 25โ€“30 cm.

4. Menatap layar gadget terlalu lama

Apakah Si Kecil sering berlama-lama bermain dengan gadget? Hati-hati, hal ini juga bisa menyebabkan matanya minus, lho. Batasilah waktu bermain gadget Si Kecil kira-kira 1โ€“2 jam sehari.

Selain menyebabkan mata minus, terlalu lama menatap layar gadget juga bisa membuat mata anak jadi lelah, kering, iritasi, dan penglihatannya berbayang, walaupun hanya sementara.

Sumber Dari :

Penyebab mata minus pada anak penting untuk Bunda ketahui supaya Si Kecil bisa terhindar dari kondisi ini. Pasalnya, mata minus akan membuat anak kesulitan melihat jarak

Ini Daftar Makanan yang Kaya Vitamin untuk MataWortel sudah dikenal luas memiliki manfaat untuk kesehatan mata. Namun, s...
07/12/2020

Ini Daftar Makanan yang Kaya Vitamin untuk Mata

Wortel sudah dikenal luas memiliki manfaat untuk kesehatan mata. Namun, sebenarnya masih banyak jenis makanan yang menyediakan vitamin untuk mata, selain sayur berwarna oranye tersebut.

Selain vitamin A, sebenarnya ada nutrisi lainnya yang berpengaruh terhadap kesehatan mata, antara lain vitamin C, E, zinc, lutein, dan asam lemak omega-3. Beragam nutrisi tersebut dapat meminimalkan risiko berkurangnya daya penglihatan seiring bertambahnya usia, juga risiko terjadinya katarak.

Beragam Makanan yang Mengandung Vitamin untuk Mata

Agar kesehatan mata tetap terjaga, berikut beberapa jenis makanan yang bisa Anda konsumsi karena menyediakan nutrisi dan vitamin untuk mata yang sehat:

o> Labu kuning dan ubi
Sebagaimana wortel, sayur dan buah yang berwarna kuning dan oranye mengandung beta karoten yang akan diubah tubuh menjadi vitamin A. Vitamin ini akan mencegah rabun senja yang mengakibatkan kesulitan melihat dengan jelas menjelang dan sepanjang malam hari. Anda dapat mengonsumsi semangkuk sup labu atau ubi panggang sebagai camilan atau ditambahkan dalam menu harian.

o> Bayam dan beragam jenis sayuran hijau
Sayuran hijau mengandung lutein dan zeaxanthin sebagai antioksidan, yang berdasarkan studi dikatakan dapat menurunkan risiko katarak dan penurunan daya penglihatan. Antioksidan juga akan menyerap hal-hal berbahaya yang memengaruhi mata, seperti paparan sinar matahari, polusi udara, dan asap rokok. Selain dari bayam, kandungan ini juga bisa didapat dari berbagai jenis sayuran hijau, seperti brokoli atau kubis.

o> Ikan tuna, salmon, dan sarden
Ikan laut tersebut kaya akan asam lemak jenis DHA. Seorang peneliti mengatakan, kekurangan DHA berisiko menyebabkan sindrom mata kering. Selain itu, asam lemak tersebut juga mampu melindungi mata dari peradangan dan membantu kinerja mata. Untuk memperoleh manfaatnya, cukup konsumsi ikan laut tersebut sebanyak dua kali per minggu.

o> Kepiting dan tiram
Dua jenis makanan yang dianggap sebagai sumber vitamin untuk mata ini, memiliki kandungan zinc yang tinggi, sehingga akan membantu kerja retina mata tetap optimal. Cukup mengonsumsi dua buah tiram, maka akan memenuhi kebutuhan zinc untuk satu hari.

o> Jeruk, stroberi dan berbagai jenis buah beri
Jeruk dan beri kaya akan kandungan vitamin C sebagai antioksidan, yang dapat mengurangi risiko degenerasi makula dan katarak. Satu mangkuk saji strawberi atau jeruk per hari dapat mencukupi kebutuhan harian vitamin C. Jika ingin alternatif lain, Anda dapat mengonsumsi pepaya atau jenis jeruk lainnya.

o> Kacang almond
Sekitar satu genggam kacang almond per hari akan memenuhi kebutuhan harian vitamin E. Kandungan ini dapat memperlambat degenerasi makula yang dapat mengakibatkan penurunan daya penglihatan Anda. Selain kacang almond, jenis kacang-kacangan dan biji-bijian lain juga kaya vitamin E, misalnya biji bunga matahari atau kacang pecan.

o> Telur
Kuning telur mengandung zinc, lutein, dan zeaxathin yang akan membantu mengurangi risiko penurunan daya penglihatan akibat penuaan.

Selain mengonsumsi beragam makanan yang sudah disebutkan di atas, disarankan untuk tidak merokok, menggunakan kaca mata yang melindungi mata dari sinar UV, dan batasi waktu menatap layar komputer atau gadget, agar daya penglihatan tetap optimal.

Sumber Dari :

Wortel sudah dikenal luas memiliki manfaat untuk kesehatan mata. Namun, sebenarnya masih banyak jenis makanan yang menyediakan vitamin untuk mata, selain sayur berwarna oranye tersebut. Selain

Penyebab Mata Berair dan Cara MengatasinyaKetika mengedip, kelenjar pada kelopak mata akan memproduksi sedikit air mata ...
03/11/2020

Penyebab Mata Berair dan Cara Mengatasinya

Ketika mengedip, kelenjar pada kelopak mata akan memproduksi sedikit air mata guna melembapkan indera penglihatan Anda dan menyingkirkan benda-benda asing darinya. Produksi air mata menjadi lebih banyak ketika Anda menguap, tertawa terbahak-bahak, atau menangis. Tapi, ada beberapa orang yang mungkin mengalami mata berair secara terus-menerus.

Selain cairan yang mengandung garam (air mata), kelenjar lain pada kelopak mata juga memproduksi minyak. Zat ini dapat mencegah air mata menguap terlalu cepat.

Penyebab Mata Berair

Mata berair dapat terjadi ketika kelenjar yang memproduksi minyak tidak bekerja dengan semestinya. Hal ini membuat air mata cepat menguap dan menjadikannya lebih cepat mengering. Mata kering inilah yang merangsang produksi air mata secara berlebih sehingga menyebabkan mata berair. Mata berair juga bisa terjadi karena adanya sumbatan pada saluran air mata.

Ada berbagai kondisi yang bisa menjadi penyebab mata berair, antara lain:

> Faktor cuaca atau lingkungan di sekitar mata, seperti asap, angin, atau sinar yang terlalu terang.
> Mata lelah.
> Ada benda asing atau bahan kimia iritatif di mata.
> Flu.
> Alergi.
> Radang kelopak mata.
> Infeksi salah satu bagian mata seperti pada konjungtivitis.
> Bulu mata tumbuh ke dalam atau keluar.
> Efek samping obat-obatan.
> Penyakit tertentu, gangguan tiroid, sinusitis kronis, tumor, dan Bellโ€™s palsy.
> Efek samping terapi radiasi.

Mata berair juga terkait dengan usia. Kondisi ini umum terjadi pada bayi dan kalangan berusia lebih dari 60 tahun.
Cara Mengatasi Mata Berair

Kebanyakan, mata berair tidak membutuhkan perawatan khusus karena dapat membaik dengan sendirinya. Namun terkadang, kondisi ini bisa menjadi masalah yang mengganggu aktivitas dan rasa nyaman sehingga membutuhkan penanganan khusus.

Berikut beberapa cara mengatasi mata berair disesuaikan dengan penyebabnya:

> Mengompres mata dengan handuk basah hangat selama beberapa kali dalam sehari bisa mengatasi saluran air mata yang tersumbat.
> Obat tetes mata bisa Anda gunakan untuk menangani mata kering.
> Dokter mungkin meresepkan obat antibiotik untuk mengatasi mata berair yang disebabkan oleh konjungtivitis atau infeksi mata.
> Jika penyebabnya alergi, mengonsumsi obat antihistamin bisa membantu mengatasinya.
> Tindakan medis bisa dilakukan untuk mengatasi bulu mata yang tumbuh ke dalam atau mengeluarkan benda asing pada mata.
> Dokter mungkin merekomendasikan jalur operasi jika terjadi penyumbatan pada saluran air mata Anda.

Mata berair pada bayi biasanya disebabkan oleh penyumbatan saluran air mata. Biasanya penyumbatan saluran air mata pada bayi bisa membaik dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus.

Tapi, Anda bisa mempercepat penyembuhan dengan cara memijat saluran air mata tersebut menggunakan jari telunjuk yang bersih. Lakukan pijatan lembut pada sisi tulang hidung bayi Anda, di dekat sudut dalam matanya. Arahkan pijatan ke arah cuping hidung. Pijatan ini bisa dilakukan selama beberapa kali tiap harinya selama beberapa bulan.

Namun jika kondisi belum juga membaik, jalur operasi mungkin bisa dijadikan pilihan.

Sebenarnya perawatan mungkin tidak diperlukan jika mata berair tidak mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Namun, segera konsultasikan ke dokter mata jika Anda mengalami mata berair berkepanjangan yang diiringi oleh rasa sakit, mata memerah, iritasi, perdarahan, memar di sekitar mata, sakit kepala parah, gangguan penglihatan, atau bahkan membuat Anda tidak dapat melihat sama sekali.

Sumber Dari :

Ketika mengedip, kelenjar pada kelopak mata akan memproduksi sedikit air mata guna melembapkan indera penglihatan Anda dan menyingkirkan benda-benda asing darinya. Produksi air mata menjadi lebih

Address

Perumahan Nyantong Permai Blok C 3, Kel. Kahuripan, Kec. Tawang
Tasikmalaja
46115

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Walatra Sehat Mata Softgel Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to Walatra Sehat Mata Softgel Indonesia:

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram