08/12/2021
Panduan Merawat Bayi Baru Lahir
1. Menggendong bayi baru lahir
Jika Bunda belum berpengalaman dengan bayi sebelumnya, menggendong bayi baru lahir yang rapuh mungkin akan terasa menakutkan. Jangan takut, cukup ingat beberapa hal dasar berikut:
Cuci tangan sebelum memegang bayi, sistem kekebalan tubuh mereka belum seperti anak yang lebih tua sehingga berisiko terkena infeksi. Begitu juga dengan keluarga atau pengunjung yang ingin menggendong bayi Bunda.
Pastikan menyangga kepala dan leher bayi, baik saat menggendong bayi dalam pose tegak atau terbaring.
Jangan mengoyang-goyangkan bayi terlalu kencang (ketika menidurkannya dalam gendongan ataupun untuk menenangkannya saat menangis
2. Menyusui
Menyusui biasanya akan lebih lancar jika Bunda lakukan dalam waktu satu jam setelah melahirkan. Jangan takut untuk meminta bantuan — kebanyakan rumah sakit memiliki konsultan laktasi.
Bagaimana mulai menyusui? Bayi harus benar-benar menghisap puting untuk mendapatkan cukup ASI dan mencegah puting lecet dan sakit. Sebelum Bunda meletakkannya di payudara Bunda, posisikan dia agak menyamping sehingga perutnya tepat di atas Bunda. Kemudian gelitik mulutnya dengan puting untuk mendorongnya agar terbuka lebar; pastikan dia memasukkan seluruh puting dan sebagian ar**la ke dalam mulutnya.
Tanda bayi haus? Biasanya ia akan menangis, memasukkan jari ke dalam mulutnya, atau membuat suara isapan. Bayi baru lahir perlu disusui setiap 2 hingga 3 jam. Ketika Bunda menyusui, biasanya berlangsung sekitar 10–15 menit di setiap payudara.
Bayi sering menelan udara saat menyusu, yang bisa membuatnya rewel. Untuk membantu mencegahnya, bantu ia untuk bersendawa setiap akan berpindah payudara. Salah satu cara yang paling umum adalah dengan menggendong bayi dalam posisi tegak dengan kepala di bahu Bunda. Sangga kepala dan punggung bayi sambil menepuk punggung dengan tangan yang lain.
3. Menidurkan bayi
Salah satu cara untuk membantu mengatur jadwal tidur mereka adalah dengan meminimalkan stimulasi di malam hari (jangan menyalakan lampu terlalu terang, jangan mengajaknya bermain atau berbicara). Sebaliknya ketika bayi terbangun di siang hari, cobalah untuk membuatnya terjaga lebih lama dengan berbicara dan bermain. Sebaiknya Bunda juga tidur ketika Si Kecil tidur, sehingga ketika bayi terjaga, Bunda sudah sempat beristirahat.
4. Mengganti popok
Siapkan stok popok yang cukup untuk dipakai Si Kecil. Baik popok kain atau sekali pakai, Si Kecil akan mengotori popok sekitar 10 kali sehari, atau sekitar 70 kali seminggu.
Jangan pernah tinggalkan Si Kecil yang baru lahir tanpa pengawasan, jadi sebelum mengganti popok, pastikan semua perlengkapan ada dalam jangkauan. Bunda akan membutuhkan popok bersih, salep popok (untuk menghindari ruam popok), tisu popok (atau wadah berisi air hangat dan waslap bersih atau bola kapas). Setelah semua siap, Bunda bisa mengganti popok dengan langkah-langkah berikut:
Baringkan bayi dan lepaskan popok yang kotor.
Gunakan air, bola kapas, dan waslap atau tisu untuk membersihkan area ge***al bayi Anda dengan lembut. Saat melepas popok anak laki-laki, lakukan dengan hati-hati karena paparan udara dapat membuatnya buang air kecil. Saat menyeka bayi perempuan, seka pantatnya dari depan ke belakang untuk menghindari infeksi saluran kemih (ISK).
Untuk mencegah atau menyembuhkan ruam, oleskan salep.
Selalu cuci tangan dengan bersih setelah mengganti popok.
5. Memandikan bayi
pilih permukaan datar yang aman (seperti meja ganti, lantai, atau meja) di ruangan yang hangat.
Isi wastafel atau baskom dengan air hangat. Lepaskan pakaian bayi dan bungkus dia dengan handuk.
Seka mata bayi dengan waslap (atau bola kapas bersih) yang dibasahi air saja, dimulai dengan satu mata dan usap dari sudut dalam ke sudut luar. Gunakan sudut lap bersih atau bola kapas lain untuk mencuci mata lainnya.
Bersihkan hidung dan telinga bayi dengan waslap lembap. Kemudian basahi kembali kain tersebut dan, dengan sedikit sabun, cuci muka dengan lembut dan tepuk-tepuk hingga kering.