Pelancar ASI Bunda

Pelancar ASI Bunda Herbal pelancar ASI alami bunda

Panduan Merawat Bayi Baru Lahir1. Menggendong bayi baru lahirJika Bunda belum berpengalaman dengan bayi sebelumnya, meng...
08/12/2021

Panduan Merawat Bayi Baru Lahir

1. Menggendong bayi baru lahir

Jika Bunda belum berpengalaman dengan bayi sebelumnya, menggendong bayi baru lahir yang rapuh mungkin akan terasa menakutkan. Jangan takut, cukup ingat beberapa hal dasar berikut:

Cuci tangan sebelum memegang bayi, sistem kekebalan tubuh mereka belum seperti anak yang lebih tua sehingga berisiko terkena infeksi. Begitu juga dengan keluarga atau pengunjung yang ingin menggendong bayi Bunda.
Pastikan menyangga kepala dan leher bayi, baik saat menggendong bayi dalam pose tegak atau terbaring.
Jangan mengoyang-goyangkan bayi terlalu kencang (ketika menidurkannya dalam gendongan ataupun untuk menenangkannya saat menangis

2. Menyusui

Menyusui biasanya akan lebih lancar jika Bunda lakukan dalam waktu satu jam setelah melahirkan. Jangan takut untuk meminta bantuan — kebanyakan rumah sakit memiliki konsultan laktasi.
Bagaimana mulai menyusui? Bayi harus benar-benar menghisap puting untuk mendapatkan cukup ASI dan mencegah puting lecet dan sakit. Sebelum Bunda meletakkannya di payudara Bunda, posisikan dia agak menyamping sehingga perutnya tepat di atas Bunda. Kemudian gelitik mulutnya dengan puting untuk mendorongnya agar terbuka lebar; pastikan dia memasukkan seluruh puting dan sebagian ar**la ke dalam mulutnya.
Tanda bayi haus? Biasanya ia akan menangis, memasukkan jari ke dalam mulutnya, atau membuat suara isapan. Bayi baru lahir perlu disusui setiap 2 hingga 3 jam. Ketika Bunda menyusui, biasanya berlangsung sekitar 10–15 menit di setiap payudara.
Bayi sering menelan udara saat menyusu, yang bisa membuatnya rewel. Untuk membantu mencegahnya, bantu ia untuk bersendawa setiap akan berpindah payudara. Salah satu cara yang paling umum adalah dengan menggendong bayi dalam posisi tegak dengan kepala di bahu Bunda. Sangga kepala dan punggung bayi sambil menepuk punggung dengan tangan yang lain.

3. Menidurkan bayi

Salah satu cara untuk membantu mengatur jadwal tidur mereka adalah dengan meminimalkan stimulasi di malam hari (jangan menyalakan lampu terlalu terang, jangan mengajaknya bermain atau berbicara). Sebaliknya ketika bayi terbangun di siang hari, cobalah untuk membuatnya terjaga lebih lama dengan berbicara dan bermain. Sebaiknya Bunda juga tidur ketika Si Kecil tidur, sehingga ketika bayi terjaga, Bunda sudah sempat beristirahat.

4. Mengganti popok

Siapkan stok popok yang cukup untuk dipakai Si Kecil. Baik popok kain atau sekali pakai, Si Kecil akan mengotori popok sekitar 10 kali sehari, atau sekitar 70 kali seminggu.

Jangan pernah tinggalkan Si Kecil yang baru lahir tanpa pengawasan, jadi sebelum mengganti popok, pastikan semua perlengkapan ada dalam jangkauan. Bunda akan membutuhkan popok bersih, salep popok (untuk menghindari ruam popok), tisu popok (atau wadah berisi air hangat dan waslap bersih atau bola kapas). Setelah semua siap, Bunda bisa mengganti popok dengan langkah-langkah berikut:

Baringkan bayi dan lepaskan popok yang kotor.
Gunakan air, bola kapas, dan waslap atau tisu untuk membersihkan area ge***al bayi Anda dengan lembut. Saat melepas popok anak laki-laki, lakukan dengan hati-hati karena paparan udara dapat membuatnya buang air kecil. Saat menyeka bayi perempuan, seka pantatnya dari depan ke belakang untuk menghindari infeksi saluran kemih (ISK).
Untuk mencegah atau menyembuhkan ruam, oleskan salep.
Selalu cuci tangan dengan bersih setelah mengganti popok.

5. Memandikan bayi
pilih permukaan datar yang aman (seperti meja ganti, lantai, atau meja) di ruangan yang hangat.
Isi wastafel atau baskom dengan air hangat. Lepaskan pakaian bayi dan bungkus dia dengan handuk.
Seka mata bayi dengan waslap (atau bola kapas bersih) yang dibasahi air saja, dimulai dengan satu mata dan usap dari sudut dalam ke sudut luar. Gunakan sudut lap bersih atau bola kapas lain untuk mencuci mata lainnya.
Bersihkan hidung dan telinga bayi dengan waslap lembap. Kemudian basahi kembali kain tersebut dan, dengan sedikit sabun, cuci muka dengan lembut dan tepuk-tepuk hingga kering.

Pencapaian di balik Rutinitas BayiJika diperhatikan, rutinitas ini mungkin terlihat melelahkan dan membosankan, namun ad...
07/12/2021

Pencapaian di balik Rutinitas Bayi
Jika diperhatikan, rutinitas ini mungkin terlihat melelahkan dan membosankan, namun ada banyak hal yang telah Bunda capai bersama Si Kecil yang baru lahir, dengan melakukan semua kegiatan tersebut:

1. Ketika Bunda menyusui Si Kecil:

Bunda sedang membangun bonding
Selain mendapatkan semua nutrisi yang diperlukan dari ASI, ia juga belajar mengembangkan “refleks dorong lidah” atau refleks ekstrusi, yang penting untuk menghisap payudara atau botol susu ketika ia semakin besar.
Ketika Si Kecil mulai dikenalkan dengan MPASI pun, ia mulai belajar mengenal rasa dan tekstur makanan, dan bahkan juga mengembangkan kemampuan motorik halusnya ketika ia mulai belajar memegang makanannya sendiri.

2. Ketika Bunda mengajak Si Kecil bermain, mengobrol, atau berjalan-jalan:

Bunda sedang membantu menstimulasi kemampuan berkomunikasinya. Setelah lahir, bayi akan berkomunikasi melalui ekspresi wajah, seperti senyum, tawa, atau tangisan. Semakin dini Bunda melakukan ini, perkembangan kemampuan membaca, menulis, dan interpersonalnya semakin cepat berkembang.
Bunda membantu perkembangan motorik halus maupun kasarnya, misalnya ketika ia belajar mengangkat kepala, belajar membalikkan badan, tengkurap, hingga membuka tutup jari-jarinya.

3. Ketika Bunda memandikannya:

Dalam beberapa bulan pertama, waktu mandi biasanya menjadi kesempatan Bunda untuk membantu menenangkan bayi sebelum tidur. Biasanya sambil menyeka Si Kecil, Bunda juga dapat memijat perlahan Si Kecil.
Selain itu, ketika dimandikan, seiring dengan berjalannya waktu, kontrol otot bayi akan meningkat dan mereka akan mampu menahan kepala mereka dengan stabil dan meraih benda-benda.
Bunda juga dapat memperkenalkan beberapa mainan mandi berwarna cerah dengan berbagai bentuk dan tekstur sambil memandikan Si Kecil. Ajak juga ia mengobrol dan dendangkan lagu untuk bayi Bunda selama waktu mandi untuk membantu merangsang perkembangan bicaranya.

Bayi Baru Lahir: Panduan dan Rutinitas Merawat Si KecilUntuk Bunda yang baru saja memiliki anak pertama, menjadi ibu bar...
06/12/2021

Bayi Baru Lahir: Panduan dan Rutinitas Merawat Si Kecil

Untuk Bunda yang baru saja memiliki anak pertama, menjadi ibu baru kadang bisa terasa mendebarkan, mengasyikkan, sekaligus melelahkan, di waktu yang sama. Mendebarkan karena setelah penantian selama 9 bulan bulan lebih, akhirnya Bunda bisa bertemu dan menimang Si Kecil yang telah lama dinantikan. Rasanya asing tapi juga mengharukan ketika melihat sosok yang selama ini ada dalam kandungan Bunda, kini bergerak-gerak dan mengeluarkan suara di hadapan Bunda. Namun, rasa bahagia dan haru ini biasanya dibarengi dengan rasa takut. Bisakah Bunda merawat bayi baru lahir ini dengan baik?

Panduan Bayi Baru Lahir
Apa Yang Berubah Ketika Kita Menjadi Seorang Ibu?
Menjadi ibu kadang menciptakan ketakutan terutama karena perubahan yang dialami, terutama bagi Bunda yang baru pertama kali mengalaminya. Dari sosok mandiri yang bisa mengerjakan segala sesuatu sesuai jadwal kita sendiri, menjadi seorang yang rutinitas hariannya hanya akan diisi dengan upaya merespon kebutuhan Si Kecil.

Jadwal harian bayi menjadi jadwal harian Bunda, terutama untuk bayi baru lahir yang masih sangat bergantung pada Bunda untuk semua kegiatannya, yang sebagian besar hanya berupa pengulangan dari:

1. waktu tidur,
2. menyusui,
3. mengganti popok,
bermain atau mengobrol,
dan mandi.

Ketika Si Kecil bangun di malam hari Bunda juga akan menyusuinya lagi atau mengganti popok jika perlu, dan ini biasanya dilakukan setiap 3 jam atau lebih.

Ibu Menyusui Harus Tahu 5 Manfaat Daun Katuk Ini1. Daun katuk dapat menambah produksi ASIProduksi ASI lebih banyak bila ...
23/11/2021

Ibu Menyusui Harus Tahu 5 Manfaat Daun Katuk Ini

1. Daun katuk dapat menambah produksi ASI

Produksi ASI lebih banyak bila ibu menyusui rutin mengonsumsi daun katuk. (Foto: Shutterstock) Produksi ASI lebih banyak bila ibu menyusui rutin mengonsumsi daun katuk. (Foto: Shutterstock)
Banyak orang yang menyarankan untuk mengonsumsi daun katuk selama masa menyusui. Kabarnya, daun katuk dapat meningkatkan produksi ASI kamu. Apalagi buat ibu bekerja yang harus memompa dan menyimpan persediaan ASI selama berada di luar rumah.

Perlu ibu ketahui, daun katuk mengandung laktagum dan prolaktin tinggi. Kedua senyawa ini ampuh memicu produksi ASI lebih banyak dan memperlancar keluarnya ASI. Sebaiknya, ibu mengonsumsi daun katuk rutin setiap hari selama menyusui. Kamu bisa membuatnya menjadi menu sayuran ataupun jus.

Tak s**a dengan bau dan rasa daun katuk? Kamu bisa membeli sejumlah suplemen ASI booster yang mengandung esktrak daun katuk. Tentunya, ibu harus rutin mengonsumsinya untuk hasil yang maksimal.

ASI booster diperlukan untuk memproduksi ASI yang banyak. Ini dia beberapa rekomendasi produk yang pas buat ASI booster.

2. Konsumsi daun katuk secara rutin dapat meningkatkan daya tahan tubuh
Daun katuk bisa menambah daya tahan tubuh ibu menyusui. (Foto: Shutterstock) Daun katuk bisa menambah daya tahan tubuh ibu menyusui. (Foto: Shutterstock)
Pasca melahirkan dan sedang menyusui, ibu membutuhkan energi ekstra. Ini disebabkan kamu akan mengalami kurang tidur dan kelelahan mengurus bayi baru lahir. Saat tubuh mulai lelah, biasanya kesehatan bisa terganggu. Apalagi kalau daya tahan tubuhmu tidak terlalu bagus.

Jika ibu terganggu kesehatannya atau terserang penyakit, ada kemungkinan bayi juga ikutan sakit. Supaya itu tidak terjadi, ibu disarankan untuk mengonsumsi daun katuk dalam menu hariannya.

Kandungan kalori, protein, dan karbohidrat di dalam daun katuk dapat memenuhi kebutuhan nutrisi ibu menyusui. Saat kebutuhan nutrisi ibu tercapai, tentunya daya tahan tubuh akan bertambah. Akibatnya, virus ataupun bakteri akan sulit untuk masuk ke tubuh ibu.

3. Daun katuk mengandung banyak mineral yang dibutuhkan bayi
Ingin proses menyusui lancar, ibu harus memenuhi kebutuhan mineral lewat daun katuk. (Foto: Shutterstock) Ingin proses menyusui lancar, ibu harus memenuhi kebutuhan mineral lewat daun katuk. (Foto: Shutterstock)
Selain ibu menyusui, bayi juga mendapat manfaat dari daun katuk yang dikonsumsi. Daun katuk dipercaya dapat meningkatkan kualitas ASI yang diberikan ibu ke bayi. Peningkatan kualitas ini terjadi karena banyaknya nutrisi terkandung dalam daun katuk yang dimakan ibu.

Daun katuk mengandung beberapa mineral, seperti fosfor, zat besi, dan potasium. Tentunya, jenis-jenis mineral ini punya banyak manfaat untuk bayi. Misalnya, membantu pertumbuhan tulang, gigi, dan meningkatkan kecerdasan otak bayi. Bila dikonsumsi secara rutin, kandungan daun katuk ini akan sampai ke bayi lewat ASI.



Ibu menyusui perlu banyak nutrisi supaya kuantitas dan kualitas ASI tetap terjaga. Berikut ini beberapa nutrisi yang perlu dikonsumsi ibu menyusui.

4. Mencegah terjadinya kerapuhan tulang atau pengapuran
Ibu menyusui berisiko mengalami osteoporosis. Hal ini bisa diatasi dengan konsumsi daun katuk. (Foto: Shutterstock) Ibu menyusui berisiko mengalami osteoporosis. Hal ini bisa diatasi dengan konsumsi daun katuk. (Foto: Shutterstock)
Kamu mesti tahu, kalau selama dalam kandungan janin akan menyerap nutrisi yang ada di dalam tubuh ibu. Tanpa disadari terdapat penurunan kondisi fisik ibu hamil. Salah satunya adalah kandungan kalsium dan zat besi dalam tulang ibu berkurang. Jika dibiarkan, kamu bisa mengalami kerapuhan tulang atau osteoporosis.

Nah, tanaman yang bernama Latin Sauropus androgynus mengandung banyak kalsium, fosfor, dan zat besi. Masing-masing mineral tersebut bisa mencapai 2,8%. Kandungan zat besi dalam daun katuk lebih besar dibanding daun singkong dan pepaya.

Bila mengonsumsi daun katuk secara rutin, ibu bisa mengurangi risiko terkena osteoporosis di kemudian hari. Selain daun katuk, ibu menyusui juga mendapat tambahan kalsium dan zat besi lewat susu menyusui.

5. Daun katuk dapat memperbaiki pengelihatan ibu dan bayi
Daun katuk salah satu sumber vitamin A yang dibutuhkan mata. (Foto: Shutterstock) Daun katuk salah satu sumber vitamin A yang dibutuhkan mata. (Foto: Shutterstock)
Ibu mesti mengetahui apa pun makanan yang dikonsumsi saat menyusui, akan diserap oleh bayi melalui ASI. Untuk itu, ibu perlu mengonsumsi makanan penuh nutrisi supaya tumbuh kembang bayi lancar.

Salah satu bahan makanan yang disarankan adalah daun katuk. Tumbuhan ini kaya akan vitamin A yang dapat meminimalisir risiko gangguan pengelihatan bagi ibu dan bayi. Vitamin ini meningkatkan metabolisme sel yang berada di lapisan luar retina mata. Lapisan ini bermanfaat untuk membantu adaptasi cahaya terang dan gelap.

Tangisan bayi akibat susah tidur tidak berhenti, perlukah cemas?cara menenangkan bayi menangisBayi baru lahir yang susah...
15/11/2021

Tangisan bayi akibat susah tidur tidak berhenti, perlukah cemas?
cara menenangkan bayi menangis

Bayi baru lahir yang susah tidur dan terus menangis di malam hari tergolong normal. Kerewelan bayi biasanya semakin bertambah beberapa minggu setelah kelahiran.

Namun, biasanya bayi akan lebih tenang setelah beberapa bulan kelahiran. Hal yang perlu diwaspadai yakni jika bayi terus susah tidur setelah semua upaya dilakukan.

Bahkan, kesulitan bayi untuk tidur ini juga bisa diiringi dengan tangisan yang tanpa henti.

Menangis berlebihan mungkin bisa menjadi salah satu pertanda bayi mengalami kolik. Kolik adalah kondisi umum, tetapi tidak ada yang tahu pasti apa penyebabnya.

Kolik diduga diakibatkan oleh kram perut. Suara tangisan bayi karena kolik terdengar seperti meraung-raung, berhenti sesaat, dan kemudian berlanjut kembali.

Hal ini kemungkinan bisa membuat bayi tidak nyaman sehingga susah tidur di malam hari.

Bayi Susah Tidur dan Terus Rewel? Coba 4 Upaya Ini untuk MengatasinyaSetiap orangtua pasti punya permasalahan masing-mas...
15/11/2021

Bayi Susah Tidur dan Terus Rewel? Coba 4 Upaya Ini untuk Mengatasinya

Setiap orangtua pasti punya permasalahan masing-masing selama menjaga dan mengurus buah hatinya. Satu dari beragam hal yang mungkin pernah atau sedang dihadapi yakni ketika bayi susah sekali tidur. Kenapa bayi bisa susah tidur khususnya di malam hari padahal sudah masuk waktu istirahatnya? Simak ulasan berikut untuk tahu cara tepat menanganinya.

Apa penyebab bayi susah tidur?
intoleransi laktosa pada bayi

Mungkin Anda berekspektasi bahwa bayi akan tidur nyenyak sepanjang malam sambil sesekali mengigau di sela-sela mimpi indahnya.

Dengan begitu, Anda dan pasangan bisa tidur p**as sejenak tanpa gangguan sebelum nantinya si kecil akan terbangun untuk menyusu karena lapar.

Namun, alih-alih tidur dengan nyenyak, si kecil justru menangis terus bahkan dalam waktu yang cukup lama.

Biasanya, bayi tampak susah tidur dan terus menangis sekitar sore hingga malam hari yang seharusnya ia sudah tidur.

Dapatkan Tips Parenting Terkini
Ikuti newsletter kami untuk mendapatkan info terpercaya setiap minggunya demi tumbuh kembang anak lebih baik

Berikut beberapa penyebab kenapa bayi susah tidur dan malah terus rewel:

- Merasa lapar
- Risi karena popoknya kotor atau basah
- Kecapekan
- Ingin digendong
- Kepanasan atau kedinginan
- Bosan
- Tidak nyaman atau sedang sakit, entah mengalami kolik, alergi, gumoh, tidak enak badan, dan lainnya
- Bayi merasa takut

Selain penyebab yang sudah disebutkan sebelumnya, bayi susah tidur dan terus menangis juga bisa karena kebingungan membedakan pagi dan malam hari.

Menurut Raising Children, tangisan merupakan cara atau upaya bayi untuk menenangkan dirinya sendiri.

Bayi menangis terus dan susah tidur, apa yang harus dilakukan?

Ketika bayi menangis, Anda secara otomatis mungkin langsung memeriksa popok dan suhu tubuhnya apakah normal atau tidak.

Selain itu, Anda biasanya juga segera memberikannya ASI atau susu formula bayi khawatir ia merasa lapar dan haus.

Namun, kenapa bayi masih menangis padahal Anda sudah melakukan berbagai cara, ya?

Selain menenangkan dirinya, menangis juga cara bayi untuk memberitahu Anda bahwa ia merasakan hal tertentu, membutuhkan kenyamanan, bahkan menginginkan perhatian.

Kadang, sangat mudah untuk mencari tahu arti tangisan bayi, tetapi di waktu lainnya tampak cukup sulit.

Namun, seiring dengan perkembangan bayi, ia akan belajar beragam cara lain untuk berkomunikasi dengan Anda, misalnya melalui kontak mata, membuat suara-suara, tersenyum, dan tertawa.

Sampai waktu itu tiba, cobalah sejumlah cara berikut untuk menenangkan tangisan bayi karena susah tidur:

1. Berikan sesuatu untuk diisap
Mengisap dapat menenangkan detak jantung bayi, melemaskan perutnya, dan menenangkan tangan serta kaki yang berontak menggapai-gapai.

Tawarkan payudara Anda untuk diisapnya atau dot bayi berisi susu formula. Jika ia menangis saat Anda sedang menyusui, biarkan ia sedikit ‘menggigiti’ puting Anda.

Sementara jika Anda memberikannya susu formula di dalam botol dot, biarkan ia memainkan lembut karet dot tersebut.

2. Bedong si kecil
Bayi membutuhkan banyak kenyamanan dan kehangatan seperti yang mereka rasakan saat di dalam kandungan.

Coba bedong bayi sehingga ia merasa aman. Dekap si kecil dekat dada Anda agar ia merasa lebih tenang.

Namun, sebagian bayi merasa bedongan atau gendongan tidak cukup mengobati kesulitannya untuk tidur sehingga lebih memilih cara lain, seperti menyusu langsung dari payudara maupun mengisap dot.

Goyangkan tubuh ke kanan dan ke kiri dengan perlahan, coba ajak ia bicara atau nyanyikan lagu pengantar tidur.

Saat menggendong, coba belai punggungnya dengan penuh kasih sayang. Tepukan lembut juga bekerja sama baiknya untuk menenangkan bayi yang susah tidur.

Melansir dari Columbia University Department of Neurology, Anda juga bisa menyetel musik yang lembut untuk membantu memancing rasa kantuk bayi.

3. Baringkan tubuh bayi menyamping
Saat menggendong atau menempatkan bayi di tempat tidur, posisikan tubuhnya dalam keadaan berbaring miring atau tengkurap.

Kemudian, tepuk-tepuk perlahan punggung bayi agar ia merasa tenang. Jangan lupa, selalu kembalikan posisi bayi jadi telentang saat ia sudah benar-benar terlelap guna mencegah sindrom kematian bayi mendadak.

Ajak ia bicara dengan nada menenangkan dan jaga agar suhu kamar cukup hangat.

4. Pijat bayi
Kebanyakan bayi senang disentuh sehingga pijatan mungkin menjadi jalan keluar terbaik untuk mengatasi tangisannya.

Pijat secara teratur dapat mengurangi frekuensi tangisan dan rewelan si kecil. Waktu terbaik untuk memijat bayi biasanya saat ia sedang terjaga.

Jangan khawatir bagaimana cara memijat bayi. Asalkan gerakannya lembut dan lambat, pijatan dapat memberikan kenyamanan untuk bayi yang susah tidur.

Anda bisa gunakan minyak atau krim pijat, asalkan si kecil setidaknya sudah berusia satu bulan. Sambil memijat, ajak bayi berbicara seperti biasa dan jaga agar suhu kamar tetap hangat.

Jika bayi menangis selama dipijat, sebaiknya segera hentikan. Menangis saat dipijat mungkin menandakan bahwa bayi sudah merasa cukup nyaman dan tidak ingin lagi dipijat.

8 Penyebab ASI Sedikit atau Tak Keluar Setelah MelahirkanSelain stres, beberapa faktor di bawah ini juga bisa menyebabka...
15/11/2021

8 Penyebab ASI Sedikit atau Tak Keluar Setelah Melahirkan

Selain stres, beberapa faktor di bawah ini juga bisa menyebabkan ASI tidak keluar atau terlambat keluar.

1. Persalinan pertama

Beberapa wanita yang baru pertama kali melahirkan, membutuhkan waktu hingga lima hari sampai payudara terisi penuh oleh ASI. Lalu, pada persalinan anak kedua dan seterusnya, air susu akan keluar lebih cepat.

2. Persalinan dengan penyulit

Proses persalinan dengan penyulit disertai faktor penyulit, dan menyakitkan bisa membuat ASI tidak keluar meski sudah lebih dari tiga hari setelah melahirkan. Selain itu, penggunaan obat bius dan infus dalam jangka waktu yang lama juga bisa menurunkan produksi ASI.

3. Operasi Caesar


Prosedur operasi, stres, nyeri, dan faktor emosional lainnya yang berhubungan dengan persalinan dengan operasi Caesar, dapat membuat ASI terlambat keluar.

4. Persalinan prematur

ASI sebenarnya memang sudah bisa diproduksi di akhir trimester kedua kehamilan. Namun, persalinan yang terjadi secara tiba-tiba, stres yang muncul, serta ketidakmampuan bayi prematur untuk menyusu, bisa menghambat produksi ASI.

5. Bayi kesulitan untuk menemukan puting ibu

ASI akan diproduksi apabila ada “permintaan dari bayi”. Artinya jika tidak ada stimulasi dari mulut bayi di payudara atau gerakan memerah susu, produksi ASI tidak akan terjadi. Itulah sebabnya, kesulitan bayi dalam menemukan atau menyusu ke puting ibu, bisa memengaruhi produksi ASI. Selain itu kondisi medis, seperti tongue tie, bibir sumbing, maupun masalah pada saraf bayi dapat juga membuat bayi sulit menyusu.

6. Kadar gula darah tinggi

Ibu yang memiliki diabetes, membutuhkan waktu lebih lama untuk memproduksi ASI. Hal ini disebabkan oleh berbagai alasan, mulai dari gangguan hormon, hingga tingginya angka prematur dan operasi Caesar pada ibu dengan riwayat diabetes.

7. Kelainan hormon

ASI tidak keluar juga bisa disebabkan oleh penyakit kelainan hormon, seperti hipotiroidisme dan polycytic o***y syndrome (PCOS).

8. Kelebihan berat badan

Ibu yang mengalami kelebihan berat badan sebelum kehamilan atau mengalami kenaikan berat badan berlebih saat hamil, juga berisiko mengalami keterlambatan produksi ASI.

Meski ASI tidak keluar, Anda disarankan untuk tetap menyusui bayi. Sebab, dalam empat hari pertama setelah persalinan, masih terdapat kolostrum di dalam payudara, yang baik untuk dikonsumsi bayi. Selain itu, stimulasi dari mulut bayi juga akan merangsang produksi ASI.

03/11/2021

Jangan lupa share, like, comment dan pencet belnya untuk informasi kesehatan menarik lainnya! Kamu juga bisa selalu update tentang informasi kesehatan, perci...

15 Makanan Pelancar ASI yang Baik Dikonsumsi1. Susu rendah lemak Susu adalah sumber kalsium yang cukup tinggi kandungann...
03/11/2021

15 Makanan Pelancar ASI yang Baik Dikonsumsi

1. Susu rendah lemak

Susu adalah sumber kalsium yang cukup tinggi kandungannya dan juga lebih mudah untuk dicerna karena bentuknya cairan. Melansir laman resmi Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes RI, kalsium termasuk nutrisi yang sangat penting untuk memproduksi ASI dengan lancar.

Produk susu dalam bentuk yoghurt dan juga keju juga bisa jadi pilihan agar ibu menyusui tidak bosan.

Kekurangan kalsium pada masa menyusi sendiri berisiko lebih besar untuk mengalami pengeroposan tulang karena tubuh akan mengambil kalsium dari tulang dan gigi untuk membuat ASI. Selain kalsium, susu juga mengandung protein, vitamin B, serta vitamin D yang bermanfaat p**a untuk produksi ASI. Pilih susu rendah lemak untuk menjaga asupan kalori harian Ibu.

2. Telur

Telur adalah makanan sumber protein nabati dan juga lemak yang baik bagi ibu menyusui untuk membantu proses hidup sehat setelah melahirkan. Kandungan nutrisi telur tidak hanya bisa melancarkan produksi ASI, tapi juga dapat menjaga kecukupan energi tubuh, termasuk baik untuk otak bayi yang mendapatkannya dari ASI.

3. Ikan salmon Dua kali dalam seminggu sangat baik untuk bisa menambahkan ikan salmon ke dalam menu makanan. Ikan salmon adalah sumber omega-3 dan kandungan lemak tak jenuh yang sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan otak si kecil dan juga menjaga kesehatan jantungnya.

4. Daging sapi

Daging sapi rendah lemak baik dikonsumsi ibu menyusi untuk meningkatkan kualitas ASI dan mengembalikan energi setelah melahirkan. Daging sapi juga mengandung protein, zat besi, serta vitamin B12 yang sangat penting bagi ibu menyusui.

5. Kacang-kacangan

Kandungan nutrisi pada kacang-kacangan yang baik untuk produksi ASI adalah protein nabati dan juga zat besi. Dua kandungan ini banyak ditemukan pada kacang hitam dan kacang merah.

6. Jambu biji

Jambu biji adalah buah yang mengandung vitamin C tinggi. Pada ibu menyusui, vitamin C sangat baik untuk membantu tubuh menyerap zat besi yang mampu meningkatkan produksi ASI bagi buah hati. Baca juga: 14 Makanan yang Mengandung Vitamin C Tinggi Selain jambu biji, berbagai makanan sumber vitamin C lain juga baik dikonsumsi ibu menyusui.

7. Daun katuk Daun katuk dengan nama ilmiah Sauropus

androgynous (L.) Merr terbukti mengandung karoten cukup tinggi, serta laktagogum yang berguna untuk meningkatkan atau memperlancar produksi ASI.

8. Daun singkong Melansir Buku Tanaman untuk Pelancar ASI di Sekitar Kita (2015) karya Elok Widayanti, MSi terbitan Balai Besar Penelitian dan Pengambangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Kemenkes RI, daun singkong atau ubi kayu terbukti mengandung banyak zat gizi, seperti vitamin C, zat besi, hingga kalsium yang berguna untuk memperbanyak produksi ASI.
9. Kacang hijau Beragam nutrisi yang terkandung di dalam kacang hijau, seperti asam folat, vitamin B1, kalsium, kalium, dan fosfor dapat bermanfaat untuk memperbanyak produksi ASI.

10. Kelor Daun

kelor pada umumnya tumbuh subur dari dataran rendah sampai ketinggian 700 mdpl. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada berbagai jenis tanah kecuali tanah berlempung berat dan menyukai pH tanah netral sampai sedikit asam. Setelah diteliti, daun kelor terbukti mengandung berbagai zat gizi, seperti: 20,51 persen protein 19,25 persen fiber 2,63 persen lemak 43,78 persen karbohidrat Selain itu, analisis elemen menunjukkan bahwa kandungan kalsium dan zat besi pada daun katuk juga cukup tinggi, yakni berturut-turut sebesar 2007,67 dan 26,34 mg/100 g daun kering.

Daun kelor juga kaya akan senyawa alami antioksidan, seperti: β-karoten Vitamin C Kalsium Potasium Dengan kandungan nutrisi tersebut, daun kelor dianggap memiliki beragam manfaat berikut: Meningkatkan produksi ASI Mecegah anemia Menurunkan kadar gula darah Mengatasi rematik Mengatasi pegal linu, encok, dan pereda nyeri.

Pare Setelah diteliti, pare memiliki banyak kandungan kimia, seperti: Senyawa alkaloid Triterpenoid Saponin Flavonoid diduga dapat bersifat toksik pada kadar tertentu Dengan kandungan tersebut, pare pun dianggap memiliki sejumlah manfaat, termasuk pelancar ASI

12. Pepaya

Tanaman dengan nama ilmiah Carica papaya L. ini dapat tumbuh di hampir semua benua di wilayah tropis dan sub tropis. Di Indonesia, pepaya dapat tumbuh baik pada ketinggian tempat 100-1.400 mdpl, pada daerah dengan iklim sedang sampai basah (curah hujan 2.000-3.000 mm). Setelah diteliti, buah pepaya mengandung banyak senyawa sebagai berikut: Protein Gula Vitamin A Vitamin B Vitamin C (asam askorbat) Vitamin D Asam folat Karotenoid Karbohidrat (fluktosa, glukosa, manitol, xylitol) Minak atsiri Baca juga: Cara Alami Mengatasi Sembelit dengan Pepaya Getah yang terkandung dalam setiap bagian tanaman pepaya bahkan mengandung sejumlah enzim (esterase, protease), dan enzim yang paling banyak terkandung adalah papain (enzim proteolitik) dan kimopapain. Dengan kandungan nutrisi tersebut, buah pepaya dianggap memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk sebagai makanan pelancar ASI.

13. Bayam merah

Bayam merah ternyata mengandung banyak nutrisi yang baik untuk tubuh, seperti: Protein Lemak Karbohidrat Kalsium Fosfot Besi Vitamin A Vitamin B Vitamin C Air Baca juga: 12 Makanan yang Mengandung Vitamin B12 Tinggi Selain itu, bayam merah juga mengandung banyak serat, serta karotein, klorofil, dan saponon. Oleh karena kandungannya tersebut, bayam merah dianggap memiliki sejumah manfaat, termasuk mengobati anemia dan memperlancar ASI.

14. Kacang almond

Kacang almond dapat menjadi makanan pelancar ASI karena mengandung omega-3 dan vitamin E yang dapat meningkatkan produksi hormon yang memproduksi ASI. Vitamin E juga dapat mengobati rasa gatal pada stretch mark setelah persalinan.

15. Asparagus

Selain berserat tinggi, asparagus juga mengandung beragam nutrisi lain yang dapat memicu produksi hormon untuk membantu pembentukan ASI pada ibu menyusui. Tak hanya itu, asparagus dapat memenuhi nutrisi vitamin A dan vitamin K yang baik untuk meningkatkan kualitas ASI.

Wajib Tahu! Pentingnya Kebutuhan Kalsium untuk Ibu MenyusuiKalsium ibu menyusui biasanya akan terpenuhi jika Ibu sudah r...
03/11/2021

Wajib Tahu! Pentingnya Kebutuhan Kalsium untuk Ibu Menyusui

Kalsium ibu menyusui biasanya akan terpenuhi jika Ibu sudah rutin mengkonsumsi susu hamil sejak masa kehamilan. Namun jika rutinitas tersebut terhenti saat menyusui, maka resiko kekurangan kalsium pun dapat menyerang Ibu.

Kekurangan Kalsium Pada Ibu Menyusui

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kalsium ibu menyusui sangat diperlukan untuk mencegah osteoporosis pada ibu serta meningkatkan pertumbuhan tulang dan gigi bayi. Jika kebutuhan asupan kalsium tidak terpenuhi, maka terdapat beberapa resiko yang mungkin dialami Ibu selain osteoporosis, sebagai berikut:

1. Kram Otot

Kram otot merupakan salah satu gejala yang muncul jika terjadi kekurangan kalsium ibu menyusui. Ibu bisa mulai merasakan rasa sakit pada bagian paha, lengan lalu berlanjut pada ketiak ketika digunakan untuk bergerak atau melakukan aktivitas tertentu.

2.Rentan Terpapar VIrus atau Bakteri

Resiko atau dampak lain dari kekurangan kalsium pada ibu menyusui adalah mudah terpapar virus atau bakteri dari luar. Resiko ibu berlaku baik pada ibu maupun bayi. Kalsium merupakan nutrisi penting yang dapat menangkal berbagai macam virus, bakteri, serta radikal bebas. Jadi tak heran jika kalsium ibu menyusui tidak terpenuhi, berdampak pada imunitas tubuh.

3. Meningkatkan Resiko Kejang pada Bayi

Kekurangan kalsium pada proses menyusui juga berefek pada si kecil. Terjadi peningkatan resiko kejang tanpa sebab yang menyerang bayi. Tentu hal ini cukup membahayakan kesehatan si kecil.

4. Fungsi Saraf Terganggu

Dampak lain yang terjadi jika ibu menyusui kekurangan kalsium adalah terganggunya fungsi saraf. Dalam hal ini otot akan melemah, detak jantung juga menunjukkan gejala yang tidak teratur. Hal yang tampak dari kondisi ini adalah munculnya gejala mati rasa pada jari dan kesemutan dengan frekuensi yang lebih sering.

5. Sakit Gigi

Kalsium ibu menyusui sangat bermanfaat untuk menunjang perkembangan tulang dan gigi. Ketika ibu menyusui, kalsium yang ada pada tubuh akan diserap oleh bayi, jadi Ibu memerlukan kalsium cadangan agar kesehatan tulang dan gigi Ibu juga terjaga. Jika tidak, Ibu akan rentan mengalami sakit gigi yang mengganggu aktivitas harian.

6. Kualitas ASI Berkurang

Kalsium merupakan salah satu komponen ASI yang utama. Jika kandungan kalsium ini tidak terpenuhi, maka secara otomatis kualitas ASI juga akan berkurang. Akibatnya, kebutuhan nutrisi pada bayi juga terdampak.

7. Insomnia

Insomnia atau kesulitan tidur juga rentan dialami ibu menyusui yang kekurangan kalsium. Hal ini dikarenakan terganggunya sistem fungsi saraf yang membuat organ penting seperti jantung berdetak tidak teratur. Kondisi ini menyebabkan Ibu mengalami insomnia.

Tips Memenuhi Kebutuhan Kalsium

Sudah tahu kan Bu, betapa pentingnya kalsium untuk ibu menyusui? Ternyata kebutuhan kalsium tidak berhenti setelah proses hamil dan melahirkan, ya. Justru saat menyusui pun, kalsium tetap menjadi asupan yang utama. Lantas bagaimana cara memenuhi kalsium pada ibu menyusui? Simak tips berikut ini.

1. Mengkonsumsi Makanan Kaya Kalsium

Langkah termudah untuk memenuhi kebutuhan kalsium ibu menyusui adalah dengan mengkonsumsi makanan yang tinggi kalsium. Makanan tersebut meliputi produk susu dan turunannya, keju, kacang-kacangan, sayuran hijau, seafood, kacang kedelai seperti tahu dan tempe, jus jeruk, serta rumput laut.

Ibu dapat merancang menu harian dengan memasukkan menu makanan diatas ke dalam daftar menu. Hitung kandungan kalsium dari masing-masing makanan dan pastikan telah tercukupi kebutuhan 1300 mg kalsium setiap harinya.

2. Mengkonsumsi Suplemen Kalsium

Bagi ibu menyusui yang alergi terhadap susu dan turunannya, akan lebih sulit untuk memenuhi kebutuhan kalsium harian. Terlebih jika Ibu menerapkan pola hidup vegan yang minim kalsium. Oleh karena itu, Ibu dianjurkan untuk mengkonsumsi suplemen kalsium setiap harinya agar kebutuhan kalsium tetap terpenuhi.

Suplemen kalsium yang ada di pasaran biasanya mengandung 500 mg kalsium. Ibu dapat mengkonsumsi sebanyak 2 kali sehari. Suplemen tersebut tetap dapat dipadukan dengan makanan yang mengandung kalsium. Konsultasikan suplemen yang tepat dengan dokter agar Ibu memperoleh asupan kalsium yang dibutuhkan.

3. Minum Air Mineral

Air mineral juga mengandung kalsium yang dapat membantu memenuhi kebutuhan kalsium ibu menyusui. Ibu sebaiknya mengkonsumsi air mineral sebanyak 8-10 gelas per hari untuk menunjang asupan kalsium setiap harinya.

Address

Jalan K. H. Z Mustofa, Ruko Permata Regency No. 30, Kahuripan, Tawang, Tuguraja, Kec. Cihideung
Tasikmalaya
46115

Opening Hours

Monday 07:00 - 16:00
Tuesday 07:00 - 16:00
Wednesday 07:00 - 16:00
Thursday 07:00 - 16:00
Friday 07:00 - 16:00
Saturday 07:00 - 16:00
Sunday 07:00 - 16:00

Telephone

+6285319306026

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pelancar ASI Bunda posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to Pelancar ASI Bunda:

Share

Category