13/09/2017
Kita tahu, menyusui atau memberikan air susu ibu (ASI) untuk bayi merupakan hal terpenting yang bisa dilakukan seorang ibu untuk buah hatinya. Menyusui merupakan proses terpenting dalam memberikan asupan nutrisi terbaik di masa awal tumbuh kembang anak. Setiap ibu tentunya menginginkan proses menyusui yang optimal agar memperoleh manfaat bagi anak maupun dirinya. Namun masih banyak ibu yang belum mampu mengoptimalkan prosesnya untuk menjaga kuantitas serta kualitas ASI agar bisa menyusui secara eksklusif. Menurut dokter spesialis kebidanan dan kandungan dr. Febriansyah Darus, Sp.OG(K), berdasarkan pengalamannya, masih banyak ibu terkendala dalam menjalani proses menyusui yang optimal karena berbagai faktor. Pengetahuan yang memadai tentang menyusui perlu diketahui calon ibu, bahkan sejak dia hamil. "Ibu perlu memahami bahwa mekanisme produksi ASI sudah dimulai pada masa kehamilan. Di mana pada bulan ketiga, tubuh ibu sudah mulai memproduksi hormon-hormon yang menstimulasi munculnya ASI," kata Febriansyah dalam temu media Mama Pasti Bisa di Plataran Menteng Jakarta, baru-baru ini. Febriansyah menambahkan, pada bulan kelima dan keenam, ASI sudah siap diproduksi. "Jika ibu berkonsultasi kepada ahli kesehatan, selain terus menjaga pola makan bergizi seimbang, pada bulan kelima ibu juga akan dianjurkan untuk melakukan pijat laktasi. Tujuannya agar sistem pada payudara dapat lebih siap dalam melakukan proses laktasi yang lancar," ujarnya. Pada kesempatan yang sama, dr. Juwalita Surapsari, M Gizi, SpGK, dokter spesialis gizi klinik dari Prodia Health Care Bintaro memaparkan, asupan nutrisi ibu sangat berpengaruh kepada produksi ASI. Alasannya, ibu memerlukan energi yang cukup untuk dapat memproduksi ASI dengan lancar dan dengan kualitas yang baik. "Untuk itu, asupan karbohidrat, protein, dan lemak pun harus terpenuhi dengan baik melalui pola makan yang teratur dengan porsi seimbang," ujarnya. Juwalita menambahkan, selain mencukupi kebutuhan energi dan zat gizi makro, ibu juga perlu memenuhi kebutuhan zat gizi mikro demi tumbuh kembang buah hati yang optimal. Zat gizi mikro yang dimaksud antara lain asam folat, Vitamin D, zat besi dan kalsium. "Beberapa sumber makanan yang dapat dikonsumsi ibu, misalnya sayuran berwarna hijau seperti daun katuk dan bayam yang kaya kalsium, zat besi, dan asam folat. Lalu daging, ikan, telur, dan susu, yang merupakan sumber protein terbaik,” imbuhnya. Jelaslah bahwa konsumsi makanan dan minuman bergizi seimbang oleh ibu menyusui dapat menghasilkan ASI yang berkualitas. ASI yang berkualitas, kata Juwallta, mengandung cairan biologis yang dinamis dan kompleks, terdiri lebih dari 200 zat aktif termasuk imunoprotektor, enzim, hormon, vitamin, faktor pertumbuhan, dan faktor lainnya. "ASI mampu memberikan imunitas kepada anak dan dalam jangka panjang dapat menurunkan risiko obesitas, serta diabetes tipe 1 dan 2," jelasnya. Selain itu, menyusui juga memiliki manfaat bagi Mama karena dapat menurunkan risiko depresi pasca persalinan, obesitas, diabetes melitus, dan beberapa kanker.
Source: http://www.dokterdigital.com