08/10/2018
JANGAN DI BACA JIKA MENTAL MU LOYO
BISA KEJANG TINGKAT RT ππ
Tadi ketemu orang, dia nanya,
A : "Bisnis apa?"
B : Saya jawab, "Bisnis MLM."
A : Terus dia bilang, "Oh, bisnis yang nyari-nyari orang itu, ya. Aku ngga s**a."
B : "Iya. Betul, bisnis nyari-nyari orang."
B: Terus saya tanya balik, "Mbak usaha apa?"
A : Dia jawab, "Aku usaha jualan baju keliling, Mas. "
B : "Oh, jualan yang nyari-nyari orang itu, ya?"
A : Kemudian dia senyum-senyum malu.
Setahu saya, namanya bisnis itu, ya, nyari orang, masa nyari-nyari kenangan mantan.ππ
Kalau tidak nyari orang, trus siapa yang mau beli produk kita?π
Banyak orang yang salah paham sama bisnis MLM, banyak yang negatif sama bisnis MLM itu karena ulah oknum yang mengaku menjalani bisnis MLM, padahal sebenarnya MONEY GAME.
Atau ada oknum yang memiliki sikap kurang menyenangkan saat menjalani MLM.
Dan, banyak MLM abal-abal di luar sana yang produknya dibuat asal-asalan dengan harga tidak wajar, sehingga merugikan konsumen.
Masyarakat berpikir kalau MLM adalah iming-iming impian, cita-cita yang muluk-muluk, tapi mereka tidak tahu bahwa bisnis MLM itu membangun jaringan pemasaran produk secara berkelompok dan massal.
Setiap kelompok ini menciptakan omset yang terdiri dari pemakai produk, penjualan dan perekrut.
Kalau saja orang mau terbuka dan mempelajari dengan seksama industri MLM di Indonesia dan dunia, ada jutaan hingga milyaran produk terjual di sebuah jaringan bisnis MLM.
Saya punya teman yang omset penjualan produk di jaringannya bisa sampai 1 Milyar rupiah perbulan.
Bayangkan, kalau dia sendirian harus jualan produk senilai 1 Milyar rupiah, setiap bulannya, bisa-bisa bulan depan dia diopname dengan infusan segede galon.π
Tapi, dengan jaringan penjualan massal yang sering disebut MLM, omset 1 Milyar rupiah bisa dikejar beramai-ramai.
Logika sederhana :
Kalau dia dapat persentase 4% saja dari penjualan produk itu, maka keuntungan yang dia dapat, Rp 1.000.000.000 x 4% = Rp 40.000.000,-.ππ
Coba bayangkan, kalau si mbak yang jualan baju tadi bangun jaringan 2.000 orang penjual baju.
Masing-masing penjual baju memiliki keuntungan Rp 5.000.000 sebulan.
Dia dapat persentase keuntungan cuma 4% saja dari Rp 5.000.000.
Itu berarti 2.000 x Rp 5.000.000 x 4% = Rp 400.000.000 per bulan.
WOW ! Dan itu Passive Income, karena dikerjakan orang lain.
Kenapa mbak jualan sendirian???
Coba kalau punya banyak Agen..
Pasti lebih mudah mencetak omset.. ππ
Yg belum ngerti merapat yuuukkk, mari diskusi ma sy, tentang bisnis kuππππ
π±π Wa. 085231627376